Undangan

Seusai mengantar wanita itu pulang, Adara juga kembali ke rumahnya dan langsung terbaring di kasur setelah melewati hari yang begitu panjang menantang...

Keesokan harinya Adara bangun kesiangan karena pulang terlalu larut akibat menyelamatkan seorang wanita dari bandit.

Adara mendengar seseorang yang mengetuk pintu depan rumahnya dan Adara langsung menuju ke pintu depan lalu membuka nya...

“Selamat siang,” seorang pria tidak dikenal berada di depan pintu. Tetapi, dia menggunakan pakaian elegan dan hitam.

“Selamat siang, Ada apa?” Tanya Adara setelah membuka pintu depan.

“Anda mendapat undangan langsung dari 'Askazh Defend Field'” ucap pria tersebut dengan gaya bicara yang serius.

“Apa?Benarkah?!” Adara terkejut saat pria itu mengatakan hal itu. Walau begitu, bukan berarti Adara bisa langsung percaya pada dia, mungkin saja dia adalah penipu...

“Ya, kami akan mengantarmu ke markas kami.” Pria itu memperlihatkan mobil dinas ADF yang sangat khas, Adara mulai percaya bahwa itu benar-benar undangan langsung dari ADF.

“Aku akan ikut kalian. Tetapi, izinkan aku untuk mandi terlebih dahulu.”

“Tentu saja,”

Adara mengajak pria tersebut untuk masuk ke rumahnya sebagai tamu terhormat, Sambil menunggu Adara...

Setelah mandi dan berpakaian yang rapi Adara dan pria berpakaian hitam tersebut menuju ke mobil dan segera pergi ke markas ADF.

Ini adalah impian tertinggi Adara untuk diundang dan dia berharap bahwa dia akan menjadi bagian dari ADF.

Dalam perjalanan Adara melihat pemandangan desa tempat dia tinggal, Adara berharap bahwa undangan ini bisa mengubah nasib hidupnya...

Setelah perjalanan yang cukup panjang mereka sampai di gerbang depan markas 'Askazh Defend Field' Apabila juga melihat tower yang menjulang tinggi dan infrastruktur yang sangat maju di sana.

Mereka masuk melalui gerbang depan, setelah itu pria tersebut dan Adara keluar dari mobil kemudian pria itu mengantarnya kepada ketua staf pasukan ADF yang bernama Joshep...

“Senang bertemu denganmu Adara,” Adara bertemu dengan Joshep dan mereka berdua berjabat tangan...

“Saya adalah ketua staf pasukan ADF, Kamu diundang ke markas ADF karena kami sudah melihat potensi dan kemampuan mu yang hebat.” Ucap Joshep dengan nada yang santai.

“Potensi dan kemampuan ku? Bagaimana anda bisa tahu?” tanya Adara dengan penasaran terhadap pernyataan Joshep...

“Mungkin kamu pernah melihat dia.” Joshep bergeser dan memperlihatkan seorang wanita di belakang Joshep yang terlihat familiar bagi Adara...

“Tunggu... Itu wanita yang ku selamatkan Malam tadi!” Wanita itu melambaikan tangan kepada Adara dan berbicara dengan Adara.

“Perkenalkan, aku adalah Alicy Elia aku adalah sekretaris staf pasukan”

“Aku adalah wanita yang kamu selamatkan malam tadi.”

“Kami melakukan ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kamu, dan apakah kemampuan bisa digunakan di keadaan nyata atau tidak,” ujar Joshep.

“Kami juga yang membuat skenario penculikan tersebut tepat saat kamu akan pulang.” Alicy melanjutkan perkataan Joshep.

“Bagaimana dengan para bandit yang ku habisi?” Adara masih kebingungan dengan situasi nya...

“Tenang, mereka tidak benar-benar mati mereka adalah tentara yang ditugaskan untuk menyamar sebagai bandit. Tetapi, para tentara itu mengatakan kalau pukulan mu benar-benar keras bahkan membuat mereka sempat khawatir dengan misi mereka sendiri...” Alicy menjawab pertanyaan yang membuat Adara kebingungan...

“Begitu, kurasa aku harus meminta maaf para mereka...” Adara tampak khawatir dengan kondisi tentara yang telah dia pukul.

“Kamu tidak perlu khawatir dengan kondisi mereka tapi, kalau kamu tetap ingin meminta maaf kami tidak akan melarang.”

“Kembali ke topik, Jadi kalian mengundang ke sini karena telah melihat kemampuan ku?” Adara sepertinya sangat berharga bahwa undangan itu akan membuat dia menjadi anggota ADF.

Adara, Joshep, dan Alicy berjalan di dalam bangunan utama markas ADF sambil berbicara tentang kemampuan Adara...

“Kami tertarik dengan kemampuan mu yang memiliki dan tenaga lebih banyak dibandingkan orang pada umumnya bahkan, setelah kamu bekerja pun kamu masih tetap memiliki energi yang banyak.”Tutur Joshep.

“Jadi kalian tertarik dengan tenaga ku? Apakah ini bisa membuat ku menjadi bagian dari ADF?” Adara semakin berharap dia akan menjadi bagian dari ADF.

“Ya tentu saja, bahkan lebih dari sekedar anggota...” Jawab Joshep yang membuat Adara senang dan juga penasaran...

“Lebih dari sekedar anggota? apa maksud anda?” Joshep berhenti berjalan dan mengatakan...

“Kamu akan menjadi bagian khusus dari pasukan ADF Yaitu, Askazh Special Guards Unit.” Adara langsung terkejut saat Joshep mengatakan bahwa dia akan menjadi bagian dari Askazh Special Guards Unit

Askazh Special Guards Unit atau disingkat sebagai ASGU merupakan pasukan yang berisi orang-orang terbaik dari yang terbaik mereka memiliki senjata dan kemampuan khusus tersendiri bahkan, pakaian/seragam mereka bisa berbeda untuk tiap orang.

Tentu ini adalah kesempatan emas dan hal yang langka bagi Adara, karena hanya orang-orang tertentu dan unik yang bisa menjadi bagian dari unit spesial ini apalagi dia diundang langsung oleh pihak ADF...

“Ini adalah permintaan langsung dari jenderal besar yang telah melihat kinerja dan kekuatan mu, dia ingin kamu masuk sebagai anggota dari Askazh Special Guards Unit agar kamu bisa mengasah kemampuan spesial mu, terutama pukulan mu yang keras itu...” ujar Joshep menoleh ke arah Adara.

“Apakah itu berarti aku akan tinggal di sini?”

“Ya, Kamu akan tinggal di sini sebagai anggota unit khusus dan akan diberikan fasilitas terbaik.” balas Alicy sambil tersenyum saat berbicara.

“Lalu bagaimana dengan barang-barang ku di rumah?” Adara agak khawatir dengan kondisi barang-barang di rumah jika dia tinggal di markas ADF.

“Tenang kami akan membereskan nya untuk mu,” ucap Alicy.

lalu Joshep menyuruh Alicy untuk mengajak Adara ke tempat tinggal baru nya, sementara Joshep akan melapor kepada Jenderal...

“Ayo ikuti saya.” Adara mengikuti Alicy keluar dari tower markas dan menuju ke Asrama militer khusus untuk ASGU.

Adara memperhatikan bangunan indah dan berteknologi tinggi dengan kagum, Adara juga melihat banyak kendaraan militer dan tentara yang berbaris.

Adara tiba di tempat yang dimaksud oleh Alicy...

“Baiklah kita sampai, Ini adalah asrama militer khusus untuk anggota ASGU dan kamu besok akan diterima sebagai anggota resmi dari unit ini...”

“Jadi penerimaan keanggotaan kepada ku akan dilakukan besok?” tanya Adara yang penasaran kenapa penerimaan keanggotaan dirinya dilakukan besok...

“Ya, Jenderal merencanakan pemberian keanggotaan ASGU kepada mu besok hari. Tetapi, Jenderal ingin kamu melihat markas dan tempat yang akan kamu tinggali untuk memastikan diri mu siap itu lah kenapa kamu ada di sini...”

“Oh bagus lah, setidaknya aku memiliki waktu untuk bersiap.”

Alicy dan Adara kemudian masuk ke asrama, lalu mereka disambut oleh anggota ASGU yang berada di dalam...

Alicy memperkenalkan Adara kepada semua anggota ASGU...

“Halo semua nya, perkenalkan dia adalah Adara dia akan menjadi anggota baru dan junior kalian di sini,”

“Halo Adara, Nama ku Raska salam kenal.”

“Aku Gustiano.”

“Aku Partiasari.”

Raska, Gustiano, dan Partiasari berjabat tangan dengan Adara secara bergilir.

“Salam kenal juga Raska, Gustiano, Partiasari.” Adara membalas jabat tangan mereka.

“Kemana anggota yang lain? kenapa cuma kalian aja?” Alicy heran kenapa hanya ada Raska, Gustiano, dan Partiasari saja di asrama.

“Mereka semua lagi di luar, latihan atau cuma sekedar jalan-jalan aja mungkin...” Raska menjawab pertanyaan dari Alicy.

“Oh begitu, tolong beri tahu yang lain tentang anggota baru ASGU,”

“Baiklah, nanti akan kami informasikan kepada mereka.” ujar Partiasari.

Adara sedikit terkejut ketika melihat 3 dari anggota ASGU yang tidak seperti dia pikirkan...

“Ku kira mereka akan terlihat seperti orang gagah dan sangar, ternyata tidak juga...” Dalam hati Adara yang cukup terkejut.

“Kenapa Adara? Apa kamu memikirkan sesuatu?” tanya Alicy yang melihat Adara diam.

“Tidak ada, Aku hanya melihat fasilitas di sini yang memiliki teknologi tinggi...”

“Seperti yang telah ku katakan, di sini kamu akan difasilitasi dengan teknologi tinggi...”

“Ku harap kamu akan nyaman tinggal di sini,”

“Pasti!” jawab Adara dengan nada semangat.

“Kalau begitu, tolong kalian perlakukan Adara seperti saudara kalian sendiri, Aku harus pergi dulu...”

“Dimengerti!” Jawab tegas dari Raska, Gustiano, dan Partiasari.

Alicy pergi dari asrama meninggalkan Adara di sana bersama dengan teman-teman baru nya...

Terpopuler

Comments

Neonnorey

Neonnorey

biasanya orang kek gitu gk mikir mandi haha

2023-06-03

0

Neonnorey

Neonnorey

hahaha sempet2 nya lo thorr wkwkw

2023-06-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!