Calya! Ah, sudah lama sekali kami tidak bertemu karena dia tinggal bersama Elang, suami yang sangat mencintainya dan memanjakannya. Aku tahu melalui orang-orang yang tidak sengaja bertemu dengannya di luar.
Iri sekali aku padanya. Namun, aku sadar bahwa apa yang aku dapatkan saat ini adalah buah dari kejahatanku sendiri yang tega mengkhianati adikku.
Ingin mengadu pada ayahku, tapi dia sedang berbahagia dengan istri barunya di luar kota. Sedangkan rumah yang ditinggalkan sudah dikontrakkan dan akulah yang menerima uangnya setiap bulan.
Namun, uang itu tidak bertahan lebih lama di tanganku karena mama akan langsung memintanya dengan berbagai alasan. Aneh sekali, bukan? Apakah gaji dua puluh juta Mas Radit masih kurang baginya sampai harus merebut uang kontrakan rumah ayahku sendiri?
Tak banyak yang percaya padaku saat aku mengatakan kejujuran karena mama sangat pandai memutar balikkan fakta. Hanya dia yang akan terlihat bagus di mata orang lain. Sedangkan aku, semua orang akan mencela ku karena ucapan mama yang menjelekkanku mereka percayai.
Oeeek oeeek, terdengar suara tangisan bayiku diikuti tangisan kedua kakaknya. Mereka baru saja terbangun karena mama lagi-lagi berkaraoke. Padahal Naura baru saja berhasil aku tidurkan. Tadinya aku ingin ikut istirahat sebentar karena pekerjaan sudah aku selesaikan. Namun, kalau Naura bangun, bagaimana aku bisa istirahat?
Aku pun menggendong dan mendiamkan Naura yang masih menangis kencang. Dengan terpaksa, aku pun keluar membawa serta merta kedua anakku yang lain keluar untuk menghindari kebisingan di dalam rumah.
Kami pun duduk di bawah pohon depan rumah. Tampak Nadia dan Selvia yang bermain pasir. Aku membiarkannya saja karena hanya itulah mainan yang bisa mereka mainkan sekarang ini. Miris, bukan? Untuk sebuah boneka saja aku tak bisa membelinya.
Aku masih berdiri sambil menggendong Naura dengan kain agar dia kembali terlelap tidur. Memang kebiasaan mama yang selalu berkaraoke di sore hari.
"Eh, Lid, lagi ngapain?" tanya seorang wanita separuh baya. Namanya adalah Bu Retno, teman dekat mama.
"Lagi nidurin Naura, Bu," sahutku sambil tersenyum ramah.
"Kamu itu lho kalau dibilangin mertuamu nurut dong, Lid, biar nggak repot." Bu Retno datang mendekat seperti ingin memberikan ceramah panjang lebar padaku.
"Memangnya mama mertua saya bilang apa, Bu?" tanyaku penasaran.
"Kata mama kamu, dia itu selalu nasehatin kamu supaya pakai jasa babysitter dan pembantu. Tapi kamu nggak pernah mau karena nggak percaya sama orang asing. Bahkan sama mertua kamu sendiri pun kamu enggan memberikan anak-anakmu. Jangan egosi, dong, Lid, nggak kasihan kamu lihat anak-anak kamu nggak keurus gitu? Kamu juga selalu disuruh buat nyalon dan perawatan diri, tapi kamu nolak. Pake diapers, susu, mainan anak pun kamu nggak mau beli karena takut berbahaya. Juga pakaian anak kamu katanya kamu nggak mau beli yang bagus karena takut yang suamimu habis. Jadi orang itu jangan katrok, dong Lid. Percuma punya suami manajer kalau kamu nggak mau nikmatin."
Aku termangu mendengar cerita dari Bu Retno. Jadi selama ini mertuaku juga memutarbalikkan fakta mengenai keadaanku di rumah ini? Mengapa dia jahat sekali? Jelas saja aku mau memakai jasa babysitter. Apalagi banyak sekali penjaga anak-anak yang ada di daerah ini aku kenal dengan baik. Dan perawatan? Siapa yang tidak mau? Aku pasti maulah. Dan aku sangat memimpikan jika ada pembantu di rumah ini yang bisa menggantikan seluruh pekerjaanku. Ah, mama, mulutmu manis sekali, ingin sekali aku merobeknya.
"Iya, Bu, saya akan dengerin nasihat Ibu." Aku hanya mengangguk pelan sambil tersenyum. Berbicara yang sebenarnya pada wanita ini juga tidak ada gunanya karena dia tidak akan percaya.
Bu Retno pun segera pulang setelah puas mendengar jawabanku. Aku hanya bisa menghela nafas panjang. Mengapa aku harus hidup seperti ini? Apakah karma ini tidak keterlaluan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
Lusiana_Oct13
Jujur aku agak2 trauma baca novel mu thor nanti dah sampai di pertengahan tau nya pindah lapak 😂😂🙏🙏🙏✌🏼✌🏼✌🏼✌🏼 soalnya beberapa kali kejadian nya begitu 🙏🙏🙏
2023-02-12
0
Yusi Lestari
kalau kamu gak merasakan seperti itu kamu gak akan sadar jadi belajar lah dari kesalahanmu
2023-02-05
0
Ayas Waty
ya sadarlah bahwa karma itu ada....
2023-02-01
0