Adara segera menghubungi Gustiano untuk mengabarkan tentang berita penyerangan, “Kapten, pasukan GDR akan melakukan serangan balik menuju posko perlindungan dalam kurun waktu 4 jam.”
“Apa?! Apakah mereka sudah mengirim pasukan bantuan?! Aku akan mengabarkan hal ini tapi, dari mana kamu mendapatkan informasi ini?”
“Kemungkinan mereka sedang dalam perjalanan, aku mendapat informasi dari seorang pria.”
“Apakah kau mengenalnya?”
“Tidak.”
“Sebuah informasi yang tidak jelas..., Baiklah, aku akan memerintahkan pasukan khusus yang berada di Jonava untuk kembali ke posko, jaga-jaga jika serangan itu benar-benar terjadi....”
Komunikasi berakhir, Gustiano memerintahkan pasukan khusus melalui alat komunikasinya untuk kembali ke posko dan mengabarkan tentang penyerangan yang akan dilakukan oleh GDR.
Setelah memerintahkan pasukan khusus untuk kembali Gustiano mengirimkan lokasinya kepada seluruh anggota tim Harphera untuk segera berkumpul secepatnya.
Adara mendapatkan pesan lokasi Gustiano dan segera menuju ke lokasi tempat Gustiano sedang berada, di sub-distrik Hekava sebelah barat dari distrik Henaya.
Setelah sampai di Hekava dengan panduan dari peta digital, seluruh anggota datang pada waktu yang sama dan Adara mulai menceritakan apa yang dia alami.
Adara menceritakan tentang pria misterius yang memberikan informasi serangan dari GDR.... Namun, Adara juga merasa bahwa dia familiar dengan suara pria tersebut, “Aku merasa seperti sangat familiar dengan suaranya.... Tetapi, aku tidak bisa mencocokkan suara siapa itu.”
Gustiano berpikir sejenak tentang pria tersebut. Gustiano sempat berpikir apa yang dikatakan oleh pria itu bisa saja adalah kebohongan atau bisa saja dia adalah agen GDR. Gustiano memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Tetapi, kali ini mereka harus menggunakan sebuah mobil untuk mempercepat pergerakan.
Tim Harphera masuk ke mobil dan mulai berjalan di sisi selatan kota Utinida yang merupakan sisi terdekat dengan posko perlindungan. Jadi jika serangan datang lebih awal mereka dapat dengan cepat kembali ke posko untuk menyerang balik musuh.
Sesampainya di sisi utara kota Utinida atau yang bernama "Metavhora" mereka masing-masing menuju ke gedung tertinggi untuk mengamati situasi dan tetap berjaga sampai 4 jam kemudian.
Selama mengamati situasi mereka secara bergantian berpatroli di area Metavhora setiap 30 menit.
Setelah menunggu selama 4 jam lebih mereka belum menerima kabar serangan atau laporan dari pasukan khusus yang diperintahkan untuk berjaga di posko dan Gustiano sepertinya sudah mulai menganggap apa yang dikatakan pria itu adalah bohong. Namun, beberapa saat kemudian semua anggota tim Harphera menerima panggilan komunikasi dari pimpinan pasukan khusus regu 1 dan pasukan khusus melaporkan bahwa pasukan GDR sekarang sedang menyerang posko dan merebut kembali beberapa pos dan kamp militer yang telah pasukan GDR dirikan.
Mendengar berita itu tim Harphera langsung turun dari gedung dan masuk ke dalam mobil lalu segera kembali ke posko untuk membantu melakukan serangan pertahanan diri.
Sesampainya di posko tim Harphera melihat pasukan GDR yang telah mengepung posko dan menyerang dengan membabi-buta.
Pasukan GDR yang menyadari tim Harphera baru saja kembali ke posko mengubah arah serangan ke arah tim Harphera. Tim Harphera yang di serang dari berbagai arah langsung keluar dari mobil yang akan meledak dan Partiasari membuat sebuah perisai setengah bulat yang melindungi mereka semua dari serangan.
Raska mengeluarkan bom asap yang membuat semua area menjadi kabut dan hanya ada asap putih.
Gustiano, Raska, dan Adara menyerang balik semua prajurit GDR dan menghabisi mereka semua.
Adara memukul semua prajurit GDR hanya dengan 1 pukulan yang dapat menewaskan mereka. Bahkan, saat prajurit GDR akan menyerang Adara, Adara akan menghindari setiap serangan dengan sangat cepat dan menyerang balik mereka yang berhadapan dengan Adara.
Gustiano mengayunkan pedangnya dengan sangat lincah dan menebas semua musuh dengan pedang yang telah dialiri kekuatan es yang membuat pedang itu menjadi setajam kaca atau mungkin selevel pisau obsidian.
Namun, sebuah kendaraan tempur yang mirip tank tapi, lebih besar datang menyerang menyerang semua yang ada di depannya.
Adara hadir dan menghadang serangan tank tersebut. Tetapi, tank itu tetap menyerang dengan peluru kinetik yang berasal dari laras Railgun. Adara menyerap semua energi kinetik dari peluru itu dan membalikkan serangannya kembali ke tank itu.
Tank tersebut hancur. Namun, lebih banyak tank yang datang....
“Apa?! Ada lagi?!”
Gustiano menyerang tank pertama dengan menusukkan pedangnya ke sela-sela tubuh tank dan mengaliri pedangnya dengan kekuatan api dan petir. Akibat pencampuran antara api dan petir tank yang dialiri kekuatan dari Gustiano meledak dan hancur berkeping-keping.
Raska menyerang tank dengan membuat pisaunya dapat menembus objek dan pisau yang dilemparkan oleh Raska mengenai sistem vital dan pengendali dari tank tersebut dan merusaknya hingga tidak dapat beroperasi.
Sementara Adara berlari menuju salah satu tank dan melompat ke atas tank lalu meninju tank layaknya samsak hingga penyok dan Adara turun ke bagian belakang tank yang berisikan mesin penggerak lalu menghancurkannya dan meledaknya hanya bermodalkan tangan kosong.
“Kendaraanmu bukanlah tandinganku...,” ucap Adara setelah menghancurkan tank dengan nada sombong.
Sementara itu Partiasari menghabisi musuh-musuh dengan kekuatannya. Bahkan, Partiasari membuat busur dari tali biru yang merupakan kekuatan dari Partiasari.
Dikarenakan kondisi sudah terdesak pasukan GDR yang menyerang pun harus segera mundur dari pertempuran. Tetapi, Partiasari berhasil menangkap beberapa dari mereka sementara prajurit GDR yang selamat terus berlari mundur dari pertempuran.
Serangan berakhir dengan mundurnya pasukan GDR dan Area yang hancur.
Setelah serangan dari GDR semua personil dari Harphera dan pasukan khusus langsung membantu para warga dan membangun benteng pertahanan untuk mencegah pasukan GDR menembus pertahanan.
*Sementara itu di sisi lain*
“Jenderal, pasukan yang kita kirim untuk menyerang posko telah dikalahkan dengan cepat.”
“Sudah kuduga. Kemampuan Askazh Special Guards Unit memang harus diperhitungkan.” “Tetapi, setidaknya ini memberi waktu untuk yang lain bisa kembali membangun pos militer..., seluruh kota telah kita kuasai, hanya kota Utinida yang belum kita kuasai.”
*Kembali ke tim Harphera*
Semua personil dan petugas sangat sibuk membantu para warga dan prajurit yang terluka. Bahkan, terdapat beberapa orang warga yang ingin ikut membantu warga lain dan seluruh warga yang telah diselamatkan mulai menganggap bahwa ini bukanlah rencana revolusi dari Groupe D'unité Révolutionnaire melainkan sebuah rencana untuk menginvasi setiap wilayah dari planet di Ganivhera dan membentuk negara baru.
Setelah beberapa hari kondisi posko mulai kembali normal dan semua warga dapat ditenangkan dan Tim Harphera kembali memutuskan untuk kembali melakukan penelusuran sekaligus berpatroli untuk memastikan apakah para pasukan GDR telah membangun pos militer di sekitar kota Utinida.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments