14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)

Pak Maman selaku bapak Arnita, meminta semuanya bahwa mereka akan menyelesaikan perkara yang ada secara kekeluargaan. Namun dengan tegas Arnita menolak. Termasuk juga dengan Juan yang langsung menjatuhkan talak kepada Sita.

“Kamu diem dulu!” kesal Arnita kepada Juan yang duduk di hadapannya. Juan duduk di sebelah sang bapak. “Biarkan aku selesein kasusku dulu, satu-satu. Urusanmu dan Sita, kamu urus secara pribadi saja. Toh, kamu juga yang kemarin langsung pilih Sita kemudian langsung menikahinya. Bukan Sita atau pihak lain yang meminta ke kamu! Jadi laki-laki yang punya pendirian dikit kenapa? Kayak enggak punya harga diri blas!”

Tidak ada yang menegur apalagi melawan pada apa yang Arnita lakukan barusan. Semuanya kompak diam termasuk pak kades yang sampai menahan sebelah tangan Juan, membimbing pria itu untuk tetap duduk tenang dan tak jadi berdiri.

Sadar semuanya sudah siap kembali menyimak, Arnita berkata, “Mulai detik ini juga, saya ingin nama baik saya dan Mas Restu kembali walau ini tidak mungkin sepenuhnya terjadi apalagi untuk saya. Namun terlepas dari semuanya, saya juga memohon, tolong bantu saya agar Juan berhenti meneror saya!”

“Meneror bagaimana? Aku tulus sayang ke kamu, Nit!” protes Juan tidak terima, membuat sang bapak makin erat menahan sebelah tangannya agar ia tetap duduk dengan tenang.

“Kalau kamu tulus ke aku, keadaan enggak akan begini. Malahan gara-gara kamu juga, keadaan ini terjadi! Kamu yang terlalu emosional dan terlalu melebih-lebihkan. Coba sekarang kamu ingat, siapa yang membuat kasus ini jadi besar? Siapa yang memaksa, menikahkan paksa aku dan Mas Restu? Siapa juga yang memutuskan melanjutkan pernikahan dengan Sita? Orang itu masih kamu!” sergah Arnita dan sukses membuat Juan menggeragap. Juan tampak jelas tidak bisa menjawab dan malah menunduk malu.

“Ayo jawab lagi, ... bukankah dari tadi, kamu selalu berucap lantang?!” tantang Arnita. “Kamu bilang tulus ke aku, tapi kamu sengaja membuatku kehilangan pekerjaanku. Kamu bahkan membuatku kehilangan beasiswa yang aku dapatkan susah payah. Yang paling enggak bisa aku terima, kamu menyamakanku dengan pela-cur bahkan kamu berusaha mele-cehkan aku. Berani kamu mengulanginya, aku enggak segan go-rok leher kamu! Mending aku mendekam di penjara daripada hidup cuma buat dile-cehkan sama kamu!” Tak lupa, Arnita juga berkata, “Hanya karena kamu anak pak kades bukan berarti kamu berkuasa dan seenaknya mempermainkan kehidupan orang!”

Jujur, Restu sudah sangat ingin menga-muk Juan. Saking muaknya ia kepada Juan, ia sampai menandai pria itu di ingatannya dan juga relung hidupnya. Juan tinggal di ruang berlabel khusus dendam.

Setelah kembali ditenangkan oleh pak kades yang juga sampai meminta maaf khususnya kepada Arnita, pak Maman kembali memohon agar semuanya pergi karena ia akan menyelesaikan urusan keluarganya sendiri. Namun, Arnita dengan tegas menolak. Apalagi ketika akhirnya polisi yang Restu panggil datang. Arnita menyerahkan kasus mereka kepada Restu yang Arnita yakini jauh lebih paham.

Tentu hadirnya polisi di sana membuat suasana heboh. Sita dan ibu Misya sampai meraung-raung ketakutan, memohon kepada pak Maman untuk menolong.

“Saya serahkan kasus ini kepada Bapak karena ulah mereka sangat merugikan!” ucap Restu. Di sebelahnya, Arnita yang sudah berdiri juga mengangguk setuju.

“Nita, ... kalau kamu terus melanjutkan semua ini, mulai sekarang kamu bukan anak bapak lagi. Bapak pastikan, Bapak akan mencoret kamu dari kartu keluarga karena kamu beneran bikin malu!” tegas pak Maman menatap marah Arnita, sang putri semata wayang dari istri pertamanya yang sudah meninggal.

Restu yang mendengar sekaligus menyaksikan dengan mata dan kepalanya sendiri, langsung geram. Darahnya seolah langsung mendidih, sedangkan kedua tangannya mengepal kencang di sisi tubuh.

“Enggak apa-apa, Pak. Aku ikhlas. Urusan itu, biar jadi urusan Bapak dengan Tuhan. Di sini, aku hanya menuntut keadilan. Toh, apa yang Sita dan ibu Misya lakukan memang salah. Malahan, Bapak juga bisa ikut terseret kalau Bapak menghalang-halangi keadilan ini. Biar kalian jera! Bapak berani menelantarkanku pun, ada pasal yang bisa menyadarkan Bapak!” Arnita menatap sang bapak penuh keseriusan. Di tengah sikapnya yang masih berusaha tenang, dari kedua matanya, butiran bening tak hentinya berlinang.

Sadar Arnita yang keras kepala tetap tidak mau mengubah keputusan, Sita dan ibu Misya berbondong-bondong mendatangi Arnita, bersimpuh memohon. Keduanya bahkan sampai menci-um kaki Arnita.

Pada akhirnya keadilan yang Arnita perjuangkan berakhir dengan penangkapan Sita dan ibu Misya, selain Arnita yang langsung diusir oleh sang bapak. Tanpa memohon karena menjelaskan pun tak digubris oleh sang bapak, Arnita memilih pergi tak lama setelah mobil polisi dan sampai disertai suara sirine yang membawa Sita dan sang mamah, pergi.

Arnita melangkah tanpa Restu yang turut wanita itu tinggalkan. Namun, Restu yang mengemudikan mobilnya terus mengikuti.

“Cepat naik. Kamu mau ke mana?” ujar Restu sengaja berseru dari jendela kaca pintu kemudinya yang ia turunkan sempurna.

Di tengah bulak yang kanan kirinya merupakan hamparan sawah dan memang jauh dari pemukiman, Arnita menghentikan langkahnya.

“Urusan kita sudah selesai. Jadi sekarang juga, aku mohon talak aku. Karena bebas dari Mas juga bagian dari keadilan yang aku perjuangkan!” tegas Arnita. Ia sadar mengatakannya karena itulah yang ia harapkan. Ia tak mau menjadi istri dari suami orang terlebih itu suami dari sahabatnya sendiri. Walau hubungannya dan Azelia sudah jauh dari baik, Arnita yakin, mengakhiri dari sekarang jauh lebih baik daripada bertahan. Ia tak mau andai ia benar sampai hamil, anaknya juga harus menanggung serangan dari Azelia.

“Mas,” tagih Arnita lantaran selain tak kunjung merespons, Restu yang bungkam malah mematikan mesin mobilnya.

“Aku tidak akan melakukannya sekarang sebelum aku memastikan, kamu hamil anak aku. Tunggu sampai jangka waktu itu,” ucap Restu berat. Seberat tatapan dan juga apa yang ia rasakan sekarang.

“Kalau aku sampai hamil, dan kalau aku tidak hamil,” ucap Arnita tak kuasa melanjutkan ucapannya.

“Kalau kamu hamil, aku tidak akan pernah menceraikan kamu. Aku akan ... aku akan menceraikan Azelia karena aku yakin, sampai kapan pun aku tidak mungkin bisa adil dengan versi setiap istri. Aku akan membiarkan Azelia mendapatkan kebahagiaannya dari laki-laki lain.”

“Aku tidak akan mengorbankan anakku karena anak hanya punya sekaligus bergantung kepada orang tua. Sedangkan istri atau suami, mereka sudah dewasa dan mereka bisa mencari kebahagiaan sendiri.” Kali ini, Restu tak kuasa menahan emosi sekaligus air matanya. Di hadapannya, Arnita juga sudah kembali berlinang air mata.

“Lia memang melarang aku bercerai dari mas Restu, tapi maksudnya agar aku tersiksa melihat kemesraan mereka. Beda dengan mas Restu yang tidak mau menceraikan aku jika aku sampai hamil karena mas Restu enggak mau menjadikan anak sebagai korban,” batin Arnita berat. Dadanya sampai terasa sangat sesak.

“Aku ... aku merupakan salah satu dari sekian banyak anak yang kurang beruntung di kehidupan ini. Aku korban dari keegoisan orang tua, jadi aku tahu bagaimana rasanya harus berjuang sendiri. Seperti yang kamu rasakan sekarang, dibuang oleh bapakmu sendiri. Enggak ada yang lebih menyakitkan dari sakitnya anak yang dibuang oleh orang tuanya sendiri,” ucap Restu yang kemudian menyeka sekitar matanya.

“Andai aku benar-benar hamil ...,” batin Arnita yang mendadak seperti dipaksa menelan buah simalakama. Ada anaknya maupun Azelia yang akan dipertaruhkan dalam hubungan mereka.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

simalakama itu yg di rasakan Anita...

2023-10-30

2

Benazier Jasmine

Benazier Jasmine

kasian arnita, pergi saja dr hidup restu biar u tdk dicap sebagai pelakor

2023-10-20

0

Firli Putrawan

Firli Putrawan

kasian restu jd dia jg korban anak yg g d harapkan d keluarga jd dia hrs merubah jgn sampai terjd dgn anaknya kelak

2023-06-14

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4 4 : Pergi
5 5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6 6 : Jerat Seorang Juan
7 7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8 8 : Restu yang Jadi Perhatian
9 9 : Mengenai Hamil dan Anak
10 10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11 11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12 12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13 13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14 14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15 15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16 16 : Memiliki Dua Istri
17 17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18 18 : Jangan Canggung
19 19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20 20 : Terbalas
21 21 : Badai Setelah Pelangi
22 22 : Menjemput Istri
23 23 : Merasa Sangat Lelah
24 24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25 25 : Hamil?
26 26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27 27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28 28 : Arnita yang Sekarang
29 29: Mario Dan Devano
30 30 : Restu, Si CEO Baru
31 31 : Vano, Anakku, Kan?
32 32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33 33 : Rindu
34 34 : Wanita Ini Istriku!
35 35 : Papah
36 36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37 37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38 38 : Mamah Mertua
39 39 : Maksud yang Masih Sama
40 40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41 41 : Papahnya Vano
42 42 : Istrinya CEO
43 43 : Peringatan Keras Dari Anak
44 44 : Makan Malam Romantis
45 45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46 46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47 47 : Kecolongan
48 48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49 49 : Perjuangan yang Melelahkan
50 50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51 51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52 52 : Papah Pelit
53 53 : Pulang Kampung
54 NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55 54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56 55 : Misi Terselubung
57 56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58 57 : Hujan Petir
59 58 : Jadi Anak Papah
60 59 : Luka Dari Penyesalan
61 60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62 61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63 62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64 63 : Bertemu Azelia
65 64 : Secuil Penderitaan Azelia
66 65 : Bendera Perang
67 66 : Papah Terbaik
68 67 : Surat Balasan
69 68 : Trauma Devano
70 69 : Tak Mau Kehilangan
71 70 : Langsung Minder
72 71 : Reuni Mantan
73 72 : Sidang Dan Talak Tiga
74 73 : Azelia yang Terus Menunggu
75 74 : Menutup Kisah
76 75 : Luka Mental dan Batin
77 76 : Kami yang Dulu Dibuang
78 77 : Bertemu Pak Ramlan
79 78 : Terlalu Capek
80 79 : Kembar Beda Generasi
81 80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82 81 : Ingin Anak Perempuan
83 82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84 83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85 84 : Berproses Menjadi Berguna
86 85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87 86 : Harus Pakai Otak
88 87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89 88 : Sudah Sampai Kampung
90 89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91 90 : Kabar Duka Dan Sunat
92 91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93 92 : Rencana Jahat Azelia
94 93 : Anak Papah
95 94 : Isi Pikiran Azelia
96 95 : Menjadi Ipar
97 96 : Keadaan Azelia
98 97 : Papahku Super Hero!
99 98 : Ketiga Anak Arnita
100 99 : Membahagiakan Anak-Anak
101 100 : Anak Ke Tiga
102 101 : Hamil Dan Menikah
103 102 : Gaun Pengantin
104 103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105 104 : Taubat yang Terlambat
106 105 : Ibarat Pelangi
107 TAMAT
108 Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109 Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111 Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118 Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 119 Episodes

1
1 : Dijebak Di Hari Pernikahan
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Pe-lacur Kelas Kakap
4
4 : Pergi
5
5 : Kecurigaan Demi Kecurigaan
6
6 : Jerat Seorang Juan
7
7 : Arnita yang Sudah Mengorbankan Semuanya
8
8 : Restu yang Jadi Perhatian
9
9 : Mengenai Hamil dan Anak
10
10 : Kebohongan Sita dan Ibu Misya yang Terkuak
11
11 : Empat Hati Di Antara Cinta Dan Obsesi
12
12 : Kamu Cukup Bilang Apa yang Kamu Mau
13
13 : Sidang Dan Keadilan ( Bagian 1)
14
14 : Sidang Dan Keadilan (Bagian 2)
15
15 : Azelia yang Tidak Mau Dicerai
16
16 : Memiliki Dua Istri
17
17 : Pertama Kali Tampil Ke Umum Berdua
18
18 : Jangan Canggung
19
19 : Azelia yang Menjadi Aneh
20
20 : Terbalas
21
21 : Badai Setelah Pelangi
22
22 : Menjemput Istri
23
23 : Merasa Sangat Lelah
24
24 : Sepuluh Hari Ke Depan
25
25 : Hamil?
26
26 : Babak Baru Kehidupan Arnita
27
27 : Kemarahan Restu dan Kehidupan Baru
28
28 : Arnita yang Sekarang
29
29: Mario Dan Devano
30
30 : Restu, Si CEO Baru
31
31 : Vano, Anakku, Kan?
32
32 : Kenapa Kamu Begitu Mirip Denganku?
33
33 : Rindu
34
34 : Wanita Ini Istriku!
35
35 : Papah
36
36 : Menjadi Orang Tua Siaga
37
37 : Restu, Si Papah Sekaligus Suami Idaman
38
38 : Mamah Mertua
39
39 : Maksud yang Masih Sama
40
40 : Cemburu dan Pria yang Sama
41
41 : Papahnya Vano
42
42 : Istrinya CEO
43
43 : Peringatan Keras Dari Anak
44
44 : Makan Malam Romantis
45
45 : Satu Tahap Yang Membahagiakan
46
46 : Korban Keegoisan Orang Tua
47
47 : Kecolongan
48
48 : Pemecatan dan Ganti Rugi
49
49 : Perjuangan yang Melelahkan
50
50 : Bakti Suami Sekaligus Bos
51
51 : Makan Malam yang Membongkar A-IB
52
52 : Papah Pelit
53
53 : Pulang Kampung
54
NOVEL BARU YANG UP TIAP HARII!!
55
54 : Balas Dendam Pun Dimulai
56
55 : Misi Terselubung
57
56 : Tolong Berguna Untuk Arnita Sekali Saja!
58
57 : Hujan Petir
59
58 : Jadi Anak Papah
60
59 : Luka Dari Penyesalan
61
60 : Akhir Dari Perselingkuhan
62
61 : Devano yang Belum Mau Punya Adik
63
62 : Hamil Lagi Dan Makin Sayang
64
63 : Bertemu Azelia
65
64 : Secuil Penderitaan Azelia
66
65 : Bendera Perang
67
66 : Papah Terbaik
68
67 : Surat Balasan
69
68 : Trauma Devano
70
69 : Tak Mau Kehilangan
71
70 : Langsung Minder
72
71 : Reuni Mantan
73
72 : Sidang Dan Talak Tiga
74
73 : Azelia yang Terus Menunggu
75
74 : Menutup Kisah
76
75 : Luka Mental dan Batin
77
76 : Kami yang Dulu Dibuang
78
77 : Bertemu Pak Ramlan
79
78 : Terlalu Capek
80
79 : Kembar Beda Generasi
81
80 : Hari Pertama Devano Sekolah
82
81 : Ingin Anak Perempuan
83
82 : Menyiapkan Butik Dan Pakaian Pernikahan
84
83 : Akhirnya Devano Belajar Jadi Kakak
85
84 : Berproses Menjadi Berguna
86
85 : Hari-Hari yang Membahagiakan
87
86 : Harus Pakai Otak
88
87 : Pulang Kampung Rame-Rame
89
88 : Sudah Sampai Kampung
90
89 : Tidak Diizinkan Menjadi Bagian
91
90 : Kabar Duka Dan Sunat
92
91 : Syukuran Sunat Devano dan Rayyan
93
92 : Rencana Jahat Azelia
94
93 : Anak Papah
95
94 : Isi Pikiran Azelia
96
95 : Menjadi Ipar
97
96 : Keadaan Azelia
98
97 : Papahku Super Hero!
99
98 : Ketiga Anak Arnita
100
99 : Membahagiakan Anak-Anak
101
100 : Anak Ke Tiga
102
101 : Hamil Dan Menikah
103
102 : Gaun Pengantin
104
103 : Devano Dan Segala Pesonanya
105
104 : Taubat yang Terlambat
106
105 : Ibarat Pelangi
107
TAMAT
108
Novel Devano : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
109
Novel Baru : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan
110
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
111
Novel : Serangan Balik Dokter Terhebat
112
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
113
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
114
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
115
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
116
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
117
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
118
Novel Baru : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
119
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!