Ratu Rushi membersihkan manusia setengah binatang tadi.
Deg!
"Astaga! Kau imut sekali!" girang Ratu Rushi memeluk manusia setengah binatang yang ia beli.
......................
Hutan
Yagyu yang setia menunggu sejak tadi, akhirnya berdiri setelah melihat kedatangan Ratu Rushi yang membawa sosok pria muda sepertinya.
‘’Yagyu~ aku membawakan adik baru untukmu, karena itulah aku agak lama,’’ kata Ratu Rushi.
Adik baru? Ratu Rushi sangat suka bermain rumah-rumahan, kata Yagyu dalam hati.
‘’Ti-Tidak masalah Yang Mulia, saya tidak keberatan menunggu lama,’’ kata Yagyu.
Ratu Rushi melirik pria muda di sampingnya. ‘’Dia sangat manis, kan? Sekarang kau juga adalah salah satu bagian dari kami. Jadi mulai sekarang jangan sungkan.’’
Ia melihat puluhan batang-batang pohon di depan, dan menyuruhnya menggunakan keahlian menilai kualitas batang pohon yang cocok untuk dijadikan rumah.
Setelah itu manusia setengah binatang yang dibeli bisa mengisi perutnya, dengan memakan salah satu batang pohon pando di sana.
Mendengar perkataan Ratu Rushi, membuat manusia setengah binatang yang dibeli tadi, memasang raut wajah tidak percaya. Kepalanya mengangguk mantap.
Pria itu langsung berubah menjadi binatang, dan menghampiri batang pohon satu persatu. Yagyu mengerutkan dahi tanda bingung.
‘’Yang Mulia, saya masih tidak mengerti.’’
‘’Aku seorang manusia, kau manusia setengah banteng, tapi kita berdua tidak memiliki keahlian menilai batang pohon, karena itulah aku ke desa untuk meminta bantuan. Tapi tidak ada yang mau membantu. Jadi aku membelinya di salah satu toko,’’ kata Ratu Rushi.
Yagyu menatap binatang itu. ‘’Apakah mereka memakan batang pohon?’’
‘’Ya, karena dia memakan batang pohon pando, tidak ada yang lebih ahli menilai kualitas kayu, selain rusa jenis bagal seperti dirinya,’’ kata Ratu Rushi.
Beberapa menit kemudian...
‘’Saya sudah menandainya Yang Mulia,’’ kata rusa bagal.
‘’Begitu? Yagyu!’’ perintah Ratu Rushi.
Pria yang dipanggil tadi langsung berubah menjadi banteng. Ia membungkuk dan menuju ke batang pohon yang sudah ditandai rusa bagal tadi sambil membawa kapak.
Sesuai janji, Ratu Rushi mempersilahkan rusa bagal itu untuk memakan batang pohon pando. Namun, melihat rusa bagal itu diam, membuat Ratu Rushi heran.
‘’Kenapa?’’ tanya Ratu Rushi.
‘’Kalau saya memakannya tanpa izin Raja Raion, maka saya akan dihukum. Bukankah semua di sini adalah milik Raja Raion? Jadi saya tidak berani, Yang Mulia.’’
Oh, ternyata dia mencemaskan hal itu, kata Ratu Rushi dalam hati.
‘’Jangan khawatir, pria bodoh itu tidak ada di sini. Aku sudah memberi izin, karena itu pergilah! Ini adalah perintah Ratu, apa kau berani membantah?’’
Rusa bagal itu membungkuk berulang kali. ‘’Tidak Yang Mulia! Terima kasih Yang Mulia!’’
‘’Shika!’’ seru Ratu Rushi membuat rusa bagal bingung.
‘’Mulai sekarang namamu adalah Shika,’’ kata Ratu Rushi.
Shika merasa sangat senang karena Ratu Rushi sudah berbaik hati untuk membelinya, dan memberinya pakaian serta makanan yang layak.
Dia tidak seperti yang dirumorkan. Yang Mulia sangat baik, dan tidak peduli dengan kami yang berasal dari ras setengah binatang. Mungkin rumor yang beredar itu palsu. Siapa yang tega menyebarkan rumor seperti itu mengenai Yang Mulia? Benar-benar tidak memiliki perasaan, kata Shika dalam hati.
......................
Istana
Bugh!
Mozaru berlutut setelah menerima pukulan dari kayu. Ia menatap seorang wanita berambut panjang lurus di depannya. ‘’Mohon ampun Putri Rukaia.’’
Putri Rukaia memicingkan mata. ‘’Kau sudah mencoreng nama istana, beraninya kau datang kemari.’’
Bugh! Bugh! Bugh!
Pria itu kembali dipukuli tanpa melakukan perlawanan. Meskipun sudah meminta ampun, tapi Putri Rukaia tetap tidak memperlihatakan belas kasih di wajahnya.
‘’Kau tidak perlu bertemu dengan Raja. Kami tidak membutuhkan kekuatanmu lagi, jadi mulai sekarang jangan menginjakkan kaki di istana atau berani menemui Raja. Jual pria tidak berguna ini ke rumah bertarung! Orang yang berani berhubungan dengannya, akan dicap sebagai penghianat dan diasingkan,’’ kata Putri Rukaia.
Deg!
Mozaru memohon berulang kali dan meminta kesempatan, tapi Putri Rukaia berdiri dan berjalan pergi.
‘’Putri Rukaia! Putri Rukaia kumohon!’’ teriak Mozaru.
Melihat hal itu, membuat Putri Rukaia menyuruh para prajurit memukulinya sampai Mozaru tidak melupakan bekas pukulan itu.
...Visual Shika...
...Visual Putri Rukaia...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Osie
abaikan visualnya biar gak gagal fokus saat baca/Grin/aku imajinasi visual sendiri
2025-01-15
0
Defrin
Ternyata putri Rukaia lah YG sombong Dan angkuh
2023-04-18
1
Dina⏤͟͟͞R
😭😭😭thor visualmu kok dr pangeran ke sepuluh dan adik dr ratu pangeran ke delapan😍😍
2023-02-25
1