Bab 9. Titik terang

"Taraka Asura matilah kau Iblis!" seru Indra melepaskan tombaknya kearah sang Iblis yang mencoba membunuh Sang Brahma

*Bruugghhh!!

Tubuh Taraka terhempas ke tanah dengan tombak menancap di dadanya.

"Taraka Asura tidak akan pernah mati, meskipun kau berhasil membunuh ku, aku akan tetap hidup dalam jiwa-jiwa manusia yang serakah. Dan saat itu kau tidak bisa membunuh ku, karena Dewa tidak boleh membunuh manusia!" seru Taraka kemudian tertawa terbahak-bahak

Melihat kesombongan Asura membuat Indra mengambil busur panahnya dan memanah Iblis itu hingga tewas tak bernyawa.

Indra segera membuka matanya setelah melihat kejadian mengerikan itu.

Para penjahat itu mengejar Tasya yang berusaha melarikan diri.

"Sekarang kau tidak bisa lari lagi, dimana ayam itu atau aku akan membunuhmu!" seru lelaki itu menghadang langkahnya

"Sampai matipun aku tidak akan memberitahukan kepada kalian dimana ayam itu!" jawab Tasya

Melihat Tasya tetap bungkam tak mengatakan dimana ayam betina milik Owen membuat para penjahat itu semakin berang

*Buugghh!!

Sebuah pukulan keras mendarat di wajah cantik gadis itu hingga membuatnya tumbang.

Darah segar mengalir dari bibir tipis gadis itu membuat para penjahat itu menyeringai menatapnya.

"Ternyata kau memilih mati rupanya, baiklah kalau begitu bersiaplah untuk ke Neraka!" ujar lelaki itu meminta anak buahnya menjegal wanita itu.

Ia kemudian mengeluarkan belatinya dan menyeringai menatap gadis itu.

Saat ia hendak menikam wanita itu , sebuah tendangan keras menghantam tubuhnya hingga ia terjungkal ke tanah.

"Kau!!" seru pria itu ketakutan saat melihat Indra berdiri di depannya

"Aku sudah kembali jadi bersiaplah untuk mati!" seru Indra

"Hajar dia!" seru lelaki itu membuat semua anak buahnya langsung menyerang Indra.

Sebagai dewa perang yang tangguh Indra langsung bisa melumpuhkan mereka hanya dengan sekali tendangan.

Pria itu mencoba menikamnya saat melihat Indra lengah, namun dengan sigap Indra segera membalikkan badannya dan melepaskan tendangan melingkar hingga pria itu langsung tumbang.

Ia kemudian menghampiri Tasya dan membawa gadis itu pergi dari tempat itu.

Tasya mengajak Indra ke kosannya.

"Kenapa Dokter Ingin menemui ku?" tanya gadis itu

"Aku hanya penasaran dengan buku jurnal ini." Indra kemudian memberikan buku itu kepada Tasya

"Apa buku ini milikmu?" tanya Indra membuat gadis itu langsung tersentak mendengarnya

"Bagaimana kau bisa tahu?" jawab Tasya balik bertanya

"Apa kau sudah mengingat semuanya?" imbuhnya

"Meskipun aku mengalami amnesia tapi ada beberapa ingatanku yang tak bisa terhapus, aku masih ingat dengan jelas jika aku tidak memiliki catatan serapih ini. Hanya wanita yang bisa membuat catatan yang rapih seperti ini, dan juga aku tidak pernah menambahkan kandungan herbal dalam obat itu, tapi kau selalu menambah kan obat herbal itu dalam setiap obat yang kau temukan. Jika ada orang yang lebih tahu tentang diriku itu adalah kamu. Kenapa kau memberikan catatan ini padaku??" tanya Indra

"Meskipun aku seorang apoteker terbaik tapi tetap saja aku tidak bisa menjadi seorang apoteker, aku ingin membantumu menjadi dokter yang hebat. Dokter yang bisa menolong orang-orang miskin, tidak seperti mereka yang selalu mengabaikan pasien miskin," jawab Tasya

"Jadi ternyata itu keinginan mu, meskipun aku sebelumnya tidak pernah tertarik menjadi dokter tapi semoga aku bisa lebih menyukai profesiku setelah mengenalmu," jawab Indra

Tasya juga memberitahukan jika ia sudah menyelamatkan ayam yang dijadikan eksperimen Indra.

"Ternyata kau yang memindahkan ayam itu, terimakasih. Tapi apa ayam itu masih hidup, dan bagaimana keadaannya setelah aku menyuntikkan virus itu?" tanya Indra penasaran

"Ayamnya baik-baik saja, hanya saja ia tidak segesit biasanya. Aku mencoba memberikan obat herbal yang ku buat dan hasilnya ayam itu kembali lincah seperti sedia kala," jawab Tasya

"Apa itu alasannya kamu menambahkan obat herbal tersebut dalam obat itu?" tanya Indra

"Benar sekali, selain sebagai imun alami tanaman herbal itu bisa membuat stamina tubuh tetap terjaga meskipun terserang virus," jawab Tasnya

Tiba-tiba Indra mendapatkan telepon dari ayah mertuanya yang memintanya untuk segera kembali ke rumah Sakit.

Setengah jam kemudian Indra sudah tiba di rumah sakit.

Ia terkejut saat melihat semua pemegang saham sudah berkumpul di ruang rapat. Ternyata Surya ingin mempercepat pengangkatan Owen menjadi direktur utama Atmaja Hospital.

Ia bahkan meyakinkan para Direksi dan pemegang saham jika menantunya tersebut adalah seorang yang hebat.

"Tidak mungkin dia tidak memiliki kemampuan jika ayahku sudah menunjuknya sebagai penerus Atmaja Hospital. Meskipun beliau tak bisa hadir saat ini tapi ia sudah menitipkan keputusannya kepadaku," Surya kemudian membacakan surat keputusan dari ayahnya yang menunjuk Owen untuk menggantikan posisinya sebagai direktur utama Atmaja Hospital.

Para pemegang saham tidak bisa menolak keputusan ketua. Mereka tahu benar jika Danu tidak pernah memilih sembarangan orang untuk memimpin rumah sakit yang dirintisnya dari nol.

Setelah di lantik menjadi direktur utama Surya mengajak Indra untuk meeting tertutup dengan kedua saudara iparnya.

"Kenapa ayah membawaku ke sini?" tanya Indra

Cailen kemudian menjelaskan maksud mereka mengadakan rapat tertutup hari itu.

"Sekarang aku menjadi seorang tim ahli di sebuah perusahaan Farmasi terkenal di Indonesia. Jadi aku ingin menawarkan kerjasama antara perusahaan tersebut dengan rumah sakit kita. Mulai sekarang perusahaan farmasi itu akan memasok semua obat-obatan untuk rumah sakit ini, apa kau mengerti?" tanya Cailen

Ia kemudian memberikan sebuah proposal kerjasama dari perusahaan farmasi tersebut kepada Indra.

"Kau bisa membaca isi perjanjian kerjasama perusahaan itu sebagai bahan pertimbangan," imbuhnya

"Baiklah aku akan pertimbangkan nanti setelah aku membaca isi proposalnya,"

"Siapa yang minta kau yang membuat keputusan, asal kay tahu kau hanya menjadi dirut Boneka, karena sebenarnya kamilah yang akan melakukan semua tugas-tugas mu, kau hanya tinggal tanda tangan dan melakukan apa yang kami perintahkan," ujar Cailen

"Kalau begitu aku mengundurkan diri sebagai direktur utama sekarang juga. Aku tidak sudi menjadi pemimpin boneka, lebih baik aku menjadi dokter biasa seperti dulu,"

"Beraninya kau!" seru Surya berusaha menamparnya

*Grep!!

Indra langsung menahan lengan pria itu membuat Surya semakin geram kepadanya.

"Ku kira kau adalah satu-satunya orang yang selalu peduli kepadaku, tapi ternyata kau sama saja dengan mereka!" seru Indra

"Dasar bodoh mana mungkin ayah akan membela menantu bodoh seperti dirimu!" hardik Ranu

"Sudah cukup!" seru Surya

"Jika kau mengundurkan diri sekarang maka kau akan membuat kekek mu terkena serangan jantung dan mati, apa itu yang kau inginkan?" tanya Surya

"Bukankah kau yang menginginkan hal itu terjadi, kau sangat ingin kakek meninggal agar kau bisa menjadi ketua Atmaja Group?" jawab Indra

Terpopuler

Comments

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

owen yang sekarang berani tidak mau di tindas

2023-01-24

1

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

wah jadi itulah alasannya kenapa owen di angkat jd direktur saat itu juga..hanya akan di jadikan boneka

2023-01-15

0

☠⏤͟͟͞Revina

☠⏤͟͟͞Revina

uda deh Sur...kan emng tujuan kamu toooh supaya Kakek Danu cepat wafatnya

2023-01-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!