DBW 16 Rencana Adel

Di Batas Waktu (16)

"Aku ingin menjelaskan semuanya padamu", jawab orang itu.

" Menjelaskan apa, Yud?", tanya Sakha pada sahabatnya. " Menjelaskan sandiwara yang kau lakukan dengan berpura-pura membantuku mencari Lisa? Atau pengkhianatan kalian terhadapku?", tanya Sakha sinis.

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

Akhirnya Sakha dan Yudi kini duduk berhadapan. Sakha akan mendengarkan cerita versi Yudi. Bagaimanapun apa yang ia yakini selama ini adalah menurut pandangannya saja. Berasal dari potongan-potongan kejadian yang ia lihat.

Yudi menghirup nafas sebanyak mungkin. Mau bagaimapun Ia tahu ia di posisi yang salah. Ia tak akan mencari alasan untuk membenarkan kelakuannya. Namun, ia juga berharap hubungannya dengan Sakha bisa ia perbaiki walau rasanya sulit. Benar-benar kebodohan melakukan apa yang hawa nafsunya inginkan dengan mengorbankan persahabatan. Ia pun mau saja mengiyakan perkataan Lisa, dimana Sakha tidak akan tahu kalau dia diam. Padahal kenyataannya seperti sebuah peribahasa, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, suatu saat baunya akan tercium juga.

" Kenapa hanya diam?",tanya Sakha.

Yudi menghembuskan nafasnya. "Sebelumnya aku mau minta maaf. Aku tahu, aku salah." Yudi mengawalinya dengan permintaan maaf. Kemudian ia menceritakan awal mula pertemuan ia dan Lisa yang berakhir membuat mereka menjadi partner r*nj*ng. Juga bagaimana akhirnya janin itu hadir.

" Jadi, maksudmu, kau bukan yang pertama untuk Lisa? dan ia melakukan bukan karena dipaksa tapi dengan sadar serta hanya demi uang?", tanya Sakha cukup kaget dengan kenyataan ini. Ia pikir mereka memang menjalani kisah kasih di belakangnya, tapi ternyata hanya sebatas klien dan penjual jasa.

" Iya", jawab Yudi membenarkan.

" Lalu kenapa Lisa mendatangiku dan berkata dia hamil anak hasil p3rk0saan?", heran Sakha.

" Itu hanyalah cara Lisa agar kau mau kembali padanya", jawab Yudi. " Awalnya ia akan menggugurkan janin itu, namun saat Lisa tahu bahayanya, ia tidak jadi melakukannya. Ia takut kalau harus merasakan kesakitan apalagi sampai meregang nyawa. Akhirnya, ia meminta ku mengambil anaknya agar ia bisa kembali menjalankan profesinya", jelas Yudi.

Sakha hanya diam. Ternyata ia sudah di butakan oleh cinta sampai-sampai tak sadar tengah di manfaatkan.

" Namun, setelah aku mengatakan padanya bahwa kamu akan berhenti mencarinya dan mulai fokus pada pernikahanmu, Lisa tidak terima. Dia tidak mau kehilanganmu".

Sakha ingat, dia memang mengatakan pada Yudi, bahwa akan berhenti mencari Lisa. Supaya Yudi tidak meneleponnya untuk memberikan informasi tentang Lisa lagi. Itu terjadi di hari ia berjanji pada Adel untuk menjadikan Lisa sebagai masa lalu.

"Lalu bagaimana hubunganmu dengannya? Apa kau tidak ingin menikahinya?", tanya Sakha. Bagaimanapun semua yang terjadi bukan sepenuhnya salah sahabatnya. Lisa sendiri yang sudah berkecimpung di dunia itu.

" Lisa yang tidak mau. Dia tidak ingin terikat hubungan pernikahan. Dia ingin bebas.", jawabnya jujur.

Akh, Sakha harusnya bersyukur karena paksaan orang tuanya, ia menikah dengan Adel. Lisa ternyata tidak sebaik yang ia kira.

Sakha tidak ingin terlalu banyak bertanya lagi. Intinya ia tahu seperti apa Lisa, dan apa yang terjadi sebenarnya.

" Tolong katakan padanya, aku sudah tidak mau berhubungan lagi dengannya. Katakan bahwa hubungan kita sudah berakhir ".

Entahlah apa Lisa mau menerima atau tidak. Yang pasti Sakha tak mau bertemu lagi dengan Lisa untuk masalah apapun. Ia sudah benar-benar kecewa. Bahkan bagaimana kondisi Lisa sekarang pun sudah tak ingin ia tahu.

" Sudah lama aku bilang padamu, tinggalkan kebiasaan burukmu itu. Kalau sudah begini, anak itu yang jadi korban. Lahir di luar pernikahan takkan semudah itu. Belum lagi, ibunya yang tak mau menerimanya. Kau tahu sendiri pandangan masyarakat masih ada yang menganggap anak haram. Padahal sudah jelas, yang haram itu perbuatan orang tuanya. Anak itu terlahir suci mau lahir di luar nikah sekalipun", nasehat Sakha.

Sakha hanya kasihan pada nasib anak itu sekalipun secara materi Yudi tidaklah kekurangan.

"Kau benar. Aku merasa sangat bersalah sekarang. Apalagi penolakan Lisa ia tunjukkan secara terang-terangan. Dari mulai tidak mau menyentuh bahkan menyusuinya. Ia hanya sibuk untuk mencari cara agar bentuk tubuhnya bisa kembali seperti semula", curhat Yudi.

" Penyesalan memang selalu datang terlambat. Berandai-andai pun takkan merubah keadaan yang sudah terjadi." ucap Sakha

***

Seperti janji Syifa, weekend ia benar-benar mengunjungi Adel. Syifa tidak sendiri, ia kini di temani Tia. Kini mereka sedang duduk di ruang tamu mengobrol di temani cemilan yang di bawa oleh keduanya. Namun, di dominasi oleh buah-buahan.

" Gimana udah periksa ke dokter kandungan, belum?", tanya Syifa yang sudah tahu bahwa Adel hamil.

Adel memang segera memberitahukan kehamilannya sesaat setelah hasil dari testpack terlihat.

" Belum. Nanti aja pas pulang", jawab Adel.

Syifa dan Tia saling melihat. Adel memang belum mengatakan apapun terkait tempat tinggalnya nanti setelah ia tidak lagi menginap di rumah Syifa.

" Pulang kemana?", tanya Tia akhirnya bertanya.

" Aku berniat tinggal di Toko saja. Ruangan di atas kan bisa aku pakai buat kamar", jelas Adel.

Toko milik Adel memang ada dua lantai. Ruangan di lantai atas biasanya di pakai untuk menyimpan stok bahan untuk kue. " Aku memang sudah meminta Fitri dan yang lainnya untuk membersihkan ruangan itu", tambah Adel.

" Kamu yakin akan tinggal sendiri di sana?", Syifa khawatir.

" Ya", jawab Adel. " Kalau tinggal di rumah orang tuaku, aku pasti bosan karena gak ada kegiatan. Sementara tak mungkin juga tinggal dengan Pamanku". tambahnya.

Syifa dan Tia membenarkan. Paman Adel adalah adik dari pihak ayahnya. Ia juga tinggal di Kota J bersama Istri dan dua anaknya. Namun, Istri sang paman tidak terlalu suka pada Adel walaupun begitu, Adel menanggapinya biasa saja. Sedangkan kedua sepupunya cukup baik walaupun tidak terlalu dekat.

"Ya, mungkin emang lebih baik begitu. Yang penting kamu nyaman dimana saja kamu tinggal. Apalagi kamu sedang hamil", Tia menganggukkan kepalanya.

"Untuk urusanmu dengan Sakha bagaimana?", tanya Tia.

" Aku akan membuat janji temu untuk menyelesaikan semuanya. Bagaimana pun aku gak mau status ku di gantung." Jelas Adel sambil memakan buah apel yang baru selesai di kupasnya.

"Soal anak itu?", tanya Tia lagi.

" Tanpa aku beri tahu, sepertinya Sakha sudah tahu",

" Kok bisa?", Syifa dan Tia bertanya bersamaan.

" Sebelum aku pergi aku sudah melakukan tes kehamilan, namun aku belum sempat melihat hasilnya dan testpack nya juga masih ada di kamar mandi", jelas Adel. " Gak mungkin kalau gak lihat. Kamar mandi itu ada di kamar dan gak ada yang boleh masuk kamar sekalipun untuk beres-beres. Sakha gak suka kamarnya di masuki orang lain", jelas Adel panjang lebar.

" Apa kamu akan meminta rujuk demi anakmu?", tanya Syifa.

" Aku takkan meminta apapun. Aku hanya akan menerima keputusan apapun yang di ambil Sakha. Aku sudah cukup berjuang untuk mempertahankan hubungan ini."

"Kalau dia minta rujuk demi anak?", Tia ikut kepo

" Aku akan mempertimbangkan segala sesuatunya ", jawab Adel tegas. " Anak memang butuh orang tua yang lengkap. Namun, bukan hanya fisiknya tapi juga hatinya. Percuma kami memiliki Sakha tapi hatinya tidak dengan kami. Ini bukan keluarga yang aku inginkan ".

Adel memang harus memastikan semuanya jika memutuskan untuk rujuk. Anak memang jadi pertimbangan tapi, bukan hal utama. Apalagi kalau hati Sakha masih untuk Lisa.

Terpopuler

Comments

Erna M Jen

Erna M Jen

bagus itu pemikiranmu adel biar jelas mau bawa kemana rumah tanggamu ..👍

2025-02-14

0

Itha Tha

Itha Tha

dewasa banget Adel

2025-03-25

0

sherly

sherly

ini novelmu yg ke 3 yg aku baca dan jujur aku bilang novelmu keren, aku suka alurnya

2024-03-09

0

lihat semua
Episodes
1 DBW 1 Di Batas Waktu ( Revisi)
2 DBW 2 Terkejut
3 DBW 3 Mama Tahu
4 DBW 4 Goyah
5 DBW 5 Terlambat
6 DBW 6 Sahabat
7 DBW 7 Jodoh
8 DBW 8 Permintaan Maaf Sakha
9 DBW 9 Memulai dari Awal
10 DBW 10 Jalan-jalan Sore
11 DBW 11 Martabak Telur Spesial
12 DBW 12 Mantan istri ?
13 DBW 13 Talak
14 DBW 14 Adel Hamil
15 DBW 15 Hubungan Lisa dan Yudi
16 DBW 16 Rencana Adel
17 DBW 17 Pertemuan
18 DBW 18 Kesempatan
19 DBW 19 Tetangga Baru
20 DBW 20 Berbagi Cerita
21 DBW 21 Kedatangan Alifa
22 DBW 22 Menghindar
23 DBW 23 Mengabadikan Momen
24 DBW 24 Pernyataannya Cinta
25 DBW 25 Mertua Idaman
26 DBW 26 Pulang Ke Rumah
27 DBW 27 Karena Sebuah Foto
28 DBW 28 Mulai Menjalankan Rencana
29 DBW 29 Curiga
30 DBW 30 Berbicara Tentang Kehamilan
31 DBW 31 Pertemuan Sakha dan Lisa
32 DBW 32 Hampir Kecelakaan
33 DBW 33 Meminta Bantuan
34 DBW 34 Kecelakaan
35 DBW 35 Kehilangan
36 DBW 36 Mulai Menyelidiki
37 DBW 37 Mengumpulkan Bukti
38 DBW 38 Penjara
39 DBW 39 Rekan bisnis
40 DBW 40 Pilihan Tari
41 DBW 41 Kepulangan Adel dari Rumah Sakit
42 Pengumuman Novel Baru
43 DBW 42 Cemburu
44 DBW 43 Kunjungan Keluarga
45 DBW 44 Status
46 DBW 45 Bulan Madu yang Semakin Dekat
47 DBW 46 Akhirnya pergi berdua
48 DBW 47 Kedai Bakso
49 DBW 48 Menikmati Hari Pertama Liburan
50 DBW 49 Janji di Depan Pusara
51 DBW 50 Hadiah dari Sakha
52 DBW 51 Perpisahan
53 DBW 52 Undangan Pernikahan
54 DBW 53 De Javu
55 DBW 54 Kehamilan kedua Adel
56 DBW 55 Penurut Sejak Dalam Perut
57 DBW 56 Keram Perut
58 DBW 57 Persalinan
59 DBW 58 Irsyad Fadil ( The End)
60 Terimakasih
61 Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim
62 Promo Novel Terbaru: Sebatas Ibu Untuk Anakmu
Episodes

Updated 62 Episodes

1
DBW 1 Di Batas Waktu ( Revisi)
2
DBW 2 Terkejut
3
DBW 3 Mama Tahu
4
DBW 4 Goyah
5
DBW 5 Terlambat
6
DBW 6 Sahabat
7
DBW 7 Jodoh
8
DBW 8 Permintaan Maaf Sakha
9
DBW 9 Memulai dari Awal
10
DBW 10 Jalan-jalan Sore
11
DBW 11 Martabak Telur Spesial
12
DBW 12 Mantan istri ?
13
DBW 13 Talak
14
DBW 14 Adel Hamil
15
DBW 15 Hubungan Lisa dan Yudi
16
DBW 16 Rencana Adel
17
DBW 17 Pertemuan
18
DBW 18 Kesempatan
19
DBW 19 Tetangga Baru
20
DBW 20 Berbagi Cerita
21
DBW 21 Kedatangan Alifa
22
DBW 22 Menghindar
23
DBW 23 Mengabadikan Momen
24
DBW 24 Pernyataannya Cinta
25
DBW 25 Mertua Idaman
26
DBW 26 Pulang Ke Rumah
27
DBW 27 Karena Sebuah Foto
28
DBW 28 Mulai Menjalankan Rencana
29
DBW 29 Curiga
30
DBW 30 Berbicara Tentang Kehamilan
31
DBW 31 Pertemuan Sakha dan Lisa
32
DBW 32 Hampir Kecelakaan
33
DBW 33 Meminta Bantuan
34
DBW 34 Kecelakaan
35
DBW 35 Kehilangan
36
DBW 36 Mulai Menyelidiki
37
DBW 37 Mengumpulkan Bukti
38
DBW 38 Penjara
39
DBW 39 Rekan bisnis
40
DBW 40 Pilihan Tari
41
DBW 41 Kepulangan Adel dari Rumah Sakit
42
Pengumuman Novel Baru
43
DBW 42 Cemburu
44
DBW 43 Kunjungan Keluarga
45
DBW 44 Status
46
DBW 45 Bulan Madu yang Semakin Dekat
47
DBW 46 Akhirnya pergi berdua
48
DBW 47 Kedai Bakso
49
DBW 48 Menikmati Hari Pertama Liburan
50
DBW 49 Janji di Depan Pusara
51
DBW 50 Hadiah dari Sakha
52
DBW 51 Perpisahan
53
DBW 52 Undangan Pernikahan
54
DBW 53 De Javu
55
DBW 54 Kehamilan kedua Adel
56
DBW 55 Penurut Sejak Dalam Perut
57
DBW 56 Keram Perut
58
DBW 57 Persalinan
59
DBW 58 Irsyad Fadil ( The End)
60
Terimakasih
61
Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim
62
Promo Novel Terbaru: Sebatas Ibu Untuk Anakmu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!