9 : Mengenai Hamil dan Anak

Restu sengaja menghampiri Arnita. Di dekat mesin jahit yang baru Restu belikan, Arnita tengah mempersiapkan mesinnya. Baru saja, wanita itu menghidupkan mesinnya kemudian mulai praktik menjahit pinggir dari jarit yang sedikit dilipat.

“Kain seperti apa yang kamu butuhkan?” tanya Restu ketika akhirnya Arnita mematikan mesin jahitnya.

Arnita terdiam dan memang terkejut. Ia pikir, alasan parfum Restu masih tercium kuat di sana lantaran memang efek aroma parfum yang memang sangat kuat. Namun nyatanya, Restu memang masih ada di sana.

Kenapa Restu masih ada di sana? Kenapa pria itu tidak buru-buru meninggalkannya layaknya biasa? Atau memang, ada hal penting yang ingin pria itu bahas dan itu mengenai hubungan mereka. Bukankah hari ini juga menjadi hari terakhir Restu menunggu karena setelahnya, pria itu akan melakukan hal nekat agar Sita dan ibu Misya mengakui kejahatannya?

“Aku belum makan. Aku lapar, tadi aku belum sempat sarapan dan setelah ini, aku akan langsung pergi,” ucap Restu.

Bagi Arnita, apa yang Restu katakan barusan lebih terdengar, pria itu sengaja mengulur waktu agar bisa lebih lama bersama Arnita. Namun untuk apa? Arnita makin penasaran. Ia berangsur berdiri, kemudian bertanya, “Mas, ada yang mau diomongin?” Sejauh ini, Arnita mengenal Restu sebagai orang yang selalu serius bahkan selalu dingin. Karena pada Azelia yang Restu manjakan pun, Restu tetap dingin. Restu benar-benar jarang tersenyum. Mirip tanah di musim kemarau yang sekadar diin-jak bisa langsung retak.

Menunduk, Restu berdeham. “Sori, tapi aku memang enggak bisa basa-basi.”

Mendengar itu, Arnita langsung membenarkan kecurigaannya. Bahwa Restu memang memiliki maksud khusus kenapa pria itu masih bertahan di sana. “Jadi ...?”

“Jangan pernah pergi,” ucap Restu tapi masih terdengar sangat tegas, bahkan di telinganya sendiri.

“Hah?” batin Arnita tak percaya dengan apa yang baru ia dengar dari Restu.

Melihat tanggapan Arnita yang terlihat sangat terkejut bahkan tidak percaya, Restu sengaja berkata, “Kamu enggak berpikir, hubungan kita membuatmu hamil, walau kita hanya melakukannya sekali?”

Arnita mengerling dan memang langsung menyikapi dengan serius. “Ya memangnya kenapa? Maksudku, andaipun aku hamil, tentu aku akan merawatnya karena memang sudah menjadi kewajibanku sebagai orang tua.” Setelah berucap demikian, Arnita juga berkata, “Begitu, kan? Enggak ada yang perlu dikhawatirkan apalagi masalahkan?”

Jujur, jawaban Arnita membuat Restu syok. Tak semata karena Arnita jelas tidak membutuhkannya, wanita itu akan baik-baik saja walau tanpanya. Melainkan, baginya Arnita kurang bahkan tidak normal. Malahan sejauh mengenal sekaligus bersama semenjak mereka terkena kasus, Arnita tidak menunjukkan kesedihan berlebihan layaknya manusia normal.

“Bentar,” batin Restu mendadak mengoreksi anggapannya. “Bisa jadi karena terlalu terluka, dia malah trauma dan akan menyakiti dirinya sendiri,” yakinnya masih berbicara dalam hati. Hanya itu kemungkinan paling masuk akal bagi wanita baik-baik sekelas Arnita ketika mendapat musibah yang benar-benar pelik.

“Jangan pernah berpikir untuk merawatnya sendiri apalagi membuatnya tumbuh dengan kekurangan. Jangan pernah membuatnya tumbuh dengan orang tua yang tak utuh utuh!” Menggeleng tegas, Restu yang menatap marah Arnita kembali berucap lirih, “Aku enggak akan pernah membiarkan itu terjadi!”

Kebas, jantung Arnita terasa begitu sakit setelah sebelumnya seolah dipalu sangat keras. Mengenai apa yang baru Restu katakan barusan, itu adalah kenyataan yang harus diterima oleh seorang anak yang terlahir dari hubungan berantakan sekaligus tidak jelas layaknya hubungan Arnita dan Restu. Belum apa-apa saja, Arnita sudah merasa sangat sedih. Arnita merasa dunianya apalagi dunia anaknya terlalu kejam.

“Memangnya ...,” ucap Arnita berat sambil menatap Restu. Pria itu masih menyikapinya dengan sangat serius, membuatnya makin berat mengutarakan apa yang ingin ia sampaikan. “Memangnya ada yang lebih baik selain lain itu?” Ia terdiam sejenak, kemudian kembali bertanya. “Memang enggak adil, apalagi buat anak yang lebih jadi korban melebihi kita. Namun mau bagaimana lagi? Itu beneran yang terbaik daripada bertahan dalam hubungan ini. Mas jangan menutup mata betapa marahnya Azelia dan keluarganya yang bisa jadi tak segan melukai anak kita andai hubungan kita benar-benar menghadirkan anak!”

“Itu tidak akan terjadi. Lebih baik aku kehilangan Azelia daripada anakku harus menanggung semuanya!” sergah Restu yang kemudian berkata, “Ingat, jangan pernah pergi apalagi sebelum kita tahu apakah kamu hamil atau ... pokoknya jangan pergi sebelum kita tahu kepastiannya!” tegas Restu. Ia bergegas ke dapur dan langsung siap-siap masak.

Arnita melongok dari pinggir pintu. Di dapur yang tidak seluas rumah Restu dan Azelia, pria itu sungguh langsung berusaha masak.

“Mas masak sendiri? Itu lebih baik sih, daripada aku yang masak terus dikira dikasih macam-macam, termasuk dikasih semacam jam-pi-jam-pi. Apalagi kalau Lia sampai tahu Mas di sini, ... ceritanya bakalan lebih panjang dari novel on going.” Arnita tak kuasa melanjutkan ucapannya. Ia mengembuskan napas berat melalui hidung. Ia memilih kembali ke mesin jahitnya, menyibukkan diri dengan melanjutkan mendesain beberapa atasan semacam blazer dan juga jas.

Kini, giliran Restu yang diam-diam memperhatikan kesibukan Arnita. “Jadi, apa yang Tuhan inginkan hingga kami ada padahal aku sudah bersama Lia?” pikirnya. Restu dapati, Arnita yang berangsur menoleh kepadanya. Awalnya, istrinya itu tampak terkejut sekaligus kikuk. Namun kemudian Arnita buru-buru menghampirinya, setengah berlari melewatinya, dan berakhir masuk ke dapur.

“Ya ampun, Mas ... ini Mas mau goreng apa? Minyaknya sampai menyala, kebakaran.” Arnita langsung panik. Namun Restu yang tak kalah panik langsung menuntunnya keluar. Pria itu mengurus kobaran api dari wajan berisi minyak panas, sendiri.

Restu memakai lap yang sengaja dibasahi untuk menutup wajan kemudian mematikan kompor. Beres, menyisakan asap pekat menyertai aroma minyak panas yang tercium sangat kuat.

Di tengah jantung yang masih berdetak sangat cepat lantaran terlalu panik, Arnita dan Restu tak sengaja bertatapan satu sama lain. Namun, kenyataan tersebut hanya berlangsung sebentar lantaran Arnita langsung mengakhirinya.

Arnita menghela napas pelan, melangkah menuju kulkas dan memeriksa setiap bahan makanan di sana. “Mas mau makan apa? Lihat aku masak biar Mas yakin masakanku aman tanpa bahan-bahan membahayakan seperti minuman yang kita dapatkan dari Sita!” tegasnya sambil meraih satu kantong berisi dua ikat kangkung yang masih sangat hijau, dan merupakan belanjaan Restu pagi ini.

Tanpa menjawab, Restu lebih memilih membuka setiap jendela di dapur demi membersihkan sisa aroma minyak panas yang sampai menyemburkan api, dan baunya benar-benar tidak sehat.

“Mas ...?” tagih Arnita masih berlutut di depan kulkas yang ia buka lantaran Restu belum memberinya tanggapan.

Tanpa menatap Arnita, Restu berkata, “Masak apa pun, yang penting bisa dimakan pasti akan aku makan.”

Balasan dari Restu yang terdengar sangat dingin membuat Arnita kesal, padahal pria itu juga yang mengeluh lapar. Namun Arnita berusaha berpikir positif lantaran kini, Restu yang memunggunginya dan masih ada di depan jendela dapur, tampak sibuk dengan ponsel. Bisa jadi, alasan Restu menjadi sangat dingin dan menjawab pertanyaannya pun dengan sangat ketus, karena Restu sedang mengurus hal serius bahkan penting. Azelia pernah cerita, Restu sangat sibuk. Proyek yang Restu urus sangat banyak, menguras waktu sekaligus otak. Karena masih kata Azelia, jika Restu sudah duduk di depan laptop dan layarnya penuh jendela pekerjaan, Restu akan bertahan sangat lama tanpa bisa diganggu. Tak jarang, Restu akan menghabiskan waktunya semalaman atau malah seharian penuh.

Seperti yang Arnita yakini, menggunakan ponselnya, Restu memang tengah memberi instruksi kepada pem-bunuh bayaran yang ia sewa.

Culik dan sekap kedua orang itu. Buat keduanya mengakui kasus yang sebelumnya sudah saya ceritakan kepadamu.

Itulah pesan yang Restu kirimkan di bawah foto Sita dan ibu Misya. Kedua sosok yang ia yakini telah dengan sengaja menjebaknya dan Arnita menjalani cinta satu malam.

Terpopuler

Comments

Eka suci

Eka suci

turunan kompeni makanya anaknya kompeni juga🤭

2024-03-02

2

Benazier Jasmine

Benazier Jasmine

kasian arnita serba salah, sabar arnita semoga ada hikmanya

2023-10-20

4

Ernadina 86

Ernadina 86

suka ih...culik buat mereka ngaku

2023-07-27

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4 4 : Pergi
5 5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6 6 : Jerat Seorang Juan
7 7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8 8 : Restu yang Jadi Perhatian
9 9 : Mengenai Hamil dan Anak
10 10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11 11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12 12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13 13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14 14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15 15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16 16 : Memiliki Dua Istri
17 17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18 18 : Jangan Canggung
19 19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20 20 : Terbalas
21 21 : Badai Setelah Pelangi
22 22 : Menjemput Istri
23 23 : Merasa Sangat Lelah
24 24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25 25 : Hamil?
26 26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27 27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28 28 : Arnita yang Sekarang
29 29: Mario Dan Devano
30 30 : Restu, Si CEO Baru
31 31 : Vano, Anakku, Kan?
32 32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33 33 : Rindu
34 34 : Wanita Ini Istriku!
35 35 : Papah
36 36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37 37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38 38 : Mamah Mertua
39 39 : Maksud yang Masih Sama
40 40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41 41 : Papahnya Vano
42 42 : Istrinya CEO
43 43 : Peringatan Keras Dari Anak
44 44 : Makan Malam Romantis
45 45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46 46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47 47 : Kecolongan
48 48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49 49 : Perjuangan yang Melelahkan
50 50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51 51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52 52 : Papah Pelit
53 53 : Pulang Kampung
54 NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55 54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56 55 : Misi Terselubung
57 56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58 57 : Hujan Petir
59 58 : Jadi Anak Papah
60 59 : Luka Dari Penyesalan
61 60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62 61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63 62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64 63 : Bertemu Azelia
65 64 : Secuil Penderitaan Azelia
66 65 : Bendera Perang
67 66 : Papah Terbaik
68 67 : Surat Balasan
69 68 : Trauma Devano
70 69 : Tak Mau Kehilangan
71 70 : Langsung Minder
72 71 : Reuni Mantan
73 72 : Sidang Dan Talak Tiga
74 73 : Azelia yang Terus Menunggu
75 74 : Menutup Kisah
76 75 : Luka Mental dan Batin
77 76 : Kami yang Dulu Dibuang
78 77 : Bertemu Pak Ramlan
79 78 : Terlalu Capek
80 79 : Kembar Beda Generasi
81 80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82 81 : Ingin Anak Perempuan
83 82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84 83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85 84 : Berproses Menjadi Berguna
86 85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87 86 : Harus Pakai Otak
88 87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89 88 : Sudah Sampai Kampung
90 89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91 90 : Kabar Duka Dan Sunat
92 91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93 92 : Rencana Jahat Azelia
94 93 : Anak Papah
95 94 : Isi Pikiran Azelia
96 95 : Menjadi Ipar
97 96 : Keadaan Azelia
98 97 : Papahku Super Hero!
99 98 : Ketiga Anak Arnita
100 99 : Membahagiakan Anak-Anak
101 100 : Anak Ke Tiga
102 101 : Hamil Dan Menikah
103 102 : Gaun Pengantin
104 103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105 104 : Taubat yang Terlambat
106 105 : Ibarat Pelangi
107 TAMAT
108 Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118 Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 119 Episodes

1
1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4
4 : Pergi
5
5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6
6 : Jerat Seorang Juan
7
7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8
8 : Restu yang Jadi Perhatian
9
9 : Mengenai Hamil dan Anak
10
10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11
11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12
12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13
13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14
14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15
15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16
16 : Memiliki Dua Istri
17
17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18
18 : Jangan Canggung
19
19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20
20 : Terbalas
21
21 : Badai Setelah Pelangi
22
22 : Menjemput Istri
23
23 : Merasa Sangat Lelah
24
24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25
25 : Hamil?
26
26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27
27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28
28 : Arnita yang Sekarang
29
29: Mario Dan Devano
30
30 : Restu, Si CEO Baru
31
31 : Vano, Anakku, Kan?
32
32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33
33 : Rindu
34
34 : Wanita Ini Istriku!
35
35 : Papah
36
36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37
37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38
38 : Mamah Mertua
39
39 : Maksud yang Masih Sama
40
40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41
41 : Papahnya Vano
42
42 : Istrinya CEO
43
43 : Peringatan Keras Dari Anak
44
44 : Makan Malam Romantis
45
45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46
46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47
47 : Kecolongan
48
48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49
49 : Perjuangan yang Melelahkan
50
50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51
51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52
52 : Papah Pelit
53
53 : Pulang Kampung
54
NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55
54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56
55 : Misi Terselubung
57
56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58
57 : Hujan Petir
59
58 : Jadi Anak Papah
60
59 : Luka Dari Penyesalan
61
60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62
61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63
62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64
63 : Bertemu Azelia
65
64 : Secuil Penderitaan Azelia
66
65 : Bendera Perang
67
66 : Papah Terbaik
68
67 : Surat Balasan
69
68 : Trauma Devano
70
69 : Tak Mau Kehilangan
71
70 : Langsung Minder
72
71 : Reuni Mantan
73
72 : Sidang Dan Talak Tiga
74
73 : Azelia yang Terus Menunggu
75
74 : Menutup Kisah
76
75 : Luka Mental dan Batin
77
76 : Kami yang Dulu Dibuang
78
77 : Bertemu Pak Ramlan
79
78 : Terlalu Capek
80
79 : Kembar Beda Generasi
81
80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82
81 : Ingin Anak Perempuan
83
82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84
83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85
84 : Berproses Menjadi Berguna
86
85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87
86 : Harus Pakai Otak
88
87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89
88 : Sudah Sampai Kampung
90
89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91
90 : Kabar Duka Dan Sunat
92
91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93
92 : Rencana Jahat Azelia
94
93 : Anak Papah
95
94 : Isi Pikiran Azelia
96
95 : Menjadi Ipar
97
96 : Keadaan Azelia
98
97 : Papahku Super Hero!
99
98 : Ketiga Anak Arnita
100
99 : Membahagiakan Anak-Anak
101
100 : Anak Ke Tiga
102
101 : Hamil Dan Menikah
103
102 : Gaun Pengantin
104
103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105
104 : Taubat yang Terlambat
106
105 : Ibarat Pelangi
107
TAMAT
108
Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118
Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!