Melihat suaminya hendak mencari Bulan membuat Anggi langsung melarangnya.
"Jangan pergi jika kau tidak mau celaka," cegah Anggini
Melihat reaksi istrinya, Indra merasa jika wanita itu tahu sesuatu tentang dirinya.
"Dari tadi kau selalu tak percaya dengan omongan gadis itu, apa ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya Indra
"Bagaimana aku percaya dengan omong kosong seperti itu. Coba kau pikir dengan akal sehatmu, mana ada dewa yang turun ke bumi, dan juga jika benar-benar ada Dewa yang turun ke bumi pasti ia memiliki kekuatan yang sangat besar dan bisa melakukan apapun sesuka hatinya tanpa terluka. Tapi lihat dirimu berkali-kali kau terluka dan pingsan karena di hajar oleh para penjahat. Apa itu yang namanya dewa, ck, ck, ck!" sahut Anggi
"Benar juga, jika aku adalah seorang Dewa maka aku tidak akan pernah terluka atau pingsan. Juga tubuh ini pasti kebal terhadap senjata, tapi...." Indra kemudian meraba luka di kepalanya dan berusaha mencarinya
Kau tidak akan pernah menemukan bekas luka itu karena semuanya pasti langsung menghilang karena kau adalah seorang dewa,
"Daripada kau bingung mencari tahu kau dewa atau bukan lebih baik kau selesaikan saja urusan kakek Danu. Kau harus mencari tahu siapa orang - orang yang berusaha membunuhnya," jawab Anggini
Melihat suaminya kebingungan membuat Anggini kemudian berlalu pergi meninggalkannya.
Anggi kemudian segera meninggalkan rumah itu setelah mendapatkan telepon dari seseorang ..
Wanita itu segera melesatkan mobilnya meninggalkan halam rumah Surya Atmaja.
Sementara itu Indra yang mulai mencurigai istrinya kembali masuk ke kamarnya dan memeriksa barang-barang milik wanita itu.
Ia membongkar lemari Anggi dan memeriksa pakaiannya.
"Aku yakin ada yang ia sembunyikan dariku,"
Indra terus mencari sesuatu dalam lemari pakaian istrinya tersebut.
Ia juga memeriksa meja rias Anggi.
Meskipun ia seorang yang tampak dingin dan arogan tapi tetap saja aku bisa melihat sisi baik wanita itu. Ia begitu berbeda dengan saudara-saudaranya yang sangat jahat dan culas.
Netra Indra seketika membulat saat melihat kumpulan surat yang tersimpan rapi di laci meja rias istrinya itu.
"Surat apa ini kenapa isinya kosong?" Indra kemudian mengambil tumpukan kertas kosong tersebut dan kemudian menerawangnya dibawah cahaya lampu.
Namun ia tak melihat tulisan apapun di atasnya.
Kertas apaan ini, kenapa begitu banyak dan kenapa Anggi menyimpannya meskipun kertas ini tak ada isinya.
Indra kemudian mencari cara di google untuk mengetahui bagaimana cara membaca surat rahasia yang tulisannya tidak dapat dilihat.
"Dibaca di bawah sinar rembulan, atau dibasahi dengan air hujan atau dengan getah tanaman tertentu. Ah kenapa semuanya mustahil, aku harus menunggu sampai malam jika ingin membacanya di bawah cahaya rembulan atau menunggu musim hujan agar bisa membacanya di bawah guyuran air hujan," Indra kemudian menyimpan kembali surat itu ke laci meja rias Anggini.
Karena penasaran dengan istrinya, diam-diam pria itu kemudian mengikuti kemana wanita itu pergi.
Sementara itu Anggini menghentikan mobilnya tepat di sebuah gudang tua tak jauh dari tempat kerjanya.
Seorang pria muda langsung menghampirinya.
"Dia sudah menunggumu diatas," ucap Eliot kemudian membawa Anggini naik ke roof top gudang.
Wanita itu hanya menghela nafas saat melihat Bulan berdiri menunggunya.
"Untuk apa kau menemui ku?" tanya Anggi
"Katakan padaku apa yang terjadi dengan Indra?" jawab Bulan balik bertanya
"Ah, rupanya kau masih penasaran dengan itu. Jika kau adalah seorang peri yang hebat, maka harusnya kau tahu apa yang terjadi dengannya,"
"Apa kau yang membunuh Elang-elang itu?" tanya Bulan lagi
"Kalau kau sudah tahu kenapa masih bertanya, dasar bodoh!" hardik Anggi
"Untuk apa kau melakukan hal itu, ap kau sengaja ingin mencelakainya?" tuding Nebula
"Jaga ucapanmu Bulan!" seru Anggini menikamkan belatinya ke leher gadis itu.
"Sebagai seorang Dewi kau terlalu pandai untuk menyembunyikan jati dirimu, pantas saja Indra tak mengenali dirimu,"
"Sudahlah jangan banyak omong, sebaiknya kau segera kembali ke Kayangan dan katakan kepada Siwa kalau Indra baik-baik saja. Dunia ini sangat berbahaya untuk peri seperti dirimu," ujar Anggi kemudian menyalakan rokoknya
"Bagaimana aku bisa mengatakan Indra baik-baik saja jika aku tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Indra," sahut Nebula
"Dia sedang mengalami amnesia, jadi ia tidak mengingat siapa dirinya,"
"Jadi itu alasannya kenapa kau membunuh Elang-elang itu?" sahut Bulan
"That's right, aku tidak mau kerajaan langit gonjang-ganjing gara-gara masalah ini. Dan juga aku melakukan hal itu agar Asura tidak tahu jika Indra sedang berada di wilayah kekuasaannya, berbahaya baginya jika iblis itu tahu kalau Indra sedang amnesia, itu sebabnya aku membuat Elang-elang itu tak kembali lagi ke majikannya," terang Anggini
"Kau memang pintar Anggini, tapi tetap saja kau seharusnya tidak melakukan hal itu. Bukankah lebih baik jika Indra tahu siapa dirinya,"
"Belum saatnya, aku yakin sebentar lagi ia akan mengingat siapa dirinya," jawab Anggi
Wanita itu segera mematikan rokoknya saat ia merasakan ada bahaya yang mengancamnya.
Ia segera mendorong Nebula saat mengetahui sebuah anak panah melesat kearahnya.
*Wuuushhh!!
"hahahaha!" terdengar suara tawa bergemuruh membuat Anggini begitu berang.
"Anggini, kau benar-benar hebat, kau selalu saja berhasil lolos dari serangan ku. Tapi kali ini aku tidak akan membiarkan mu lolos lagi," ucap sang Asura
Lelaki itu terkejut saat melihat Nebula bersama Anggini.
"Wow, apa hari ini aku mendapatkan jackpot hingg bertemu dengan seorang peri bulan di sini?" ucap Asura menyeringai
"Jika seorang peri bulan sudah turun ke bumi berarti itu tandanya ada Dewa malang yang sedang tersesat di Bumi, kira-kira siapa dewa malang itu. Katakan padaku siapa dia agar aku bisa segera membunuhnya, hahahaha!" ujar Asura tertawa terbahak-bahak
"Ah sial, akhirnya si brengsek itu tahu juga, sekarang tidak ada jalan lain selain membungkam mulut bedebah itu agar ia tak mengadu kepada para komplotannya," Anggi kemudian menyuruh Eliot untuk menyerang Asura
Namun saat pemuda itu hendak menyerangnya puluhan anak buah Asura tiba di tempat itu dan menghajarnya hingga babak belur.
Pertarungan Antara Asura dan Anggini pun tak terelakan lagi. Wanita itu mengerahkan semua kekuatannya untuk mengalahkan sang Iblis namun sayangnya Asura terlalu kuat hingga membuat nyawa Anggini hampir melayang.
Saat sebuah tombak sang Iblis melesat kearahnya seorang pria segera melesat dan menahan serangannya.
"Lihat ini, siapa pria tampan ini!" seru Asura menyeringai menatap Indra
"Meskipun kau seperti seorang manusia biasa tapi kenapa aku mencium aroma dewa dalam dirimu, katakan padaku siapa kau sebenarnya?" tanya Sang Iblis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
ternyata anggini juga seorang dari khayangan
2023-01-27
1
☠ Pramono
apakah pria tampan yang sedang berusaha menyelamatkan Anggini itu adalah Indra ya ??
2023-01-15
0
☠ Pramono
sek sek sek.... apakah Anggini juga seorang dewi yang seharusnya ada di khayangan gitu kah ?
karena sepertinya Anggini kenal banget ama Nebula seeeh
2023-01-15
0