6 : Jerat Seorang Juan

Hampir satu minggu berlalu, tapi Arnita dan Restu belum menemukan titik terang untuk kasus mereka. Restu masih kesulitan menje-bak Sita maupun ibu Misya. Arnita tahu itu, dan wanita itu masih menunggu. Selebihnya hubungan mereka tak lebih dari orang asing. Sebab walau mereka bertemu di jalan layaknya sekarang pun, mereka akan kompak saling membuang pandangan. Tak hanya seolah mereka tidak saling kenal, tapi juga seolah mereka tidak pernah melihat satu sama lain.

Satu minggu ini, Arnita dan Restu tinggal terpisah tanpa saling memberi kabar. Terakhir Restu mengabari Arnita pun kemarin sore dan itu hanya membahas rencana pria itu dalam mengusut kasus mereka. Sementara terakhir mereka bersama sekaligus berkomunikasi secara langsung, tentu hari di mana Restu mengisi kontrakan Aranita dengan barang-barang.

Setelah mereka berpapasan, diam-diam Restu mengamati kepergian punggung Arnita melalui kaca spion yang ada di atas kemudi mobilnya. Restu tidak tahu Arnita akan ke mana, tapi jika dilihat dari penampilan Arnita yang rapi, tampaknya wanita itu akan kembali mengajar di TK.

Berbeda dari biasanya sebelum mereka terlibat dalam kasus, kini Arnita terlihat tidak begitu percaya diri. Masker putih yang Arnita pakai pun Restu yakini tak hanya wanita itu gunakan untuk menutupi sebagian besar bekas luka di wajah, melainkan lebih. Agar orang-orang tak mengenali Arnita yang kini menggelung rapi rambut panjangnya.

Di TK yang tidak begitu jauh dari jalan dirinya berpapasan dengan Restu dan tampaknya akan bepergian jauh tanpa Azelia, Arnita dikejutkan oleh keberadaan Juan. Mantan calon suaminya itu duduk di atas motor matic, tepat di sebelah TK Arnita mengajar. Tanpa berniat menyapa bahkan sekadar melirik, Arnita melewati Juan begitu saja.

“Gimana rasanya jadi istri kedua dari laki-laki beristri yang kamu yakini lebih kaya dari aku?” ucap Juan. “Bahkan tampaknya kamu hanya akan dia nikahi secara siri!” lanjutnya, tapi ia sama sekali tidak mendapatkan tanda-tanda Arnita akan menggubris. Benar saja, Arnita sungguh sudah ada di depan TK wanita itu mengajar. Malahan, Arnita seolah sengaja mempercepat langkah hanya agar secepatnya jauh darinya.

Juan menghela napas kesal. Gigi-giginya saling bertautan bersama rahangnya yang mengeras, sementara kedua tangannya mengepal kencang. Ia masih menatap marah Arnita. “Emang dasar sudah niat mempermainkanku tuh pe-rek! Enggak tahu diri banget!” batinnya. Namun, ia tetap berniat menunggu di sana. Ia ingin melihat respons dari wanita yang langsung ia anggap mu-rahan setelah kasus mereka, atas kejutan yang telah ia siapkan.

“Saya dipecat, Bu?” Suara Arnita tertahan di tenggorokan. Walau sudah menduga dan menguatkan diri dari sebelum ia datang ke TK, nyatanya pemecatan yang baru saja ia dapatkan tetap terasa sangat mengejutkan sekaligus menyakitkan.

Alasan Arnita dipecat masih karena kasusnya dan Restu. Kasus tersebut sudah sampai pihak kabupaten, izin bekerja Arnita sudah dicabut. Arnita juga diberi berkas lengkapnya. Termasuk beasiswa Arnita yang sedang mengikuti S1 di salah satu universitas favorit di Yogyakarta, juga sampai mengalami nasib tak kalah tragis.

“Ehmm!” Juan yang sudah tak lagi duduk di motornya sengaja berdeham. Ia bersedekap kemudian sengaja menghadang Arnita.

Bagi Arnita, kini Juan tak lebih menarik dari sam-pah yang masih bisa didaur ulang. Apalagi dengan sikap pria itu yang malah sampai sibuk mencari gara-gara kepadanya. Malahan kini, Juan yang sengaja ia abaikan, tak segan mencekal sebelah lengannya, kemudian berusaha mendekapnya.

“Apa lagi, sih? Lepas, ih!” keluh Arnita langsung sibuk berusaha melepaskan diri.

Juan menyeringai, tampak menge-jek sekaligus memamerkan kemenangan. “Lepas? Kamu bilang lepas?” ucapnya sengaja menahan senyum kemudian menarik masker Arnita hingga lepas.

Juan masih tersenyum menge-jek memandangi wajah cantik Arnita yang masih penuh bekas lebam. Kemudian, ia sengaja menci-um bibir Arnita, tapi lantaran wanita itu sibuk menghindar bahkan mendo-rongnya sekuat tenaga menggunakan kedua tangan, ia hanya bisa sedikit mencicipi pipi kiri Arnita. “Bukankah kamu sudah terbiasa melaya-ni laki-laki kaya?” kesal Juan sampai men-jambak Arnita agar wajah wanita itu kembali ada persis di hadapannya. Ia tetap mempertahankannya walau Arnita sibuk menghantamnya menggunakan tas kerjanya dan terbilang berat.

“Memangnya aku harus bayar berapa sih, biar bisa mencicipi kamu? Kemarin kamu sama Restu dapat apa? Kontrakan ku-muh di pojok pasar?” lanjut Juan masih menge-jek sekaligus sengaja memberi Arnita pela-jaran.

“Lepas, Ju! Lepas kalau enggak aku bakalan teriak!” geram Arnita, tapi Juan malah menertawakannya.

“Yang benar saja kamu mau teriak? Yang ada mereka kompak mengusir kamu dari desa ini karena mereka hafal, kebiasaan kamu memang menggo-da suami orang! Kamu tahu, kan, sekarang, aku sudah menjadi suami orang? Sita adik kamu jauh lebih baik daripada kamu. Dia berjuta lebih baik dari kamu yang sudah terbiasa digi-lir laki-laki beristri!” sergah Juan.

“Kalau sudah tahu aku sebu-ruk itu di mata kamu, kenapa kamu masih sibuk mere-but perhatianku? Asal kamu tahu saja, dengan cara kamu begini, yang ada aku makin merasa sangat beruntung, aku benar-benar bersyukur karena aku enggak jadi menikah dengan laki-laki ka-sar sekaligus pecun-dang bahkan sai-ko sekelas kamu!” tegas Arnita yang kemudian menendang sekuat tenaga pangkal paha Juan hingga pria itu menjerit dan berakhir meringis kesakitan.

“Dasar ku-tis emang ku-tis! Yang dila-yani cuma yang punya mobil!” kesal Juan sembari memegangi pangkal paha selaku keberadaan alat vi-talnya yang nyaris remuk gara-gara ditendang sekuat tenaga oleh Arnita.

Sadar Juan akan mengejar, Arnita buru-buru lari. Ia lari sekuat tenaga sembari mendekap tas kerjanya lantaran Juan sampai mengejarnya menggunakan motor. Beberapa kali, Juan menekan klakson motor, memintanya untuk berhenti hingga beberapa warga yang terusik langsung menjadikan mereka sebagai pusat perhatian.

“Ya Tuhan, aku beneran enggak sangka Juan senekat ini!” Arnita terus menghindar. Ia terus menuju keramaian setelah sebelumnya sampai lari ke pekarangan warga. Namun karena Juan tetap menyusul bahkan tak ragu tetap menggunakan motor, tujuannya kali ini adalah keramaian.

“T-tolong!” jerit Arnita sengaja, tapi sayangnya di sana sepi dan tampaknya orang-orang memang sudah kompak di sawah mengingat kini sedang musim tanam padi atau itu tandur.

Arnita dapati, Juan yang menyeringai menang. Pria yang dulu penyayang bahkan sangat humoris itu mendadak berubah menjadi sangat menyeramkan. Arnita takut Juan nekat semacam memper-kosanya bahkan lebih. Ketika Arnita akhirnya keluar dari pekarangan menuju pertigaan jalanan depannya, ia yang tidak melihat-lihat malah nyaris tertabrak mobil. Itu mobil Restu.

Restu yang tak kalah terkejut dari Arnita, buru-buru mengerem mobilnya. Bibir mobil Restu sudah sampai mengenai lutut Arnita yang dilindungi setelan rok panjang selaku seragam Arnita mengajar. Dunia Restu termasuk Arnita mendadak berputar lebih lambat di tengah tatapan panik mereka yang saling bertautan. Namun karena Juan sudah ada di belakangnya, Arnita tidak memiliki pilihan lain selain meminta bantuan kepada Restu.

Terpopuler

Comments

Milady Adara

Milady Adara

bodoh banget sih Arnita..tinggal pergi aja ninggalin semua...apa pengen bonyok lagi tuh muka.Ga usah ngurusin Restu biar suami jg,daripada harga diri terhina

2023-11-19

3

Hanipah Fitri

Hanipah Fitri

kasihan Arnita, sdh korban fitnah malah dimusuhi org org yg dekat dgn nya

2023-11-14

0

Benazier Jasmine

Benazier Jasmine

lanjut

2023-10-19

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4 4 : Pergi
5 5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6 6 : Jerat Seorang Juan
7 7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8 8 : Restu yang Jadi Perhatian
9 9 : Mengenai Hamil dan Anak
10 10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11 11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12 12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13 13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14 14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15 15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16 16 : Memiliki Dua Istri
17 17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18 18 : Jangan Canggung
19 19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20 20 : Terbalas
21 21 : Badai Setelah Pelangi
22 22 : Menjemput Istri
23 23 : Merasa Sangat Lelah
24 24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25 25 : Hamil?
26 26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27 27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28 28 : Arnita yang Sekarang
29 29: Mario Dan Devano
30 30 : Restu, Si CEO Baru
31 31 : Vano, Anakku, Kan?
32 32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33 33 : Rindu
34 34 : Wanita Ini Istriku!
35 35 : Papah
36 36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37 37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38 38 : Mamah Mertua
39 39 : Maksud yang Masih Sama
40 40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41 41 : Papahnya Vano
42 42 : Istrinya CEO
43 43 : Peringatan Keras Dari Anak
44 44 : Makan Malam Romantis
45 45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46 46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47 47 : Kecolongan
48 48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49 49 : Perjuangan yang Melelahkan
50 50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51 51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52 52 : Papah Pelit
53 53 : Pulang Kampung
54 NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55 54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56 55 : Misi Terselubung
57 56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58 57 : Hujan Petir
59 58 : Jadi Anak Papah
60 59 : Luka Dari Penyesalan
61 60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62 61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63 62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64 63 : Bertemu Azelia
65 64 : Secuil Penderitaan Azelia
66 65 : Bendera Perang
67 66 : Papah Terbaik
68 67 : Surat Balasan
69 68 : Trauma Devano
70 69 : Tak Mau Kehilangan
71 70 : Langsung Minder
72 71 : Reuni Mantan
73 72 : Sidang Dan Talak Tiga
74 73 : Azelia yang Terus Menunggu
75 74 : Menutup Kisah
76 75 : Luka Mental dan Batin
77 76 : Kami yang Dulu Dibuang
78 77 : Bertemu Pak Ramlan
79 78 : Terlalu Capek
80 79 : Kembar Beda Generasi
81 80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82 81 : Ingin Anak Perempuan
83 82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84 83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85 84 : Berproses Menjadi Berguna
86 85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87 86 : Harus Pakai Otak
88 87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89 88 : Sudah Sampai Kampung
90 89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91 90 : Kabar Duka Dan Sunat
92 91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93 92 : Rencana Jahat Azelia
94 93 : Anak Papah
95 94 : Isi Pikiran Azelia
96 95 : Menjadi Ipar
97 96 : Keadaan Azelia
98 97 : Papahku Super Hero!
99 98 : Ketiga Anak Arnita
100 99 : Membahagiakan Anak-Anak
101 100 : Anak Ke Tiga
102 101 : Hamil Dan Menikah
103 102 : Gaun Pengantin
104 103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105 104 : Taubat yang Terlambat
106 105 : Ibarat Pelangi
107 TAMAT
108 Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118 Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 119 Episodes

1
1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4
4 : Pergi
5
5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6
6 : Jerat Seorang Juan
7
7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8
8 : Restu yang Jadi Perhatian
9
9 : Mengenai Hamil dan Anak
10
10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11
11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12
12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13
13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14
14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15
15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16
16 : Memiliki Dua Istri
17
17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18
18 : Jangan Canggung
19
19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20
20 : Terbalas
21
21 : Badai Setelah Pelangi
22
22 : Menjemput Istri
23
23 : Merasa Sangat Lelah
24
24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25
25 : Hamil?
26
26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27
27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28
28 : Arnita yang Sekarang
29
29: Mario Dan Devano
30
30 : Restu, Si CEO Baru
31
31 : Vano, Anakku, Kan?
32
32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33
33 : Rindu
34
34 : Wanita Ini Istriku!
35
35 : Papah
36
36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37
37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38
38 : Mamah Mertua
39
39 : Maksud yang Masih Sama
40
40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41
41 : Papahnya Vano
42
42 : Istrinya CEO
43
43 : Peringatan Keras Dari Anak
44
44 : Makan Malam Romantis
45
45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46
46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47
47 : Kecolongan
48
48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49
49 : Perjuangan yang Melelahkan
50
50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51
51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52
52 : Papah Pelit
53
53 : Pulang Kampung
54
NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55
54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56
55 : Misi Terselubung
57
56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58
57 : Hujan Petir
59
58 : Jadi Anak Papah
60
59 : Luka Dari Penyesalan
61
60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62
61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63
62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64
63 : Bertemu Azelia
65
64 : Secuil Penderitaan Azelia
66
65 : Bendera Perang
67
66 : Papah Terbaik
68
67 : Surat Balasan
69
68 : Trauma Devano
70
69 : Tak Mau Kehilangan
71
70 : Langsung Minder
72
71 : Reuni Mantan
73
72 : Sidang Dan Talak Tiga
74
73 : Azelia yang Terus Menunggu
75
74 : Menutup Kisah
76
75 : Luka Mental dan Batin
77
76 : Kami yang Dulu Dibuang
78
77 : Bertemu Pak Ramlan
79
78 : Terlalu Capek
80
79 : Kembar Beda Generasi
81
80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82
81 : Ingin Anak Perempuan
83
82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84
83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85
84 : Berproses Menjadi Berguna
86
85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87
86 : Harus Pakai Otak
88
87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89
88 : Sudah Sampai Kampung
90
89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91
90 : Kabar Duka Dan Sunat
92
91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93
92 : Rencana Jahat Azelia
94
93 : Anak Papah
95
94 : Isi Pikiran Azelia
96
95 : Menjadi Ipar
97
96 : Keadaan Azelia
98
97 : Papahku Super Hero!
99
98 : Ketiga Anak Arnita
100
99 : Membahagiakan Anak-Anak
101
100 : Anak Ke Tiga
102
101 : Hamil Dan Menikah
103
102 : Gaun Pengantin
104
103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105
104 : Taubat yang Terlambat
106
105 : Ibarat Pelangi
107
TAMAT
108
Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118
Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!