Ratu Rushi memicingkan mata. ‘’Mm~ kau ingin mengakuinya sendiri atau aku yang akan mengatakannya?’’
Pemilik toko hanya diam yang sudah dipenuhi keringat dingin.
‘’Aku anggap kediamanmu adalah iya.’’
Ratu Rushi memberitahu mereka, meski barang yang dibeli itu bentuknya sama seperti di brosur, tapi yang membedakan adalah ukirannya. Tentu saja hal itu membuat pemilik toko tidak terima.
‘’Dasar penipu!’’ seru pemilik toko.
Ratu Rushi tersenyum remeh. ‘’Penipu? Semua orang tahu siapa penipu yang sebenarnya di sini. Menggunakan barang palsu untuk dijual dan menjadikanku kambing hitam, apakah kau sudah bosan hidup? Bukan hanya itu, kau juga telah menghinaku. Bahkan jika diriku adalah Ratu yang diasingkan, aku masih bisa menuntut dan memberimu hukuman yang berat karena sudah melakukan kejahatan.’’
Pemilik toko itu langsung bergegas menghampiri Ratu Rushi. Dengan cepat ia bersujud meminta belas.
Mata Ratu Rushi memicing. ‘’Ini baru cara yang benar kau memberiku salam, dengan menghormati Ratu dari negerimu sendiri!’’
‘’Maafkan aku Yang Mulia!’’
‘’Ini adalah Rumah Penghakiman dan aku tidak memiliki wewenang di sini. Tapi aku bisa membantumu dengan mengusulkan hukuman yang pantas. Orang yang telah menuduh Ratu dan melakukan penipuan, berikan cap besi panas ke lidahnya!’’ perintah Ratu Rushi.
Pemilik toko tersentak dan bersujud berulang kali.
‘’Aku sudah diperlakukan tidak adil, jadi ini hanya bayaran dari perlakuanmu. Kepala Hukum mau menurutinya atau tidak, itu keputusannya. Tapi, jika dia memang tidak melakukan itu, maka orang-orang akan mempertanyakan kepemimpinan Raja Raion,’’ kata Ratu Rushi.
Kepala hukum yang terprovokasi, langsung memberi perintah untuk menyeret pemilik toko, dan memberinya hukuman.
‘’Tidak Yang Mulia! Saya mengaku salah! Saya mohon!’’ teriak pemilik toko yang dibawa pergi.
Semua barang palsu dikembalikan dan diganti dengan yang asli. Di saat yang sama, toko tersebut jatuh bangkrut. Meski Ratu Rushi melakukan hal itu, pandangan mengenai dirinya tetap tidak berubah. Ia malah dianggap mencari perhatian.
‘’Dasar, mereka benar-benar tidak tahu terima kasih,’’ kata Ratu Rushi berjalan pergi.
......................
Rasanya begitu berat berjalan kaki dengan pakaian mewah seperti itu. Tiba-tiba ia mendengar keramaian membuatnya menuju ke arah tersebut.
‘’Ya! hajar dia!’’
‘’Aku bertaruh 50 koin emas untuknya!’’
‘’Kalau begitu akan aku naikkan harga taruhannya!’’
Ratu Rushi menyaksikan duel antara binatang murni layaknya pemain tinju di dunianya. ‘’Ini adalah duel untuk mendapatkan budak piaraan bagi yang menang,’’ kata Ratu Rushi.
Melihat para binatang yang lemah kesakitan dan berubah menjadi manusia setelah kalah, membuat Ratu Rushi tidak sanggup menyaksikannya. Ia berbalik untuk pergi, tapi langkahnya langsung terhenti saat dirinya tersadar akan sesuatu.
Tunggu, aku ini seorang wanita. Tidak mungkin aku bisa melakukannya sendiri, kata Ratu Rushi dalam hati.
Ratu Rushi kembali dan menyaksikan pertandingan.
Ting! Ting!
‘’Mozaru adalah manusia setengah badak yang merupakan binatang terkuat di sini. Kerajaaan selalu meminjam kekuatannya untuk menghabisi serangan asing yang berniat masuk. Dia tidak bisa dimenangkan, karena hanya diundang. Rata-rata binatang yang duel dengannya berakhir cedera bahkan mati. Ck! Padahal aku ingin menjadikannya rekanku agar bisa bertahan hidup menggunakan pengaruhnya,’’ kata Ratu Rushi.
Mozaru langsung menyerang banteng itu tanpa belas kasih, membuat yang menyaksikannya semakin heboh dan bersorak.
Dalam sejarah, banteng itu sudah menjadi lawan Mozaru sebanyak tiga kali, dan ini adalah pertarungan terakhirnya. Di menit kedua ronde ketiga, banteng itu akan mati karena kehabisan banyak darah, kata Ratu Rushi dalam hati.
Ratu Rushi masih menatap pertarungan yang memperlihatkan perbedaan jauh dari keduanya. Selain itu, banteng tersebut sudah terkapar di tanah di menit pertama ronde ketiga.
Mozaru begitu bangga mengangkat kedua tangan dengan maksud ia menang telak. Para penonton tertawa dan mencibir banteng tersebut.
‘’Aku bertaruh 200 koin emas untuk banteng itu!’’
Deg!
Mendengar teriakan tersebut membuat semua pandangan langsung menuju ke arahnya. Semua mata membulat besar saat mengetahui pemilik suara tersebut tidak lain adalah Ratu Rushi. Terutama banteng yang sudah terkapar tadi.
...Visual Yagyu...
...Visual Mozaru...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Bzaa
menarikkkk
2024-12-21
1
Defrin
Akan Kah banteng itu Akan menang...
2023-04-18
1
Dina⏤͟͟͞R
🤭🤭🤭kak pul. nam joo jd visual yagyu ya🤣
2023-02-18
1