Sisi Timur

Setelah mendengar kabar itu Gustiano kembali menghubungi Raska mengabari bahwa di sisi timur kota Utinida masih ada orang yang terjebak...

“Raska di sini Gustiano masuk, terdapat orang yang masih berada di kota Utinida dan dia sedang ditawan oleh kelompok ekstrimis,”

Raska menjawab panggilan dari Gustiano, “Dimengerti kami akan segera melakukan pencarian dan pengintaian,” ucap Raska

“Kami akan segera menyusul untuk membantu kalian,” balas Gustiano.

Komunikasi berakhir, Adara dan Gustiano pergi meninggalkan posko dan segera menuju ke sisi timur kota Utinida.

Sementara Adara dan Gustiano sedang menuju ke timur kota, Raska dan Partiasari masih dalam pencarian korban...

Raska dan Partiasari terus berjalan mencari lokasi tempat orang yang disebutkan ditawan oleh pasukan ekstrimis, gedung demi gedung mereka lewati dan melakukan sensor deteksi pada area sekitar walau belum menemukan sebuah petunjuk...

Raska dan Partiasari pergi ke sebuah bangunan tinggi dan mencapai puncak dari bangunan tersebut. Mereka berdua mengamati wilayah dari atas dan mereka melihat tiga kendaraan tempur yang sedang berpatroli.

Raska dan Partiasari segera turun dan keluar bangunan, lalu mereka langsung menyergap kelompok tersebut.

Kelompok tersebut terkejut dengan penyergapan lalu mereka menembak Raska dan Partiasari dengan "Railgun" secara bertubi-tubi..., “KITA DISERGAP! SERANG MEREKA!” kelompok tersebut tidak sadar jika mereka sedang berhadapan Askazh Special Guards Unit.

Partiasari membuat sebuah perisai yang melindungi mereka berdua dari hantaman peluru Railgun, setelah Railgun berhenti menyerang area sekitar dipenuhi oleh debu dan sebuah pisau meluncur ke hadapan salah satu kendaraan tempur.

Raska muncul dari pisau di depan kendaraan tempur tersebut dan menyerang semua personil kelompok ekstrimis yang berada di dalam kendaraan tempur...

Setelah Raska menghabisi semua personil kelompok ekstrimis yang berada di satu kendaraan tempur Partiasari membuat perisai di depan Raska yang hampir tertembak oleh Railgun yang lain, Saat Partiasari sedang melindungi Raska Partiasari diserang oleh Railgun musuh yang bersembunyi...

Tepat sebelum peluru menghantam Partiasari, Adara datang dan meninju peluru yang akan menghantam Partiasari dan tinjuan Adara menghasilkan perisai energi yang diserap dari peluru kinetik Railgun.

Gustiano menghancurkan kendaraan tempur mereka dengan serangan petir yang menyambar semua Railgun di kendaraan tersebut..., Sementara itu Raska menghabisi personil kelompok ekstrimis yang masih tersisa..., Adara mengurung tiga orang personil di sebuah perisai yang dia buat hasil dari serapan energi kinetik.

Adara menghampiri Gustiano, “Sekarang apa yang akan kita lakukan pada tiga orang ini kapten?”

Gustiano menoleh ke arah Adara dan menjawab dengan tegas, “Kita interogasi mereka, mereka pasti tahu di mana lokasi warga yang masih menjadi tawanan.”

Tiga personil kelompok ekstrimis terkejut saat melihat lencana keanggotaan ASGU di bahu mereka dan mereka benar-benar sudah salah memilih lawan..., setelah itu tim Harphera membawa tiga orang yang masih berada di dalam perisai ke sebuah gedung kosong..., karena durasi perisai yang telah habis perisai itu juga menghilang. Walau begitu, sebelum tiga personil tersebut dapat bereaksi Partiasari membuat sebuah tali biru yang mengikat mereka dengan kekuatan Partiasari.

Gustiano berjalan dan menghampiri Partiasari, “Langsung kita mulai saja interogasi. Adara, Raska kalian tolong keluar untuk berjaga-jaga jika ada orang atau musuh yang akan menyerang,” ucap Gustiano sebelum Adara dan Raska keluar dari gedung dan...

Interogasi telah dimulai, Adara dan Raska hanya dapat mendengar teriakan dan pembicaraan mereka yang berada di dalam. Adara masih penasaran dengan konflik yang terjadi di planet Tontavi dan Yaphavia, jadi Adara memutuskan untuk bertanya kepada Raska..., “Raska sebenarnya apa yang sedang terjadi di Ganivhera?”

“Hmmm tidak ada salahnya juga memberitahumu tentang hal ini, Ganivhera saat ini sedang mengalami masalah yang serius yang di mana para pemberontak dari Yaphavia berhasil menyerang salah satu distrik yang berperan sebagai pemasok pangan di Yaphavia,” ujar Raska.

“Lalu kenapa mereka sampai melakukan invasi ke planet Tontavi, dan apa awal mula dari konflik ini?”

“Yah, sebenarnya aku juga kurang tahu soal penyebab dari konflik ini..., tetapi yang pasti para pemberontak itu menginvasi Tontavi untuk melakukan serangan ke planet Caza yang merupakan planet utama di Ganivhera, dan para pemberontak itu menyebut diri mereka sebagai 'Groupe D'unité Révolutionnaire' atau lebih dikenal sebagai 'GDR',” ucap Raska

“Dari nama mereka sudah menjelaskan tujuan mereka....”

“Yap, tetapi tidak ada yang tahu apa yang melatarbelakangi pembentukan kelompok ini.”

Saat sedang berbincang-bincang Adara dan Raska kembali mendengar teriakan yang cukup keras dari dalam gedung..., “Wow entah apa yang mereka lakukan, tetapi itu pasti sangat sakit....” ucap Adara.

“Y-yah..., pasti sangat menyakitkan.”

Gustiano dan Partiasari keluar dari gedung sambil membawa tiga personil yang sudah babak belur akibat Gustiano dan Partiasari..., kemudian Gustiano memberitahu info yang mereka berdua dapat dari para personil tersebut kepada Adara dan Raska.

Adara melihat personil yang ditarik oleh Partiasari menggunakan tali birunya, “Wow, mereka semua sudah tidak punya tenaga lagi....”

“Baiklah, informasi yang kami dapatkan dari mereka adalah bahwa para warga yang menjadi tawanan dibawa ke sisi barat dari kota Utinida yang berdekatan dengan distrik 'Henaya' dan mereka juga mengatakan bahwa di sana terdapat banyak prajurit jadi kita harus lebih hati-hati agar tidak membuat para warga menjadi korban...,” ujar Gustiano.

“Jadi apakah kita harus ke sana?” tanya Raska.

“Ya. Tetapi, sebelum itu aku ingin Partiasari membawa tiga orang itu ke posko perlindungan sekaligus untuk mencegah adanya serangan yang mengarah ke posko.”

Partiasari menatap Gustiano dengan tatapan datar, “Kapten, sudah kubilang untuk jangan memanggilku Partiasari. Tetapi, panggil saja aku ‘Sari’....”

Gustiano sedikit menyeringai dan tersenyum, “Oh, maaf aku lupa lagi.”

Partiasari menghela napas dan menoleh ke arah Adara, “Kamu jangan jadi seperti dia, panggil saja aku Sari.”

Adara menjawab pernyataan Partiasari dengan agak gugup, “Y-yah, tentu saja aku akan memanggilmu Sari saja....” jawab Adara.

Setelah itu Partiasari pergi ke posko perlindungan dengan membawa personil yang dia ikat dan Adara, Gustiano, dan Raska juga pergi ke sisi barat kota Utinida.

Dalam perjalanan itu Adara berpikir dengan kemampuan yang dia gunakan yaitu menyerap energi, Adara masih bingung dengan kekuatan apa yang dia keluarkan saat akan melindungi Partiasari dari serangan peluru kinetik. Saat ini Adara hanya bisa menyimpulkan bahwa dia dapat menyerap kekuatan kinetik dan melontarkannya kembali atau membentuk sebuah perisai.

Setelah cukup lama berjalan menuju sisi barat mereka pun sampai di sisi barat kota Utinida yang berdekatan dengan distrik Henaya, sama seperti yang dikatakan oleh para personil yang tadi sisi barat kota Utinida sudah menjadi kamp militer.

Gustiano, Raska, dan Adara segera menuju ke gedung tertinggi untuk mengamati kamp dan membuat rencana penyerangan....

Terpopuler

Comments

Neonnorey

Neonnorey

ku masukin rak ya thorr... jangan lupa mampir jg gk 👍

2023-06-03

0

Neonnorey

Neonnorey

raska pasti gagah ya thorr... ada kah thor pengenalan tokohnya biar bisa di bayangin hehe

2023-06-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!