Keesokan harinya, Yagyu dan Shika merasa tidak nyaman karena Ratu Rushi yang harus membeli makanan, padahal itu adalah tugas mereka.
‘’Sebaiknya kita bersih-bersih dulu,’’ kata Yagyu.
......................
Toko Makanan
Pekerja dan pemilik toko langsung memasang raut wajah kusut saat melihat pembeli yang datang tidak lain adalah Ratu Rushi.
‘’Excuse me," kata Ratu Rushi.
"Eh? Es? Es kumis?"
"Wanita itu mengatakan apa?"
"Entahlah. Kita tidak paham dengan bahasa orang yang bodoh."
"You guys are really stupid. Kemarin malam aku menyuruh dua orang pria untuk membeli makanan di sini. Tapi kenapa kalian malah memukuli mereka?’’
Pekerja mengerutkan dahi. ‘’Oh, maksudmu banteng lemah dan rusa penyakitan itu? Jadi mereka mengadu kepada Ratu yang diasingkan? Benar-benar majikan dan pengikut yang sempurna.’’
Raut wajah Ratu Rushi langsung berubah disertai tatapan tajam.
‘’Eh? Kenapa kau terlihat marah? Bukankah itu memang benar? Kemenangan banteng itu melawan Mozaru, malah mempermalukan dirinya karena hanya berlari terus. Selain itu, kami tidak menjual makanan yang layak untuk binatang rendah seperti mereka.’’
Tangan Ratu Rushi mengepal dengan urat-urat di lehernya yang sudah menegang.
Yang dia katakan memang benar. Itu karena hierarki ini adalah perintah Raja Raion, meskipun mereka tidak tahu yang mengeluarkan perintah mengenai hierarki ini sebenarnya adalah ulah paman, kata Ratu Rushi dalam hati.
‘’Kalau tidak ingin beli makanan di toko ini, lebih baik kau pergi saja! Kami tidak menerima pe—‘’
Bugh!
‘’Hei! Apa yang kau lakukan?!’’
Bugh!
‘’Hentikan! Makanan-makanan itu sudah dipesan!’’
Ratu Rushi tidak peduli dan memukuli lemari rak kayu di sampingnya membuat makanan di dalamnya jatuh berserakan. ‘’Kau lupa bicara dengan siapa? Aku ini Ratu kalian, jadi bersikap sopanlah! Selain itu, aku memiliki hak untuk merusak tempat ini.’’
Deg!
‘’A-Apa yang kau katakan?! Ratu? Heh, kau ini sudah diasingkan, dan istana sudah melupakanmu. Jadi berhenti merusak tokoku atau aku akan laporkan ke istana!’’
Bugh!
‘’Hei kau!’’ seru pemilik toko.
Pemilik toko itu memerintahkan pekerjanya untuk memukuli Ratu Rushi.
‘’Oh, jadi kalian berempat yang memukuli kedua pengikutku?’’ tatap Ratu Rushi.
Begitu keempat orang tadi mendekat, Ratu Rushi langsung mengambil kuda-kuda dan menghajar mereka layaknya sedang sparing Taekwondo.
Glek!
Pemilik toko bergidik melihat keempat pekerjanya tumbang begitu cepat. Ia menatap Ratu Rushi yang berjalan ke arahnya.
‘’Siapa yang memberimu hak untuk melayangkan pukulan kepada kedua pengikutku?’’ tanya Ratu Rushi.
‘’Aku ti—‘’
Bugh!
Dengan sekali tinju di wajahnya, pemilik toko itu jatuh. ‘’Aku memang Ratu yang diasingkan, tapi bukan berarti aku tidak memiliki hubungan suami-istri dengan Raja Raion. Jika kalian menyinggungku beserta pengikutku sekali lagi, maka bukan lemari rak ini yang aku hancurkan, tapi dirimu!’’
Ratu Rushi menatap pekerja lain yang bersembunyi. Ia menyerahkan 8 koin emas ke meja kayu. ‘’Berikan aku makanan terbaik! Selain itu, tambahkan bonus gratis makanan yang kalian tolak kemarin malam!’’
Dengan perasaan terpaksa, pekerja toko yang ketakutan tadi melayani. Ratu Rushi mengambil bag paper itu dengan santai.
Pemilik toko meringis sambil memegang wajahnya.
Langkah Ratu Rushi terhenti tanpa berbalik. ‘’Kalau kau ingin melaporkan ulahku ke istana maka silahkan. Tapi mari kita lihat, apakah mereka akan peduli dengan laporanmu mengenai Ratu yang diasingkan seperti diriku membuat ulah.’’
Ceklek!
‘’Cih, wanita itu benar-benar angkuh! A-Akh! Aduh sakit.’’
‘’Tuan, bagaimana kita akan mengatasi makanan-makanan yang sudah dipesan ini? Kita rugi sebanyak 50 koin emas mengenai bonus gratis yang dia minta tadi.’’
Pekerja toko itu menghela nafas panjang. ‘’Kalian buat ulang kembali saja! Aduh!’’
......................
Warung Makan
Yagyu dan Shika terbelalak melihat Ratu Rushi membawa makanan begitu banyak di dalam kantungan.
‘’Yang Mulia tidak perlu boros hanya untuk membeli makanan sebanyak ini,’’ kata Yagyu.
Shika mengangguk membenarkan membuat Ratu Rushi tersenyum lembut.
‘’Aku tidak boros uang. Aku hanya memberi mereka 8 koin emas," jawab Ratu Rushi
"Eh? Tapi makanan sebanyak ini seharga 50 koin emas," kata Shika.
"Bagaimana bisa makanan sebanyak ini hanya seharga 8 koin emas?" tanya Yagyu.
"Mereka memberikan kita bonus sebagai pemintaan maaf atas kejadian kemarin malam. Mereka merasa menyesal karena sudah bersikap kasar kepada kalian berdua,’’ kata Ratu Rushi.
‘’E-Eh? Benarkah Yang Mulia?’’
Ratu Rushi mengangguk. ‘’Jadi mulai sekarang kalian berdua tidak perlu ragu lagi membeli makanan di toko itu, karena mereka sudah meminta maaf kepadaku.’’
‘’Kenapa tiba-tiba Yang Mulia?’’
‘’Entahlah. Begitu aku masuk, mereka langsung menghampiriku. Sudah, kalian makan dulu baru kita selesaikan warung makan ini,’’ senyum Ratu Rushi.
‘’Baik Yang Mulia! Terima kasih Yang Mulia!’’
‘’Sama-sama,’’ jawab Ratu Rushi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Oi Min
Rushi buka warung makan?? mang ada yg mau beli?? secara semua orang meremehkanmu yg seorang ratu yg di asingkan
2024-10-07
1
Defrin
Bukan karna minta maaf Tapi karna dipukuli oleh ratu Rushi....
2023-04-18
3
Dina⏤͟͟͞R
🤣🤣🤣🤣anna jago taekwondo. bener, penjual kayak gt perlu diberi pelajaran
2023-02-25
4