Ranu tidak sengaja bertemu lagi dengan Nebula saat berjalan-jalan di sebuah taman. Ranu yang jatuh hati dengan Nebula pada pandangan pertama langsung mengajaknya berkenalan.
Pada awalnya Nebula terus menolak, namun ia tiba-tiba menerima tawaran Ranu untuk berkenalan karena melihat sesuatu dalam diri Ranu.
Nebula melihat ada tanda lengan Indra di wajah Ranu.
Ia kemudian mengusap wajah pemuda itu untuk memastikannya.
"Aku Ranu, nama kamu siapa?" tanya Ranu
"Bulan," jawab Nebula singkat
"Pantas wajahmu secantik rembulan ternyata kau Bulan. Btw aku tidak pernah melihatmu di sini apakah kau anak baru?" tanya Ranu
"Iya aku baru pindah ke sini beberapa hari. Apa aku boleh ke rumah kamu?" tanya Nebula
"Tentu saja!" jawab Ranu kemudian mengajak gadis itu ke rumahnya
Karena hari itu adalah hari Minggu jadi semua orang ada di rumah. Rani tidak berpikir macam-macam saat gadis itu meminta main ke rumahnya.
Sedangkan Nebula, ia berharap bisa menemukan Indra di kediaman Ranu.
Setibanya di kediaman Ranu, gadis itu mencium aroma dewa yang begitu kuat di rumah itu. Saat hendak memasuki halaman rumah itu ia menemukan seekor elang yang dikirim oleh Wisnu tergeletak di antara tanaman bunga.
"Pantas saja mereka tidak pernah menerima kabar dari Indra ternyata ada yang membunuh Elang-elang ini." ucap Nebula
Ia melihat sebuah peluru bersarang di dada sang elang.
"Hanya Iblis dan dewa yang bisa melihat binatang surga ini, jika bukan indra yang membunuhnya pasti ada iblis yang menemukannya lebih dulu," Nebula terkejut saat tidak melihat pesan di kaki sang elang.
Bukan hanya satu Nebula melihat puluhan elang kayangan terkubur di bawah rimbunnya bunga mawar.
"Aku yakin akan menemukan petunjuk di rumah ini,"
Saat memasuki kediaman Surya Atmaja, Nebula merasakan adanya kekuatan Iblis yang begitu kuat di rumah itu hingga menolak untuk masuk.
Ia memilih duduk di beranda sambil menikmati indahnya tanaman bunga di halaman rumah tersebut.
Melihat Ranu membawa seorang gadis cantik membuat Laila pemasaran dan mencoba untuk mengenalnya.
"Wah kau cantik sekali, siapa namamu?" sapa Laila
"Bulan," jawab Nebula singkat
"Nama yang cantik seperti orangnya," jawab Laila
"Terimakasih Tante, anda juga cantik. " Jawab Nebula membuat Laila langsung merona mendengar pujian gadis itu
"Ranu, kenapa kamu tidak membuatkan minum?" tanya Laila
"Momi saja tolong buatkan minuman buat Bulan. Aku kan harus menemaninya di sini, gak mungkin kan aku tinggal dia sendirian di sini," jawab Ranu
"Ya sudah tunggu sebentar ya, btw Bulan mau minum apa?" tanya Laila
"Apa aja Tante yang penting jus," jawab bulan
"Ok,"
Laila langsung menggerutu saat mendengar jawaban Bulan.
"Apa aja yang penting jus, haish dasar anak sekarang. Untung saja kamu cantik kalau gak udah aku usir dari sini."
Melihat Indra yang sedang menyeduh teh di dapur, membuat Laila menyuruh lelaki itu membuatkan jus mangga pesanan Bulan.
"Tolong buatkan jus mangga spesial gak pakai gula buat calon menantu momi di depan,"'
Indra mengangguk , "Baik mom," jawab Indra tanpa banyak bicara
"Aku juga mau jus Naga," sahut Karina
"Maaf kaka, tidak ada naga di sini kalau kamu mau beli saja sendiri," jawab Indra
"Kalau gitu jus mangga juga boleh,"
"Maaf aku buru-buru jadi bisakan kamu bikin sendiri," sahut Indra kemudian meninggalkannya
"Wah dia sekarang benar-benar menyebalkan, andai saja dia bukan seorang direktur aku pasti sudah menyantetnya," gerutu Karina
Indra kemudian bergegas keluar untuk mengantar minuman untuk Nebula.
Iblis yang menghuni Bumi mulai mengendus keberadaan Peri Bulan. Ia menyeringai dan mencari keberadaan sang peri.
"Jika seorang peri sudah turun ke bumi berarti ada seorang dewa atau dewi yang sudah tersesat di bumi, aku harus mencari tahu siapa dewa malang tersebut," ucap sang Iblis menyeringai
Asura tersenyum lebar saat melihat Nebula di beranda rumah Surya Atmaja.
Ia kemudian berjalan mendekati wanita itu.
Mengetahui ada sesuatu yang mengancamnya membuat Nebula segera berdiri.
Benar saja ia begitu terkejut saat melihat kedatangan Asura yang menghampirinya.
Saat gadis itu hendak mengeluarkan kekuatan nya untuk melawan serangan Asura tubuhnya terhempas menghantam pintu masuk rumah itu.
*Brakkk!!
Indra segera menahan tubuh Nebula yang terhempas masuk kedalam rumah.
Dalam keadaan setengah sadar Nebula melihat sosok Indra yang menyelamatkannya.
"Akhirnya aku menemukanmu Indra," ucap gadis itu kemudian pingsan
Melihat sang Dewa Perang di rumah itu membuat Iblis langsung pergi dan menghilang dari tempat itu.
Melihat Nebula terluka membuat Ranu khawatir dan membawa gadis itu ke rumah sakit. Namun Anggi langsung mencegahnya.
"Tidak perlu, biar aku yang akan mengobati lukanya," jawab wanita itu
"Benar juga di rumah ini banyak dokter jadi untuk apa membawa Bulan ke rumah sakit,"
Tidak lama Bulan membuka matanya.
Ia terkejut saat melihat Anggi duduk di sampingnya.
Wanita itu segera mengeluarkan senjata dan mengarahkannya kepada istri Indra tersebut.
"Aku yakin kau yang membunuh Elang-elang itu dan menyembunyikan Indra di sini!" seru Nebula
"Kau memang pintar Bulan, tapi sayangnya kau ceroboh. Untung saja suamiku datang tepat waktu menolong mu, jika tidak .... kau pasti sudah mati di tangan asura," jawab Anggini
"Dimana Indra!" seru Nebula
"Ternyata kau sudah siuman," Indra segera memberikan segelas air putih kepadanya
Melihat sosok Indra di depannya membuat Nebula langsung bersimpuh didepan pria itu dan memberi hormat.
"Salam hormat untuk Dewa Indra yang Agung," ucap gadis itu
"Wah dia benar-benar konyol!" seru Anggi tak percaya melihat kelakuan Sang Peri yang dinilainya konyol
Melihat Cara Nebula memberikan hormat kepadanya membuat Indra tiba-tiba melihat sebuah memori dimana banyak orang melakukan hal yang sama kepada seseorang yang ia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Wanita itu, apa yang dia lakukan, kenapa aku familiar sekali dengan tindakannya.
"Apa kau mengenalku?" tanya Indra penasaran
"Tentu saja, Kau adalah Indra sang dewa perang," jawab Nebula
"Dewa Perang, yang benar saja. Apa kau seorang artis?" sahut Anggi terkekeh menertawakan Nebula
"Indra, dewa perang...apa aku bukan manusia??" tanya Indra dengan wajah kebingungan
"Tentu saja, kau seorang dewa perang yang di takuti. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu, kenapa kau tidak mengenali dirimu, kau bahkan tidak memiliki aroma dewa seperti para dewa lainnya,"
"Dasar penipu, tutup mulutmu atau aku akan melempar mu keluar!" hardik Anggini
Nebula yang merasa ada yang tak beres dengan Indra berusaha memberi tahu pria itu. Namun Anggini yang tidak menyukai keberadaan Bulan kemudian mengusirnya.
Bulan tidak tahu ia tidak bisa melawan Anggini hingga memilih pergi saat wanita itu mengusirnya.
Sementara itu Indra semakin yakin jik dirinya bukan Owen apalagi setelah mendengar ucapan Bulan. Ia berusaha mengejar gadis itu untuk mendapatkan informasi lebih banyak darinya. namun sayangnya ia telah kehilangan jejak Nebula.
"Benarkah aku seorang dewa perang, seperti nya wanita itu tahu banyak tentang diriku, aku harus mencarinya agar aku bisa tahu siapa diriku,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
anggini tau kalau bulan di serang sura🙄
2023-01-27
1
☠ Pramono
Indra semakin yakin jik dirinya bukan Owen ------> Indra semakin yakin jika dirinya bukan Owen
2023-01-15
0
☠ Pramono
baiklah Nebula.....begini ceritanya
eeeeng iiiiing eeeeeng...
pada jaman dahulu 🤣🤣🤣🤣
Indra gak memiliki aroma seorang dewa karena Indra saat ini sedang terperangkap di dalam tubuh manusia dan Indra hanya bisa kembali ke khayangan saat Indra bisa membalaskan semua sakit hati Owes (menolong Owen)
2023-01-15
0