DBW 19 Tetangga Baru

Di Batas Waktu (19)

Sakha akui itu benar. Dia menyakiti hati Adel. Karena mencintai wanita lain. Maka sekarang, ia akan menetapkan hatinya untuk hanya mencintai ibu dari anaknya. Ia tak mau melakukan kesalahan dengan mencintai wanita yang tidak direstui ibunya. Ternyata restu ibu memang yang paling utama.

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

Siang ini, Adel hanya duduk di salah satu kursi di meja yang ada di tokonya. Duduk menghadap ke arah jalan melihat kendaraan yang lalu lalang. Entah kenapa rasanya ia sedang tidak ingin melakukan apapun.

Hingga seorang menghampiri mejanya.

"Assalamu'alaikum, Kakak cantik! ", sapa seorang gadis cilik berbaju pink dengan kerudung yang senada. Lucu dan menggemaskan menurut pendapat Adel.

" Wa'alaikumsalam, sayang. Ada yang bisa Kakak bantu?", tanya Adel ramah.

"Apa aku boleh duduk di meja ini?", tanyanya lagi. " Soalnya meja yang lain penuh", tambahnya memberi alasan.

Adel mengedarkan pandangannya. Ia baru sadar, kursi-kursi yang tadi kosong kini di penuhi dengan pengunjung yang sedang menikmati kue di toko kuenya.

" Ough, boleh sayang", jawab Adel.

" Apa kakakku boleh duduk di sini juga?", tanyanya lagi.

" Tentu saja". Gadis cilik itu melambaikan tangannya kepada seorang anak laki-laki yang sepertinya seumuran dengannya.

" Terimakasih Kakak cantik", anak perempuan itu tersenyum manis.

" Sama-sama, sayang".

Anak perempuan yang sepertinya sudah tak sabar memakan kue miliknya terlihat terburu-buru akan segera memakan salah satu flower cup cake miliknya yang berwarna pink.

" Ehm,, Ehm.." sang anak laki-laki yang tadi di sebut bahwa ia adalah kakak anak perempuan itu berdehem dan menghentikan tindakannya yang akan makan. " Berdo'a dulu, dek", mengingatkan pesan mamanya untuk berdoa sebelum makan.

Walaupun dengan mengerucutkan bibirnya, ia tetap menurut pada perkataan sang kakak. Setelah berdo'a,mereka pun memakan kue milik mereka masing-masing.

Adel tersenyum sendiri melihat pemandangan di depannya. Tak terasa ia mengusap pelan perutnya yang masih rata.

Setelah sekian lama, kue mereka habis. Adel yang penasaran kenapa tidak ada yang mendatangi mereka pun akhirnya bertanya.

" Kalian kesini sama siapa?", tanya Adel akhirnya.

" Berdua", jawab anak perempuan. Adel terkejut. Maksudnya anak sekecil mereka pergi tanpa di dampingi oleh orang dewasa?

" Ayah dan ibu kalian kemana?"

" Ibu ada di toko sebelah. Kalau Ayah,, aku jugak gak tahu", jawabnya lagi terlihat rasa sedih yang bisa ditangkap Adel.

" Hush,, kata mama gak boleh terlalu dekat sama orang yang gak di kenal", sang kakak meletakkan tangannya untuk menutupi mulutnya yang berbisik ke telinga adiknya. Adel refleks tersenyum. Sekalipun di tutupi dan berbisik, suaranya jelas terdengar.

" Oh iya lupa, kita belum kenalan. Nama kakak, Kak Adel yang punya toko kue ini", Adel memperkenalkan diri dengan mengaku sebagai pemilik toko. Bukan bermaksud sombong hanya agar kedua anak itu tidak merasa takut padanya.

" Aku Aqila dan ini kakak ku namanya Kak Aqil" , Aqila memperkenalkan diri dengan sopan.

" Kalian tidak takut hanya pergi berdua?"Adel bertanya lagi.

" Tidak.Kami sudah kenal sama kakak-kakak cantik disini", jawab Aqila sementara Aqil hanya mengangguk saja.

" Benarkah?", Adel mengerutkan keningnya.

' Iya, kami baru pindah ke toko sebelah. Kami juga tinggal disini sama mama.", jelas Aqila semangat. " Kakak beneran yang punya toko ini? tapi Qila baru lihat kakak. ", Herannya.

" Kemarin kakak pergi ke luar kota. Baru dua hari yang lalu pulang. Kakak juga tinggal disini. Berarti kita tetanggaan", Adel senang ia tidak akan terlalu kesepian.

" Benarkah?!", tanya Qila antusias. Adel hanya mengangguk. " Berarti Qila boleh sering main dong", tambahnya.

" Tentu", Qila semakin senang.

Mereka pun mengobrol tanpa rasa bosan. Adel bertanya banyak hal dan Aqila dengan senang hati menjawab. Sementara Aqil hanya sesekali menanggapi.

Hingga akhirnya Adel tahu bahwa Aqila dan Aqil adalah saudara kembar. Mereka hanya tinggal bersama sang ibu. Sementara ayahnya, mereka bilang tidak tahu tinggal dimana. Mereka bilang mereka hanya pernah beberapa kali bertemu.

Tak terasa sudah memasuki waktu shalat Dzuhur. Aqil yang pertama kali melihat jam segera mengajak adiknya pergi shalat.

" Qila, ayo pulang. Kita shalat dulu, udah jam dua belas lewat sepuluh menit", Aqil mengingatkan. Sontak saja Aqila termasuk Adel melihat jam dinding. Hari ini adzan Dzuhur memang jatuh pada pukul dua belas lewat lima menit.

Adel di buat terkesan dengan Aqila yang langsung menurut pada saudara kembarnya.

" Kak Adel, kami pulang dulu. Kata Mama kita harus sholat tepat waktu biar di sayang Allah dan biar Allah mengabulkan keinginan kita", Qila turun dari kursi yang di duduki nya.

" Baiklah. Nanti sore, kakak ajak ke taman yang dekat sini mau gak? Nanti Kak Adel yang izin ke mama", Adel ikut beranjak dari kursinya.

" Benarkah?", Adel mengangguk. " Asyik. Kak Adel janji ya, nanti aku tunggu kak Adel di toko Mama " , seru Aqila antusias.

" Insya Allah, sayang "

Keduanya berpamitan dan Adel pun beranjak ke kamarnya untuk melakukan kewajibannya juga.

Sore akhirnya tiba. Selepas shalat Ashar Adel pergi ke toko tempat si kembar tinggal.

Mengamati dari luar sebelum akhirnya masuk kedalam. Aqila memang mengatakan bahw sang ibu seorang penjahit.

" Assalamu'alaikum", Adel mengucapkan salam sambil mendorong pintu.

" Wa'alaikumsalam ", jawab seorang ibu muda dengan senyum manisnya.

" Perkenalkan, saya Adel pemilik toko kue di sebelah", Adel memperkenalkan diri.

" Toko Kue Dandelion?", tanyanya memastikan

" Benar. Saya baru dua hari yang lalu pulang dari luar kota",

" Ough pantas baru lihat. Perkenalkan saya Keysa"

" Tadi sempat ngobrol sama Aqila di toko dan niatnya mau ajak si kembar ke taman. Kalau Ibu mengizinkan"

" Panggil Mbak, aja. Kesannya saya tua banget", pinta Keysa di iringi tawa.

" Baik , mbak"

" Iya, tadi Aqila cerita katanya ketemu kakak cantik yang punya toko kue dan mau di ajak pergi ke taman". Mereka kini duduk dengan saling berhadapan. " Sebentar lagi mungkin akan turun "

" Iya gak apa-apa, Mbak "

" Maaf merepotkan "

" Tidak. Saya justru senang karena ternyata punya tetangga di sini. Kebetulan saya juga baru tinggal di sini setelah pulang dari luar kota ", jelas Adel.

" Memang sebelumnya tinggal dimana?"

" Di rumah mertua saya", jawab Adel jujur.

" Jadi, kamu tinggal sama suami kamu disini?", tanya Keysa lagi.

" Tidak. Saya tinggal sendiri".

" Jadi, kalian sudah pisah?", tanyanya penasaran. " Maaf,, maaf.. malah lancang nanya masalah pribadi", Keysa merasa tak enak hati.

" Gak papa, mbak", jawab Adel tersenyum. "Secara agama saya saya sudah pisah. Tapi, sekarang lagi masa untuk saling introspeksi diri. Apakah mau kembali melanjutkan kehidupan bersama atau jalan masing-masing ", Adel menjelaskan tanpa terpaksa.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

adel seorang yg mandiri bngt ya..shaka ga pihay itu apa ya

2023-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 DBW 1 Di Batas Waktu ( Revisi)
2 DBW 2 Terkejut
3 DBW 3 Mama Tahu
4 DBW 4 Goyah
5 DBW 5 Terlambat
6 DBW 6 Sahabat
7 DBW 7 Jodoh
8 DBW 8 Permintaan Maaf Sakha
9 DBW 9 Memulai dari Awal
10 DBW 10 Jalan-jalan Sore
11 DBW 11 Martabak Telur Spesial
12 DBW 12 Mantan istri ?
13 DBW 13 Talak
14 DBW 14 Adel Hamil
15 DBW 15 Hubungan Lisa dan Yudi
16 DBW 16 Rencana Adel
17 DBW 17 Pertemuan
18 DBW 18 Kesempatan
19 DBW 19 Tetangga Baru
20 DBW 20 Berbagi Cerita
21 DBW 21 Kedatangan Alifa
22 DBW 22 Menghindar
23 DBW 23 Mengabadikan Momen
24 DBW 24 Pernyataannya Cinta
25 DBW 25 Mertua Idaman
26 DBW 26 Pulang Ke Rumah
27 DBW 27 Karena Sebuah Foto
28 DBW 28 Mulai Menjalankan Rencana
29 DBW 29 Curiga
30 DBW 30 Berbicara Tentang Kehamilan
31 DBW 31 Pertemuan Sakha dan Lisa
32 DBW 32 Hampir Kecelakaan
33 DBW 33 Meminta Bantuan
34 DBW 34 Kecelakaan
35 DBW 35 Kehilangan
36 DBW 36 Mulai Menyelidiki
37 DBW 37 Mengumpulkan Bukti
38 DBW 38 Penjara
39 DBW 39 Rekan bisnis
40 DBW 40 Pilihan Tari
41 DBW 41 Kepulangan Adel dari Rumah Sakit
42 Pengumuman Novel Baru
43 DBW 42 Cemburu
44 DBW 43 Kunjungan Keluarga
45 DBW 44 Status
46 DBW 45 Bulan Madu yang Semakin Dekat
47 DBW 46 Akhirnya pergi berdua
48 DBW 47 Kedai Bakso
49 DBW 48 Menikmati Hari Pertama Liburan
50 DBW 49 Janji di Depan Pusara
51 DBW 50 Hadiah dari Sakha
52 DBW 51 Perpisahan
53 DBW 52 Undangan Pernikahan
54 DBW 53 De Javu
55 DBW 54 Kehamilan kedua Adel
56 DBW 55 Penurut Sejak Dalam Perut
57 DBW 56 Keram Perut
58 DBW 57 Persalinan
59 DBW 58 Irsyad Fadil ( The End)
60 Terimakasih
61 Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim
62 Promo Novel Terbaru: Sebatas Ibu Untuk Anakmu
Episodes

Updated 62 Episodes

1
DBW 1 Di Batas Waktu ( Revisi)
2
DBW 2 Terkejut
3
DBW 3 Mama Tahu
4
DBW 4 Goyah
5
DBW 5 Terlambat
6
DBW 6 Sahabat
7
DBW 7 Jodoh
8
DBW 8 Permintaan Maaf Sakha
9
DBW 9 Memulai dari Awal
10
DBW 10 Jalan-jalan Sore
11
DBW 11 Martabak Telur Spesial
12
DBW 12 Mantan istri ?
13
DBW 13 Talak
14
DBW 14 Adel Hamil
15
DBW 15 Hubungan Lisa dan Yudi
16
DBW 16 Rencana Adel
17
DBW 17 Pertemuan
18
DBW 18 Kesempatan
19
DBW 19 Tetangga Baru
20
DBW 20 Berbagi Cerita
21
DBW 21 Kedatangan Alifa
22
DBW 22 Menghindar
23
DBW 23 Mengabadikan Momen
24
DBW 24 Pernyataannya Cinta
25
DBW 25 Mertua Idaman
26
DBW 26 Pulang Ke Rumah
27
DBW 27 Karena Sebuah Foto
28
DBW 28 Mulai Menjalankan Rencana
29
DBW 29 Curiga
30
DBW 30 Berbicara Tentang Kehamilan
31
DBW 31 Pertemuan Sakha dan Lisa
32
DBW 32 Hampir Kecelakaan
33
DBW 33 Meminta Bantuan
34
DBW 34 Kecelakaan
35
DBW 35 Kehilangan
36
DBW 36 Mulai Menyelidiki
37
DBW 37 Mengumpulkan Bukti
38
DBW 38 Penjara
39
DBW 39 Rekan bisnis
40
DBW 40 Pilihan Tari
41
DBW 41 Kepulangan Adel dari Rumah Sakit
42
Pengumuman Novel Baru
43
DBW 42 Cemburu
44
DBW 43 Kunjungan Keluarga
45
DBW 44 Status
46
DBW 45 Bulan Madu yang Semakin Dekat
47
DBW 46 Akhirnya pergi berdua
48
DBW 47 Kedai Bakso
49
DBW 48 Menikmati Hari Pertama Liburan
50
DBW 49 Janji di Depan Pusara
51
DBW 50 Hadiah dari Sakha
52
DBW 51 Perpisahan
53
DBW 52 Undangan Pernikahan
54
DBW 53 De Javu
55
DBW 54 Kehamilan kedua Adel
56
DBW 55 Penurut Sejak Dalam Perut
57
DBW 56 Keram Perut
58
DBW 57 Persalinan
59
DBW 58 Irsyad Fadil ( The End)
60
Terimakasih
61
Promo Novel Terbaru: Balqis Untuk Baim
62
Promo Novel Terbaru: Sebatas Ibu Untuk Anakmu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!