Ratu Rushi menujuk banteng itu. ‘’Yagyu! Aku sudah bertaruh untukmu. Maka dari itu berikan aku hasil yang layak!’’
Ia tersenyum miring, sambil melempar selendang mutiara renda kerudung merahnya, ke bawah sehingga tersangkut di tanduk Mozaru.
Ting!
Bugh!
Semua terdiam membisu, sebab ini pertama kalinya Mozaru terjatuh di tanah dalam sekejap. Apalagi yang membuatnya terjatuh di arena, adalah binatang yang dianggap sebagai binatang terlemah.
Banteng tadi kembali berlari menyeruduk, membuatnya membalikkan keadaan di menit kedua ronde ketiga.
Yagyu yang menyeruduk sekuat tenaga dan Mozaru yang juga menahannya sekuat tenaga, bisa dibilang ini baru adu kekuatan yang adil.
Melihat gaya tarung yang baru seperti itu membuat semua orang semakin bersorak. Ratu Rushi hanya memasang wajah bodohnya melihat hal tersebut.
Dasar, ini sudah biasa di duniaku. Tapi karena ini era kuno, tentu saja tidak ada yang tahu. Ini disebut pertunjukan matador. Sekuat apa pun dirimu Mozaru, kalau kain merah itu tidak lepas dari dirimu, Yagyu akan terus menyeruduk tanpa henti. Dengan begitu kau akan kalah karena kelelahan, kata Ratu Rushi dalam hati.
4 menit kemudian semua penonton dibuat terdiam. Mozaru langsung terjatuh, berbeda dengan Yagyu yang masih berdiri dengan nafas terengah-engah. Banteng itu kembali berubah menjadi manusia karena tenaganya sudah mencapai batas.
Ratu Rushi berdiri. ‘’Sesuai taruhan … Yagyu! Sekarang kau menjadi pengikutku!’’
Pekerja membuka rantai di leher Yagyu dan menyerahkannya kepada Ratu Rushi. Keduanya meninggalkan rumah bertarung itu tanpa peduli reaksi semua orang.
‘’HEHHH!!’’ pekik semua orang yang seharusnya sejak tadi mereka lakukan.
......................
Yagyu masih mengikuti Ratu Rushi tanpa mengatakan apa pun.
Flashback on
‘’Hajar dia Mozaru!’’
‘’Benar! Dia sudah diambang batas!’’
‘’Akhiri sekarang juga!’’
Yagyu kembali membuka matanya melihat pemandangan ini untuk ketiga kalinya.
Sejak dulu tidak ada yang menerimaku hanya karena aku lemah. Ras banteng tidak ragu menolak keberadaanku, sehingga aku berakhir di tempat ini. Tempat dimana para makhluk lemah dibuang, lalu dipaksa bertarung dan menjadi budak ras khataros(manusia). Padahal kita sama-sama makhluk hidup. Kenapa status sosial ada? Aku memang pantas mati, dengan begitu aku akan tenang tanpa harus menjadi mainan. Lagi pula tidak ada yang menginginkan keberadaanku, kata Yagyu dalam hati.
Kesadaran Yagyu mulai menurun saat melihat Mozaru akan menyelesaikan pertarungan ini. Dilihatnya Mozaru begitu bangga mengangkat kedua tangan dengan maksud dirinya menang telak.
‘’Aku bertaruh 200 koin emas untuk banteng itu!’’
Deg!
Yagyu tersentak mendengar suara itu.
Ratu Rushi bertaruh atas diriku? Tidak mungkin, kata Yagyu dalam hati.
Ia melihat Ratu Rushi menujuknya dengan wajah serius. ‘’Yagyu! Aku sudah bertaruh untukmu. Maka dari itu berikan aku hasil yang layak!’’
Yagyu melihat selendang mutiara renda kerudung merah, jatuh ke bawah dan tersangkut di tanduk Mozaru.
Deg!
Entah kenapa, perasaan Yagyu langsung menjadi terancam melihat kain itu bergerak karena Mozaru yang merasa risih.
Ting!
Saat itu juga Yagyu berlari menyeruduk ke arah Mozaru dan membuat badak itu terjatuh di tanah. Ia tidak menyangka dengan hal itu.
Flashback off
Langkahnya terhenti membuat Ratu Rushi juga berhenti dan berbalik melihatnya.
‘’Kenapa menolongku?’’ tanya Yagyu.
Ratu Rushi hanya diam sambil mengerutkan dahi.
Kalau aku beritahu dia akan mati di menit kedua ronde ketiga, itu akan rumit. Meskipun memang benar aku menolongnya karena tidak ingin melihatnya mati, ucapnya dalam hati.
‘’Menolong seseorang itu tidak butuh alasan,’’ senyum Ratu Rushi.
Yagyu terbelalak mendengar ucapan wanita itu. Tidak peduli dirinya dipungut oleh ratu yang telah diasingkan. Setidaknya ada satu orang yang mengakui keberadaannya, dan itu adalah Ratu Rushi.
‘’Terima kasih Yang Mulia. Mulai hari ini saya akan mengabdikan diri dengan segenap jiwa hamba,’’ kata Yagyu berlutut sambil menyilangkan sebelah tangannya ke dada.
Yosh! Satu pengikut sudah didapatkan, kata Ratu Rushi dalam hati.
......................
Istana
‘’Tora, kau bercanda?’’ tanya seorang pria mengenakan pakaian mewah yang membedakannya dari semua orang.
Manusia setengah harimau yang melapor mengangguk. ‘’Benar Yang Mulia. Semuanya membicarakan hal ini. Mozaru dikalahkan oleh Yagyu yang lemah itu.’’
Raja Raion mengerutkan dahi. ‘’Tapi bagaimana bisa? Kita semua tahu sekuat apa Mozaru.’’
‘’Menurut laporan yang saya dengar, Yagyu sudah mencapai batas dan sepertinya sudah pasrah. Tapi seseorang langsung memberikan taruhan, dan orang itu adalah ... Yang Mulia Ratu Rushi.’’
Mendengar nama wanita itu membuat perhatian Raja Raion teralihkan. ‘’Ratu Rushi?’’
...Visual Raja Raion...
...Visual Tora...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Bzaa
sweet tora
2024-12-21
1
Oi Min
Tora..... ai lap yu....
2024-10-07
1
Aniek Syifa
yah syg skali visualnya harus para pria cantik...
2023-08-29
1