*Buuggh!!!
"Arrghh!!" Cailen memekik kesakitan
"Cailen, kenapa dia ada di sini?" Indra terus memandangi pria yang terjauh tak jauh darinya.
"Itu dia!" seru para debt kolektor langsung menghampirinya.
Cailen tak bisa melarikan diri karena para debt kolektor itu lebih dulu menemukannya.
"Ah sial," gerutu Cailen yang tak berdaya
Ia hanya bisa pasrah dan berharap ada seseorang yang akan datang menyelamatkannya.
"Cepat bayar uangnya atau kami akan menyeret mu ke kantor polisi!" hardik debt kolektor itu
Cailen yang tak punya pilihan lain terpaksa harus menghadapi para debt kolektor itu seorang diri.
"Bunuh saja aku, lagipula aku tidak punya uang jadi percuma saja kalian menagih ku karena aku tidak memiliki uang sekarang," jawab Cailen pasrah
"Baiklah kalau begitu bersiaplah ke Neraka!" seru salah seorang dari mereka kemudian melesatkan tinjunya hingga membuat Cailen mengerang kesakitan
Pria itu tampak begitu kesakitan sambil memegangi perutnya.
Sementara itu melihat kakak iparnya di keroyok oleh debt kolektor membuat Indra tak tega dan berusaha menolongnya.
Saat mereka hendak menghajarnya lagi, seorang Indra segera menahan serangan debt kolektor tersebut. Hingga debt kolektor yang satunya berusaha menyerangnya, Indra yang tak mau membuat ribut di rumah sakit terpaksa menghentikan mereka dengan pukulan kerasnya.
"Sebaiknya kau jangan ikut campur jika tidak mau berurusan dengan polisi,"
"Pria ini memiliki hutang yang banyak kepada perusahaan kami, sebagai seorang konglomerat Bukannya membayar hutang-hutangnya ia malah berusaha kabur setiap kami datang menagihnya!" seru salah seorang dari mereka
"Kalau begitu biar aku yang akan membayar hutang-hutangnya," ucap Indra
"Baiklah kalau begitu datanglah ke kantor kami dan lakukan pembayaran di sana, ingat bos kami tidak menerima transfer jadi usahakan bawa uang Cash," ucap sang debt kolektor kemudian meninggalkan kartu namanya
Cailen begitu lega saat tahu Indra akan membayar semua hutang-piutangnya.
"Thanks Bro, tidak sia-sia gue datang ke tempat ini karena lo akhirnya mau bayarin hutang gue," ujar Cailen
"Aku memang akan melunasi hutang-hutang kamu tapi tidak gratis. Kau harus membayarnya suatu hari nanti," jawab Indra
"Tapi aku tak punya uang sekarang jadi percuma saja karena aku tidak akan pernah bisa membayarnya," ucap Cailen
"Kata siapa aku meminta bayaran uang kepada mu, kau bisa membayar utang mu itu dengan menggunakan informasi atau semacamnya jadi aku tidak butuh uang mu, apa kau mengerti,"
"Baiklah kalau begitu,"
************
Setelah membuat perjanjian dengan Cailen, Indra kemudian mendatangi perusahaan Farmasi untuk melunasi hutang-hutang Kaka iparnya.
Setibanya di tempat itu seorang wanita langsung menyambutnya dan mengajaknya masuk.
Seorang wanita cantik langsung menjabat tangannya dan mempersilakannya duduk.
"Perkenalkan saya Melani Leimena CEO Jaya Buana Farmasi," ucap wanita itu memperkenalkan dirinya
"Owen Sullivan," jawab Indra singkat
"Baiklah dokter Owen, sekarang silakan apa yang ingin kau lakukan di sini?" tanya Melanie
"Aku datang kesini untuk melunasi hutang-hutang Kakak Iparku Cailen Atmadja,"
"Ok, apa kau sudah membawa uang cash nya. Pasti anak buahku sudah memberitahu kan dirimu kalau aku tidak menerima transfer dan hanya menerima uang cash. So Dimana uangnya?" tanya Melani
"Sebenarnya aku tidak ingin membayar hutang-hutang Saudara ku dengan uang cash. Justru aku ingin memberikan penawaran menarik kepadamu untuk melunasi hutang tersebut,"
"Katakan saja apa yang ingin kau tawarkan padaku?" tanya Melani
Indra kemudian memberitahu wanita itu jika ia bisa membantu wanita itu meminimalisir kerugian perusahaannya dengan menambahkan ramuan herbal yang ia ciptakan kedalam obat yang sudah terlanjur di produksi masal.
"Kau tidak perlu memusnahkan obat-obatan itu karena selain bisa mencemari lingkungan kau juga akan kesulitan untuk membuang sampah berbahaya itu. Untuk itulah aku mengajukan kerja sama untuk memproduksi ulang obat-obatan tersebut. Selain kau bisa mendapatkan uang untuk ganti rugi ongkos produksi kau juga akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak karena aku akan menjadikan perusahaan mu sebagai rekan bisnis kami untuk menciptakan obat terbaru kami," ujar Indra
Melani langsung setuju setelah mendengar tawaran dari Indra keduanya kemudian sepakat dan langsung berjabat tangan menandai kesepakatan keduanya.
**********
Sementara itu peri bulan yang di tugaskan oleh Brahma untuk mencari keberadaan Indra sudah mendarat dengan selamat di Bumi.
Gadis cantik bertubuh mungil itu tampak kepanasan saat tersengat cahaya terik matahari di siang hari.
"Kenapa bumi panas sekali, kalau seperti ini terus kulit growing ku bisa jadi kusam. Sebaiknya aku pakai sunscreen dulu biar wajahku tetap cantik jelita," ucap Nebula
Gadis itu kemudian melanjutkan perjalanannya setelah memakai kacamata hitam dan menutupi wajahnya dengan syal.
*Ciittt!!
Ranu terpaksa menghentikan mobilnya saat seorang wanita tiba-tiba menyeberang jalan tanpa melihat kanan kiri lebih dulu.
"Woii, kalau jalan pakai mata dong jangan asal nyelonong aja. Emang ini jalan nenek moyang lo!" seru Ranu membuat Nebula langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kearahnya
"Untung cewek, kalau cowok udah aku bejek-bejek muka lo!" imbuh Ranu
Dasar manusia sialan, belum tahu siapa gue,
Nebula kemudian menghampiri Ranu.
"Turun kau!" seru Nebula
"Kenapa lo, mau ngajak ribut!" sahut Ranu dengan nada ketus
"Turun atau aku akan menghancurkan mobil mu ini," sahut Nebula
Ranu yang terpancing emosi segera turun dan menghampiri gadis itu.
"Sekarang berlutut dan minta maaf sama gue!" ucap Nebula
"Oi kebalik kali, yang ada lo yang harusnya minta maaf karena sudah mengagetkan gue. Gimana kalau mobil gue tiba-tiba lecet karena nabrak tubuh krempeng lo itu!" sahut Ranu
"What, krempeng!!" Nebula yang kesal langsung menghajar Ranu hingga pria itu terhempas sejauh dua kilometer.
"Astaga aku kelepasan," ucap Nebula menyadari kesalahannya
"Gimana nih, gimana kalau berandal kecil itu mati setelah terkena pukulan ku," Nebula segera berlari mencari keberadaan Ranu.
Indra terkejut saat menemukan Ranu dalam keadaan pingsan dengan wajah lebam.
"Siapa yang melakukan ini, aku yakin dia pasti memiliki kekuatan luar biasa hingga mampu meninggalkan bekas luka seperti ini," Indra kemudian mengusap wajah Ranu membuat pria itu langsung sadar.
"Kenapa gue ada di sini?" ucap Ranu mulai membuka matanya
"Seseorang baru saja menghajar mu, sebaiknya kau hati-hati karena bisa saja ia datang lagi dan menghajar mu," jawab Indra.
"Kalau begitu kau harus melindungi aku, aku takut cewek sinting itu akan datang lagi dan menghajar ku lagi," terang Ranu ketakutan
"Cewek?, jadi yang menghajar mu seorang wanita?" tanya Indra tak percaya
"Benar dia seorang cewek tapi dia sangat mengerikan," jawab Ranu
"Kalau begitu aku tidak bisa melawannya karena aku tidak pernah melawan wanita dan anak-anak." ujar Indra kemudian meninggalkan Ranu
Tidak lama Nebula datang dan menghampirinya.
"Akhirnya ketemu juga, apa kamu baik-baik saja?" ucap Nebula
Ranu begitu terkejut saat melihat wajah gadis itu hingga ia tak mampu berkata-kata saat melihat kecantikannya.
"Apa kau seorang peri, kenapa kau begitu cantik?" ucapnya Ranu terkesima menatap kecantikan Nebula.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
tadi aja marah2 sekarang terpesona
2023-01-25
1
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT
wah ngenalin indravngga tuh si nebula
2023-01-15
0
Harry
waaduuuh keren ooooy....
Nebula mukulnya gak pake rem yaaak 🤣🤣🤣 masak ampe Ranu terlempar sejauh dua kilometer seeeh 🤣🤣🤣🤣
2023-01-15
0