DBW 17 Pertemuan

Di Batas Waktu (17)

Kalau dia minta rujuk demi anak?", Tia ikut kepo

" Aku akan mempertimbangkan segala sesuatunya ", jawab Adel tegas. " Anak memang butuh orang tua yang lengkap. Namun, bukan hanya fisiknya tapi juga hatinya. Percuma kami memiliki Sakha tapi hatinya tidak dengan kami. Ini bukan keluarga yang aku inginkan ".

Adel memang harus memastikan semuanya jika memutuskan untuk rujuk. Anak memang jadi pertimbangan tapi, bukan hal utama. Apalagi kalau hati Sakha masih untuk Lisa

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

Langit cerah saat Adel memutuskan kembali ke kota J . Kini, Adel sedang berada di bis dalam perjalanan. Syifa dan Tia memang memaksanya untuk mau mereka antar. Tapi, Adel tidak mau merepotkan siapapun. Apalagi membuat kedua sahabatnya harus izin dari tempat mereka bekerja.

Dari balik kaca bis, Adel memandang ke luar. Melihat mobil yang lalu lalang. Sampai rasa lelah menghinggapinya, ia pun mulai memejamkan mata.

Beberapa jam berlalu, akhirnya Adel sampai di toko. Fitri dan yang lainnya menyambut sang pemilik toko dengan antusias. Melepas rindu dengan giliran memeluk Adel. Semua pegawai di toko memang perempuan, jadi Adel tidak merasa canggung.

" Kak Adel, padahal cuma pergi semingguan tapi, rasanya kangen banget", seru Fitri heboh.

" Kamu bisa aja", Adel tersenyum sambil duduk di kursi yang memang tersedia di toko.

" Oh iya, barang-barang untuk di kamar atas sudah sampai?", tanya Adel. Ia teringat perabotan yang ia beli untuk di antar ke toko.

" Sudah kak, kemarin sore udah sampai, udah kita beresin juga. Kalau kakak gak suka posisinya, nanti bisa kita bantu rubah", jelas yang lainnya ikut menyahuti.

" Kenapa repot-repot? Kakak bisa sendiri", Adel merasa tak enak hati.

" Aish,, kak Adel kayak ke siapa aja", sela Fitri

" Iya. Bumil gak boleh capek-capek. Awal-awal kehamilan kan masih rentan, kak. ", timpal yang lain.

Adel tersenyum. Ia bahagia, merasakan kekeluargaan dari orang-orang yang tidak punya hubungan darah apapun dengannya.

" Kak, udah cek kandungan belum? Keponakan kami ini udah berusia berapa minggu?!", Fitri antusias.

" Insya Allah besok. Sekarang mau istirahat dulu. Perjalanan yang biasanya biasa aja, sekarang malah terasa melelahkan ", Adel menyadari kondisinya memang lebih mudah lelah.

"Namanya juga lagi hamil, kak. Gak kayak sebelumnya ", Adel tersenyum membenarkan.

***

Pagi ini, sesuai rencana Adel akan memeriksakan kehamilannya. Ia begitu antusias dan tak sabar ingin tahu kondisi janinnya. Mudah-mudahan kondisinya baik apapun yang terjadi kedepannya.

Di antar Andini, ia menuju ke Rumah Sakit Ibu dan Anak terdekat. Selang tiga puluh menit berlalu, akhirnya Adel sampai. Suasananya tidak terlalu ramai.

Setelah mendaftar, Adel duduk di kursi tunggu menunggu giliran untuk di periksa. Beberapa menit berlalu, ia pun di panggil dan segera masuk ke ruang pemeriksaan.

Kini, Adel sedang duduk berhadapan dengan Dokter Mila yang akan memeriksa Adel.

Dokter Mila bertanya beberapa hal sebelum akhirnya menyuruh Adel menimbang berat badan dan langsung berbaring di ranjang di bantu seorang suster.

Dokter mulai memeriksa tekanan darah, kemudian perut Adel di olesi gel yang terasa dingin. Setelah itu, dokter meletakkan transducer di permukaan kulit perut Adel dan menggerak-gerakkannya sampai muncul gambar di layar monitor.

" Usia kandungannya 7 Minggu. Ukuran janinnya juga masih kecil. Baru sekitar 1-2 cm atau sebesar buah ceri", jelas dokter Mila.

Dugh.. dugh.. dugh..

Dokter Mila lalu memperdengarkan suara detak jantung janin yang membuat Adel merasa terharu. Di rahimnya benar-benar sedang ada janin yang tumbuh.

" ini detak jantungnya. Secara keseluruhan semuanya bagus".

Suster membersihkan sisa gel di perut Adel. Lalu membantunya bangun dan turun dari ranjang.

" Pada usia kehamilan di trimester pertama ini, masih rentan keguguran. Jadi, di upayakan untuk selalu memperhatikan asupan makanan serta menghindari stress yang berlebihan. Karena itu tidak baik untuk kesehatan ibu dan janin yang dikandung". Jelas dokter Mila sesaat setelah Adel duduk.

"Baik, dok", jawab Adel.

Adel pun berkonsultasi mengenai banyak hal terkait kehamilannya. Apalagi ini kehamilan pertamanya dimana ia masih awam sama sekali. Setelah di rasa cukup, Adel pun meninggalkan ruangan dokter.

***

Di Cafe, Sakha sedang mengistirahatkan tubuhnya. Baru saja ia selesai bertemu temannya yang mengajak kerjasama membuka cafe serupa di luar kota. Hingga ponselnya berbunyi.

Kalau tidak sibuk, aku tunggu di toko. Pesan chat Adel.

Tanpa menghiraukan rasa lelahnya, Sakha segera berlari menuju parkiran dan segera melajukan mobilnya. Rasa rindu membuatnya ingin cepat menemui Adel. Hingga akhirnya ia sampai dan melihat Adel duduk di kursi di dekat jendela.

" Assalamu'alaikum" Sakha membuyarkan lamunan Adel.

" Wa'alaikumsalam ", jawab Adel melihat sekilas ke arah Sakha.

Sakha melihat Adel, berharap Adel melakukan hal yang biasa ia lakukan. Mengambil tangannya dan menciumnya. Namun, Adel hanya tetap duduk di kursinya dan itu membuat Sakha sedikit kecewa.

" Secara agama, kita sudah bukan suami istri lagi kalau kamu lupa", ucap Adel seolah paham apa yang di harapkan Sakha.

Sakha mencoba tersenyum mengakui kebodohannya. Ia lupa Adel yang sekarang bukan Adel yang ia kenal saat SMA. Bisa ia genggam atau peluk tanpa ada ikatan. Adel yang sekarang hanya mau di sentuh oleh mahramnya.

" Apa kabar?", tanya Sakha mengusir kecanggungan yang tiba-tiba ia rasakan.

" Alhamdulillah aku baik", jawab Adel.

" Kalau anak kita?"

Adel merasa bergetar. Hatinya menghangat mendengar Sakha mengatakan anak kita.

" Alhamdulillah dia juga baik.", Adel mengeluarkan buku berwarna pink dan diletakkan di atas meja.

Sakha mengambil buku itu dan membukanya. Melihat isi bukunya hingga menemukan selembar foto USG berwarna hitam putih.

" Dokter bilang usia kandunganku sudah 7 Minggu. Ukuran janin baru 1-2 cm, atau baru sebesar buah ceri dan secara keseluruhan kondisinya bagus", Adel menjelaskan seperti penjelasan dokter Mila saat Sakha memperhatikan hasil USG.

" Apa kau tidak berniat memberitahu ku jika aku tidak bertanya?" tiba-tiba Sakha merasa penasaran.

" Sekalipun kau tidak bertanya, aku akan tetap memberitahumu"

" Aku pikir kau akan menyembunyikannya karena kecewa padaku "

"Aku tak seegois itu. Dia berhak tahu siapa ayahnya begitu pun dengan mu yang berhak tahu ada dia di antara kita", diam sejenak. "Sekalipun hubungan kita berakhir, kau dan anak ini tetap memiliki hubungan ", tambah Adel.

" Tidak bisakah kita kembali demi anak kita?", Sakha sangat berharap.

Adel menghela nafas. Dia memang berharap Sakha mengajaknya rujuk. Siapa juga yang ingin menjanda di usia muda dengan usia pernikahan yang baru seumur jagung. Lalu harus menjadi singgel parent. Tapi, Adel berharap bukan anak yang jadi alasan. Karena pernikahan bukan hanya masalah anak.

" Jika alasanmu rujuk dan mempertahankan pernikahan ini hanya demi anak, lebih baik kau tidak usah memaksakan diri untuk rujuk." Jawab Adel akhirnya.

Terpopuler

Comments

Lilik Juhariah

Lilik Juhariah

saka peluk cium yg bkn mahram diliat istrinya lagi

2024-06-25

1

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

bagus adel kamu hrs tegas sm shaka..

2023-10-14

0

Cucu Siti Hodijah

Cucu Siti Hodijah

setuju sm adel

2023-06-09

1

lihat semua
Episodes
1 DBW 1 Di Batas Waktu ( Revisi)
2 DBW 2 Terkejut
3 DBW 3 Mama Tahu
4 DBW 4 Goyah
5 DBW 5 Terlambat
6 DBW 6 Sahabat
7 DBW 7 Jodoh
8 DBW 8 Permintaan Maaf Sakha
9 DBW 9 Memulai dari Awal
10 DBW 10 Jalan-jalan Sore
11 DBW 11 Martabak Telur Spesial
12 DBW 12 Mantan istri ?
13 DBW 13 Talak
14 DBW 14 Adel Hamil
15 DBW 15 Hubungan Lisa dan Yudi
16 DBW 16 Rencana Adel
17 DBW 17 Pertemuan
18 DBW 18 Kesempatan
19 DBW 19 Tetangga Baru
20 DBW 20 Berbagi Cerita
21 DBW 21 Kedatangan Alifa
22 DBW 22 Menghindar
23 DBW 23 Mengabadikan Momen
24 DBW 24 Pernyataannya Cinta
25 DBW 25 Mertua Idaman
26 DBW 26 Pulang Ke Rumah
27 DBW 27 Karena Sebuah Foto
28 DBW 28 Mulai Menjalankan Rencana
29 DBW 29 Curiga
30 DBW 30 Berbicara Tentang Kehamilan
31 DBW 31 Pertemuan Sakha dan Lisa
32 DBW 32 Hampir Kecelakaan
33 DBW 33 Meminta Bantuan
34 DBW 34 Kecelakaan
35 DBW 35 Kehilangan
36 DBW 36 Mulai Menyelidiki
37 DBW 37 Mengumpulkan Bukti
38 DBW 38 Penjara
39 DBW 39 Rekan bisnis
40 DBW 40 Pilihan Tari
41 DBW 41 Kepulangan Adel dari Rumah Sakit
42 Pengumuman Novel Baru
43 DBW 42 Cemburu
44 DBW 43 Kunjungan Keluarga
45 DBW 44 Status
46 DBW 45 Bulan Madu yang Semakin Dekat
47 DBW 46 Akhirnya pergi berdua
48 DBW 47 Kedai Bakso
49 DBW 48 Menikmati Hari Pertama Liburan
50 DBW 49 Janji di Depan Pusara
51 DBW 50 Hadiah dari Sakha
52 DBW 51 Perpisahan
53 DBW 52 Undangan Pernikahan
54 DBW 53 De Javu
55 DBW 54 Kehamilan kedua Adel
56 DBW 55 Penurut Sejak Dalam Perut
57 DBW 56 Keram Perut
58 DBW 57 Persalinan
59 DBW 58 Irsyad Fadil ( The End)
60 Terimakasih
61 Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim
62 Promo Novel Terbaru: Sebatas Ibu Untuk Anakmu
Episodes

Updated 62 Episodes

1
DBW 1 Di Batas Waktu ( Revisi)
2
DBW 2 Terkejut
3
DBW 3 Mama Tahu
4
DBW 4 Goyah
5
DBW 5 Terlambat
6
DBW 6 Sahabat
7
DBW 7 Jodoh
8
DBW 8 Permintaan Maaf Sakha
9
DBW 9 Memulai dari Awal
10
DBW 10 Jalan-jalan Sore
11
DBW 11 Martabak Telur Spesial
12
DBW 12 Mantan istri ?
13
DBW 13 Talak
14
DBW 14 Adel Hamil
15
DBW 15 Hubungan Lisa dan Yudi
16
DBW 16 Rencana Adel
17
DBW 17 Pertemuan
18
DBW 18 Kesempatan
19
DBW 19 Tetangga Baru
20
DBW 20 Berbagi Cerita
21
DBW 21 Kedatangan Alifa
22
DBW 22 Menghindar
23
DBW 23 Mengabadikan Momen
24
DBW 24 Pernyataannya Cinta
25
DBW 25 Mertua Idaman
26
DBW 26 Pulang Ke Rumah
27
DBW 27 Karena Sebuah Foto
28
DBW 28 Mulai Menjalankan Rencana
29
DBW 29 Curiga
30
DBW 30 Berbicara Tentang Kehamilan
31
DBW 31 Pertemuan Sakha dan Lisa
32
DBW 32 Hampir Kecelakaan
33
DBW 33 Meminta Bantuan
34
DBW 34 Kecelakaan
35
DBW 35 Kehilangan
36
DBW 36 Mulai Menyelidiki
37
DBW 37 Mengumpulkan Bukti
38
DBW 38 Penjara
39
DBW 39 Rekan bisnis
40
DBW 40 Pilihan Tari
41
DBW 41 Kepulangan Adel dari Rumah Sakit
42
Pengumuman Novel Baru
43
DBW 42 Cemburu
44
DBW 43 Kunjungan Keluarga
45
DBW 44 Status
46
DBW 45 Bulan Madu yang Semakin Dekat
47
DBW 46 Akhirnya pergi berdua
48
DBW 47 Kedai Bakso
49
DBW 48 Menikmati Hari Pertama Liburan
50
DBW 49 Janji di Depan Pusara
51
DBW 50 Hadiah dari Sakha
52
DBW 51 Perpisahan
53
DBW 52 Undangan Pernikahan
54
DBW 53 De Javu
55
DBW 54 Kehamilan kedua Adel
56
DBW 55 Penurut Sejak Dalam Perut
57
DBW 56 Keram Perut
58
DBW 57 Persalinan
59
DBW 58 Irsyad Fadil ( The End)
60
Terimakasih
61
Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim
62
Promo Novel Terbaru: Sebatas Ibu Untuk Anakmu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!