Setelah mereka selesai makan, Yagyu dan Shika merapikan meja dan kursi, sedangkan Ratu Rushi menatap rancangan bajunya.
‘’Sepertinya aku sudah harus pergi mencari toko jahit, nanti aku bisa kemalaman,’’ kata Ratu Rushi.
Ia pun memasukkan potongan-potongan baju beserta desainnya ke dalam kantungan. Yagyu dan Shika yang melihat Ratu Rushi akan keluar mengerutkan dahi.
‘’Yang Mulia mau ke mana?’’ tanya Shika.
‘’Aku harus pergi ke toko jahit untuk menyelesaikan bajuku. Tidak tahu kapan pulang, jadi kalian tidak perlu cemas. Kalau kalian lapar, aku menyimpan beberapa uang koin di dalam untuk dipakai,’’ kata Ratu Rushi berjalan pergi.
Yagyu dan Shika mengangguk lalu membungkuk.
‘’Yang Mulia benar-benar sosok Dewi,’’ kata Shika.
‘’Ya, tanpa merasa ragu, Yang Mulia memberi uang kepada kita,’’ kata Yagyu membetulkan.
‘’Kau juga menyukai Yang Mulia, kan?’’ tanya Shika tiba-tiba.
‘’A-Apa yang kau katakan?!’’ pekik Yagyu.
Shika meledek wajah pria setengah banteng itu sudah merona. ‘’Aku juga menyukai Yang Mulia. Apakah kita harus bersaing untuk merebut perhatiannya?’’
Gara-gara hal itu membuat semangat mereka berdua semakin bertambah. Keduanya langsung bekerja untuk merapikan tempat itu.
Dari jauh, seperti biasa para ras campuran hanya memandangi aktivitas mereka.
‘’Kupikir Ratu Rushi membeli mereka karena merasa kasihan,’’ kata salah satu manusia setengah binatang.
‘’Ternyata keburukannya tetap terlihat. Memberi mereka makan dan membuat keduanya bekerja keras seperti budak, mungkin Ratu Rushi memang wanita yang seperti itu,’’ kata salah satu manusia.
‘’Majikanku memang selalu menyuruhku bekerja. Tapi Ratu Rushi sepertinya lebih kejam. Sudah beberapa hari, banteng dan rusa itu bekerja terus,’’ kata seekor kuda.
......................
Ratu Rushi yang berjalan menyusuri desa tiba-tiba bersin. ‘’Hm, sepertinya ada yang membicarakan diriku. Tapi itu sudah wajar. Siapa yang tidak akan membicarakan seorang Ratu yang diasingkan seperti diriku.’’
Tanpa pikir panjang, Ratu Rushi menuju ke toko jahit di sekitar. Namun, tidak ada satu pun toko jahit yang mau menerima pesanannya. Ratu Rushi tetap tidak menyerah dan mencari toko jahit yang lain.
......................
Warung
‘’Yosh! Akhirnya selesai juga,’’ kata Yagyu.
Tempat itu sangat mengkilat bukan main.
Shika menghela nafas lega sambil beristirahat. ‘’Kita bekerja tanpa sadar ini sudah tengah hari.’’
‘’Kita buang ini dulu, lalu membersihkan diri di sungai belakang,’’ kata Yagyu.
......................
Di sisi lain, Ratu Rushi mengeluh di bawah pohon yang rindang untuk berteduh.
‘’Maaf, kami memiliki banyak pesanan, silahkan menuju ke toko jahit yang lain.’’
‘’Tidak bisa, semua mesin jahit sudah penuh dengan pesanan.’’
‘’Sayang sekali, semua mesin jahit sedang diperbaiki.’’
‘’Kami tidak menerima pesanan dari Ratu yang diasingkan.’’ (Ratu Rushi teringat)
‘’Haa, mereka semua mengambil alasan, padahal aku sudah menjahit sebagian, dan sisa digabungkan,’’ kata Ratu Rushi.
Perutnya sedikit berbunyi membuat Ratu Rushi mengambil roti gandum dan minuman dari dalam tas. Ia duduk sambil memakan camilan itu.
Tidak. Aku tidak boleh menyerah! Meskipun mereka semua menolakku, aku yakin pasti ada salah satu dari mereka yang akan menerimaku seperti Yagyu dan Shika, kata Ratu Rushi dalam hati.
......................
Warung Makan
Setelah kedua pria tadi selesai membersihkan diri, mereka mengecek uang yang dititipkan Ratu Rushi. Saat mereka hendak keluar, pandangan mereka tiba-tiba mengarah ke sebuah kertas yang berisikan gambar desain.
Shika meraih kertas itu sambil memutarnya ke segala arah. ‘’Um, Yagyu, apa ini?’’
‘’Entahlah. Tapi sepertinya itu ukiran berukuran besar yang terbuat dari kayu,’’ kata Yagyu.
‘’Oh iya, kalau tidak salah, kita masih punya sisa batang kayu yang diambil dari hutan. Apakah mungkin sisa batang kayu itu untuk ukiran ini?’’ tanya Shika.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Bzaa
pengkkut2 yg loyal
2024-12-21
1
Defrin
Beli aja mesin jahit mereka tuh...
2023-04-18
1
Dina⏤͟͟͞R
kasiannya di tolak beberapa tukang jahit
2023-03-01
1