Bab 8. I'm Back

Aku yakin hanya aku yang mengetahui resep obat itu jadi aku yakin benar jika Cailen pasti sudah mencuri obat itu dariku... tunggu... sepertinya ada seorang lagi yang mengetahui eksperimen ini, Tasya...

Apa dia mengkhianati ku dan memberikan resep ini kepada Cailen??

Ia kemudian memanggil Tasya ke ruangannya.

"Apa yang bisa saya bantu dok?" tanya gadis itu

"Sebenarnya apa maksudmu memberikan buku jurnal ini kepada ku?" tanya Indra

"Aku..aku hanya ingin membantu dokter mengingat semuanya. Aku tidak rela jika dokter Cailen yang mendapatkan penghargaan atas kerja keras dokter selama ini," jawab Tasya

"Jadi kau juga tahu jika Cay mencuri penemuanku?"

"Tentu saja, semua orang tahu jika Dokter Cailen tidak pernah tertarik dengan wabah penyakit yang menjangkit warga ibu kota. Dia bahkan tidak pernah mau terjun langsung untuk mengobati mereka saat rumah sakit kita kedatangan banyak pasien yang terjangkit penyakit aneh itu. Meskipun dia adalah seorang dokter spesialis tetap saja ia tak mau mengambil resiko dengan mengobati para pasien penyakit aneh itu,"

"Jika ia tidak tertarik dengan penyakitnya kenapa ia membuat penawarnya, ini jauh lebih aneh. Aku yakin ia memiliki maksud tertentu saat berusaha mengakui penemuan ku sebagai penemuannya, tapi sebelum menemukan jawaban itu aku harus mencari tahu dulu bagaimana ia bisa mengetahui secara detail tentang obat itu??"

Sore itu Indra sengaja membuntuti Tasya. Ia ingin memastikan sendiri apa benar gadis itu mengkhianatinya atau ada orang lain yang membantu Cailen mencuri ramuan obatnya.

Tasya yang sadar jika Owen berusaha membuntutinya segera mempercepat langsung dan menghilang saat di persimpangan.

Tentu saja hal itu membuat Indra meradang karena kehilangan jejak wanita itu.

"Kenapa cepat sekali jalannya, kemana dia!" seru Indra

Karena kehilangan jejaknya Indra kemudian memutuskan untuk kembali pulang.

Sementara itu Cailen Begitu senang saat semua usahanya berhasil.

"Sebentar lagi aku mungkin di tunjuk menjadi menteri kesehatan karena sudah berhasil meredam wabah penyakit di negeri ini. Aku harap kali ini kau tidak ceroboh agar usaha kita berhasil," ujar Cailen

"Tentu saja kaka, aku sudah menghubungi perusahaan farmasi terkenal yang akan memproduksi obat buatanmu secara masal. Dan kau tahu berapa keuntungan yang mereka berikan untuk obat itu?" tanya Ranu

"Berapa?"

"Mereka akan memberikan empat puluh persen dari hasil penjualan obat sebagai uang royalti obat itu, dan jika proyek ini berhasil maka mereka juga akan menjadikan kamu sebagai salah seorang tim ahli untuk menggarap semua proyek-proyek mereka," terang Ranu

"Jadi dengan begitu aku akan mendapatkan banyak uang karena menjadi seorang profesor yang membuat beraneka macam obat?"

"Benar sekali kaka, tapi pertanyaannya apa kau bisa?" sahut Ranu

"Jangan meremehkan aku, kalau untuk masalah itu aku bisa meminta bantuan tim ahli untuk membantu dalam membuat sebuah resep obat, semuanya bisa diatur nanti. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana caranya mematenkan obat itu,"

"Apa kau yakin Owen akan diam saja melihat hal ini?" ujar Ranu

"Karena ia sedang amnesia sepertinya semuanya tidak masalah, ia bahkan tak bereaksi saat kita melakukan konferensi pers bukan?" jawab Cailen

"Apa setelah mendapatkan kepercayaan dari Presiden kau akan mengikhlaskan Posisi Direktur utama Kepada Owen?" tanya Ranu lagi

"Tentu saja tidak, meskipun ayah sudah membujukku untuk menyerahkan rumah sakit itu padanya tetap saja aku tidak rela jika pecundang itu yang akan memimpin Rumah Sakit kebanggaan keluarga Atmaja. Lagipula dia hanya seorang menantu jadi tak pantas mendapatkan posisi itu," sahut Cailen

"Sebaiknya berikan saja posisi itu kepada Owen, sebagai seorang anak sulung kau tidak boleh serakah. Kau harus menjadi pelindung bagi mereka dan mensejahterakan kehidupan mereka!" seru Surya menghampiri kedua putranya

"Tapi ayah,"

"Tidak ada tapi-tapian, besok aku akan mengumumkan hal ini kepada para pemenang saham," ujar Surya

Indra yang baru saja tiba di rumahnya langsung menuju ke kamarnya.

"Sepertinya Cai memang mencuri resep obat ku, tapi bagaimana aku membuktikannya. Andai saja aku bisa menemukan ayam betina itu mungkin itu bisa membantuku. Sekarang apa yang harus aku lakukan?"

Indra terlihat mondar-mandir di kamarnya.

Ia kemudian membuka lagi buku jurnalnya dan membandingkan dengan komposisi obat yang ditemukannya dengan obat yang ditemukan oleh Cailen.

Matanya seketika membulat saat melihat sebuah bahan yang tidak di temukan dalam obat temuan Cailen.

"Semua komposisi obat sama kecuali kandungan bahan herbal satu ini, dan ini yang membedakan obat kami. Kandungan herbal tanaman obat ini selalu ada dalam setiap resep obat yang aku buat dan ini adalah ciri khas ku, sekarang aku mengerti," Indra kemudian segera turun dari kamarnya

"Mau kemana kamu!" cegah Laila saat melihat menantunya hendak pergi

"Aku ada urusan sebentar jadi maaf aku tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah hari ini," jawab Indra

"Tidak bisa kamu Harus mempersiapkan makan malam hari ini," ujar Laila menahan

"Kalau begitu aku akan memesan makanan dari restoran mahal, tenang aja aku yang bayar jadi jangan khawatir,"

"Tidak bisa, kau tahu kan kalau makan cepat saji itu mengandung banyak micin dan bahan pengawet yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker, dan kau tahu betul jika keluarga kita tidak memakan makanan yang tidak sehat," sahut Laila

"Baiklah, tunggu bentar," Indra kemudian menelpon jasa penyewaan tenaga kebersihan dan asisten rumah tangga.

Tidak lama dua orang wanita muda datang menemuinya.

"Hari ini mereka yang akan menggantikan aku melakukan semua pekerjaan di dapur, soal makanan jangan tanya, dia adalah seorang chef ternama jadi di jamin masakannya enak dan sehat," ujar Indra kemudian meninggalkan Laila

"Dasar brengsek, belum jadi direktur utama saja kau sudah berlaga gimana nanti, apa kau akan menjadikan aku sebagai pesuruh mu!" cibir Laila

Indra segera menghubungi Tasya dan mengajaknya bertemu.

Ia menunggu gadis itu di sebuah taman.

Cukup lama ia menunggu kedatangan Tasya, seketika senyumnya nmengembang saat ia melihat kedatangan gadis itu.

Namun senyumnya seketika memudar saat ia melihat segerombol pria membawa balok kayu hendak memukul gadis itu.

"Awas!!" seru Indra kemudian mendorong gadis itu dan membiarkan dirinya terkena sabetan balok kayu

*Buugghh!!

Seketika tubuh Indra tumbang ke tanah dengan kepala berlumuran darah.

Tasya yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta tolong, namun tak seorangpun datang menolongnya.

"Dokter bangun dokter, dokter!"

Samar-samar Indra mendengar suara Tasya memanggil namanya dan terus mengguncang tubuhnya untuk menyadarkan dirinya.

Gadis itu mengerang kesakitan saat salah seorang dari mereka menjambak rambutnya.

"Sekarang kau tidak bisa lari lagi, dimana ayam itu atau aku akan membunuhmu!" seru lelaki itu

"Sampai matipun aku tidak akan memberitahukan kepada kalian!" jawab Tasya

*Buugghh

Sebuah pukulan keras mendarat di wajah cantik gadis itu hingga membuatnya tumbang.

"Ternyata kau memilih mati rupanya, baiklah kalau begitu bersiaplah untuk ke Neraka!" ujar lelaki itu kemudian mengeluarkan belatinya

Saat ia hendak menikam wanita itu , sebuah tendangan keras menghantam tubuhnya hingga ia terjungkal ke tanah.

"Kau!!" seru pria itu ketakutan saat melihat Indra berdiri di depannya

"Aku sudah kembali jadi bersiaplah untuk mati!" seru Indra

Terpopuler

Comments

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈

indra dewa ga bakal mati hanya dengan hanya sebuah balok

2023-01-24

1

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

mungkin saja ayamnya di amankan sm tasya..karna tasya tau resep obatnya di curi maka hasil eksperimennya ia selamatkan

2023-01-15

0

☠⏤͟͟͞Revina

☠⏤͟͟͞Revina

siapa pria yg sedang memukuli Tasya dan Indra ??

2023-01-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!