Latihan

Di sebuah semesta lain...

Seseorang menyebutkan galaksi di Askazh, “Tuan, ini adalah semesta Askazh..., Semesta yang hanya berisi 9 galaksi berpenghuni yaitu Rainda'khe(Dokromatus), Ganimade(Ranthopsa), Vunashima(Pillasotha), Balarium(Temnhaphia), Lanekhave(Kovavius) Chake(Ioposa), Danaria(Yuvkalf), Haphasia(Akhbaru), dan Yendra(Vukanashi) Mereka semua adalah kelompok manusia yang memiliki bangsa berbeda di setiap galaksi mereka, juga tiga di antara mereka adalah anggota dari Askazh Defend Field yang memiliki tugas untuk melindungi dunia mereka.”

“Mereka bukanlah tandingan kita..., apakah semua persiapan sudah selesai?”

“Sudah tuan, hanya perlu menunggu perintah anda.”

“Ini akan menghabiskan energi yang sangat besar...”

...****************...

“ADARA! KAMU DI SINI RUPANYA,” Raska datang dengan berteriak sambil melambaikan tangannya.

“Oh Raska, kukira tadi siapa yang akan menjadi rekanku,”

“Aku juga tidak menyangka jika akan menjadi partner latihanmu!” ucap Raska yang cukup bersemangat.

Kemudian Jenderal Ryand berbicara dengan pengeras suara di balik ruangan simulasi tersebut, “Kalian akan berlatih dengan tingkat kesulitan yang akan terus ditingkatkan setiap kalian berhasil menyelesaikan satu fase, saya harap ini dapat meningkatkan kerjasama antara kalian.”

Setelah itu ruangan simulasi yang luas berubah menjadi medan tempur dan sejumlah hologram pasukan musuh muncul. Tetapi, kali ini berbeda..., hologram musuh menggunakan pedang dan memiliki kekuatan yang mirip seperti Gustiano.

Hologram mulai menyerang Adara dan Raska, mereka berdua menghindar ke arah yang berlawanan..., Adara bersembunyi ke kotak di sebelah kirinya sementara Raska bersembunyi ke kanan.

“Ini hologram eksperimen untuk simulasi senjata yang berdasarkan kemampuan Gustiano,” kata Raska sambil menunduk di balik kotak.

“Entahlah aku tidak peduli, tujuan kita hanyalah menghabisi mereka semua secepatnya!” Adara keluar dari balik kotak dan berlari menyerang hologram tersebut.

“Eh- Adara tunggu!” Raska menyusul Adara yang berlari maju menyerang hologram.

Adara bergerak dengan sangat cepat menyerang dan memukul hologram musuh sementara Raska yang menyusul segera membantu Adara menghabisi hologram itu dengan bermodalkan pisau militer di tangannya.

Raska menggorok leher hologram hingga terjatuh lalu, Raska melompat ke arah hologram dan menendang hologram yang akan menyerang Adara lalu menusuknya dengan pisau.

Adara menghabisi sebagian besar dari jumlah hologram hanya dengan pukulan dan kecepatan geraknya..., Ruangan simulasi kemudian berubah kembali menjadi ruangan simulasi biasa lalu Jenderal Ryand dan Alicy kembali menghampiri Adara dan Raska..., “Bagus, padahal itu adalah simulasi dengan tingkat tersulit tetapi kalian bisa menyelesaikan semua itu,” ucap Jenderal sambil bertepuk tangan.

Jenderal Ryand dan Alicy berhenti, “Dari hasil latihan kalian, Adara lebih banyak menghabisi musuh dengan total 36 musuh yang dihabisi sementara Raska hanya menghabisi 12 musuh,” ucap Alicy sambil memegang catatan hologram elektronik.

“Itu bagus, Raska kenapa kamu hanya menghabisi sedikit musuh?” tanya Jenderal sambil menyeringai.

Raska memalingkan wajah, “Y-Yah mau gimana lagi Adara aja langsung main serbu dan serang duluan.”

“Oh? jadi dengan kata lain kamu telat dalam menyerang musuh? bagaimana kalau diulang saja? tapi kali ini hanya kamu yang akan berada di ruangan simulasi sementara Adara akan mengawasimu dari luar,” tanya Jenderal Ryand sambil tersenyum dan menyeringai.

“Baiklah! Aku akan melakukannya demi harga diriku!”

Jenderal Ryand, Alicy, dan Adara pergi dari ruangan simulasi dan mengawasi tes pelatihan Raska.

Ruang simulasi kembali berubah menjadi medan tempur dan hologram musuh kembali dimunculkan lagi..., “Alicy, seperti apa kemampuan Raska?”

“Raska memiliki kemampuan untuk berpindah dengan menggunakan pisau miliknya.”

Raska melemparkan pisau ke belakang musuh lalu berpindah sangat cepat dengan menggunakan pisau yang telah dia lemparkan dan langsung menghabisi musuh dengan menggunakan pisau lain.

Raska menghabisi semua musuh sendirian tanpa terkena serangan dari hologram musuh sekali pun. Bahkan, setiap lemparan pisau milik Raska selalu mengenai musuh-musuhnya..., Raska berhasil menghabisi 38 hologram musuh.

Latihan selesai dan ruangan simulasi kembali berubah menjadi ruangan biasa. Jenderal Ryand, Alicy, dan Adara menghampiri Raska..., “Kamu membuat progres yang bagus Raska,” kata Jenderal Ryand sambil bertepuk tangan.

Raska menoleh ke arah yang berlawanan sambil menyilangkan tangannya, “Sudah kubilangkan? aku hanya telat menyerang dari Adara,”

“Walau begitu, kamu tetap harus berhati-hati karena medan yang kamu hadapi akan berbeda, karena pemberian tugas resmi kalian tidak akan lama lagi.”

“Baiklah, dimengerti!” jawab Adara dan Raska dengan tegas.

“Bagus sekarang kalian boleh keluar,” Kemudian Adara dan Raska keluar dari tempat latihan, mereka mulai berbicara satu sama lain..., sementara Jenderal Ryand dan Alicy masih berada di tempat latihan untuk berdiskusi

“Raska, apa yang Jenderal maksud dengan penugasan resmi? apakah kalian sekarang sedang tidak bertugas?” tanya Adara dengan sangat penasaran sambil berjalan menuju asrama bersama Raska.

Sambil berjalan Raska membalas pertanyaan Adara, “Ya, kami sedang libur jadi kami kembali ke markas utama.”

“Ouh..., baiklah aku mengerti. Tetapi, Apakah kamu tahu misi apa yang akan Jenderal berikan?”

“Aku tidak tahu, yang pasti misi yang diberikan oleh Jenderal tentu bukan tugas yang mudah jadi aku di sini akan menjadi senior yang akan membimbingmu!” ucap Raska dengan bersemangat.

“Lalu bagaimana dengan anggota lain yang menjalankan misi di saat yang lain sedang santai?”

“Mereka mendapat misi langsung dari pemerintah pusat, jadi mereka harus langsung berangkat untuk menjalankan misi..., aku sendiri tidak tahu misi apa yang sedang mereka jalankan...”

“Begitu ya...”

Pukul 13:34 Adara dan Raska sampai di asrama dan mereka bertemu dengan Gustiano dan Partiasari yang sedang jalan bersama..., “Halo Adara, Raska dari mana saja kalian?” sapa Gustiano.

“Oh Gustiano dan Partiasari! kami baru saja latihan dan mendengarkan ceramah dari Jenderal Ryand, kalau kalian sedang apa?”

Partiasari membalas dengan senyuman, “Kami baru saja akan keluar untuk berkeliling di kota, kalian mau ikut?”

“Tidak, kami ingin kembali saja...”

Adara kemudian tiba-tiba bertanya dengan kemampuan dan kekuatan Gustiano, “Gustiano, seperti apa kemampuan api, petir, dan es mu itu?”

Gustiano terkejut saat Adara bertanya tentang hal itu, “Oh, sepertinya Jenderal sudah memberitahumu akan hal itu..., yah aku memang memiliki kemampuan tersebut.”

“Kau memiliki kekuatan yang sangat berbeda dengan orang lain..., Aku harap aku juga bisa menggunakan kekuatan yang lebih dari satu....”

Gustiano melipatkan tangannya dan membalas Adara, “Aku harap aku memiliki seseorang yang bisa mewarisi kekuatanku..., kami pergi dulu, bersantailah dengan nyaman,” kemudian Gustiano dan Partiasari pergi menuju kota untuk jalan-jalan.

Setelah Gustiano dan Partiasari pergi, Raska dan Adara masuk ke asrama. Namun, rasa penasaran akan kemampuan yang dimiliki oleh Raska membuat Adara ingin bertanya.

“Raska..., bagaimana cara kamu berpindah dengan sangat cepat menggunakan pisau milikmu itu?”

“Sepertinya kamu sudah sangat banyak bertanya tentang kekuatan yah, pisau ini adalah peninggalan dari buyutku..., aku menemukan pisau ini saat sedang membereskan kamar ayahku, ayahku pernah menggunakan pisau ini. Tetapi, dia tidak bisa menggunakan kekuatan asli dari pisau ini dan hanya aku yang bisa menggunakan kekuatan dan potensi senjata ini....”

“Sepertinya buyutmu adalah orang yang sangat hebat.”

“Bisa dibilang aku adalah pewaris kemampuan buyutku jadi aku harus menggunakannya dengan baik dan bijak....”

Setelah berbincang-bincang mereka kembali ke kamar masing-masing..., pada pukul 18:30 Alicy mengirimkan pesan melalui sebuah alat yang mirip dengan smartphone dan pesan itu berisi...

"Libur telah selesai kini menjalani tugas baru..., aku harap kalian telah bersenang-senang dan melepas stres, Pertemuan untuk pemberian misi akan dilaksanakan pada 23 Dekalaksa 3467 (23 Maret tahun 3467) jangan sampai terlambat.

-Alicy Yovalov"

Adara melihat pesan itu dan membacanya..., “Berarti pemberian misi akan dilaksanakan 2 hari lagi, aku tidak boleh terlambat..., dan aku baru tahu jika itu adalah nama asli Alicy...” Adara menyeringai saat melihat nama asli Alicy.

Terpopuler

Comments

Neonnorey

Neonnorey

hologram tu apa thorr

2023-06-03

0

Neonnorey

Neonnorey

wahh ngeri amat huhu

2023-06-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!