DBW 3 Mama Tahu

Di Batas Waktu (3)

" Apa ada info tentang Lisa?" Tanya Sakha tiba-tiba sesaat ia duduk di tempat tidur.

Deg!

Baru saja hatinya berbunga-bunga, tapi langsung layu seketika.

Adel selalu merasa sesak saat Sakha bertanya kepadanya tentang Lisa dengan wajah tak berdosa. Menanyakan info kekasih hati pada istri sendiri. Sungguh miris.

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

" Tidak ", jawab Adel singkat.

Karena hatinya mulai tak nyaman, Adel segera membereskan mukenanya. Memakai gamis dan kerudung lalu segera pergi ke dapur untuk memasak sarapan pagi.

Di dapur, mama mertua Adel ternyata sedang mengiris wortel dan ada Bi Lastri yang sedang memasak ayam. Bi Lastri adalah ART yang ada di rumah mama mertuanya.

"Kita akan masak apa hari ini, Ma?", tanya Adel sambil menarik kursi dan duduk di samping sang mertua.

" Kita masak ayam bumbu kecap, sayur capcay dan perkedel kentang juga sambal ", jawab mertua Adel mendikte makanan yang akan di hidangkan.

Setelah tahu apa yang akan di buat, Adel segera membantu mengupas kentang rebus yang masih hangat.

"Apa kamu bahagia dengan pernikahan mu saat ini?", tanya Mama Ria, mertua Adel tiba-tiba.

Padahal, selama ini Mama Ria tidak pernah bertanya hal tersebut. Ia hanya menyimpulkan sendiri dari interaksi keduanya di depan semua orang yang menunjukkan bahwa mereka suami istri yang harmonis.

"Alhamdulillah, Mah", jawab Adel di iringi senyuman.

"Alhamdulillah kalau begitu " , jawab Mama Ria tersenyum ke arah Adel. "Apa Sakha masih mencari perempuan itu?", Mama Ria kembali bertanya.

Ya, perempuan yang di maksud adalah Lisa. Hubungan Sakha dan Lisa serta masalah perginya Lisa tanpa kabar juga di ketahui oleh kedua orang tua Sakha. Pencarian Lisa pun Mama Ria tahu. Walaupun bukan dari mulut Sakha sendiri. Karena, Sakha sudah pasti menyembunyikan hal tersebut dari sang ibu.

Adel hanya mengangguk pelan. Hatinya kembali sakit jika berbicara mengenai Sakha dan Lisa.

"Masih", lagi-lagi jawaban Adel singkat. Tak ingin Mama Ria tahu bahwa hatinya tidak baik-baik saja jika mendengar perubahan suara Adel.

"Maafkan Sakha, ya. Pencarian perempuan itu pasti melukai hatimu sebagai seorang istri.", diam sejenak. " Mama minta, bersabarlah. Mama yakin lambat laun Sakha akan sadar, siapa yang harusnya jadi prioritas dia, dan yang pasti bukan perempuan itu", tambahnya.

"Aamiin. Semoga saja, Ma", Adel pun mengharapkan seperti yang di harapkan Mama mertuanya.

"Sejujurnya, Mama bersyukur di saat Almarhum ayah Sakha meminta Sakha menikah, dia menghilang. Lalu Sakha bersedia menikahimu sesuai keinginan almarhum. Walaupun mungkin terpaksa. Tapi, Mama yakin dengan apa yang ada padamu, Sakha perlahan akan mencintaimu dan menerimamu sebagai istrinya serta melupakan perempuan itu", jelas Mama Ria panjang lebar.

Jika di tanya kenapa Mama Ria tidak mau menyebut nama Lisa, jawabannya karena Mama Ria tidak terlalu menyukai Lisa. Sikap angkuhnya, juga rasa dirinya yang lebih tinggi derajatnya dari Sakha membuatnya tak yakin jika mereka menikah, Sakha akan di hormati sebagai suaminya.

Lisa terlahir dari keluarga kaya, terbiasa dengan kehidupan kalangan atas. Namun, karena suatu hal, perusahaan sang ayah bangkrut. Akhirnya, ayah Lisa meninggal karena serangan jantung. Sementara ibunda Lisa, sudah meninggal karena kecelakaan saat Lisa masih kecil. Di saat terpuruk itulah, Sakha mulai bisa dekat dengan Lisa. Sakha sudah menyukai Lisa dari lama, tapi Lisa hanya melihat sebelah mata apalagi dengan latar belakang keluarga Sakha yang hanya terlahir dari ayahnya yang seorang karyawan di sebuah perusahaan. Bukan seperti kebanyakan temannya yang anak seorang pengusaha. Namun, karena di saat terpuruk itu hanya Sakha yang mau menerimanya di saat teman-teman yang lain menjauhinya, akhirnya Lisa mau menerima Sakha.

Perubahan kehidupan Lisa, tidak serta-merta membuat Lisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Sikap angkuhnya masih ada, mungkin sudah mendarah daging.

Belum lagi, beberapa kali Mama Ria pernah melihat Lisa berjalan dengan laki-laki lain dengan mesra di saat ia masih menjalin hubungan dengan Sakha. Bukan tidak mengingatkan Sakha akan hal tersebut, tapi Sakha sendiri yang tidak percaya dengan ucapan sang ibu karena ketika di tanyakan kepada Lisa langsung, dia menjawab itu sepupu jauhnya. Namun, Mama Ria tidak semudah itu percaya pada perkataan Lisa. Karena, bukan sekali dua kali ia melihat dengan mata kepala sendiri. Juga tidak mungkin sepupu akan bersikap semesra itu. Cinta memang membuat Sakha buta dan tuli.

" Mama bahagia, ada yang menemani di rumah setelah kepergian ayah Sakha. Semoga kamu dan Sakha bahagia sampai akhir hayat," harap Mama Ria. Air matanya tiba-tiba menetes, teringat sang suami yang lebih dulu pergi.

"Aamiin. Mama tidak perlu khawatir, selama Adel jadi menantu Mama, Adel akan selalu menemani Mama" Adel segera memeluk sang mertua. Ia pun ikut merasa sedih jika mengingat sosok sang ayah mertua.

Ya,, selama Adel masih jadi menantu Mama. Karena, saat Adel bukan menantu Mama lagi, Adel akan pergi. Karena bagaimana pun Adel tak berhak untuk tinggal disini. Batin Adel

"Mama tahu? Adel beruntung bisa memiliki mertua seperti Mama. Adel bahagia karena bisa lagi merasakan kasih sayang seorang ibu yang tidak Adel rasakan sejak kecil. Saat SMA dulu, saat Adel pertama di ajak Sakha ke rumahnya, Adel bahagia. Karena Mama dan Papa saat itu begitu baik pada Adel. Makanya Adel selalu berkunjung ke rumah walaupun Sakha tidak ada di rumah karena Adel merasa senang bisa dekat dengan Mama dan Papa." ,Jelas Adel panjang lebar. Mengingat masa lalunya saat pertama berkunjung ke rumah Sakha.

Adel dan Sakha memang berteam semenjak SMA. Mereka cukup dekat karena mengikuti ekstrakurikuler yang sama walaupun tidak satu kelas. Dulu, Adel cukup tomboy dan belum menutup auratnya. Sehingga untuk berteman pun ia lebih nyaman dengan laki-laki. Tapi, semenjak kuliah ia mulai berubah baik sikap maupun penampilan. Semenjak itu pula ia menjaga jarak dengan Sakha dan teman-teman prianya yang lain.

Namun, tetap menjaga hubungan dengan orang tua Sakha sekalipun jarang berkunjung ke rumah Sakha. Karena Adel hanya akan berkunjung saat Sakha tidak ada.

***

"Sampai kapan aku harus berada di sini?", tanya seorang perempuan pada laki-laki di sampingnya yang sedang meminum kopi sambil melihat ke arah kaca. Melihat kota dari ketinggian.

" Kalau kamu siap bertemu dia, dan menjelaskan apa yang terjadi. Kau bebas untuk keluar dari apartemen ini". Jelas sang pria sambil menatap sang perempuan yg terlihat bosan berasa di dalam apartemen beberapa bulan ini.

" Atau kalau kau mau ikut pergi denganku ke kampung halaman keluargaku." tambahnya.

Terpopuler

Comments

Fumiko Sora

Fumiko Sora

mungkinkah itu Adel? sepertinya ada sesuatu yang terjadi di masa lalu. dan saat ini mungkin ia akan kembali mengganggu Sakha😌

2023-01-19

2

lihat semua
Episodes
1 DBW 1 Di Batas Waktu ( Revisi)
2 DBW 2 Terkejut
3 DBW 3 Mama Tahu
4 DBW 4 Goyah
5 DBW 5 Terlambat
6 DBW 6 Sahabat
7 DBW 7 Jodoh
8 DBW 8 Permintaan Maaf Sakha
9 DBW 9 Memulai dari Awal
10 DBW 10 Jalan-jalan Sore
11 DBW 11 Martabak Telur Spesial
12 DBW 12 Mantan istri ?
13 DBW 13 Talak
14 DBW 14 Adel Hamil
15 DBW 15 Hubungan Lisa dan Yudi
16 DBW 16 Rencana Adel
17 DBW 17 Pertemuan
18 DBW 18 Kesempatan
19 DBW 19 Tetangga Baru
20 DBW 20 Berbagi Cerita
21 DBW 21 Kedatangan Alifa
22 DBW 22 Menghindar
23 DBW 23 Mengabadikan Momen
24 DBW 24 Pernyataannya Cinta
25 DBW 25 Mertua Idaman
26 DBW 26 Pulang Ke Rumah
27 DBW 27 Karena Sebuah Foto
28 DBW 28 Mulai Menjalankan Rencana
29 DBW 29 Curiga
30 DBW 30 Berbicara Tentang Kehamilan
31 DBW 31 Pertemuan Sakha dan Lisa
32 DBW 32 Hampir Kecelakaan
33 DBW 33 Meminta Bantuan
34 DBW 34 Kecelakaan
35 DBW 35 Kehilangan
36 DBW 36 Mulai Menyelidiki
37 DBW 37 Mengumpulkan Bukti
38 DBW 38 Penjara
39 DBW 39 Rekan bisnis
40 DBW 40 Pilihan Tari
41 DBW 41 Kepulangan Adel dari Rumah Sakit
42 Pengumuman Novel Baru
43 DBW 42 Cemburu
44 DBW 43 Kunjungan Keluarga
45 DBW 44 Status
46 DBW 45 Bulan Madu yang Semakin Dekat
47 DBW 46 Akhirnya pergi berdua
48 DBW 47 Kedai Bakso
49 DBW 48 Menikmati Hari Pertama Liburan
50 DBW 49 Janji di Depan Pusara
51 DBW 50 Hadiah dari Sakha
52 DBW 51 Perpisahan
53 DBW 52 Undangan Pernikahan
54 DBW 53 De Javu
55 DBW 54 Kehamilan kedua Adel
56 DBW 55 Penurut Sejak Dalam Perut
57 DBW 56 Keram Perut
58 DBW 57 Persalinan
59 DBW 58 Irsyad Fadil ( The End)
60 Terimakasih
61 Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim
62 Promo Novel Terbaru: Sebatas Ibu Untuk Anakmu
Episodes

Updated 62 Episodes

1
DBW 1 Di Batas Waktu ( Revisi)
2
DBW 2 Terkejut
3
DBW 3 Mama Tahu
4
DBW 4 Goyah
5
DBW 5 Terlambat
6
DBW 6 Sahabat
7
DBW 7 Jodoh
8
DBW 8 Permintaan Maaf Sakha
9
DBW 9 Memulai dari Awal
10
DBW 10 Jalan-jalan Sore
11
DBW 11 Martabak Telur Spesial
12
DBW 12 Mantan istri ?
13
DBW 13 Talak
14
DBW 14 Adel Hamil
15
DBW 15 Hubungan Lisa dan Yudi
16
DBW 16 Rencana Adel
17
DBW 17 Pertemuan
18
DBW 18 Kesempatan
19
DBW 19 Tetangga Baru
20
DBW 20 Berbagi Cerita
21
DBW 21 Kedatangan Alifa
22
DBW 22 Menghindar
23
DBW 23 Mengabadikan Momen
24
DBW 24 Pernyataannya Cinta
25
DBW 25 Mertua Idaman
26
DBW 26 Pulang Ke Rumah
27
DBW 27 Karena Sebuah Foto
28
DBW 28 Mulai Menjalankan Rencana
29
DBW 29 Curiga
30
DBW 30 Berbicara Tentang Kehamilan
31
DBW 31 Pertemuan Sakha dan Lisa
32
DBW 32 Hampir Kecelakaan
33
DBW 33 Meminta Bantuan
34
DBW 34 Kecelakaan
35
DBW 35 Kehilangan
36
DBW 36 Mulai Menyelidiki
37
DBW 37 Mengumpulkan Bukti
38
DBW 38 Penjara
39
DBW 39 Rekan bisnis
40
DBW 40 Pilihan Tari
41
DBW 41 Kepulangan Adel dari Rumah Sakit
42
Pengumuman Novel Baru
43
DBW 42 Cemburu
44
DBW 43 Kunjungan Keluarga
45
DBW 44 Status
46
DBW 45 Bulan Madu yang Semakin Dekat
47
DBW 46 Akhirnya pergi berdua
48
DBW 47 Kedai Bakso
49
DBW 48 Menikmati Hari Pertama Liburan
50
DBW 49 Janji di Depan Pusara
51
DBW 50 Hadiah dari Sakha
52
DBW 51 Perpisahan
53
DBW 52 Undangan Pernikahan
54
DBW 53 De Javu
55
DBW 54 Kehamilan kedua Adel
56
DBW 55 Penurut Sejak Dalam Perut
57
DBW 56 Keram Perut
58
DBW 57 Persalinan
59
DBW 58 Irsyad Fadil ( The End)
60
Terimakasih
61
Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim
62
Promo Novel Terbaru: Sebatas Ibu Untuk Anakmu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!