Diceraikan

Mobil kami telah sampai ke rumah. Sepanjang perjalanan kami tak lagi berbicara. Mas Radit yang tak mau membicarakan ini saat sedang dalam perjalanan karena bisa terjadi bahaya lalu lintas. Sedangkan aku yang sudah lelah dan tak mau membicarakan apa-apa lagi. Dalam pikiranku saat ini adalah bagaimana caranya aku bisa pergi dari hidup Mas Radit. Apakah aku harus menggunakan jalur sosial media dengan cara memviralkan mereka? Ah, tidak, itu hanya akan menambah panas suasana. Apalagi Mas Radit dan mama tidak akan pernah membiarkan aku hidup dengan tenang setelahnya.

Setelah Bu Retno pulang, aku pun langsung masuk ke dalam kamar dan menangis tersedu-sedu. Ketiga anakku sudah tidur sehingga aku bisa menangis sepuasnya.

Hanya beberapa menit saja aku menangis sampai aku mendengar suara keributan dari ruang tengah. Aku mengenal suara itu. Ya, itu adalah suara Tia.

Aku pun langsung bergegas pergi ke ruang tengah untuk melihat yang terjadi. Ternyata Radit dan mama sedang bertengkar, sedangkan Tia menatap mereka dengan senyuman liciknya.

"Apa kamu udah gila, Dit? Kamu kan udah punya istri dan tiga anak. Kok kamu malah selingkuh sama Tia?" ucap Mama yang sepertinya tidak terima dengan perselingkuhan Mas Radit. Mama memang mengenal Tia karena kami tinggal di satu daerah. Dulu Tia sering main ke rumah kami dan beberapa kali bertegur sapa dengan mama.

"Aku bosan sama Lidya, Ma. Ya nggak apa-apalah aku nikah sama Tia! Aku kan juga butuh pasangan yang enak dilihat!"

"Ya tapi nggak gini juga, Dit. Kalau kamu nerima Tia di sini, nanti gimana sama mama?"

"Kan Tia kerja, Ma. Dia sekretaris Radit."

Mama yang mendengar kalau Tia bekerja juga langsung terdiam seribu bahasa. Sikapnya yang tadinya garang berubah menjadi lembut dan manis pada Tia.

"Ya udah kalau gitu. Terus Lidya gimana? Apa dia setuju?"

"Ya jelas aku nggak setuju, lah!" Aku pun mendatangi mereka dan menatap tajam.

"Diem kamu, Lid. Aku nggak butuh persetujuan kamu! Aku akan tetap menikah dengan Tia!"

"Aku nggak mau dimadu, Mas! Lebih baik kamu ceraikan aku sekarang!" teriakku di depan wajahnya.

Membuat mereka yang mendengarnya langsung terdiam. Namun aku tahu kalau Tia pasti senang dengan ini semua. Dia hanya tidak tahu saja bagaimana keluarga toxic yang diinginkannya ini.

"Aku nggak akan menceraikan kamu!"

"Heh, laki-laki brengsek yang nggak berguna! Begitu rendahnya harga dirimu hingga menceraikan aku aja kamu nggak mau! Laki-laki yang hidup di bawah ketiak ibunya seperti kamu bisa apa, ha?" Sengaja aku memancing emosi Mas Radit agar dia mau menjatuhkan talak padaku sekarang juga.

Plakk!!!

"Kurang ajar kamu! Berani banget kamu ngomong kayak gitu!" Mas Radit melayangkan sebuah tamparan padaku. Perih sekali rasanya, seperih hati ini.

"Memang aku benar, kan? Kalian ibu dan anak sama-sama manusia munafik yang nggak tau diri! Kalian sangat hina di mataku, bahkan ibumu lebih hina daripada pelac…."

Plakkk! Tamparan kedua pun melayang ke pipiku hingga aku jatuh ke lantai.

"Diam, kamu, Lid. Lidya mulai sekarang, aku menceraikan kamu! Pergi kamu dari rumah ini, wanita nggak tau diri!"

Aku mengusap sudut bibirku yang berdarah akibat tamparan barusan. Tapi aku tidak sedih. Aku malah senang karena dia telah menceraikan aku.

"Dasar menantu kurang aja kamu!" Mama juga menoyor kepalaku dengan kesal.

"Lepasin! Sekarang kalian bukan keluargaku lagi! Aku akan meninggalkan rumah ini. Terima kasih, Tia. Terima kasih karena kamu sudah menolongku dari penjara yang berisi orang-orang gila ini! Terima kasih." Aku tersenyum pada Tia yang menatap heran padaku. Dia belum merasakan bagaimana rasanya jadi aku. Tapi dia akan merasakannya sebentar lagi.

Terpopuler

Comments

Mulianah Thalib

Mulianah Thalib

akhirnya aku yg baca jadi lega

2023-02-11

0

zian al abasy

zian al abasy

ayo lidya stlah bebas dr orng2 munafik bngkitlh ttp semngat..

2023-02-05

0

Yusi Lestari

Yusi Lestari

bagus Lidya memang kamu kalau menghadapi orang munafik dan licik harus dg cara yg licik pula

2023-02-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!