18 : Jangan Canggung

Sesampainya di kontrakan, Arnita langsung bersiap. Buru-buru menyisikan sebagian kecil bahan belanjaan yang ia bawa lantaran yang di kantong besar dibawa oleh Restu.

Arnita meletakan tas di pundak kanannya di meja mesin jahit kemudian buru-buru ke dapur sambil mencepol tinggi rambut panjang bergelombangnya dan awalnya tergerai.

Walau tidak secara terang-terangan, diam-diam Restu mengamati Arnita. Pria itu melakukannya melalui lirikan. Dan kini, ia meletakan satu kantong besar berisi bahan milik Arnita yang sengaja ia belikan, di meja sebelah mesin jahit.

Untuk sejenak, Restu terperangah oleh suasana di sana yang mirip tempat kerja desain andal. Ada beberapa pola desain yang ditempelkan di dinding dan Restu yakin, itu asli buatan Arnita. Semuanya tentang blazer dan juga bawahan. Ada yang berupa rok, maupun celana. Semuanya juga bervariasi, mirip desain merek pakaian ternama, tapi itu benar-benar trobosan baru dari seorang Arnita.

“Di masanya, kamu pasti akan jadi desainer sukses, Nit!” batin Restu yang kemudian tertarik untuk membantu Arnita di dapur.

Suasana dapur tidak begitu sepi karena selain Arnita sampai bersuara dan terdengar sedang mengobrol, di sela ucapan Arnita juga disertai kucing. Ternyata di depan pintu dapur yang dibuka sempurna oleh Arnita ada ibu kucing yang tampaknya belum lama melahirkan.

“Itu kucing kamu?” tanya Restu refleks mesem memandangi kucing putih dan anak-anaknya yang juga kompak berwarna putih berjumlah empat.

Arnita yang akan lewat masuk ke dapur setelah memberi makan kucingnya dengan nasi yang dicampur ikan goreng berkata, “Enggak tahu transmigrasi dari mana itu Mas. Tapi kalau jadwalnya makan, mereka ke sini, kalau bukan, ya istirahat di teras rumah.”

“Wah, kok bisa ngepasin gitu?” Restu terheran-heran sekaligus takjub. Baru ia sadari, hidup Arnita jauh lebih berwarna dari yang ia pikirkan dan sempat sangat membuatnya khawatir. Wanita itu bahagia dengan kesederhanaan sekaligus keterbatasannya. Yang mana, kebahagiaan itu juga ia rasa perlahan menular kepadanya.

Beres memberi kucing makan, Arnita langsung bersiap masak. Ternyata Restu membantunya memetik setiap kangkung. Karenanya, Arnita mengerjakan pekerjaan Lain. Sambil menggoreng ikan gabus atau yang warga setempat sebut ikan bogo, Arnita mengiris setiap cabai hijaunya. Sekitar setengah jam kemudian, masakan Arnita matang.

Tumis ikan bogo goreng dengan cabe atau lombok hijau yang diberi banyak irisan lengkuas, tersaji nikmat dengan sepiring tumisan kangkung yang sangat hijau. Semua itu Arnita boyong ke depan, mereka makan di atas tikar karakter yang menghiasi ruang tamu dan memang masih kosong lantaran belum ada meja makan.

“Nanti belanja meja sama kursi buat di dapur. Biar makannya enggak lesehan,” ucap Restu yang membiarkan Arnita menyuguhkan sepiring nasi kepadanya sebelum wanita muda itu mendadak jaga jarak ke seberang dan tentu saja akan menjadi hal mencolok jika ia sampai menyusul.

“Enggak lah, kebanyakan barang bikin rumah sempit. Lagian kan hanya satu bulan, kan?” balas Arnita dengan santainya dan bersiap makan karena ia juga sudah mengambil menu makan untuknya. Kendati demikian, ia menyempatkan diri untuk menatap Restu yang malah jadi diam dan terlihat merenung serius.

“Ya sudah, Mas. Makan dulu. Bahas yang lain nanti saja,” ucap Arnita berusaha mencairkan suasana. Entah kenapa walau sudah sepakat sekaligus tahu hubungan mereka, rasanya tetap gugup sekaligus canggung.

“Ini sepertinya enak banget!” ucap Restu bersemangat makan apalagi ia tipikal makan ala kadarnya karena selain ia sangat sibuk dan tak mungkin memperlakukan diri dengan spesial, Azelia juga sangat sibuk dan sangat jarang sempat memasakkan bahkan sekadar menyiapkan makanan beli semacamnya. Selama ini, Azelia benar-benar melatihnya menjadi suami mandiri yang juga serba bisa.

“Hmmm ... beneran kelihatan banget kalau selama ini, Mas Restu enggak terurus. Pantas Lia bilang, punya suami mas Restu enak. Mandiri dan serba bisa. Padahal Mas Restu begitu karena keadaan Lia yang memaksa. Aku-aku sendiri kalau dimanjakan ya mau-mau saja. Manusiawi,” batin Arnita.

Tanpa banyak berkomentar, Arnita juga langsung menyusul makan karena Restu juga sudah lebih dulu makan. Ia dapati, Restu yang ikut-ikutan makan menggunakan tangan kosong layaknya dirinya. Pria itu meletakan sendok dan garpu yang sudah menghasilkan satu suapan lahap.

“Bentar, aku lupa belum bawa minum. Mas mau air dingin dari kulkas apa air biasa?” sergah Arnita melangkah buru-buru.

Restu terdiam sejenak, kemudian ia meminta air dingin dari kulkas. Namun di benaknya, ia tengah teringat adegan dirinya dan Azelia.

“Mas, ambilin minum, dong. Belum ada minum, kan? Ambil yang biasa saja soalnya kalau minuman dingin katanya bisa bikin gendut,” ucap Azelia dan selama kebersamaan memang lebih sering Restu yang disuruh-suruh. Hingga kebersamaannya dengan Arnita membuat Restu merasakan hubungan yang berbeda.

“Kamu pinter masak. Masakanmu enak,” ucap Restu di sela makannya. Ia sudah hampir habis satu piring, tapi ia berniat tambah karena masakan Arnita senagih itu ditambah ia yang juga sedang kelaparan.

Namun yang ada, mendapat pujian seperti tadi malah membuat Arnita terbatuk-batuk. Arnita meraih air minumnya, menolak air minum pemberian Restu.

“Mas bikin kaget lagi,” lirih Arnita berkeluh kesah.

“Aku kan ngomongnya enggak teriak-teriak. Aku muji kamu loh tadi,” ucap Restu.

Arnita mengangguk-angguk kikuk kemudian meminta maaf.

“Enggak usah canggung apalagi sibuk menghindariku, bisa, kan? Dibiasakan? Kucing-kucing tadi saja bisa membiasakan diri ke mana mereka harus pergi kalau mau makan. Masa kamu membiasakan diri ke suami sendiri, enggak bisa?” lanjut Restu.

Detik itu juga Arnita menjadi membatu. Namun, Restu yakin apa yang baru saja ucapkan akan menjadi awal Arnita membiasakan diri kepadanya karena baginya, Arnita tipikal yang sangat tanggung jawab.

“Mudah membuat orang seperti Nita paham termasuk buat sama-sama membangun hubungan,” pikir Restu yang kemudian bertanya, “Kenapa tadi, bi Ade sama tetangganya, kompak panggil kamu Bunda?”

“Bunda? Aku kan guru TK, Mas. Tadinya, sebelum diobrak-abrik Juan,” jelas Arnita yang menjadi sensi hanya karena ia membahas Juan.

“Kalian kan pernah dekat. Alasan kalian dekat karena kalian sama-sama cinta, kan? Maksudnya, kalian bukan korban perjodohan kayak kebanyakan orang kampung?” balas Restu serius sampai menunda makannya.

Arnita mengangguk-angguk. “Iya. Pas belum ada kasus, dia ya baik. Baik banget makanya aku mau nikah sama dia. Tapi setelah ada kasus kemarin, dia langsung berubah, seolah langsung keluar sifat aslinya. Kemarin kan aku minta dia buat balikin pekerjaan sekaligus beasiswa aku, dia bilang dia sanggup di hadapan semuanya, kan? Mas juga dengar dan sampai wanti-wanti ke Juan agar dia menepati janji dan sebisa mungkin dipercepat hasilnya.”

“Eh semalam dia sibuk coba telepon, aku biarin sampai subuh tuh hp nyala terus. Paginya dia WA, beasiswa enggak bisa balik karena urusnya ribet. Tapi kalau aku mau nikah sama dia, dia bakal biayain semuanya. Ya sudah aku balas : Wong gembllung. Soalnya kalau enggak dibalas, dia pasti mikir aku mau atau setidaknya masih pikir-pikir.” Arnita menutup ceritanya dengan mendengkus.

“Kalau kamu mau lanjut kuliah ya lanjut saja. Mau di mana, nanti aku urus secepatnya,” sergah Restu sabar.

Arnita menghela napas pelan sekaligus dalam seiring ia yang menyudahi tatapannya dari Restu. “Nanti aku pikir-pikir lagi, Mas.”

“Ambil jurusan sesuai bakat kamu. Kamu enggak mau mendalami bakatmu sebagai seorang desainer?” balas Restu yang mulai makan sambil sesekali menatap Arnita. Sebab setelah melihat Arnita bukan penjahit biasa, ia juga ingin Arnita lebih maju sekaligus mengembangkan kemampuannya.

Arnita menunduk dan merenung. Tak semua orang mendapatkan kesempatan apalagi lebih dari sekali. Melalui Restu, ia pasti bisa seperti yang pria itu katakan. Benar-benar tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi termasuk mengenai Azelia. Toh baru beberapa kali bersama, Arnita sudah sangat yakin Azelia telah sangat menelantarkan Restu. Selain itu, Arnita juga yakin, asal dirinya tetap memberikan timbal balik kepada Restu sebagai istri yang telah diurus sekaligus diperjuangkan, ia tidak akan berdosa andai ia menerima uluran tangan Restu.

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

fix ini. azelia pake hijab ikut ikutan aja, nggak ngerti. mana ada wanita yg ngerti alasan harus berhijab, nyuruh nyuruh suaminya? siapa istri rasulullah yg ditiru? kalau wanita itu berhijab karena ilmu, tentunya tau, untuk meneladani istri rasulullah. dan tak ada satupun istri radulullah yg menyuruh suaminya, walaupun rasulullah lebih lembut dan penyayang dari restu.

2024-11-02

1

Wuri Wuryati Tie

Wuri Wuryati Tie

azelia ini seperti nya egois,dia mau dimanja..diutamakan tp TDK mau berlaku sebalik nya pada suami

2024-10-10

1

Eka suci

Eka suci

aku seorang istri yg tidak mungkin suka dgn adanya wanita lain dlm pernikahan atau itu pelakor, tapi aku jug seorang pengamat di nyata maupun di dunia pernoveln🤭 tidak semua pelakor jahat dan hadir nya pelakor biasanya karena suami kurang di urusin istri, kurang di manja , istri kurang menjaga penampilan dll jadi untuk para istri manjakan suami dari penampilan,perut dan bawah perutnya 🤭 sesuai kan juga dgn kemampuan kalau banyak nuntut selalu lihat ke atas yg ada tersandung, makasih Thor karyamu semuanya sarat nasihat kehidupan

2024-03-02

4

lihat semua
Episodes
1 1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4 4 : Pergi
5 5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6 6 : Jerat Seorang Juan
7 7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8 8 : Restu yang Jadi Perhatian
9 9 : Mengenai Hamil dan Anak
10 10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11 11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12 12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13 13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14 14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15 15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16 16 : Memiliki Dua Istri
17 17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18 18 : Jangan Canggung
19 19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20 20 : Terbalas
21 21 : Badai Setelah Pelangi
22 22 : Menjemput Istri
23 23 : Merasa Sangat Lelah
24 24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25 25 : Hamil?
26 26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27 27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28 28 : Arnita yang Sekarang
29 29: Mario Dan Devano
30 30 : Restu, Si CEO Baru
31 31 : Vano, Anakku, Kan?
32 32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33 33 : Rindu
34 34 : Wanita Ini Istriku!
35 35 : Papah
36 36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37 37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38 38 : Mamah Mertua
39 39 : Maksud yang Masih Sama
40 40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41 41 : Papahnya Vano
42 42 : Istrinya CEO
43 43 : Peringatan Keras Dari Anak
44 44 : Makan Malam Romantis
45 45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46 46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47 47 : Kecolongan
48 48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49 49 : Perjuangan yang Melelahkan
50 50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51 51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52 52 : Papah Pelit
53 53 : Pulang Kampung
54 NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55 54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56 55 : Misi Terselubung
57 56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58 57 : Hujan Petir
59 58 : Jadi Anak Papah
60 59 : Luka Dari Penyesalan
61 60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62 61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63 62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64 63 : Bertemu Azelia
65 64 : Secuil Penderitaan Azelia
66 65 : Bendera Perang
67 66 : Papah Terbaik
68 67 : Surat Balasan
69 68 : Trauma Devano
70 69 : Tak Mau Kehilangan
71 70 : Langsung Minder
72 71 : Reuni Mantan
73 72 : Sidang Dan Talak Tiga
74 73 : Azelia yang Terus Menunggu
75 74 : Menutup Kisah
76 75 : Luka Mental dan Batin
77 76 : Kami yang Dulu Dibuang
78 77 : Bertemu Pak Ramlan
79 78 : Terlalu Capek
80 79 : Kembar Beda Generasi
81 80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82 81 : Ingin Anak Perempuan
83 82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84 83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85 84 : Berproses Menjadi Berguna
86 85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87 86 : Harus Pakai Otak
88 87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89 88 : Sudah Sampai Kampung
90 89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91 90 : Kabar Duka Dan Sunat
92 91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93 92 : Rencana Jahat Azelia
94 93 : Anak Papah
95 94 : Isi Pikiran Azelia
96 95 : Menjadi Ipar
97 96 : Keadaan Azelia
98 97 : Papahku Super Hero!
99 98 : Ketiga Anak Arnita
100 99 : Membahagiakan Anak-Anak
101 100 : Anak Ke Tiga
102 101 : Hamil Dan Menikah
103 102 : Gaun Pengantin
104 103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105 104 : Taubat yang Terlambat
106 105 : Ibarat Pelangi
107 TAMAT
108 Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118 Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 119 Episodes

1
1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4
4 : Pergi
5
5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6
6 : Jerat Seorang Juan
7
7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8
8 : Restu yang Jadi Perhatian
9
9 : Mengenai Hamil dan Anak
10
10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11
11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12
12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13
13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14
14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15
15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16
16 : Memiliki Dua Istri
17
17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18
18 : Jangan Canggung
19
19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20
20 : Terbalas
21
21 : Badai Setelah Pelangi
22
22 : Menjemput Istri
23
23 : Merasa Sangat Lelah
24
24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25
25 : Hamil?
26
26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27
27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28
28 : Arnita yang Sekarang
29
29: Mario Dan Devano
30
30 : Restu, Si CEO Baru
31
31 : Vano, Anakku, Kan?
32
32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33
33 : Rindu
34
34 : Wanita Ini Istriku!
35
35 : Papah
36
36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37
37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38
38 : Mamah Mertua
39
39 : Maksud yang Masih Sama
40
40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41
41 : Papahnya Vano
42
42 : Istrinya CEO
43
43 : Peringatan Keras Dari Anak
44
44 : Makan Malam Romantis
45
45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46
46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47
47 : Kecolongan
48
48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49
49 : Perjuangan yang Melelahkan
50
50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51
51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52
52 : Papah Pelit
53
53 : Pulang Kampung
54
NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55
54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56
55 : Misi Terselubung
57
56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58
57 : Hujan Petir
59
58 : Jadi Anak Papah
60
59 : Luka Dari Penyesalan
61
60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62
61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63
62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64
63 : Bertemu Azelia
65
64 : Secuil Penderitaan Azelia
66
65 : Bendera Perang
67
66 : Papah Terbaik
68
67 : Surat Balasan
69
68 : Trauma Devano
70
69 : Tak Mau Kehilangan
71
70 : Langsung Minder
72
71 : Reuni Mantan
73
72 : Sidang Dan Talak Tiga
74
73 : Azelia yang Terus Menunggu
75
74 : Menutup Kisah
76
75 : Luka Mental dan Batin
77
76 : Kami yang Dulu Dibuang
78
77 : Bertemu Pak Ramlan
79
78 : Terlalu Capek
80
79 : Kembar Beda Generasi
81
80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82
81 : Ingin Anak Perempuan
83
82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84
83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85
84 : Berproses Menjadi Berguna
86
85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87
86 : Harus Pakai Otak
88
87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89
88 : Sudah Sampai Kampung
90
89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91
90 : Kabar Duka Dan Sunat
92
91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93
92 : Rencana Jahat Azelia
94
93 : Anak Papah
95
94 : Isi Pikiran Azelia
96
95 : Menjadi Ipar
97
96 : Keadaan Azelia
98
97 : Papahku Super Hero!
99
98 : Ketiga Anak Arnita
100
99 : Membahagiakan Anak-Anak
101
100 : Anak Ke Tiga
102
101 : Hamil Dan Menikah
103
102 : Gaun Pengantin
104
103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105
104 : Taubat yang Terlambat
106
105 : Ibarat Pelangi
107
TAMAT
108
Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118
Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!