Barang dan Persediaan

Keesokan harinya Adara bangun di pukul 4:30 dia mulai bersiap-siap untuk mengambil barang-barangnya yang berada di gudang...

Pukul 7:26 Adara keluar dan pergi ke gudang yang disebutkan oleh Alicy.

Adara sampai di gudang yang dimaksud oleh Alicy dan membukanya dengan kartu kamarnya sekaligus sebagai kartu untuk gudangnya...

Sebelum membuka gudang Adara melihat kartu kunci miliknya, “Aku heran kenapa kartu kunci kamar dan gudang tidak dibedakan saja?” lalu Adara membuka gudang dan melihat semua barang miliknya sudah berada di sana apalagi barang-barang sudah ditata dengan sangat rapi...

“Wow. bahkan, mereka juga tidak sembarangan meletakkan barang-barang...,” lalu Adara berjalan masuk dan mengecek setiap barang miliknya yang ada di gudang tersebut.

Adara mengambil beberapa barang seperti foto, pakaian, dll..., “Yah kurasa ini saja yang harus kubawa,” Adara keluar membawa barang-barangnya ke asramanya, tidak lupa ia juga sebelum pergi mengunci kembali gudang...

Di saat Adara membawa membawa barang-barangnya ia bertemu dengan Alicy...

Alicy menyapa Adara sambil tersenyum, “Hai Adara, apakah kamu sedang mengantar barangmu untuk ke kamarmu? inginku panggilkan pengantar untuk membantumu?”

“Tidak perlu, lagi pula barang yang ku bawa sedikit...”

“Oh begitu, aku ingin memberitahumu untuk mengikuti setelah kamu membawa barang-barangmu...”.

“Baiklah Alicy...”

“Bagus, aku akan menunggumu...”

Adara pergi meninggalkan Alicy sementara Alicy menunggu Adara mengantar barangnya...

Singkat cerita, Adara selesai mengantar barangnya dan kembali ke Alicy lalu Alicy mengantarnya ke sebuah tempat yang penuh persenjataan..., “Ini adalah tempat di mana senjata disimpan.”

Alicy terus menuntun Adara di tempat tersebut dan mengarahkan pada suatu ruangan yang berisi senjata yang cukup berbeda dengan yang telah Adara lihat.

Adara mengikuti Alicy sambil melihat isi dari ruangan itu, “Senjata apa ini? semuanya berbeda dengan senjata yang kita lihat sebelumnya. Bahkan, senjata di sini berbeda-beda bentuk...”

“Yang kamu lihat ini sekarang adalah ruangan persenjatan khusus untuk para prajurit kelas atas dan pasukan khusus. Bahkan, anggota ASGU pun menggunakan senjata khusus dari sini...” Alicy berjalan ke salah satu senjata yang memiliki bentuk seperti sarung tangan...

“Tapi bukan kah kamu bilang kalau anggota ASGU dipilih berdasarkan kemampuan unik mereka?”

Alicy berbalik ke arah Adara, “Ya tentu saja. Namun, ASGU juga membutuhkan alat yang bisa membantu dan meningkatkan performa mereka di medan tempur...,”

Alicy mengambil sarung tangan tersebut dan menyerahkannya kepada Adara..., “Ini adalah sarung tangan turbo...”

Adara mengambil sarung tangan itu dari Alicy dan memerhatikan sarung tersebut, “Apa ini untukku? apa fungsinya?”

“Ya itu untukmu, fungsi sarung tersebut adalah untuk meningkatkan kecepatan pukulan dari tangan seseorang. dan kamu adalah orang yang cocok untuk menggunakan ini sebagai alat untuk meningkatkan performamu.”

“Benarkah? tapi jika aku menggunakan alat ini apakah kemampuan asliku menjadi tidak berguna?” Adara masih melihat-lihat sarung itu.

“Tidak, alat itu hanya akan membuat tanganmu bergerak lebih cepat dan lincah. Namun, kekuatan aslimu tetap sama.”

Alicy membawa Adara ke sebuah tempat yang terlihat seperti tempat latihan atau simulasi medan tempur...

“Kamu bisa mencoba sarung itu di sini,” Alicy mengaktifkan sebuah alat yang membuat seisi ruangan berubah menjadi lapangan tempur.

“Tempat apa ini?” Adara melihat sekelilingnya dengan cukup bingung

“Ini adalah simulasi medan tempur yang didesain untuk latihan dan uji coba senjata,”

“Cobalah sarung itu, dan aku akan melakukan perhitungan di sini,” Alicy berdiri di kaca 2 arah.

Adara pertama-tama memulainya dengan pukulan tanpa sarung ke sebuah target hingga membuat target tersebut hancur berkeping-keping, setelah itu Adara mencoba untuk memukul target dengan sarung tangan tersebut, Adara tidak melihat semacam perbedaan signifikan terhadap sarung tersebut.

Namun, tiba-tiba ada sekelompok orang yang menembaknya. Adara yang terkejut langsung menghindari tembakan dan bersembunyi di balik kotak-kotak...

Adara bertanya-tanya apa yang kenapa ada yang menyerangnya padahal dia sedang melakukan percobaan dengan sarung tersebut...

Adara melepas sarung tersebut dan berlari sambil menghindari serangan dan Adara berhasil memukul 1 satu dari kelompok tersebut hingga orang tersebut terpental cukup jauh serta orang tersebut tidak dapat bergerak lagi...

Kelompok yang lain melihat rekannya diserang langsung menyerang balik Adara. Namun, Adara bergerak dengan sangat cepat dan merebut senjata milik salah satu kelompok tersebut dan Adara langsung menghabisi mereka semua...

“Hah, siapa mereka...,” Adara berjongkok dan melihat mayat kelompok tersebut, kemudian Alicy langsung mematikan sistem simulasi dan mulai berjalan menuju Adara...

Tidak disangka Jenderal Ryand juga berada di sisi Alicy berjalan sambil bertepuk tangan..., “Luar biasa! kau tidak hanya menggunakan kekuatanmu, kau juga menggunakan insting dan kecepatanmu untuk menyerang balik mereka semua.”

“Apakah mereka semua hologram?” Adara menoleh ke arah mereka berdua setelah mengecek mayat-mayat itu.

Jenderal Ryand dan Alicy berhenti di hadapan Adara yang baru saja berdiri, “Ya, mereka semua adalah hologram dan aku cukup terkesan saat kamu langsung menyerang balik mereka dibandingkan memikirkan siapa mereka...,”

“Jangan terlalu memuji Jenderal, itu adalah hal yang harus dimiliki semua orang untuk melindungi diri mereka sendiri.”

Alicy melihat catatan hologram yang dia pegang dan mengatakan hasil dari uji tersebut, “Setelah ku catat sarung itu memang tidak memberikan dampak yang signifikan, dan gerakan pukulanmu memang sudah cepat sebelum menggunakan sarung tersebut sehingga tidak memberikan dampak yang begitu besar...”

“Berarti kemampuan Adara memang berasal dari dirinya sendiri..., aku seperti merasa pernah melihat seseorang dengan kekuatan yang hampir sama denganmu tapi sayangnya dia hanya tokoh fiksi..., ucap Jenderal sambil sedikit menyeringai.

“Jika dilihat kemampuanmu memang cukup mengerikan apalagi jika benar-benar ada orang terkena pukulanmu...”

“Mungkin hanya bermodalkan armor dan perisai kamu bisa menerobos masuk markas musuh...”

Alicy pergi meninggalkan menuju ruangan persenjataan untuk meletakkan kembali sarung tangan tersebut.

“Bicara soal kemampuan..., seperti apa kemampuan anggota lain(ASGU)?”

“Mereka semua memiliki kemampuan unik, tetapi salah satu yang membuatku terkesan sekaligus penasaran adalah Gustiano..., kemampuannya sangatlah unik yang di mana dia dapat mengendalikan atau memanipulasi api, petir, dan es dia layaknya seorang penyihir di dunia fantasi, serta dia adalah satu-satunya orang yang menggunakan pedang besar saat bertarung...”

“Mengendalikan api? petir? es? bagaimana bisa?” tanya Adara dengan kebingunan.

“Aku juga heran bagaimana cara dia bisa melakukan itu..., kami juga sudah melakukan penelitian pada Gustiano. Namun, tidak ada yang berhasil dijelaskan..., sekaligus akhirnya kami membuat alat yang memiliki lu kemampuan serupa. Tetapi, tetap tidak sekuat kekuatan milik Gustiano.”

“Begitu ya..., bagaimana dengan anggota lainnya?”

“Anggota lain? ambil contoh Partiasari. Dia memiliki kemampuan untuk mmendengar sesuatu dengan sangat jelas, jadi kemampuannya jelas sangat berguna untuk mendengar suara yang tidak jelas atau mendeteksi ancaman sebelum diserang....”

Alicy kembali dan mengatakan bahwa Adara akan berlatih atau uji kemampuan langsung bersama salah satu rekannya, “Jenderal sesuai dengan perintah Anda, Adara akan berlatih dan uji tempur dengan satu orang.”

Adara penasaran siapa orang yang disebutkan oleh Alicy untuk berlatih bersamanya “Berlatih dengan satu orang? siapa?”

“Kamu tebak sendiri,” kemudian Jeneral Ryand dan Alicy pergi kembali tempat mereka akan mengawasi pelaksanaan latihan atau uji, lalu datang seseorang yang menghampiri Adara...

Terpopuler

Comments

Neonnorey

Neonnorey

kenapa ada singkat cerita thorr.... jadi berasa dongeng aja... bukan novell... saran aja thor di bedakan letak paragrafnya aja thorr hehe

2023-06-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!