Bab 7. Siapa Yang Mengkhianati aku

Surya berhasil bebas dari penjara setelah Danu memberikan kesaksian kepada polisi.

Pria itu bahkan memberikan jaminan kepada pihak polisi jika putranya tidak bersalah.

Indra kemudian mencabut laporannya atas permintaan Danu.

"Aku harap kau bisa meminimalisir terjadinya kekacauan saat pelantikan mu nanti, kau mengerti apa yang aku maksud bukan?" tanya Danu

"Aku mengerti kakek. Lagipula aku bisa mencari tahu sendiri siapa orangnya yang berusaha membunuh ku tanpa harus melibatkan polisi," jawab Indra

Setelah semuanya beres Danu mengajak Indra ke Atmaja Hospital. Ia sengaja ingin memperkenalkan dirinya kepada para pemenang saham.

Setibanya di rumah sakit keduanya dikejutkan dengan banyaknya wartawan yang mendatangi rumah sakit terbesar di ibu kota tersebut.

Hari itu Cailen sengaja mengadakan konferensi pers untuk memperkenalkan hasil penemunya yaitu obat yaitu obat untuk menyembuhkan penyakit yang kini sedang mewabah di Jakarta. Ia bahkan membawa seorang pasien yang sudah sembuh setelah mengkonsumsi obat tersebut sebagai testimoni.

Tentu saja berita keberhasilan Cailen menciptakan obat penawar penyakit berbahaya tersebut membuat namanya seketika melambung dan menjadi perbincangan hangat di berbagai media.

Bukan hanya menjadi trending topik, Cailen bahkan mendapatkan penghargaan dari presiden atas prestasinya tersebut dan manjadi salah seorang dokter ahli yang ditugaskan untuk mengembangkan obat tersebut secara masal.

"Sebaiknya kita tunda dulu acara pengangkatan mu menjadi direktur utama Atmaja Hospital. Aku yakin akan semakin banyak yang menentang dan bisa menimbulkan kekacauan jika kita tetap memaksakan pengangkatan mu. Maafkan aku Indra karena membuat mu harus menunggu," ujar Danu

"Tidak apa-apa kakek, lagipula ada hal penting yang harus aku lakukan sebelum menjadi pimpinan rumah sakit ini," jawab Indra

Pria itu kemudian masuk ke ruang kerjanya. Saat ia sedang duduk dan mengamati semua benda-benda yang ada di ruangan itu tiba-tiba seorang perawat masuk menemuinya.

"Syukurlah kau baik-baik saja, aku benar-benar sedih saat mendengar dokter meninggal, rasanya semuanya akan sia-sia jika dokter tidak ada," ucap wanita

" Siapa kamu?, kenapa kau masuk ke ruangan ku?" tanya Indra

Mengetahui jika Owen mengalami amnesia pasca kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya, membuat Tasya pun menjelaskan siapa dirinya dan apa hubungannya dengan sang dokter.

"Kau bilang semuanya akan sia-sia jika aku tak ada, apa maksudnya kata-kata itu?" tanya Indra

Kembali Tasya menjelaskan tentang proyek sang dokter sebelum ia mengalami kecelakaan. Yang mana Owen dan dirinya sedang melakukan penelitian untuk membuat sebuah obat penawar bagi penyakit yang sedang mewabah di Jakarta.

Ia juga bahkan melakukan penelitian untuk membuat obat penawar dan vaksin yang bisa menangkal penyakit itu.

Melihat kebingungan di mata Owen membuat Tasya harus mambawa bukti yang bisa membuat sang dokter menemukan kembali ingatannya tentang eksperimennya.

Ia kemudian meninggalkan ruangan itu untuk mengambil sesuatu dan tidak lama ia kembali membawa buku jurnal milik Owen yang tertinggal di kantor.

"Malam itu anda meninggalkannya karena terburu-buru untuk mencoba vaksin yang anda ciptakan kepada seekor ayam," terang Tasya

Gadis itu kemudian memberikan buku itu kepada Owen.

"Ini adalah catatan yang dibuat oleh dokter sendiri yang isinya adalah tentang ramuan obat-obatan serta komposisi dan bagaimana cara membuat obat penawar penyakit itu. Di buku itu juga dokter menuliskan semua eksperimen yang sudah anda lakukan untuk menemukan vaksin penangkal virus yang menyebabkan penyakit itu," imbuh Tasya

"Terimakasih banyak atas informasinya, aku akan membacanya lebih dulu. Semoga saja ingatanku segera kembali agar aku bisa melanjutkan proyek kita yang sempat terhenti ini,"

"Baik dok, kalau dokter butuh bantuan saya tinggal panggil saja,"

"Ok,"

Indra kemudian membuka lembar demi lembar buku jurnal itu dan membacanya dengan cermat.

Seketika ingatan Indra mulai terlintas dalam benaknya. Bagaimana ia membuat obat-obatan itu dan bagaimana ia menguji vaksin temuannya kepada seekor ayam betina di apotek.

Setelah mengingat semuanya ia segera bergegas menuju ke apotek untuk melihat keadaan ayam tersebut.

"Jika ayam tersebut masih hidup, maka eksperimen ku berhasil, tapi jika ayam itu mati maka vaksin itu gagal dan aku harus segera mencoba eksperimen lainnya,"

Indra segera pergi menuju ke apotek. Setibanya di sana pria itu begitu terkejut karena mendapati ruang kerjanya sudah dibersihkan dan di tempati oleh orang lain.

"Sepertinya kau tidak bisa menempati ruangan ini karena sekarang aku sudah mengangkat seorang kepala apotek untuk menggantikan posisimu. Oh iya semua barang-barang milikmu sudah dibereskan dan disimpan di gudang," ujar Ranu

Indra segera berlari menuju ke gudang untuk mengambil semua barang-barang miliknya.

Ia begitu terkejut saat tidak menemukan ayam betina yang menjadi objek penelitiannya.

"Dimana ayam itu??"

Ia kemudian menanyakan keberadaan ayam tersebut kepada tenaga kebersihan yang sudah membersihkan ruangannya.

"Dimana kau memindahkan ayam betina yang ada di ruangan ku?" tanya Indra

Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya, ia mengatakan jika dirinya tak melihat seekor ayam di ruangan itu. Ia hanya membereskan semua dokumen yang ada di meja karena sebelumnya sudah ada orang yang merapikan ruangan itu.

"Siapa orangnya, apa kau mengenalnya?" tanya Indra lagi

"Aku tak melihat wajahnya dengan jelas jadi aku tak mengenalinya. Tapi dari seragam yang dipakainya aku yakin dia orang rumah sakit," jawab wanita itu

"Baiklah kalau begitu, beritahu aku jika kau mengetahui sesuatu," Indra kemudian bergegas meninggalkan apotek setelah ia tak menemukan apa yang dicarinya.

Ia kembali ke rumah sakit, namun langkahnya terhenti saat melihat breaking news di lobby rumah sakit.

Ia melihat Cailen tengah memaparkan komposisi obat temuannya di depan dewan perwakilan rakyat.

Indra kemudian mencocokkan komposisi obat-obatan yang di sebutkan oleh Cailen dengan komposisi obat temuannya.

"Bagaimana komposisinya bisa sama persis, bukan hanya komposisinya saja yang sama tapi dosis, cara kerja, efek samping, bahkan cara pembuatannya juga sama. Apa ia mencuri resep obat ku??" ucap Indra tak percaya

Tiba-tiba ia merasakan kepalanya terasa begitu sakit hingga membuat semua orang memperhatikannya

Saat Kepalanya terasa begitu sakit ia kembali melihat ingatan Owen dimalam ia ditabrak oleh seseorang.

Kali ini ingatannya sedikit lebih jelas.

Ia melihat Owen membawa koper, dan ia melihat seseorang yang terus memperhatikannya dari kejauhan.

Siapa lelaki itu??, kenapa ia terus mengikuti aku??

Indra kembali memejamkan matanya berharap bisa melihat lelaki yang terus memperhatikannya dari kejauhan. Namun seberapa kuat ia berusaha mengingatnya ia tak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu.

Aku yakin hanya aku yang mengetahui resep obat itu jadi aku yakin benar jika Cailen pasti sudah mencuri obat itu dariku... tunggu... sepertinya ada seorang lagi yang mengetahui eksperimen ini, Tasya...

Apa dia mengkhianati ku dan memberikan resep ini kepada Cailen??

Terpopuler

Comments

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

owen punya keluarga ipar licik semua

2023-01-24

1

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

sepertinyabmemamg caiken yg mencuri reaep obat itu drmu..

2023-01-15

0

☠⏤͟͟͞Revina

☠⏤͟͟͞Revina

jangan terlalu dipaksa dalam hal mengingat sesuatu deeh Ndra....ntar kepalamu akan terasa sangat sakit lhoooo

2023-01-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!