DBW 11 Martabak Telur Spesial

" Kita langsung pulang atau mau mampir ke suatu tempat dulu?", tanya Sakha sambil mengemudikan mobilnya.

"Langsung pulang saja", jawab Adel yang terlihat lelah padahal mereka hanya berjalan-jalan sebentar.

Sakha hanya mengangguk. Namun, belum lama Sakha mengendarai mobilnya, Adel mengagetkannya.

" Mas, berhenti!! ", Adel sedikit berteriak yang membuat Sakha mengerem mendadak

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

"Ada apa?", tanya Sakha kaget. Beruntung suasana jalanan tidak terlalu ramai saat mobil berhenti mendadak.

" Itu.. ", tunjuk Adel menunjuk gerobak martabak telur yang tidak jauh di depannya. Adel tidak berani melanjutkan kata-katanya karena ia sendiri merasa tidak enak meminta berhenti tiba-tiba.

"Hahh..", Sakha menghela nafas. " Lain kali jangan mengagetkanku. Untung saja tidak ada kendaraan lain di belakang kita. ", jelas Sakha dengan nada yang masih rendah.

" Maaf. Aku refleks", jawab Adel merasa bersalah.

" Kamu mau martabak ?," tanya Sakha dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Adel.

Sakha pun memarkirkan mobilnya.

" Tunggu, biar aku saja yang turun ", pinta Sakha.

" Aku ikut!", Adel langsung turun dari mobil.

Mereka akhirnya turun dari mobil bersama-sama.

" Pak, martabak telur spesial satu. Martabak kejunya satu", pesan Adel.

" Tunggu sebentar,ya", seru penjual martabak.

" Kalau begitu saya ke minimarket sebentar ya, Pak", Adel berjalan menuju minimarket yang ada di sebelah.

" Mau beli apa? ", tanya Sakha yang mengekori di belakang.

" Beli camilan. Buat stok di rumah", seru Adel. " tunggu sebentar mas, aku lupa sesuatu ", Adel kembali menghampiri penjual martabak dan berbicara kepadanya. Setelah itu, ia kembali ke minimarket.

Namun setelah masuk, tidak hanya camilan yang di beli. Mie instan dan berbagai barang lain pun Adel masukkan ke dalam keranjang yang di bawa Sakha.

Ketika akan mengambil kebutuhan wanita saat datang bulan, Adel terdiam.

" Kenapa di simpan lagi?", tanya Sakha bingung melihat Adel menyimpan kembali barang yang sudah ia ambil.

" Hmm,, kayaknya aku masih punya stok di rumah", jawab Adel sambil pergi ke kasir karena sudah selesai membeli barang yang di butuhkan.

***

Sesampainya di rumah, Adel membuka bungkusan martabaknya. Tidak lupa menawarkan kepada mertuanya yang juga sedang menonton televisi.

" Mama mau? Ini martabak keju kesukaan Mama", tawar Adel sambil menggeser posisi martabak kejunya agar mudah di jangkau sang mertua.

Mama Ria mengambil sepotong dan memakannya. Sementara Adel memakan martabak telur spesial dengan lahapnya.

" Mas, cobain ini enak", tawarnya sambil menyodorkan potongan martabak telur ke mulut suaminya. "Bagaimana?", menunggu respon Sakha.

"Enak..", jawabnya. "Tapi, ini kan telur bebek ya?", heran Sakha karena Adel seperti tidak masalah memakan martabak itu. Padahal seingat Sakha, Adel tidak suka telur bebek.

" Iya, tadi aku mintanya memang pakai telur bebek ", jelas Adel biasa saja.

" Sejak kapan kamu suka telur bebek?", heran Sakha. Padahal dulu saat Sakha membeli martabak telur pakai telur bebek yang merupakan favoritnya, Adel enggan untuk memakannya. Walaupun satu gigitan.

Adel diam sejenak. " Aku juga gak tahu. Tiba-tiba mau aja. Ternyata enak ", jawabnya sambil melanjutkan makannya.

Sakha melihat Adel dengan heran. Banyak yang berubah menurut Sakha. Makanan yang paling Adel benci justru Adel bilang enak juga porsi makan Adel yang banyak. Padahal selesai shalat Maghrib tadi, mereka makan bakso dulu. Bahkan kini Sakha masih merasa kenyang. Sementara Adel seperti tidak merasa kenyang sama sekali.

***

" Adel, apa kamu sudah terlambat datang bulan, nak?", tanya Mama Ria saat mereka hanya berdua di dapur. Sementara Sakha sudah kembali ke kamar.

" sebenarnya sudah hampir mau dua bulan aku belum datang bulan,Mah?", jelas Adel biasa saja. Karena Adel sendiri memiliki siklus haid yang tidak teratur. Bahkan sampai berbulan-bulan tidak haid pun pernah ia alami. Karena itu ketika sekarang ia tidak datang bulan, Adel biasa saja.

" Sudah coba di cek?", tanya Mama Ria penasaran.

" Cek? Maksudnya?", Adel bingung.

" Mungkin saja kamu hamil", jelas Mama Ria singkat dengan wajah berbinar.

" Hmm,, belum sih , Ma. Soalnya aku pikir ini biasa terjadi. Siklus haid Adel memang tidak lancar dan teratur ", jelas Adel tidak ingin mertuanya terlalu berharap.

" Tapi, mama curiga. Soalnya nafsu makan kamu mama perhatian memang bertambah akhir-akhir ini. Juga tadi saat kamu makan martabak dengan telur bebek yang kamu tidak suka dan tiba-tiba jadi favorit kamu", Mama Ria mengutarakan kecurigaannya.

" Tapi, aku gak mual, Mah", sanggah Adel.

" Setiap orang hamil kan berbeda-beda. Ada yang mengalami morning sick ada juga yang tidak.", Jelas Mama Ria. " Coba saja dulu".

" Tapi, mama jangan bilang apa-apa dulu sama Mas Sakha, ya!", pinta Adel. " Sebelum benar-benar ada kepastian aku hamil atau tidak", tambahnya.

" Iya. "

" Mama juga jangan terlalu berharap dulu. Adel takut Mama kecewa", dalam hati Adel belum terlalu yakin bahwa dirinya hamil.

" Kalau belum hamil, berarti memang belum rizqinya", jelas Mama Ria sambil mengusap pundak Adel.

Adel merasa tenang setelah mendengar jawaban Mama Ria.

***

" Adel,, sayang,, kamu belum selesai di kamar mandi?", tanya Sakha.

" Sebentar, Mas", jawab Adel

" Tolong pasangin dasi aku", Sakha sedikit berteriak.

Adel segera menghampiri Sakha dan meletakkan begitu saja testpack yang belum terlihat hasilnya.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

smg kamu hamil ya del dan shaka benar² beeubah stlh tau kamu hamil..

2023-10-14

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

pasti Adel lagi hamil..

2023-07-28

1

lihat semua
Episodes
1 DBW 1 Di Batas Waktu ( Revisi)
2 DBW 2 Terkejut
3 DBW 3 Mama Tahu
4 DBW 4 Goyah
5 DBW 5 Terlambat
6 DBW 6 Sahabat
7 DBW 7 Jodoh
8 DBW 8 Permintaan Maaf Sakha
9 DBW 9 Memulai dari Awal
10 DBW 10 Jalan-jalan Sore
11 DBW 11 Martabak Telur Spesial
12 DBW 12 Mantan istri ?
13 DBW 13 Talak
14 DBW 14 Adel Hamil
15 DBW 15 Hubungan Lisa dan Yudi
16 DBW 16 Rencana Adel
17 DBW 17 Pertemuan
18 DBW 18 Kesempatan
19 DBW 19 Tetangga Baru
20 DBW 20 Berbagi Cerita
21 DBW 21 Kedatangan Alifa
22 DBW 22 Menghindar
23 DBW 23 Mengabadikan Momen
24 DBW 24 Pernyataannya Cinta
25 DBW 25 Mertua Idaman
26 DBW 26 Pulang Ke Rumah
27 DBW 27 Karena Sebuah Foto
28 DBW 28 Mulai Menjalankan Rencana
29 DBW 29 Curiga
30 DBW 30 Berbicara Tentang Kehamilan
31 DBW 31 Pertemuan Sakha dan Lisa
32 DBW 32 Hampir Kecelakaan
33 DBW 33 Meminta Bantuan
34 DBW 34 Kecelakaan
35 DBW 35 Kehilangan
36 DBW 36 Mulai Menyelidiki
37 DBW 37 Mengumpulkan Bukti
38 DBW 38 Penjara
39 DBW 39 Rekan bisnis
40 DBW 40 Pilihan Tari
41 DBW 41 Kepulangan Adel dari Rumah Sakit
42 Pengumuman Novel Baru
43 DBW 42 Cemburu
44 DBW 43 Kunjungan Keluarga
45 DBW 44 Status
46 DBW 45 Bulan Madu yang Semakin Dekat
47 DBW 46 Akhirnya pergi berdua
48 DBW 47 Kedai Bakso
49 DBW 48 Menikmati Hari Pertama Liburan
50 DBW 49 Janji di Depan Pusara
51 DBW 50 Hadiah dari Sakha
52 DBW 51 Perpisahan
53 DBW 52 Undangan Pernikahan
54 DBW 53 De Javu
55 DBW 54 Kehamilan kedua Adel
56 DBW 55 Penurut Sejak Dalam Perut
57 DBW 56 Keram Perut
58 DBW 57 Persalinan
59 DBW 58 Irsyad Fadil ( The End)
60 Terimakasih
61 Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim
62 Promo Novel Terbaru: Sebatas Ibu Untuk Anakmu
Episodes

Updated 62 Episodes

1
DBW 1 Di Batas Waktu ( Revisi)
2
DBW 2 Terkejut
3
DBW 3 Mama Tahu
4
DBW 4 Goyah
5
DBW 5 Terlambat
6
DBW 6 Sahabat
7
DBW 7 Jodoh
8
DBW 8 Permintaan Maaf Sakha
9
DBW 9 Memulai dari Awal
10
DBW 10 Jalan-jalan Sore
11
DBW 11 Martabak Telur Spesial
12
DBW 12 Mantan istri ?
13
DBW 13 Talak
14
DBW 14 Adel Hamil
15
DBW 15 Hubungan Lisa dan Yudi
16
DBW 16 Rencana Adel
17
DBW 17 Pertemuan
18
DBW 18 Kesempatan
19
DBW 19 Tetangga Baru
20
DBW 20 Berbagi Cerita
21
DBW 21 Kedatangan Alifa
22
DBW 22 Menghindar
23
DBW 23 Mengabadikan Momen
24
DBW 24 Pernyataannya Cinta
25
DBW 25 Mertua Idaman
26
DBW 26 Pulang Ke Rumah
27
DBW 27 Karena Sebuah Foto
28
DBW 28 Mulai Menjalankan Rencana
29
DBW 29 Curiga
30
DBW 30 Berbicara Tentang Kehamilan
31
DBW 31 Pertemuan Sakha dan Lisa
32
DBW 32 Hampir Kecelakaan
33
DBW 33 Meminta Bantuan
34
DBW 34 Kecelakaan
35
DBW 35 Kehilangan
36
DBW 36 Mulai Menyelidiki
37
DBW 37 Mengumpulkan Bukti
38
DBW 38 Penjara
39
DBW 39 Rekan bisnis
40
DBW 40 Pilihan Tari
41
DBW 41 Kepulangan Adel dari Rumah Sakit
42
Pengumuman Novel Baru
43
DBW 42 Cemburu
44
DBW 43 Kunjungan Keluarga
45
DBW 44 Status
46
DBW 45 Bulan Madu yang Semakin Dekat
47
DBW 46 Akhirnya pergi berdua
48
DBW 47 Kedai Bakso
49
DBW 48 Menikmati Hari Pertama Liburan
50
DBW 49 Janji di Depan Pusara
51
DBW 50 Hadiah dari Sakha
52
DBW 51 Perpisahan
53
DBW 52 Undangan Pernikahan
54
DBW 53 De Javu
55
DBW 54 Kehamilan kedua Adel
56
DBW 55 Penurut Sejak Dalam Perut
57
DBW 56 Keram Perut
58
DBW 57 Persalinan
59
DBW 58 Irsyad Fadil ( The End)
60
Terimakasih
61
Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim
62
Promo Novel Terbaru: Sebatas Ibu Untuk Anakmu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!