‘’Andai saja saya ahli menilai batang pohon, akan lebih mudah membantu Yang Mu—‘’
Deg!
‘’Kau bilang apa?!’’ pekik Ratu Rushi memotong ucapan Yagyu.
Yagyu langsung melindungi dirinya. ‘’Jangan pukul saya!’’
Ratu Rushi terbelalak melihat Yagyu bereaksi ketakutan. Sepertinya orang-orang di rumah bertarung itu sudah menyiksanya dengan kejam. ‘’Ma-Maaf, aku tidak berniat memukulmu.’’
‘’Tidak Yang Mulia! Tidak benar Anda meminta maaf seperti ini,’’ kata Yagyu merasa bersalah.
Yang dikatakan Yagyu ada benarnya. Kenapa aku sampai tidak kepikiran? Mengenai menilai kualitas batang pohon, tidak ada yang lebih ahli selain binatang itu, kata Ratu Rushi dalam hati.
‘’Yagyu? Kau tunggu di sini dan jangan lakukan apa pun sampai aku kembali!’’ perintah Ratu Rushi.
‘’Sesuai perintah Yang Mulia,’’ kata Yagyu.
......................
Ratu Rushi kembali ke desa dan meminta bantuan, tapi tidak ada yang mau membantunya. Tanpa sengaja, ia menemukan toko yang menjual binatang.
‘’Sayang sekali, tapi semuanya sudah dipesan untuk dijadikan bahan pertunjukan. Tapi kami memiliki satu, itu jika kau ingin mengambilnya.’’
Dahi Ratu Rushi berkerut. ‘’Apa maksudmu?’’
‘’Sudah hampir 2 tahun kami merawatnya tapi tidak ada perubahan, jadi beban saja!’’
Sejak awal dia memang tidak mau menjualnya kepadaku, dan dia ingin memberiku yang penyakitan ini, kata Ratu Rushi dalam hati.
Ratu Rushi menatap manusia setengah binatang yang penyakitan itu. ‘’Daripada tidak sama sekali, aku ambil yang ini saja.’’
‘’200 koin emas.’’
‘’Ha?!’’ pekik Ratu Rushi.
‘’200 koin emas atau tidak sama sekali,’’ kata pemilik toko.
‘’Di kandangnya tertulis cuma 46 koin emas, dan kau menjualnya 200 koin emas setara dengan yang lainnya?’’ tanya Ratu Rushi.
‘’Itu karena binatang ini istimewa, hanya saja dia penyakitan. Selain itu kita anggap sisanya adalah bayaran selama kami merawatnya.’’
Ratu Rushi menarik kerah leher baju pria itu dan menatapnya tajam. ‘’46 koin emas atau aku akan menghajarmu?’’
Glek!
‘’Ba-Baiklah, 46 koin emas.’’
Ratu Rushi melepaskan cengkeraman tangannya dengan kasar, sambil pemilik toko itu membuka sel. Wanita tadi menatap manusia setengah binatang yang ia beli.
Sangat kotor, apakah pekerja di sini benar-benar merawatnya? Dasar, kata Ratu Rushi dalam hati.
Pemilik tadi langsung memanggil bawahannya sambil menatap kepergian Ratu Rushi. ‘’Pergi dan bawakan aku kembali manusia setengah binatang itu! 46 koin emas tidak cukup, aku akan membuatnya membayar dengan harga yang lebih tinggi jika ingin mendapatkan manusia setengah binatang itu.’’
......................
Ratu Rushi mengambil air dalam sungai.
‘’Pertama-tama kita membersihkan di—‘’ Ucapannya terpotong saat melihat manusia binatang yang ia beli tadi tidak ada di sekitar.
‘’Apakah dia melarikan diri? Yang benar saja!’’ kesal Ratu Rushi.
Namun, pandangannya langsung menuju ke tanah, melihat bekas seretan kaki. Ia langsung menepuk kepalan tangan kanannya.
‘’Pria itu mencoba bermain api denganku,’’ kata Ratu Rushi.
......................
Manusia binatang tadi di seret ke depan seorang pria yang duduk di kursi. Tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar, menampilkan sosok Ratu Rushi datang.
‘’Hoh, wanita ini datang begitu cepat,’’ kata pemilik toko.
‘’Tidak kusangka kau melakukan hal licik seperti ini. Bukankah aku sudah membayarmu?!” kesal Ratu Rushi.
‘’Memeras pedagang itu bukan tindakan yang baik. Kau harus membayar 2x lipat dari harga sebelumnya karena telah memerasku,’’ kata sang pria.
‘’Aku akan membayarmu 3x lipat dengan sebuah syarat. Panggil semua pengawal terbaikmu! Jika mereka berhasil membuatku jatuh ke tanah, aku akan menepati janjiku. Tapi, jika mereka kalah … Aku akan menghajarmu,’’ kata Ratu Rushi.
Pria itu tersenyum remeh dan memanggil sepuluh pengawal terkuatnya untuk melawan Ratu Rushi. ‘’Kau hanya seorang wanita, dan tidak a—‘’
Deg!
Ia terkejut melihat Ratu Rushi ternyata jago bela diri, belum lagi gaya bertarungnya yang begitu unik. Tidak butuh waktu yang lama, wanita tadi membereskan sepuluh pengawalnya.
Ratu Rushi menghampiri pria tadi sambil menepuk kepalan tangan kanannya. ‘’Sekarang giliranmu. Sebaiknya kau ingat pukulan ini sebelum mencoba mengulangi perbuatanmu.’’
‘’Tidak! Ampuni a—‘’
Bugh!
Sekali tinju membuat pria tadi jatuh ke belakang, sambil Ratu Rushi membawa manusia setengah binatang miliknya pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Popocupcup
bangke ngakak kena hajar gak tuh
2025-01-31
0
Defrin
Ahli taewkondo di lawan...
🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣
Mati Sana kalian
2023-04-18
2
Dina⏤͟͟͞R
🤔🤔binatang imut😳 siapa dia. visual oh visual
2023-02-25
1