‘’Cepat tangkap wanita ini!’’ perintah pemilik toko.
Ratu Rushi melotot karena ia langsung ditangkap dan dibawa ke rumah penghamikan.
‘’Beraninya kalian menyentuhku tanpa izin!’’ seru Ratu Rushi.
Namun, tidak ada yang peduli dengan omongannya. Pemilik toko tersenyum miring, melihat Ratu Rushi dibawa pergi oleh warga.
‘’Heh! Aku tidak akan membiarkan wanita itu membuka mulut,’’ kata pemilik toko.
......................
Rumah Penghakiman
Ini adalah tempat untuk memberi hukuman kepada orang yang melakukan kejahatan. Kepala hukum sampai bingung melihat orang-orang berdatangan sambil membawa Ratu Rushi.
‘’Hukum dia!’’
‘’Wanita ini melakukan penipuan!’’
‘’Beri dia hukuman yang berat!’’
‘’Sudah sepantasnya wanita ini diasingkan karena memiliki sifat buruk!’’
Kepala hukum mencoba untuk menenangkan keramaian itu, dan bertanya mengenai kasus Ratu Rushi. Pemilik toko memberi kesaksikan kalau wanita itu telah menipunya dengan tidak membayar baju yang ia beli.
‘’Apakah itu benar?’’ tanya Kepala Hukum.
‘’Semua melihatnya sendiri kalau aku membayar pemilik toko ini,’’ kata Ratu Rushi.
Pemilik toko langsung menyerahkan kantong uang kepada kepala hukum untuk diperiksa.
Kepala hukum terbelalak dan menatap Ratu Rushi dengan wajah kusut. ‘’Kau sudah diasingkan, dan sekarang membuat ulah lagi?’’
‘’Apa maksudmu?’’ tanya Ratu Rushi.
Kepala hukum melonggarkan tali kantong, lalu mengeluarkan isinya. Ratu Rushi menatap puluhan krikil yang berserakan di lantai.
‘’Orang yang melakukan penipuan akan diberi hukuman cambuk dan disiram air panas. Kau telah menipu pemilik toko ini dengan membayarnya menggunakan kerikil. Maka dari itu berikan wanita itu hukuman!’’ perintah Kepala Hukum.
Kepala Hukum memerintah bawahannya untuk menyeret Ratu Rushi. Wanita itu meronta-ronta dan berusaha menjelaskan.
Pemilik toko tersenyum miring melihat wanita tadi akan diberi hukuman.
‘’Ck! Aku tidak punya pilihan lain,’’ kata Ratu Rushi.
Ratu Rushi mencengkeram bahu kedua pengawal lalu mendorong tubuhnya untuk melompat dan memutar badan ke belakang. Semua orang terkejut melihal itu, terutama pemilik toko.
‘’Jangan bergerak!’’ seru semua pengawal mengepung Ratu Rushi.
‘’Ini adalah Rumah Penghakiman, kan? Lalu kenapa aku tidak diberi kesempatan untuk membela diri?’’ tanya Ratu Rushi.
‘’Penjahat tidak memiliki hak seperti itu!’’ tegas Kepala Hukum.
‘’Mm~ itu berarti kinerja orang yang bertanggung jawab penuh mengelola tempat ini, bisa aku pastikan kalau dia adalah orang yang tidak mengerti tata krama. Apakah aturan mengajarimu menjatuhkan hukuman sebelum menyelidiki kebenaran?’’ kata Ratu Rushi.
Kepala hukum memasang wajah kusut. ‘’Aku adalah orang yang paling mendedikasikan diriku kepada hukum, dan jika ada orang yang mengataiku tidak mengerti tata karma, maka aku tidak akan membiarkan pemikiran itu terjadi. Baiklah, aku akan memberimu waktu 10 menit untuk membela diri. Tapi … Kalau dirimu memang terbukti bersalah dan hanya berusaha mengulur waktu, maka aku akan menambah hukumanmu.’’
‘’2 menit sudah cukup. Aku bukan orang yang suka basa-basi,’’ kata Ratu Rushi.
Ia menoleh ke arah pemilik toko yang sudah terlihat frustasi.
‘’Aku ingin semua pelanggan hari ini dari toko itu berkumpul di depanku sekarang juga!’’ perintah Ratu Rushi.
Namun, tidak ada yang mendengar hal itu, membuat kepala hukum memanggil semua orang yang dimaksud. Tidak lama kemudian, beberapa orang yang merupakan pelanggan berkumpul.
Sebelumnya Ratu Rushi mengakui kalau dirinya memang tidak membayar pemilik toko dengan uang koin, melainkan batu krikil.
‘’Kalian dengar itu?! Dia memang menipuku! Cepat hukum dia sekarang juga!’’ teriak pemilik toko.
‘’Diam! Kau tidak diberi hak untuk bicara di tempat ini!’’ seru Kepala Hukum.
Ratu Rushi mengeluarkan baju yang sempat ia beli tadi. ‘’Baju ini, sebelum memakainya aku sudah tahu.’’
Srek!
Dengan sekali tarik, 5 pasang baju itu langsung robek. ‘’Apakah kau berpikir aku akan membayarmu 500 koin emas dengan kualitas baju seperti ini? Bukan aku saja, tapi semua pelanggan itu juga ditipu.’’
‘’Apa kau memiliki bukti kalau mereka ditipu?’’ tanya Kepala Hukum.
‘’Tentu saja aku memilikinya,’’ kata Ratu Rushi mengeluarkan brosur.
‘’Bagaimana mungkin? Aku sudah membakar brosur itu, dan menggantinya dengan brosur lain!‘’ kata pemilik toko tanpa sadar dirinya keceplosan.
...Visual Ratu Rushi...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
beybi T.Halim
wajahnya kayak Haruka Nakagawa yah😀
2024-12-29
1
Kartika Lina
visualnya keren,, cantik dan ada aura ketegasan
2024-02-21
1
Defrin
Keceplosan deh pemilik toko... Kasian....
2023-04-18
1