Pulangnya Ratu Rushi, membuat wanita itu terbelalak. Ia langsung menghampiri Yagyu dan Shika.
"Yang Mulia! Anda sudah kembali," kata Yagyu.
"Apa yang terjadi? Kenapa Shika menangis?" tanya Ratu Rushi.
"Uwa~ hiks, Yang Mulia~ semuanya hancur. Meja dan kursi juga dihancurkan," kata Shika.
"Apa yang terjadi?" tanya Ratu Rushi.
"Kami tidak sengaja melihat sebuah desain saat mengambil uang. Jadi, kami menggunakan uangnya untuk membeli cat ini Yang Mulia. Sebelum pergi, kami berdua mengunci warung makannya. Lalu saat kami kembali, semuanya sudah dihancurkan,’’ kata Yagyu.
Tangisan Shika semakin menjadi-jadi. "Ini salah kami Yang Mulia. Jika saja kami tidak pergi, dan lebih memilih tinggal untuk menunggu Yang Mulia, mungkin Yagyu bisa melawan mereka."
"Lalu bagaimana denganmu? Apa kau tidak akan membantuku?" protes Yagyu.
Shika kembali menangis membuat Ratu Rushi menghela nafas.
"Selama kalian tidak terluka, aku tidak apa-apa," kata Ratu Rushi.
"Hiks, tapi rumah punahnya hancur," isak Shika.
"Kita membutuhkan waktu hampir seminggu untuk menyelesaikannya Yang Mulia. Mohon maaf Yang Mulia," sedih Yagyu.
"Shika, berhentilah menangis dan Yagyu, berhenti menyalahkan dirimu," kata Ratu Rushi.
Malamnya...
Semua kerangka rumah berpisah, dan sebagiannya rusak. Hal ini membuat mereka sekali lagi tidur di tempat terbuka.
"Maaf, padahal kau baru saja datang, tapi sudah harus tidur di tempat terbuka," kata Ratu Rushi.
Kedua binatang itu langsung menoleh ke arah pria yang diajak Ratu Rushi bicara tadi. ‘’Dia siapa Yang Mulia?’’
‘’Usagi. Aku menjahit pakaian di toko jahitnya. Kebetulan, dia hanya tinggal seorang diri jadi aku memanggilnya untuk tinggal bersama kita,’’ kata Ratu Rushi.
Push!
Yagyu dan Shika berubah menjadi manusia setelah beres-beres, lalu berjabat tangan dengan Usagi.
"Aku Yagyu."
"Shika."
"Namaku Usagi."
Ketiga pria itu tersenyum satu sama lain. Ratu Rushi menyuguhkan sisa makanan dari dalam warung yang masih layak diambil.
"Padahal masih ada setengah paket makanan dari toko makanan itu, tapi hanya ini yang selamat," kata Shika.
"Tidak apa-apa. Meskipun makanannya sedikit, tapi kalau kita memakannya bersama, maka rasanya sangat enak," kata Ratu Rushi.
"Maaf Yang Mulia, karena kami Yang Mulia jadi makan di atas daun dan terletak di tanah," kata Yagyu.
Ratu Rushi menghela nafas. "Sudah kubilang, berhenti menyalahkan dirimu, atau aku tidak akan makan."
Yagyu yang lemah akan ancaman dari Ratu Rushi, tentu saja langsung menurut.
Mereka pun menghabiskan malam yang seru meski berada di tempat terbuka.
Keesokan harinya...
Ratu Rushi membersihkan warung di dalam bersamaan datangnya ketiga pria yang menjadi pengikutnya.
"Yang Mulia, kami sudah membeli makanan, dan perlengkapan yang disuruhkan," kata Shika.
"Jadi bagaimana? Apakah kalian tahu siapa dalang dibalik masalah ini?" tanya Ratu Rushi.
Ketiga pria itu menggeleng, karena tidak mendengar apa pun mengenai warung mereka yang dihancurkan. Bahkan tidak ada satu pun orang yang menyinggungnya.
"Itu mustahil. Warung makan ini berada di tempat yang strategis, dimana semua sisi desa bisa melihatnya. Apakah mereka benar-benar tidak peduli?" bingung Ratu Rushi.
Tanpa sengaja, Ratu Rushi menangkap sosok seekor rubah dari balik semak, membuat rubah itu pergi.
Kalau tidak salah, rubah itu juga ada di sini kemarin malam. Dan pergi setelah beberapa saat, kata Ratu Rushi dalam hati.
"Aku segera kembali," kata Ratu Rushi.
......................
Hutan
Ratu Rushi mencari keberadaan rubah tadi, membuat dirinya tiba di hutan.
"Aku tahu kau mengawasi kami sejak kemarin. Jadi tunjukkan dirimu!" teriak Ratu Rushi.
Srit! Srit!
Ratu Rushi mengerutkan dahi dan langsung berbalik. Saat itu juga, sosok rubah sudah ada di depannya. Rubah itu berubah menjadi manusia.
"Siapa kau?" tanya Ratu Rushi.
"Hamba memberi salam kepada Yang Mulia. Nama saya Kitsune. Saya adalah anak dari rubah yang pernah Yang Mulia berikan pertolongan. Waktu itu, adik perempuan saya butuh biaya pengobatan, tapi kami tidak memiliki uang, hingga akhirnya Yang Mulia memberikan ayah saya perhiasan milik Yang Mulia," kata Kitsune.
Ha? Rubah itu juga memiliki seorang anak laki-laki? Bagian mana yang tidak aku baca? Stt, kata Ratu Rushi dalam hati.
"Baiklah, tapi kenapa kau bersikap aneh dengan mengawasi kami?" tanya Ratu Rushi.
"Bagi kami kaum rubah, jika seseorang memberi pertolongan maka kami akan berhutang budi. Sebaliknya, jika seseorang menyakiti kami, maka kami juga tidak akan segan membalas mereka," kata Kitsune.
"Yang Mulia sudah menolong adik saya dan keluarga saya. Jadi, sebagai balas budi, saya tidak bisa menampakkan diri dan mengawasi Yang Mulia dari jauh, memastikan keselamatan Anda," kata Kitsune.
Ratu Rushi yang tersadar langsung menatap pria itu. "Kalau begitu, mengenai warung makan...."
Kitsune baru saja ingin memberitahu hal itu. Ia menyerahkan dua helai bulu bercorak emas dan cokelat.
...Visual Kitsune...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Bzaa
semakin banyak yang mengikuti
2024-12-21
1
Dina⏤͟͟͞R
😳😳😳pengikut rushi bertambah
2023-03-01
1
Emak
siruverash, tdk cukup mengasingkan, tapi masih menindas ratu rushi🤬🤬🤬
2023-02-19
1