Ratu Rushi menatap dua helai bulu yang diberikan Kitsune tadi kepadanya.
Burung elang dengan corak emas dan cokelat ini, tidak ada yang memilikinya selain pria itu. Jadi benar, ini memang ulah paman, kata Ratu Rushi dalam hati.
......................
Istana
Siruverash tersenyum setelah mendengar laporan Washi. ‘’Tetap awasi pergerakan Yang Mulia Ratu Rushi. Kau boleh pergi.’’
Washi mengangguk lalu berubah menjadi elang.
......................
Elang emas mendarat dan berubah menjadi manusia.
Flashback on
‘’Hancurkan semua tanpa tersisa!’’ perintah Washi.
Kelima bawahannya mengotak-atik isi rumah makan. Menghancurkan meja dan kursi, memecahkan vas bunga dan menjatuhkan bingkai hias, dll.
‘’Hei! Apa yang kalian lakukan?!”
Washi dan kelima bawahannya menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya sosok pria berambut panjang dengan pakaian putih mendapati mereka.
‘’Lanjutkan pekerjaan kalian! Aku yang akan membereskannya!’’ perintah Washi.
Kedua pria muda itu pun saling berhadapan, dan melontarkan tatapan dingin. Tanpa membuang waktu, keduanya bertarung. Namun, karena tidak ada yang ingin menyerah, membuat mereka berubah wujud.
Washi berubah menjadi burung elang, dan pria tadi berubah menjadi seekor rubah.
Serangan atas dan bawah dari kedua binatang tadi terlihat imbang. Menyadari kedatangan sosok yang mendekat, membuat Washi memberi perintah untuk mundur. Rubah tadi melompat untuk mencegah burung elang kabur.
Namun, elang emas itu berhasil kabur karena memaksa, meskipun tahu bulunya terlepas akibat ulah rubah itu.
Flashback off
‘’Dia menarikku sangat kuat sampai dua buluku terlepas. Ck! Dia pikir rasanya tidak sakit apa?’’ kesal Washi mengusap leher hingga bahunya berulang kali.
......................
Desa
Ratu Rushi dan yang lainnya menatap tumpukan kayu rumah makan mereka.
‘’Hm~ 3 sisi kanan lantai 1 … 4 sisi kiri lantai 2 … 7 sisi atap, sisi depan dan belakang setiap lantai, masing-masing adalah 5. Semua meja dan kursi juga hancur. Jadi kita membutuhkan 19 potongan baru, ditambah pengganti 10 pasang meja dan kursi, untuk membangun kembali rumah makannya,’’ kata Ratu Rushi.
‘’19 potongan baru? Tapi Yang Mulia, kita membuat begitu banyak potongan untuk membangun rumah makan ini,’’ kata Yagyu.
‘’Jangan khawatir. Kalian pikir kenapa aku membuat rumah makan ini dengan kerangka seperti itu. Mari beri kejutan kepada pamanku,’’ senyum remeh Ratu Rushi, membuat ketiga pria tadi hanya bingung.
......................
Setelah Yagyu, Shika dan Usagi mengambil kayu yang baru dari hutan, mereka melihat Ratu Rushi menggantung set pakaian.
Gaun mini dress di atas lutut, celemek, bandana kepala gaya Lolita, dasi pita di bagian leher jenis kalung choker, serta pita tangan gaya Lolita dengan warna keseluruhan yaitu hitam campur putih.
Yagyu dan Shika menganga melihat set pakaian tersebut.
‘’Pakaian jadi-jadian!’’ seru Shika.
Ratu Rushi memasang raut wajah bodohnya sambil tersenyum kaku.
Rusa bagal ini, memangnya apa di dalam otaknya? Pertama dia menyebut rumah punah untuk warung makan, dan sekarang seragam maid gaya lolita adalah pakaian jadi-jadian? Haa, padahal ini disebut cosplay di duniaku, kata Ratu Rushi dalam hati.
‘’Apakah benar namanya pakaian jadi-jadian?’’ tanya Yagyu memastikan.
‘’Itu tidak benar. Pakaian ini disebut Sarang Mati Gurita,’’ jawab Usagi.
Heh? Yang ini lebih tidak masuk akal, kata Ratu Rushi dalam hati tertekan.
‘’Bentuknya memang seperti gurita, memiliki banyak kaki,’’ kata Shika menatap pita-pita yang menjuntai ke bawah.
Ratu Rushi menepuk keningnya sambil menghela nafas. ‘’Tidak. Ini bukan pakaian jadi-jadian atau sarang mati gurita. Tapi, ini seragam maid Lolita.’’
‘’Sarang maid Lolita?’’ tanya Shika.
‘’Seragam bukan sarang!’’ tegas Ratu Rushi.
‘’Apakah ini pakaian milik Yang Mulia?’’ tanya Yagyu.
‘’Benar. Mustahil memakai gaun ratu untuk menjalankan rumah makan ini. Jadi aku menyimpannya, lalu membeli kain saat aku keluar kemarin. Selain itu, aku juga sudah menyiapkan pakaian seragam kerja untuk kalian. Usagi akan mengurusnya,’’ jawab Ratu Rushi.
......................
Istana
Putri Rukaia menoleh, dan melihat kedatangan Siruverash. Ia pun langsung berdiri menyambut. ‘’Paman terlihat senang, apakah ada sesuatu yang menarik?’’
‘’Itulah kenapa aku datang, karena ingin membagi kebahagiaan denganmu,’’ kata Siruverash.
‘’Hee~ kalau begitu apa kabar baiknya?’’ tanya Putri Rukaia.
Siruverash menjentikkan jari, membuat para pelayan memasuki ruangan itu, sambil membawa jamuan.
Putri Rukaia benar-benar bingung melihat tingkah pamannya itu.
‘’Duduklah dan nikmati ini dulu,’’ kata Siruverash.
Putri Rukaia ikut bergabung. ‘’Paman, jangan membuatku penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi?’’
‘’Kau tahu kalau Yang Mulia sedang membangun rumah unik di desa, kan? Kemarin, aku mendapat kabar kalau rumah uniknya diserang dan dihancurkan,’’ jawab Siruverash.
‘’Mendapatkan kabar, atau merencanakan serangan itu?’’ tanya Putri Rukaia tersenyum miring.
Siruverash yang mendengarnya tertawa puas. ‘’Aku seperti melihat diriku di dalam dirimu. Inilah kenapa, aku dan kakak tirimu itu tidak pernah cocok.’’
‘’Kakak hanyalah orang bodoh layaknya boneka. Dan jika boneka tidak bisa dimainkan, maka sudah seharusnya boneka itu dibuang. Aku sangat ingin melihat wajah kakak yang putus asa, setelah rumah uniknya hancur,’’ kata Putri Rukaia.
‘’Tidak perlu memikirkan orang yang sudah dibuang. Lebih baik kita berpesta,’’ kata Siruverash.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Bzaa
berpesta untuk kekalahan mu paman🤣
2024-12-21
1
Defrin
Hanya dalam mimpi u paman bodoh...
2023-04-18
2
Emak
kasihan, cobalah datang lihat. rushi sedang baik2 saja
2023-03-06
1