Yagyu menatap desain gambar ukiran kayu tersebut. ‘’Shika, apakah kau merasa lapar?’’
‘’Sedikit, tapi rasa laparku lebih kuat ke ukiran kayu ini,’’ jawab Shika yang masih dalam wujud binatang.
Banteng itu tersenyum menampilkan deretan giginya membuat rusa bagal tadi melompat ke belakang.
‘’Oh Tuhan! Jangan tersenyum seperti itu, raut wajahmu begitu menakutkan,’’ kata Shika.
‘’Apa maksudmu wajahku jelek?!’’ kesal Yagyu.
‘’Tidak, tidak. Aku tidak bilang wajahmu jelek. Maksudku kau tidak usah tersenyum seperti tadi,’’ kata Shika.
‘’Kalau begitu, coba kau tersenyum. Apakah wajahmu juga jelek seperti yang kau katakan,’’ kata Yagyu.
Shika dengan percaya diri tersenyum memperlihatkan deretan gigi. Saat itu juga Yagyu melemparkan kertas tadi ke wajah rusa bagal itu.
‘’Berhenti tersenyum seperti itu! Bulu kudukku naik melihat wajahmu,’’ kata Yagyu.
‘’Ha?! Tidak mungkin wajahku juga menakutkan,’’ kata Shika.
Push!
Keduanya kembali menjadi manusia setelah mengalami kejadian horror barusan.
.....................
Istana
Terlihat sosok pria muda yang bersujud di depan sosok pria dewasa.
Pemilik wajah dingin yang tenang dengan sorot mata tajam itu menoleh. "Setelah membawa banteng lemah dan rusa penyakitan itu, Yang Mulia membangun rumah yang unik, ya?"
Suara serak namun terdengar berat, membuat orang yang mendengar suaranya akan merasakam tekanan berat juga.
"Benar Tuan Siruverash. Aku juga melihat Yang Mulia sedang keluar," jawab sosok berbaju merah.
"Lalu bagaimana dengan kedua binatang itu?" tanya Siruverash.
"Mereka juga keluar entah kemana."
Sebelah alis Siruverash terangkat. Terukir senyuman di bibirnya. "Washi, kau tahu apa yang harus dilakukan, kan?"
Washi membungkuk dan berubah menjadi elang emas, lalu terbang keluar.
......................
Ratu Rushi berdiri setelah selesai mengisi perut kosongnya. Untuk sesaat ia memandang ke sekitar. ‘’Tapi, di mana aku harus mencari toko jahit lagi? Sepertinya sudah tidak ada.’’
Ia memakai penutup kepala untuk berlindung di bawah panasnya terik matahari.
Wanita itu tidak melewatkan satu bangunan pun untuk mencari toko jahit. Karena tubuhnya menjadi gerah akibat keringat, membuat Ratu Rushi mampir ke sungai untuk mencuci wajah.
‘’Ah segarnya,’’ kata Ratu Rushi membasuh wajahnya.
Ratu Rushi pun mengeringkan wajahnya dengan penutup kepala tadi, sampai akhirnya ia melihat bangunan kayu tidak jauh dari sungai tempatnya berdiri.
‘’Aku tidak tahu kalau ada bangunan kayu di sana. Sepertinya pemilik rumah ini hanya tinggal sendirian di sekitar sini,’’ kata Ratu Rushi.
Ia menuju ke rumah kayu tersebut dan mengetuk.
Tok! Tok!
Tidak ada suara membuat Ratu Rushi mengetuk. Namun tetap tidak ada jawaban dari pemilik rumah.
‘’Mungkin sedang keluar,’’ kata Ratu Rushi.
Belum sempat ia berbalik untuk pergi, pintu tersebut langsung terbuka, memperlihatkan manusia setengah binatang jenis kelinci.
Ratu Rushi sedikit tidak nyaman dengan ekspresi wajah sosok itu.
‘’Ada yang bisa saya bantu?’’ tanya manusia setengah binatang kelinci.
‘’Um, itu, aku,’’ ucapan Ratu Rushi terhenti saat matanya melihat ruangan di dalam.
Ini toko jahit! Kalau begitu pemiliknya pasti manusia setengah kelinci ini, kata Ratu Rushi dalam hati.
Manusia setengah kelinci tadi mengerutkan dahi. ‘’Kalau tidak ada hal penting, silahkan pergi!’’
‘’Tunggu! Ini toko jahit, kan? Apakah juga menerima pesanan seperti toko jahit pada umumnya?’’ tanya Ratu Rushi.
‘’Kalau iya memangnya kenapa?’’ tanya manusia setengah binatang kelinci dengan perasaan ketus.
Ratu Rushi langsung tersenyum girang. ‘’Apakah kau mau menerima pesananku?!’’
Deg!
‘’Eh?’’ tatap manusia setengah kelinci itu tidak percaya.
‘’Ya, aku membawa pakaian untukmu. Kalau kau tidak keberatan, maukah kau menerimanya? Aku akan menunggunya sampai selesai,’’ kata Ratu Rushi.
Kelinci tadi masih terdiam, hingga akhirnya ia tersadar.
‘’Su-Sungguh? Anda benar-benar ingin baju Anda dijahit di tokoku?’’
Ratu Rushi mengangguk tanpa ada kebohongan di matanya, membuat manusia setengah binatang kelinci itu sangat senang.
‘’Akhirnya ada pesanan setelah sekian lama!’’
Eh? Sekian lama? Apakah tidak ada yang menjahit di tempatnya? Um, itu wajar karena toko jahit ini sedikit jauh dari jalan utama desa, kata Ratu Rushi dalam hati.
...Visual Siruverash...
...Visual Washi...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Bzaa
visualnya meresahkan 😎
2024-12-21
1
Defrin
Kok ganteng sih Para penjahatnya....
2023-04-18
1
Dina⏤͟͟͞R
😍😍😍😍ommo visualnya bikin meleleh
2023-03-01
2