5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan

“Aku dijebak, Pak! Bapak boleh kecewa kepadaku, tapi aku berani bersumpah, aku dijebak!” Arnita menahan napas. “Aku tahu aku enggak punya bukti, bahkan kunci kamar ku pun masih ada di bagian dalam, tapi ... aku enggak sebu-ruk itu, Pak. Bapak kenal aku,” lanjut Arnita tak kuasa melanjutkan ucapannya.

Di sebuah kontrakan, ia masih mondar-mandir tak bersemangat. Wajahnya masih babak belur, rambutnya yang sudah ia sisir sekaligus ikat rapi juga masih terasa perih. Belum lagi luka yang lain. Karena setelah mendapat amuk-kan dari ibu Misya di paginya, malamnya ia malah diserang oleh pihak keluarga Azelia.

“Aku masih ingat, kemarin malam sebelum aku tidur, tiba-tiba Sita mengetuk pintu kamar aku, terus dia kasih aku air putih yang katanya wajib aku minum karena airnya sudah ada doa buat kebaikanku sebagai calon pengantin. Namun tak lama setelah itu, aku jadi pusing. Makanya aku sengaja tutup pintu, terus tidur biar paginya aku bisa lebih sehat. Karena Sita pun meminta aku buat langsung tidur.”

“Aku enggak yakin saat itu aku sampai kuat kunci pintu soalnya setelah minum air minum pemberian Sita, rasanya aneh banget. Aku jadi ngantuk dan enggak jelas banget, Pak.” Arnita masih sibuk meyakinkan. Walau sadar kasusnya berat untuk dibuktikan, paling tidak ia sudah membuktikan kepada sang bapak.

Dari seberang, sang bapak terdengar menghela napas dalam. “Tadi kamu sendiri yang bilang, Sita saja minta kamu buat tidur, dia perhatian dan tulus ke kamu. Kok ya kamu curiga bahkan mau fitnah dia? Jangan karena malah dia yang dinikahi Juan, kamu jadi dendam, yah, Ta. Malahan harusnya kamu berterima kasih ke Sita. Sebab berkat dia, nama baik keluarga kita cukup terselamatkan. Karena setelah insiden kamu dan Restu, Bapak benar-benar malu!”

Mendengar balasan tersebut, Arnita langsung kalah telak. “Aku enggak menuduh apalagi dendam, Pak. Malahan, dengan adanya insidenku dan Restu, aku jadi tahu laki-laki seperti apa Juan yang selama ini selalu bilang sayang sekaligus serius kepadamu.”

“Sudah tahu kamu yang salah, masih saja kamu mau bikin masalah. Sudah, sekarang diterima saja karena ini yang kamu mau. Jalani, perbaiki, belajar dari yang sudah terjadi. Kamu juga jangan lupa ke Lia. Dari semuanya, dia yang paling harus berkorban.”

Arnita merasa tidak ada lagi harapan untuknya membersihkan nama baiknya. Ia terduduk pasrah di lantai kontrakan yang memang belum dihiasi barang lain selain ranselnya.

“Jika membersihkan nama baik sudah menjadi hal mustahil, mulai sekarang cukup bangkit dan berbahagialah. Kamu terlalu berharga untuk luka-luka dari mereka. Luka-luka dari Azelia sekeluarga, maupun luka-luka dari Juan yang selama ini selalu mengobral cinta. Justru melalui musibah ini, harusnya kamu mengerti. Karena tanpa musibah ini kamu tidak akan pernah tahu, bagaimana sikap, seorang Juan yang sesungguhnya. Kenyataan Juan yang sama sekali tidak peduli kepadamu menegaskan bahwa selama ini, dia tidak pernah mencintaimu.” Hati kecil Arnita menasihati. Arnita yang sempat lemas sekaligus tak bersemangat, setuju. Arnita akan bangkit, membiarkan karma berbicara, mengungkap fitnah keji yang membuatnya menjadi bagian dari kehidupan seorang Restu. Iya, Restu, suami Azelia yang baginya tetap akan menjadi orang asing.

Bagi Arnita, Restu tetap merupakan suami orang yang tak seharusnya memiliki hubungan istimewa dengannya, bahkan walau pada kenyataannya, Restu juga sudah sampai menikahinya. Kini, di depan kontrakan ada mobil pick up yang mengangkut kasur, lemari, kompor, dan juga perlengkapan masak lainnya termasuk itu beras dan sembako. Tentu itu Restu. Walau Restu makin bersikap dingin kepadanya, pria itu tetap bertanggung jawab. Karena kontrakan yang Arnita tempati pun, merupakan kontrakan layak huni yang pria itu pilihkan. Kontrakan yang juga terjaga keamanannya.

Arnita mendengkus pasrah di bibir pintu kontrakan yang sampai ia paham. Ia sungguh belum terbiasa menerima perhatian Restu. Namun menolak pun, yang ada pria itu akan makin marah.

“Jangan terus menambah beban hidupku. Aku hanya menjalani kewajibaku. Terus, kalau kejadian kero-yok-menge-royok sampai terulang, kamu wajib lapor aku dan kita kasuskan itu ke polisi! Aku sudah tegasin ini ke Azelia dan keluarganya.” Setelah berucap demikian, bersama kurir yang mengantar, Restu turut memindahkan barang-barang yang ia beli khusus untuk Arnita, masuk ke kontrakan.

Arnita pun tak tinggal diam. Ia turut membantu membawa yang ringan-ringan semacam bantal dan seprai sesuai arahan Restu. Paling tidak, melihat keseriusan Restu, pria itu jelas jauh bertanggung jawab ketimbang Juan.

“Aku ingin tahu perkembangan kasus kita. Apakah sudah ada perkembangan apalagi kemajuan. Bukankah membuktikannya sangat sulit apa lagi di sana tidak ada semacam CCTV,” ucap Arnita setelah semuanya sudah tersusun di tempatnya. Ia dan Restu bahu-membahu mengatur isi kontrakan, dan kurir pun sudah pergi dari setengah jam yang lalu. Mereka benar-benar hanya tinggal berdua.

Di balik pintu masuk kontrakan yang langsung merupakan ruang tamu dan hanya dihiasi tikar karakter, Restu langsung merenung sambil berkecak pinggang. “Katakan padaku, hal terakhir yang kamu lakukan sebelum kamu benar-benar tidur,” ucapnya.

Arnita langsung menceritakan semuanya, persis seperti yang ia ceritakan kepada sang bapak melalui sambungan telepon, beberapa saat lalu.

“Jujur, aku sudah tiga kali ke rumah orang tuamu untuk berbicara baik-baik dengan Sita dan mamah kamu, tapi aku selalu gagal,” jelas Restu.

Arnita berdeham canggung. “Sebenarnya, kami hanya saudara tiri. Mamah Misya pun, bukan mamah kandungku.”

Mendengar itu, Restu langsung menanggapi dengan serius. “Mereka sungguh bukan keluarga kandung kamu?”

Tanpa benar-benar menatap Restu, Arnita yang masih sangat canggung kepada pria tersebut, berangsur mengangguk-angguk.

“Malam pas aku antar pesanan kue karena Lia kemalaman urus pesanan kue dari keluarga kamu, mereka memaksaku untuk tetap tinggal. Adik dan mamah tiri kamu, aku diminta menunggu selagi mereka memeriksa pesanan. Terus, aku dikasih minum sama adik kamu, dan ... ya memang aku minum sampai habis karena aku haus. Malam itu aku beneran baru pulang dari Jakarta, tapi Lia langsung minta aku buat anterin pesanan ke rumah orang tua kamu,” jelas Restu.

Yang Arnita tahu, Restu memang sibuk bolak-balik Jakarta dan kota lainnya. Kendati demikian, Restu tidak pernah menolak permintaan Azelia. Karena meski tampangnya sedingin kutub utara, kepada Azelia, Restu sangat sayang. Malahan di beberapa kesempatan ketika Azelia curhat mengenai betapa perhatian nan romantisnya seorang Restu yang akan selalu menuruti kemauan Azelia, Arnita berdalih Azelia keterlaluan dan sama sekali tidak ada pengertiannya. Terlepas dari semua itu, kini Arnita dibuat terkejut dengan ucapan pria di hadapannya.

“Kalau mereka tetap tidak bisa diajak bicara baik-baik, jangan salahkan aku kalau aku juga nekat. Aku akan paksa mereka buat mengaku, agar nama baik kita kembali. Aku ingin orang seperti mereka jera!” tegas Restu lagi. Sambil menatap Arnita penuh keseriusan, ia berkata, “Aku yakin mereka pelakunya. Si adik kamu, enggak ada main sama calon kamu yang ka-sar itu, kan? Soalnya, ... calon kamu aneh, sama sekali enggak ada bela kamu atau setidaknya lindungi kamu, padahal yang aku tahu, alasan kalian menikah memang karena cinta, bukan karena paksaan semacam perjodohan.”

Karena terlalu banyak bicara, Restu sampai terbatuk-batuk. Namun ketika Arnita menawarinya minum, pria itu memilih pamit. “Enggak usah. Di minum ada minum kok. Aku beneran trauma dikasih minum semacamnya. Aku pergi.”

Tanpa membalas bahkan sekadar basa-basi, Arnita yang masih merasa sangat asing kepada Restu, hanya mengikuti. Ia melepas kepergian suami dari sahabatnya itu dari teras kontrakannya. Sahabat? Benarkah Azelia masih menganggapnya sebagai sahabat? Juga, kenapa Arnita juga sampai curiga, Azelia malah turut berperan dari jebakan yang membuatnya dan Restu, terlibat dalam pernikahan?

“Mungkin yang mas Restu perkirakan juga benar. Antara mamah Misya, Sita, dan Juan memang ada hubungan spesial. Namun Lia, kenapa dia tega mengorbankan mas Restu padahal selama ini, dia kelihatan bangga banget jadi jadi istri mas Restu? Aku bilang bangga karena selama ini, yang aku tangkap yang bucin itu mas Restu, bukan Lia,” batin Arnita yang menjadi berpikir sangat keras.

Suasana langit sudah makin gelap. Tak semata memang sudah petang, tapi juga karena tampaknya akan turun hujan. Namun jika memikirkan kecurigaan Restu dan juga kecurigaannya, ia sungguh ingin menuntut balasan kepada mereka semua. Hanya saja, Arnita tidak mau gegabah. Arnita masih akan menunggu kabar dari Restu.

Lantas, bagaimana kelanjutan kisah mereka?

Terpopuler

Comments

Wiwik murniati

Wiwik murniati

si sita si ulet bulu suka sama jalu tapi napa harus jebak arnita

2025-01-21

0

evvylamora

evvylamora

modelan gini jd bapak, nanti kl kebongkar semuanya, sekalian bapaknya masukin penjara Thor, esmosi pagi2 bacanya 🤣🤣🤣

2023-07-28

5

Firli Putrawan

Firli Putrawan

tenang pasti cpt terbongkar siapa yg udah jahatin arnita sm restu

2023-06-08

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4 4 : Pergi
5 5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6 6 : Jerat Seorang Juan
7 7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8 8 : Restu yang Jadi Perhatian
9 9 : Mengenai Hamil dan Anak
10 10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11 11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12 12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13 13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14 14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15 15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16 16 : Memiliki Dua Istri
17 17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18 18 : Jangan Canggung
19 19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20 20 : Terbalas
21 21 : Badai Setelah Pelangi
22 22 : Menjemput Istri
23 23 : Merasa Sangat Lelah
24 24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25 25 : Hamil?
26 26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27 27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28 28 : Arnita yang Sekarang
29 29: Mario Dan Devano
30 30 : Restu, Si CEO Baru
31 31 : Vano, Anakku, Kan?
32 32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33 33 : Rindu
34 34 : Wanita Ini Istriku!
35 35 : Papah
36 36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37 37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38 38 : Mamah Mertua
39 39 : Maksud yang Masih Sama
40 40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41 41 : Papahnya Vano
42 42 : Istrinya CEO
43 43 : Peringatan Keras Dari Anak
44 44 : Makan Malam Romantis
45 45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46 46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47 47 : Kecolongan
48 48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49 49 : Perjuangan yang Melelahkan
50 50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51 51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52 52 : Papah Pelit
53 53 : Pulang Kampung
54 NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55 54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56 55 : Misi Terselubung
57 56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58 57 : Hujan Petir
59 58 : Jadi Anak Papah
60 59 : Luka Dari Penyesalan
61 60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62 61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63 62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64 63 : Bertemu Azelia
65 64 : Secuil Penderitaan Azelia
66 65 : Bendera Perang
67 66 : Papah Terbaik
68 67 : Surat Balasan
69 68 : Trauma Devano
70 69 : Tak Mau Kehilangan
71 70 : Langsung Minder
72 71 : Reuni Mantan
73 72 : Sidang Dan Talak Tiga
74 73 : Azelia yang Terus Menunggu
75 74 : Menutup Kisah
76 75 : Luka Mental dan Batin
77 76 : Kami yang Dulu Dibuang
78 77 : Bertemu Pak Ramlan
79 78 : Terlalu Capek
80 79 : Kembar Beda Generasi
81 80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82 81 : Ingin Anak Perempuan
83 82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84 83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85 84 : Berproses Menjadi Berguna
86 85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87 86 : Harus Pakai Otak
88 87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89 88 : Sudah Sampai Kampung
90 89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91 90 : Kabar Duka Dan Sunat
92 91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93 92 : Rencana Jahat Azelia
94 93 : Anak Papah
95 94 : Isi Pikiran Azelia
96 95 : Menjadi Ipar
97 96 : Keadaan Azelia
98 97 : Papahku Super Hero!
99 98 : Ketiga Anak Arnita
100 99 : Membahagiakan Anak-Anak
101 100 : Anak Ke Tiga
102 101 : Hamil Dan Menikah
103 102 : Gaun Pengantin
104 103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105 104 : Taubat yang Terlambat
106 105 : Ibarat Pelangi
107 TAMAT
108 Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118 Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 119 Episodes

1
1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4
4 : Pergi
5
5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6
6 : Jerat Seorang Juan
7
7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8
8 : Restu yang Jadi Perhatian
9
9 : Mengenai Hamil dan Anak
10
10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11
11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12
12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13
13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14
14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15
15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16
16 : Memiliki Dua Istri
17
17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18
18 : Jangan Canggung
19
19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20
20 : Terbalas
21
21 : Badai Setelah Pelangi
22
22 : Menjemput Istri
23
23 : Merasa Sangat Lelah
24
24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25
25 : Hamil?
26
26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27
27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28
28 : Arnita yang Sekarang
29
29: Mario Dan Devano
30
30 : Restu, Si CEO Baru
31
31 : Vano, Anakku, Kan?
32
32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33
33 : Rindu
34
34 : Wanita Ini Istriku!
35
35 : Papah
36
36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37
37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38
38 : Mamah Mertua
39
39 : Maksud yang Masih Sama
40
40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41
41 : Papahnya Vano
42
42 : Istrinya CEO
43
43 : Peringatan Keras Dari Anak
44
44 : Makan Malam Romantis
45
45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46
46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47
47 : Kecolongan
48
48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49
49 : Perjuangan yang Melelahkan
50
50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51
51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52
52 : Papah Pelit
53
53 : Pulang Kampung
54
NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55
54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56
55 : Misi Terselubung
57
56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58
57 : Hujan Petir
59
58 : Jadi Anak Papah
60
59 : Luka Dari Penyesalan
61
60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62
61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63
62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64
63 : Bertemu Azelia
65
64 : Secuil Penderitaan Azelia
66
65 : Bendera Perang
67
66 : Papah Terbaik
68
67 : Surat Balasan
69
68 : Trauma Devano
70
69 : Tak Mau Kehilangan
71
70 : Langsung Minder
72
71 : Reuni Mantan
73
72 : Sidang Dan Talak Tiga
74
73 : Azelia yang Terus Menunggu
75
74 : Menutup Kisah
76
75 : Luka Mental dan Batin
77
76 : Kami yang Dulu Dibuang
78
77 : Bertemu Pak Ramlan
79
78 : Terlalu Capek
80
79 : Kembar Beda Generasi
81
80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82
81 : Ingin Anak Perempuan
83
82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84
83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85
84 : Berproses Menjadi Berguna
86
85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87
86 : Harus Pakai Otak
88
87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89
88 : Sudah Sampai Kampung
90
89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91
90 : Kabar Duka Dan Sunat
92
91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93
92 : Rencana Jahat Azelia
94
93 : Anak Papah
95
94 : Isi Pikiran Azelia
96
95 : Menjadi Ipar
97
96 : Keadaan Azelia
98
97 : Papahku Super Hero!
99
98 : Ketiga Anak Arnita
100
99 : Membahagiakan Anak-Anak
101
100 : Anak Ke Tiga
102
101 : Hamil Dan Menikah
103
102 : Gaun Pengantin
104
103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105
104 : Taubat yang Terlambat
106
105 : Ibarat Pelangi
107
TAMAT
108
Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118
Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!