POV LIDYA
"Aku udah ditalak sama Mas Radit, Mbak. Beberapa hari yang lalu, aku memergoki Mas Radit selingkuh dengan Tia, sahabatnya Calya. Tapi, mama malah menyetujui hubungan mereka dan Mas Radit menjatuhkan talak padaku malam itu juga."
Derai air mata pun membasahi pipiku kalau aku menceritakan semuanya pada Mbak Hera. Kenangan pahit itu kembali menghampiri pikiranku di mana aku harus membawa ketika anakku pergi tanpa belas kasih dari mereka.
[Apa? Jadi Radit berselingkuh dari kamu dan mama menyetujuinya?] Terdengar nada meninggi Mbak Hera yang terkejut dengan apa yang aku ceritakan.
"Iya, Mbak, mama setuju karena Tia juga bekerja."
[Astaghfirullah. Ya Allah, mama, Radit.]
Terdengar isak tangis dari seberang sana. Ku yakin Mbak Hera pasti sangat terpukul dengan tingkah laku adik dan ibunya yang sangat jahat padaku.
[Lid, tolong maafkan mereka, ya. Mbak malu banget dengan kelakuan mereka sama kamu. Mbak nggak nyangka mereka akan sejahat itu sama kamu.]
"Udahlah, Mbak, nggak perlu minta maaf. Justru Mbak yang sudah memberikanku keberanian untuk melawan mereka dan pergi dari rumah itu. Sekarang aku dan anak-anakku sudah hidup tenang. Setelah pergi dari sana, Allah membantu jalanku untuk menjalankan hidup, bahkan sekarang aku sudah memulai usaha baru yang Alhamdulillah sangat lancar, Mbak."
Aku berusaha menjelaskan pada Mbak Hera bahwa aku tidak marah padanya. Justru aku berhutang Budi padanya karena dia lah, aku bisa keluar dari rumah yang seperti neraka itu.
Tak bisa dibayangkan jika aku tetap ada di sana. Pasti setiap hari aku akan makan hati melihat kelakuan mereka.
[Alhamdulillah, Lid, Mbak turut senang jika sekarang kamu sudah hidup lebih baik. Lid, sekeras apapun mereka berusaha untuk membuatmu kembali, tolong jangan pernah mau.]
"Ya, Mbak, nggak Mbak bilang pun aku juga nggak bakalan mau kembali sama mereka. Mungkin perlakuan Mas Radit yang egois bisa ku terima. Tapi, kalau sudah masuk ke perselingkuhan, maka aku tidak bisa mentoleransi lagi. Aku sudah mantap bercerai dengannya. Aku akan segera mengajukan gugatan ke pengadilan, Mbak. Orang-orang di sini sangat baik, bahkan mereka menawarkan bantuan untuk membantu proses perceraianku agar segera selesai."
Ya, memang aku adalah orang yang beruntung bisa mendapatkan tetangga yang baik seperti orang-orang di lingkungan ini. Kondisi perekonomian mereka yang baik, membuat mereka tidak segan untuk mengulurkan tangan pada orang yang membutuhkan sepertiku.
Bahkan salah satu pembeli ku tadi pagi menawarkan untuk menjadi pengacaraku agar perceraianku berjalan lancar tanpa hambatan dan dia hanya meminta dibuatkan nasi bungkus dengan dendeng balado di hari itu. Aneh, tapi tak apalah, aku malah bersyukur banyak orang baik yang mau menolongku.
[Bagus, Lid. Mbak akan dukung kamu. Tapi, boleh nggak Mbak tahu kamu sekarang tinggal di mana. Soalnya Mbak kangen sama keponakan Mbak.]
"Iya, Mbak. Sekarang aku tinggal di jalan mutiara gang kerang. Nanti Mbak telepon aja kalau mau kesini."
[Iya, Lid. Ya sudah, kalau begitu Mbak tutup dulu, ya. Mbak mau jemput anak Mbak dulu.]
"Iya, Mbak, terima kasih udah ngasih kesempatan aku buat cerita. Salam buat anak-anak Mbak. Assalamualaikum."
[Iya, Lid, nanti Mbak sampaikan. Waalaikumsalam.]
Telepon pun mati. Aku tersenyum lega karena telah menceritakan semuanya pada Mbak Hera. Kini rasanya begitu plong karena tak ada lagi yang mengganjal di hati ini.
Aku menoleh ke arah ketiga anakku. Mereka masih asyik bermain dengan mainan yang aku bawa dari rumah saat diusir Mas Radit. Menurutku, mainan itu dari Mbak Hera, jadi tidak apa jika aku membawanya.
Dan mengenai berkas perceraian, baiklah, aku akan menyiapkan semua berkasnya agar lekas diajukan ke pengadilan. Nantinya berkas itu akan aku berikan ke Santi, seorang pengacara yang ingin menawarkan jasanya dengan bayaran satu bungkus nasi dengan lauk dendeng balado.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
BlackAngel
haisssss hidup itu mudah ya
2024-03-15
0
Ayas Waty
tetep feeling q mas Fikri yg bantu Lidya secara diam diam...
2023-02-06
0
Tati st🍒🍒🍒
mungkin temenya lidia,si fikri,ayo lidia semangat jangan menyerah jalanmu sudah terbuka leber menuju kebahagiaan
2023-02-06
0