*Wuuushhh!!
Anggi segera mengambil senapannya saat mendengar suara burung terbang melintasi kamarnya.
*Dor!!!
Sebuah burung elang terjatuh setelah wanita itu berhasil menembaknya.
"Apa di jaman modern ini masih ada orang yang mengirimkan pesan melalui burung elang, haish yang benar saja. Memangnya ini jaman Majapahit!" gerutu wanita itu kemudian mengambil sebuah kertas yang di simpan di kaki burung tersebut.
Ia kemudian menaruh kertas itu ke laci meja riasnya.
"Dia pasti sangat frustasi karena suratnya tak pernah berbalas, kasian sekali!"
Anggi segera mengangkat ponselnya saat seseorang menghubungi.
"Cepat turun aku menunggumu di bawah!"
"Sudah ku bilang jangan pernah menampakkan wajahmu di sini kenapa kau malah datang ke rumahku!" hardik Anggi begitu murka
Ia segera turun dan menarik pergi seorang pria yang mendatangi rumahnya.
"Sudah ku bilang jangan pernah datang kemari!"
"Sorry Anggi, ada sesuatu yang penting yang harus aku bicarakan denganmu, itulah sebabnya aku datang menemui mu di sini,"
"Katakan saja ada apa?"
"Kau harus pergi dari sini karena mereka sudah mengendus keberadaan mu. Sekarang percuma saja kau bersembunyi karena dimanapun kau bersembunyi mereka akan menemukan mu," jawab lelaki itu
"Kalau begitu aku akan melawan mereka," jawab Anggi
"Jangan gila, apa kau sudah bosan hidup. Mereka bisa dengan mudah membunuh mu jadi sebaiknya kau menyerah saja,"
"Tidak ada yang boleh menyentuh istriku selama ada aku di sisinya. Jangan khawatir aku pasti akan menjaganya," jawab Indra menghampiri mereka
"Sebaiknya jangan libatkan suamimu kalau kau tidak mau dia mati sia-sia," bisik pria itu
"Jangan meremehkan aku, karena aku bisa membunuh siapapun termasuk dewa dan iblis," ucap Indra kemudian mengajak Anggi masuk ke dalam rumah
"Sebenarnya apa yang terjadi, apa ada yang mengancam mu?" tanya Indra
"Tidak ada, biasalah Eliot dia mengabarkan kalau sainganku Rene sudah kembali jadi dia menyarankan aku untuk sembunyi karena dia pikir aku takut padanya dan tak bisa mengalahkan kemampuan aktingnya,"
"Syukurlah kalau begitu, aku pikir ada orang jahat yang berusaha mengejar mu. Kau tahu...tadi aku merasakan ada kekuatan besar yang mulai mengintai ku. Aku harap kau berhati-hati mulai sekarang," tutur Indra
"Baiklah mulai sekarang aku harus hati-hati," jawab Anggi
Pagi harinya Surya meminta Indra untuk menghadiri peresmian rumah sakit cabang di daerah Depok.
Cailen yang merasa iri karena sang ayah selalu mengutamakan Owen langsung mendemo keputusan ayahnya tersebut.
"Kenapa ayah, tidak mengurus aku saja. Tidak bisakah kau memberikan kepercayaan kepadaku sekali saja?"
"Sebaiknya kau tetap melakukan tugasmu sebagai dokter spesialis karena sebentar lagi kau akan menjadi dokter terbaik jika kau dapat menjalankan tugas mu dengan baik," jawab Surya
"Sebenarnya apa rencana ayah, sehingga selalu menyuruhku untuk menjadi Dokter yang baik,"
"Sebaiknya kau jangan banyak tanya, tapi lihat saja apa yang akan terjadi," jawab Surya
***********
*Rumah sakit Atmaja Depok
Saat Indra menghadiri peresmian rumah sakit cabang, ia dihadang oleh puluhan pendemo yang menuntut keadilan dari pihak Atmaja Hospital.
Mereka menuntut agar rumah sakit itu memberikan kompensasi yang layak kepada korban mal praktik di rumah sakit elite tersebut.
Indra berusaha meredam aksi demo dengan mendengarkan keluhan mereka dan memberikan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalah mereka.
Namun siapa sangka seorang oknum sengaja memanfaatkan momen tersebut untuk menyerang Indra yang dianggap sebagai kaki tangan Surya Atmaja.
Indra yang berusaha menenangkan para pendemo tiba-tiba jatuh pingsan setelah di hujam sebuah balok besi oleh salah seorang oknum yang memanfaatkan kesempatan itu untuk melukai Owen.
Tak ada yang menyelamatkan Indra karena semua orang sibuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
Nebula yang mengendus keberadaan Indra segera mendatangi tempat itu.
"Aku yakin ia ada di sini tadi, aku bisa merasakan kekuatannya di tempat ini."
Saat ia melihat sekelompok orang membawa senjata tajam dan berlari kearah Indra yang tak sadarkan diri membuat Nebula segera menghentakkan kakinya hingga terjadi getaran gempa yang begitu dahsyat membuat semua orang terhempas ke jalanan.
Indra yang menyadari ada kekuatan besar yang mengintainya segera bangun dan mencari dimana sumber kekuatan itu.
Matanya tertuju pada sosok gadis cantik yang terus menatapnya.
"Siapa dia??, kenapa dia terus menatap ku," Indra terus memperhatikan Nebula ya
Saat ia hendak mendekatinya seorang anak kecil menangis tersedu-sedu karena kehilangan orang tuanya.
Ia kemudian menyelamatkan anak tersebut dan membawanya pergi menjauh dari tempat itu.
"Sepertinya Indra sudah pergi dari Tempat ini, lagipula kenapa baunya tiba-tiba menghilang," Nebula segera bergegas pergi saat menyadari Indra tak ada di tempat itu.
Tiba-tiba sebuah angin kencang menghantam tubuh wanita itu hingga terhempas di pusaran angin ****** beliung.
Indra segera melesat dan menangkap tubuh wanita itu untuk menyelamatkannya.
*Grep!!
Nebula merasa aneh saat menatap sosok lelaki di depannya.
Kenapa manusia ini tidak memiliki ambisi seperti manusia lainnya. Bahkan detak jantungnya begitu lemah seperti seorang Dewa.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Indra membuat Nebula salah tingkah.
"Ah iya," jawab Nebula kemudian Berdiri mengalihkan pandangannya
" Sebaiknya kau cepat pergi dari tempat ini karena tempat ini tak aman untuk wanita seperti dirimu," ujar Indra
Setelah berhasil menyelamatkan anak-anak, Indra kemudian mencoba meredam emosi para pendemo dengan mengajaknya berbicara. Dengan kelembutan hati Indra ia berhasil melakukan negosiasi dengan para pendemo
Keberhasilan Indra dalam menangani demo di rumah sakit membuat Danu begitu bangga padanya.
Ia bahkan rela datang ke kantornya hanya untuk memberi hadiah padanya.
Tiba-tiba saat memasuki ruang kerja Indra Danu terpeleset dan jatuh kelantai.
Karena mengalami pendarahan hebat Danu akhirnya dirawat intensif di ruang ICU.
Kondisi Danu yang terus menurun membuat pria itu akhirnya meninggal.
Indra yang mendengar kematian Danu langsung kembali ke Jakarta.
Namun sayangnya ia tidak bisa melihat wajah sang kakek karena sudah dimasukkan kedalam peti mati.
Kekecewaan Indra sangat beralasan. Saat ia berusaha meminta izin untuk melihat wajah sang kakek untuk terakhir kalinya pihak rumah sakit melarangnya dengan alasan menjaga privasi pasien.
Indra yang kesal dengan peraturan baru rumah sakit langsung menemui penanggung jawab rumah sakit dan meminta alasan ia melarangnya melihat wajah sang kakek.
Namun siapa sangka Kecelakaan saat ia menghadapi para pendemo membuat pria itu berhasil mendapatkan ingatan Owen semuanya.
Namun sayangnya setelah ia berhasil mendapatkan ingatan Owen kembali , ia tetap saja tak mengetahui jati dirinya. Setelah melihat semua ingatan Owen, Indra merasa jika dirinya bukan Owen.
Halo teman-teman jangan lupa kasih like, komen karya terbaru aku ya. Favorit kan juga ya.
Insya Allah up tiap hari jadi jangan sampai ketinggalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
indra belum sadar kalau dia seorang dewa
2023-01-26
1
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
kok bingungvyah aku
2023-01-15
0
Harry
astaga Kakek Danu meninggal 😭😭😭
padahal beliau belum sempat ketemu dengan Owen untuk menyampaikan hadiah eeeeh uda wafat duluan
2023-01-15
0