16 : Memiliki Dua Istri

Memiliki dua istri malah membuat Restu merasa tersiksa. Yang satu minta dicerai, yang satu lagi tidak. Hanya saja, meski Azelia ngotot tidak mau dicerai, wanita itu juga tidak mau Restu sentuh. Azelia yang awalnya sudah tidur, menolak setiap sentuhan Restu. Kedua tangan Azelia dengan cekatan menyingkirkan dekapan kedua tangan Restu meski kedua mata wanita itu tetap terpejam.

“Li ...?” lirih Restu sembari menatap Azelia yang memunggunginya, penuh terka. Terpikir olehnya, apakah Azelia merasa jijiik kepadanya hanya karena ia sudah tidur dengan wanita lain? Sebab semenjak ia tidur dengan Arnita, sejak itu pula Azelia selalu menghindarinya khususnya untuk urusan ranjang?

“Li, aku tahu kamu belum tidur. Ayo kita bicarakan, jangan hanya diam dan membuatku sibuk menerka sendiri. Kalau kamu memang enggak mau aku sentuh, kenapa kamu juga enggak mau aku cerai? Kenapa kamu juga melarang aku menceraikan Nita?” lirih Restu. Namun, Azelia tetap mengabaikannya.

Azelia terus mengabaikan Restu hingga keesokan harinya. Wanita itu buru-buru bangun, dandan cantik kemudian pergi. Hari ini Restu masih dibiarkan sibuk menerka sendiri. Tak ada sarapan bahkan sekadar teh hangat. Malahan, Restu dibuatkan teh hangatnya oleh sang ART yang baru datang.

“Bi, bukannya anak Bibi mau sunatan?” tanya Restu yang sudah duduk di ruang keluarga sambil menikmati tehnya. Ia sudah siap bekerja dari rumah. Laptop dan setumpuk berkas sudah siap di meja.

Sang ART yang sedang menyapu di hadapan Restu mendadak menghadap. Wajahnya terlihat begitu sungkan dan cenderung takut. Ternyata alasan wanita itu begitu lantaran gajinya masih ditahan oleh Azelia. Padahal selain menunggu gaji keluar, sang ART juga sudah sampai memohon izin meminta pinjaman untuk keperluan syukuran acara sunatan.

“Jadi, acaranya kapan?” ucap Restu berusaha setenang mungkin walau ulah Azelia sukses membuatnya merasa tidak enak hati. Ia malu kepada sang ART bernama Bi Ade tersebut. Padahal, jatah bulanannya untuk Azelia masih sangat lancar. Atau, kejadian sekarang sengaja Azelia adakan sebagai bentuk protes wanita itu kepada skandalnya?

Bi Ade kian menunduk sungkan. “Itu undangannya ada di meja, Mas. Harusnya hari ini, dan ... ya enggak jadi.”

Balasan tersebut membuat Restu yang sudah rapi walau tidak kerja sampai keluar rumah, syok. Restu merupakan korban dari kehancuran hubungan orang tua, jadi pria itu memang akan sangat sensitif jika mengetahui ada anak yang harus kecewa apalagi dikorbankan.

***

Mas Restu : Li, kamu boleh saja kecewa padaku, tapi bukan berarti kamu mengabaikan kewajibanmu. Jangan sampai keegoisanmu malah merugikan banyak pihak termasuk merugikan dirimu sendiri.

Dari sekian banyak pesan WA yang masuk, pesan dari Restu tersebut mengusik Azelia. Di kursi kerjanya yang ada di ruang kerjanya dan bersebelahan dengan keberadaan ruang berisi etalase, Azelia hanya membaca tanpa berniat membalasnya. Malahan, Azelia lebih tertarik dan bahkan sibuk berkirim pesan dengan kontak bernama Kenz yang foto profilnya berupa mobil sport warna merah.

Senyum indah terus bermekaran dari bibir tipis Azelia hanya karena kesibukannya berkirim pesan dengan kontak bernama Kenz tersebut.

Kenz : Li, uang yang aku pinjam kemarin, yang buat berobat ibuku, belum bisa aku balikin dalam waktu dekat, ya. Soalnya aku baru gajian akhir bulan.

Azelia : Enggak apa-apa, Kenz. Jangan pikirin uangnya, pikirin saja gimana caranya biar ibu kamu cepat sembuh. Salam buat ibu kamu, ya ^^

Kenz : Kamu yah, Li. Memang enggak pernah berubah. Hati sama wajah kamu sama-sama cantiknya. Bahkan sekarang meski kamu sudah dua puluh enam tahun, yang ada kamu makin cantik.

Azelia : Nyesel, kan, dulu kamu pernah nyelingkuhin aku?

Kenz : Banget!

Membaca balasan tersebut, Azelia langsung tersipu. Namun, pesan lanjutan yang ia terima malah membuat jantungnya berdetak lebih kencang.

Kenz : Andai ada kesempatan kedua ... ya sudah, ... boleh kan, aku nunggu kamu? Aku bakalan selalu ada buat kamu kapan pun kamu butuh. Dan aku akan menjadi orang paling terluka di setiap air mata kamu jatuh. Jadi please, jangan pernah sedih karena setiap kesedihanmu, di sini aku juga merasakannya. Wanita seiistimewa kamu tak seharusnya terluka karena kamu terlalu berharga.

Meninggalkan Azelia yang mendadak kembali jatuh cinta hanya karena pesan-pesan yang dua hari terakhir menjadi kesibukannya, Restu juga tak kalah bahagia hanya karena melihat kebahagiaan bi Dede sekeluarga. Bi Dede dan sang suami menuntun putranya keluar dari klinik.

Hari ini juga setelah ibu Dede jujur, menggunakan mobilnya, Restu memang mengantarnya secara langsung. Restu memboyong bi Dede berikut suami dan sang anak yang sunat, ke klinik. Anak bi Dede sudah disunat dan bocah itu tampak sangat bahagia, tak kalah bahagia dari orang tuanya yang sampai berkaca-kaca. Mungkin karena semacam biaya untuk makan sehari-hari saja sudah terbilang berat, jadi ketika mereka tak harus membayar biaya sunat karena Restu yang membayarkannya, kenyataan tersebut menjadi hal sangat mewah bagi mereka.

Restu tak lantas mengantar keluarga bi Ade pulang. Pria itu membawa mereka ke toko pakaian. Restu berniat membelikan pakaian kepada anak sang ART sebagai hadiah sunatan darinya. Tak di sangka, di sana Restu malah melihat Arnita yang sedang memilih bahan kain di toko sebelah.

“Aku sudah izin ke Mas, tapi memang belum Mas baca. Sekitar satu jam lalu. Cek saja WA, Mas,” Arnita tersenyum tegang karena jujur saja, ditodong kenapa ia di sana tanpa mengabari Restu membuatnya merasa bersalah. Lihat saja, Restu langsung merogoh saku sisi sebelah celana jeans-nya dan mengeluarkannya dari sana.

Arnita sempat berpikir ternyata Restu tipikal kolot yang apa-apa wajib ada persetujuan dari pria itu. Namun nyatanya, Restu malah meminta maaf lantaran tak bisa mengantarkannya.

“Naik ojek?” Restu terbengong-bengong merasa bersalah.

“I-iya ....” Arnita mengangguk-angguk bingung, canggung. Apakah naik ojek juga menjadi hal yang tak seharusnya ia lakukan setelah dirinya menjadi istri Restu? Demi mas Restu agar mas Restu enggak makin pusing karena harus merasakan tekanan dari pekerjaan maupun Lia sekeluarga, aku memang sepakat menunggu kejelasan kehamilanku. Toh, usahaku meminta maaf dan memperbaiki hubungan dengan Lia, terus dicuekin. Buat apa aku memperjuangkan Lia kalau dia saja terus gitu. Mending fokus ke kehidupanku, dan kalau memang sampai ada anak, tentu aku juga akan lebih fokus memperjuangkan anakku, batin Arnita yang baru tahu kalau ternyata, Restu sampai menitipkannya kepada pemilik kontrakan. Jadi kalau Arnita butuh sesuatu termasuk semacam bepergian, pemilik kontrakan akan langsung mengurus.

“Hari ini mereka sedang tandur, Mas. Pagi-pagi banget tadi mereka berangkatnya. Lagian kan aku enggak apa-apa. Sudah biasa gini juga. Sudah, ... Mas beneran enggak usah mikirin aku karena alasanku mau menunggu seperti permintaan Mas saja, supaya Mas enggak tambah beban hanya karena sibuk memikirkan gimana akunya,” jelas Arnita meyakinkan. Di hadapannya, Restu masih menyimaknya dengan serius. “Lagian, aku sedang belajar terbiasa masa bodo karena sampai kapan pun, orang-orang yang mengetahui kasus kita pasti akan terus memperlakukanku tidak adil. Sudahlah ... sudah telanjur tercebur dan kuyup, sekarang semuanya beneran tergantung padaku. Aku beneran harus pinter-pinter menanggapi segala sesuatunya.” Arnita mendengkus pasrah. Seperti yang ia katakan, ia tidak memiliki pilihan lain selain membiasakan diri menjadi pribadi kasa bodo dalam menanggapi sikap tidak adil orang-orang kepadanya hanya karena kasusnya dan Restu.

“Syukurlah kalau kamu waras,” ucap Restu yang kemudian mengembuskan napas panjang.

“Hah?” Arnita mengerjap tak percaya menatap wajah Restu yang memang jauh lebih tinggi darinya.

Restu balas menatap Arnita. “Ini kamu beneran waras dan enggak sedang kesurupan, kan?” Karena baginya, perubahan emosi Arnita sangat drastis. Kini, Arnita tampak baik-baik saja. Wanita di hadapannya bahkan tampak ceria walau wajahnya masih dihiasi bekas lebam.

“Ini apa lagi? Masa iya aku dikira kesurupan?” batin Arnita yang kemudian melongok ke balik punggung Restu. Ada yang memanggil-manggil Restu dari depan sana dan ternyata itu bi Ade.

“Oh, sebentar, Bi. Sudah, milihnya?” sergah Restu yang segera menyusul bi Ade. Ia juga meminta Arnita untuk menunggu karena ia akan segera kembali.

Terpopuler

Comments

Mama Pesek

Mama Pesek

kok kolot??!! ya enggak lah!! izin sama suami itu harus dan suami wajib tau, apalagi kalo bepergian jauh. dan lagi pun, kalo ada apa-apa kita gak takut buat cerita, karena sudah ada izin.
astaga....lumayan panjang komen ku.

2023-11-01

3

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hadehh.. alamat nih.. pucuk di cinta si Kenz pun tiba.. Azela yg emang niat mau cari hiburan.. tp kok dia bego apa gimana ya... Kena jelas mantan yg pernah menghormatinya tp kok gampang aja dia kasih pinjam duit... modus si Kenz ini mau morotin si Azela dan bodohnya dia malah manut aja tuh.. dgn sedikit gombalan langsung baper...

2023-10-30

0

Firli Putrawan

Firli Putrawan

oh cr ganti dr mantan ni

2023-06-14

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4 4 : Pergi
5 5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6 6 : Jerat Seorang Juan
7 7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8 8 : Restu yang Jadi Perhatian
9 9 : Mengenai Hamil dan Anak
10 10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11 11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12 12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13 13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14 14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15 15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16 16 : Memiliki Dua Istri
17 17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18 18 : Jangan Canggung
19 19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20 20 : Terbalas
21 21 : Badai Setelah Pelangi
22 22 : Menjemput Istri
23 23 : Merasa Sangat Lelah
24 24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25 25 : Hamil?
26 26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27 27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28 28 : Arnita yang Sekarang
29 29: Mario Dan Devano
30 30 : Restu, Si CEO Baru
31 31 : Vano, Anakku, Kan?
32 32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33 33 : Rindu
34 34 : Wanita Ini Istriku!
35 35 : Papah
36 36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37 37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38 38 : Mamah Mertua
39 39 : Maksud yang Masih Sama
40 40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41 41 : Papahnya Vano
42 42 : Istrinya CEO
43 43 : Peringatan Keras Dari Anak
44 44 : Makan Malam Romantis
45 45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46 46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47 47 : Kecolongan
48 48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49 49 : Perjuangan yang Melelahkan
50 50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51 51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52 52 : Papah Pelit
53 53 : Pulang Kampung
54 NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55 54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56 55 : Misi Terselubung
57 56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58 57 : Hujan Petir
59 58 : Jadi Anak Papah
60 59 : Luka Dari Penyesalan
61 60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62 61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63 62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64 63 : Bertemu Azelia
65 64 : Secuil Penderitaan Azelia
66 65 : Bendera Perang
67 66 : Papah Terbaik
68 67 : Surat Balasan
69 68 : Trauma Devano
70 69 : Tak Mau Kehilangan
71 70 : Langsung Minder
72 71 : Reuni Mantan
73 72 : Sidang Dan Talak Tiga
74 73 : Azelia yang Terus Menunggu
75 74 : Menutup Kisah
76 75 : Luka Mental dan Batin
77 76 : Kami yang Dulu Dibuang
78 77 : Bertemu Pak Ramlan
79 78 : Terlalu Capek
80 79 : Kembar Beda Generasi
81 80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82 81 : Ingin Anak Perempuan
83 82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84 83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85 84 : Berproses Menjadi Berguna
86 85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87 86 : Harus Pakai Otak
88 87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89 88 : Sudah Sampai Kampung
90 89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91 90 : Kabar Duka Dan Sunat
92 91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93 92 : Rencana Jahat Azelia
94 93 : Anak Papah
95 94 : Isi Pikiran Azelia
96 95 : Menjadi Ipar
97 96 : Keadaan Azelia
98 97 : Papahku Super Hero!
99 98 : Ketiga Anak Arnita
100 99 : Membahagiakan Anak-Anak
101 100 : Anak Ke Tiga
102 101 : Hamil Dan Menikah
103 102 : Gaun Pengantin
104 103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105 104 : Taubat yang Terlambat
106 105 : Ibarat Pelangi
107 TAMAT
108 Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118 Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 119 Episodes

1
1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4
4 : Pergi
5
5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6
6 : Jerat Seorang Juan
7
7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8
8 : Restu yang Jadi Perhatian
9
9 : Mengenai Hamil dan Anak
10
10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11
11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12
12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13
13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14
14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15
15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16
16 : Memiliki Dua Istri
17
17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18
18 : Jangan Canggung
19
19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20
20 : Terbalas
21
21 : Badai Setelah Pelangi
22
22 : Menjemput Istri
23
23 : Merasa Sangat Lelah
24
24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25
25 : Hamil?
26
26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27
27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28
28 : Arnita yang Sekarang
29
29: Mario Dan Devano
30
30 : Restu, Si CEO Baru
31
31 : Vano, Anakku, Kan?
32
32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33
33 : Rindu
34
34 : Wanita Ini Istriku!
35
35 : Papah
36
36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37
37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38
38 : Mamah Mertua
39
39 : Maksud yang Masih Sama
40
40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41
41 : Papahnya Vano
42
42 : Istrinya CEO
43
43 : Peringatan Keras Dari Anak
44
44 : Makan Malam Romantis
45
45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46
46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47
47 : Kecolongan
48
48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49
49 : Perjuangan yang Melelahkan
50
50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51
51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52
52 : Papah Pelit
53
53 : Pulang Kampung
54
NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55
54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56
55 : Misi Terselubung
57
56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58
57 : Hujan Petir
59
58 : Jadi Anak Papah
60
59 : Luka Dari Penyesalan
61
60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62
61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63
62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64
63 : Bertemu Azelia
65
64 : Secuil Penderitaan Azelia
66
65 : Bendera Perang
67
66 : Papah Terbaik
68
67 : Surat Balasan
69
68 : Trauma Devano
70
69 : Tak Mau Kehilangan
71
70 : Langsung Minder
72
71 : Reuni Mantan
73
72 : Sidang Dan Talak Tiga
74
73 : Azelia yang Terus Menunggu
75
74 : Menutup Kisah
76
75 : Luka Mental dan Batin
77
76 : Kami yang Dulu Dibuang
78
77 : Bertemu Pak Ramlan
79
78 : Terlalu Capek
80
79 : Kembar Beda Generasi
81
80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82
81 : Ingin Anak Perempuan
83
82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84
83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85
84 : Berproses Menjadi Berguna
86
85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87
86 : Harus Pakai Otak
88
87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89
88 : Sudah Sampai Kampung
90
89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91
90 : Kabar Duka Dan Sunat
92
91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93
92 : Rencana Jahat Azelia
94
93 : Anak Papah
95
94 : Isi Pikiran Azelia
96
95 : Menjadi Ipar
97
96 : Keadaan Azelia
98
97 : Papahku Super Hero!
99
98 : Ketiga Anak Arnita
100
99 : Membahagiakan Anak-Anak
101
100 : Anak Ke Tiga
102
101 : Hamil Dan Menikah
103
102 : Gaun Pengantin
104
103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105
104 : Taubat yang Terlambat
106
105 : Ibarat Pelangi
107
TAMAT
108
Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118
Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!