8 : Restu yang Jadi Perhatian

Juan kembali tidak bisa tidur apalagi hari ini ia bertemu dengan Arnita dan Restu. Ia terlalu gelisah memikirkan hubungan kedua sejoli itu. Ia terus berpikir, apakah Arnita dan Restu juga sampai rutin melakukan rutinitas bercin-ta layaknya apa yang ia lakukan dengan Sita, walau ia melakukannya sebatas pelampiasan? Iya, ia sengaja melakukannya agar ia tidak kalah dari Arnita dan Restu yang baginya telah sangat mengkhianatinya.

“Nittt ...!” de-sah Juan sebelum tubuh polosnya ambruk menimpa tubuh lawan permainan panasnya yang tentu saja bukan Arnita, melainkan Sita. Iya, Sita, wanita yang ia jadikan sebagai pelampiasan agar Arnita cemburu.

“Nit, lagi! Nit, Ar, Ta ... iya, kalaupun Juan panggil Ta, itu tetap nama si Arnita, bukan namaku! Lama-lama jadi kesel sendiri, masa iya ber-cinta saja yang disebutin nama Arnita terus!” kesal Sita dalam hatinya. Namun, demi cintanya kepada Juan, ia masih bersabar sekaligus bertahan. Toh, ia juga yang membuat hubungan mereka ada.

“Siapa sih yang enggak mau sama Juan? Sudah ganteng, anaknya pak Kades, motornya keren, dan masa depannya juga cerah, lebih cerah dari lampu pilipps! Juan sudah punya bengkel sendiri dan dia pun anak bontot, terus ini rumah orang tuanya bakalan diwarisin ke dia! Tanah sama sawah orang tua Juan pun, kebanyakan bakalan diwariskan ke Juan karena Juan memang anak kesayangan!” batin Sita. Tangan kanannya meraih wajah kiri Juan yang masih menindih wajahnya.

Di tengah suasana kamar yang remang, Sita menatap wajah Juan yang masih terpejam pasrah setelah pelepasan yang suaminya itu lakukan. “Yang, ... lagi, yuk?” rengeknya.

Awalnya Juan tersenyum karena ia melihat wajah Sita sebagai wajah Arnita. Namun ketika wajah itu pada akhirnya berubah menjadi wajah Sita, ia buru-buru menggeleng kemudian menjaga jarak. Juan meraih selimut kemudian menggunakannya untuk menutupi tubuhnya hang polos, tanpa melakukannya juga kepada Sita yang sama-sama tak berbusana layaknya dirinya.

Sita melirik kesal punggung Juan. Jangankan menyelimutinya kemudian bersikap romantis atau setidaknya wajar, sekadar meliriknya saja, Juan tidak melakukannya. Selalu begitu di setiap Juan sadar yang bersamanya bukan Arnita melainkan Sita.

Di tempat berbeda, di kamarnya, Restu tidak bisa tidur meski di sebelahnya, Azelia yang tak lagi memakai jilbab sudah pulas. Restu terlalu mengkhawatirkan Arnita yang tinggal sendirian dan jauh darinya. Alasan Restu sangat khawatir pada Arnita tentu karena sekelas Juan saja tega terus-menerus menyakiti Arnita.

+628 : Ta, kamu sudah tidur?

Di kamarnya, Arnita yang sedang iseng membuat desain blazer di tengah-tengah kasur sambil duduk sila, langsung terusik. Ada nomor baru yang mengiriminya pesan WA. Nomor baru yang ia ketahu sebagai nomor ponsel Restu. Namun sampai detik ini, nomor tersebut belum ia simpan, selain Arnita yang memang tidak berniat menyimpannya. Sebab seperti keputusannya, baginya apa pun yang terjadi, bahkan walau Restu sudah menikahinya, di matanya, pria itu tetap suami orang.

Menghela napas, Arnita hanya memandangi layar ponselnya yang kembali menyala karena kembali mendapat pesan WA dari nomor yang sama. Arnita merasa serba salah bahkan untuk sekadar membuka sekaligus membaca pesannya apalagi kini sudah malam. Belum lagi Arnita juga khawatir, yang mengirim pesan bukannya Restu malah Azelia yang sengaja mengetesnya.

+628 : Tolong balas, biar aku enggak khawatir.

Itulah pesan terbaru dari Restu. Di dalam kamarnya, Restu yang sudah duduk selonjor ingat agenda adegan kejar-kejaran antara Arnita dan Juan. Arnita sampai lari memasuki pekarangan warga, tapi Juan tetap mengejar. Kemudian, Restu juga teringat keputusan Arnita yang akan langsung mengakhiri hubungan mereka setelah kasus mereka selesai.

Layaknya Arnita, Restu juga belum sampai menyimpan nomor ponsel wanita yang telah ia nikahi itu.

+628 : Aku baik-baik saja, Mas. Mas enggak perlu khawatir.

Namun setelah balasan tersebut, Restu sengaja menyimpan nomor ponsel Arnita dan memberinya nama : Nita.

+6281 : Ya sudah, tidur.

Kali ini, Arnita tak berniat membalas lagi. Ia hanya membacanya kemudian mengalihkan perhatiannya kembali ke desain sebuah blazer yang tengah ia buat.

Di kamarnya, Restu yang sudah menduga pesannya tidak akan dibalas, berangsur menghela napas dalam. Ia meletakan ponselnya di nakas sebelahnya, kemudian menggunakan kedua tangannya untuk mengusap wajah. Ia yang masih berbaring, malah teringat darah di seprai kamar Arnita. Darah yang keberadaannya di bekas Arnita tidur dan ia yakini sebagai darah kepera-wanan.

Sejauh ini walau tidak mengenal dan memang tidak ada niat untuk mengenal, Restu melihat Arnita sebagai pribadi baik, kalem dan juga santun. Beda dari orang khususnya wanita pada kebanyakan ketika melihatnya, Arnita sama sekali tidak melakukannya. Iya, Arnita sama sekali tidak meliriknya apalagi ketika ia sedang bersama Azelia. Padahal kebanyakan dari wanita termasuk Azelia apalagi ketika di awal pertemuan mereka, mereka menatapnya dengan tatapan kagum sekaligus takjub karena pada kenyataannya, Restu memang memiliki ketampanan sekaligus kesempurnaan fisik, di atas rata-rata.

Kini, Restu mempermasalahkan darah kepera-wanan yang ia lihat di seprai tempat tidur Arnita. Ia mengaitkannya dengan keputusan Arnita yang akan langsung mengakhiri hubungan mereka setelah Restu berhasil mengusut kasus mereka.

“Bagaimana kalau Nita hamil? Dia bahkan masih pera-wan!” batin Restu benar-benar galau. Kemudian, ia melirik Azelia yang masih meringkuk dan baru saja membelakanginya. Dulu sebelum mereka menikah, Azelia jujur mengenai kenyataan wanita itu yang sudah tidak pera-wan karena saat SMA pernah kebablasan melakukannya dengan sang pacar dan tentu itu bukan Restu. Namun karena Restu telanjur cocok dengan Azelia, ia sama sekali tidak menjadikan kenyataan tersebut sebagai masalah. Bahkan meski selama empat tahun terakhir pernikahan mereka, Azelia belum ada tanda-tanda hamil, terlepas dari mereka yang tak sampai menunda.

“Tunggu sampai ada dua bulan dulu. Takutnya Nita beneran hamil. Namun harusnya kalau memang jadi, belum ada sebulan biasanya juga sudah bisa dicek,” pikir Restu lagi. Ia melirik ponselnya yang layarnya tetap saja gelap. Arnita benar-benar menjaga jarak kepadanya. Namun keesokan harinya, sekitar pukul sepuluh pagi, ia menemui Arnita.

Restu tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa mesin jahit listrik, dan sengaja ia khususkan untuk Arnita.

“M-mas ...?” ucap Arnita yang sampai turun menghampiri Restu. Pria itu mengeluarkan mesin jahit berukuran besar dari bagasi mobilnya.

Restu mengangkat mesin jahitnya sendiri dan pria itu memang sangat kuat. Tubuh Restu yang tegap dan memang berotot bukan hanya bagus untuk dipandang karena pada kenyataannya, pria itu juga memiliki tenaga di atas rata-rata. Pantas ketika kemarin Restu mendorong Juan, Juan langsung mental dan berakhir jatuh.

“Dulu, kamu juga sering jahit, kan? Sekarang kamu fokus jahit saja. Ciptakan model sendiri, nanti aku bantu jual. Jahitan dan juga model seragam keluarga pengantin keluarga Lia pas kami menikah itu bagus. Lia bilang, semua itu kamu yang urus,” ucap Restu yang langsung memboyong masuk mesin jahitnya ke dalam kontrakan Arnita.

Arnita langsung kebingungan dengan perubahan sikap seorang Restu yang terbilang drastis.

“Di bangku penumpang sebelah tengah ada sayur sama daging. Ambil, aku sudah belanja buat kamu!” Kali ini Restu berseru karena pria itu sudah masuk ke dalam kontrakan Arnita.

“Mas Restu kok jadi perhatian, ya?” pikir Arnita yang menjadi makin serba salah. Namun, ia segera mengambil belanjaan yang Restu maksud.

Terpopuler

Comments

Marina Tarigan

Marina Tarigan

kamu kornam leserakahan keluargamu fan mamtan yuan yg jahat itu tapi keluarga madumu jiga bringas mk hati2lah

2024-12-01

0

! piaaa 🫦

! piaaa 🫦

wkwk percuma berhijab neng kalo ga bisa ngejaga diri

2024-04-22

2

Nadiyah1511

Nadiyah1511

kamu ga sendiri ta

2024-03-31

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4 4 : Pergi
5 5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6 6 : Jerat Seorang Juan
7 7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8 8 : Restu yang Jadi Perhatian
9 9 : Mengenai Hamil dan Anak
10 10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11 11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12 12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13 13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14 14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15 15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16 16 : Memiliki Dua Istri
17 17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18 18 : Jangan Canggung
19 19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20 20 : Terbalas
21 21 : Badai Setelah Pelangi
22 22 : Menjemput Istri
23 23 : Merasa Sangat Lelah
24 24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25 25 : Hamil?
26 26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27 27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28 28 : Arnita yang Sekarang
29 29: Mario Dan Devano
30 30 : Restu, Si CEO Baru
31 31 : Vano, Anakku, Kan?
32 32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33 33 : Rindu
34 34 : Wanita Ini Istriku!
35 35 : Papah
36 36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37 37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38 38 : Mamah Mertua
39 39 : Maksud yang Masih Sama
40 40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41 41 : Papahnya Vano
42 42 : Istrinya CEO
43 43 : Peringatan Keras Dari Anak
44 44 : Makan Malam Romantis
45 45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46 46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47 47 : Kecolongan
48 48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49 49 : Perjuangan yang Melelahkan
50 50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51 51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52 52 : Papah Pelit
53 53 : Pulang Kampung
54 NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55 54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56 55 : Misi Terselubung
57 56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58 57 : Hujan Petir
59 58 : Jadi Anak Papah
60 59 : Luka Dari Penyesalan
61 60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62 61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63 62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64 63 : Bertemu Azelia
65 64 : Secuil Penderitaan Azelia
66 65 : Bendera Perang
67 66 : Papah Terbaik
68 67 : Surat Balasan
69 68 : Trauma Devano
70 69 : Tak Mau Kehilangan
71 70 : Langsung Minder
72 71 : Reuni Mantan
73 72 : Sidang Dan Talak Tiga
74 73 : Azelia yang Terus Menunggu
75 74 : Menutup Kisah
76 75 : Luka Mental dan Batin
77 76 : Kami yang Dulu Dibuang
78 77 : Bertemu Pak Ramlan
79 78 : Terlalu Capek
80 79 : Kembar Beda Generasi
81 80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82 81 : Ingin Anak Perempuan
83 82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84 83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85 84 : Berproses Menjadi Berguna
86 85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87 86 : Harus Pakai Otak
88 87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89 88 : Sudah Sampai Kampung
90 89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91 90 : Kabar Duka Dan Sunat
92 91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93 92 : Rencana Jahat Azelia
94 93 : Anak Papah
95 94 : Isi Pikiran Azelia
96 95 : Menjadi Ipar
97 96 : Keadaan Azelia
98 97 : Papahku Super Hero!
99 98 : Ketiga Anak Arnita
100 99 : Membahagiakan Anak-Anak
101 100 : Anak Ke Tiga
102 101 : Hamil Dan Menikah
103 102 : Gaun Pengantin
104 103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105 104 : Taubat yang Terlambat
106 105 : Ibarat Pelangi
107 TAMAT
108 Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118 Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 119 Episodes

1
1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4
4 : Pergi
5
5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6
6 : Jerat Seorang Juan
7
7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8
8 : Restu yang Jadi Perhatian
9
9 : Mengenai Hamil dan Anak
10
10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11
11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12
12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13
13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14
14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15
15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16
16 : Memiliki Dua Istri
17
17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18
18 : Jangan Canggung
19
19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20
20 : Terbalas
21
21 : Badai Setelah Pelangi
22
22 : Menjemput Istri
23
23 : Merasa Sangat Lelah
24
24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25
25 : Hamil?
26
26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27
27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28
28 : Arnita yang Sekarang
29
29: Mario Dan Devano
30
30 : Restu, Si CEO Baru
31
31 : Vano, Anakku, Kan?
32
32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33
33 : Rindu
34
34 : Wanita Ini Istriku!
35
35 : Papah
36
36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37
37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38
38 : Mamah Mertua
39
39 : Maksud yang Masih Sama
40
40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41
41 : Papahnya Vano
42
42 : Istrinya CEO
43
43 : Peringatan Keras Dari Anak
44
44 : Makan Malam Romantis
45
45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46
46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47
47 : Kecolongan
48
48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49
49 : Perjuangan yang Melelahkan
50
50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51
51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52
52 : Papah Pelit
53
53 : Pulang Kampung
54
NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55
54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56
55 : Misi Terselubung
57
56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58
57 : Hujan Petir
59
58 : Jadi Anak Papah
60
59 : Luka Dari Penyesalan
61
60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62
61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63
62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64
63 : Bertemu Azelia
65
64 : Secuil Penderitaan Azelia
66
65 : Bendera Perang
67
66 : Papah Terbaik
68
67 : Surat Balasan
69
68 : Trauma Devano
70
69 : Tak Mau Kehilangan
71
70 : Langsung Minder
72
71 : Reuni Mantan
73
72 : Sidang Dan Talak Tiga
74
73 : Azelia yang Terus Menunggu
75
74 : Menutup Kisah
76
75 : Luka Mental dan Batin
77
76 : Kami yang Dulu Dibuang
78
77 : Bertemu Pak Ramlan
79
78 : Terlalu Capek
80
79 : Kembar Beda Generasi
81
80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82
81 : Ingin Anak Perempuan
83
82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84
83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85
84 : Berproses Menjadi Berguna
86
85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87
86 : Harus Pakai Otak
88
87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89
88 : Sudah Sampai Kampung
90
89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91
90 : Kabar Duka Dan Sunat
92
91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93
92 : Rencana Jahat Azelia
94
93 : Anak Papah
95
94 : Isi Pikiran Azelia
96
95 : Menjadi Ipar
97
96 : Keadaan Azelia
98
97 : Papahku Super Hero!
99
98 : Ketiga Anak Arnita
100
99 : Membahagiakan Anak-Anak
101
100 : Anak Ke Tiga
102
101 : Hamil Dan Menikah
103
102 : Gaun Pengantin
104
103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105
104 : Taubat yang Terlambat
106
105 : Ibarat Pelangi
107
TAMAT
108
Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118
Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!