Anggi yang khawatir dengan keadaan suaminya yang tak kunjung pulang berusaha menghubunginya untuk memastikan keadaannya.
"Kemana dia, kenapa telpon ku tak diangkat juga, jangan bilang dia kabur dari rumah setelah ia mendapatkan warisan kakekku, dasar penjilat!" gerutu Anggi
Wanita itu segera merapikan penampilannya kemudian bergegas meninggalkan kamarnya.
Ia yang selalu memasang alat penyadap di kancing baju suaminya berusaha mencari keberadaan pria itu.
Ia segera melesatkan mobilnya menuju ke lokasi Owen berada saat menemukan keberadaan pria itu.
Sementara itu Indra masih berusaha mengendalikan laju kendaraannya yang sudah tak terkendali.
Ia terus menginjak rem mobilnya meskipun sudah tak berfungsi lagi.
Saat melihat dua mobil dari arah berlawanan melaju kencang kearahnya pria itu segera membanting stir mobilnya dan berusaha menghentikan laju mobilnya.
*Ciiitt!!!!
Mobil yang dikendarainya berhasil menyalip dua mobil di depannya sehingga tidak terjadi tabrakan beruntun.
Namun sebuah mobil menabraknya dari belakang hingga ia kembali kehilangan kendali mobilnya.
"Sial, kalau begini aku bisa mati," ujar Indra
Ia yang merasa pernah mengalami kejadian seperti itu kembali mengendalikan mobilnya dan kali ini ia berhasil menghentikan mobilnya.
Mobil Indra berputar-putar membuat Indra terombang-ambing di dalamnya hingga akhirnya akhirnya terbalik.
Ia akhirnya berhasil menghentikan mobilnya meskipun dirinya harus terluka karena berusaha menghindari tabrakan beruntun di depannya.
Ia segera keluar dari dalam mobil saat melihat mobilnya mulai mengeluarkan banyak asap.
Pria itu berjalan mencoba mencari pertolongan.
"Yes ketemu!" seru Anggi saat berhasil menemukan suaminya
Ia segera menghentikan mobilnya saat melihat sebuah mobil terbalik di tengah jalan. Ia terkejut saat melihat suaminya keluar dari mobil itu dan berjalan dengan penuh luka di sekujur tubuhnya.
"Benarkah itu dia, kenapa aku seperti melihat orang lain dalam diri suamiku?"
Anggi segera turun dan menghampiri Indra. Lelaki itu tersenyum saat melihat sosok istrinya dan langsung pingsan dalam pelukannya.
Anggi seketika berteriak minta tolong.
Tiga jam kemudian, Indra membuka matanya saat merasakan hawa dingin mulai menyelimuti tubuhnya.
Pria itu menggigil membuat Anggi langsung menyelimuti tubuhnya.
"Syukurlah sekarang kau sudah sadar, sebentar aku panggilkan dokter," ujar Anggi kemudian meninggalkan ruangan itu.
Tidak lama ia kembali bersama seorang dokter.
"Sekarang apa yang anda rasakan?" tanya sang dokter
"Aku baik-baik saja, hanya saja tubuhku terasa kaku, tapi jangan khawatir aku yakin dengan sedikit olahraga aku akan kembali seperti semula," jawab Indra kemudian duduk bersandar di brankarnya
Dokter yang memeriksanya begitu terkejut dengan pemulihan Owen yang begitu cepat.
Bahkan cedera di tulangnya seketika membaik setelah pemuda itu bangun.
"Syukurlah kalau begitu," jawab sang dokter
"Apa sekarang aku boleh pulang?" tanya Indra
"Silakan," jawab sang dokter
"Tidak boleh, bahkan perban di kepalamu saja masih basah masa kamu sudah mau pulang. Setidaknya tunggu sampai tanganmu membaik, baru boleh pulang," ucap Anggi
"Apa aku boleh pulang jika tanganku sudah membaik?" tanya Indra
"Yups, karena kamu harus bekerja keras setelah sampai rumah. Tidak mungkin kan kamu akan melakukan pekerjaan rumah dengan satu tangan," jawab Anggi
Seketika Indra langsung membuka perban di tangannya dan menggerakkan tangannya di depan istrinya.
"Sekarang lenganku sudah tidak apa-apa jadi bolehkan aku pulang," ujar Indra
"Boleh sih, tapi bisakah kau tetap memakai perban tanganmu. Setidaknya dengan begitu kau punya alasan untuk tidak mengerjakan semua pekerjaan rumah saat kondisi mu belum pulih. Meskipun aku suka menyuruh-nyuruh dirimu seperti yang lainnya, tetap saja kadang aku tidak suka mereka memperlakukan suamiku seperti seorang pembantu," tutur Anggi
Indra tersenyum mendengar penuturan istrinya.
"Terimakasih sudah peduli denganku, aku tahu meskipun kau terlihat jahat tapi sebenarnya hatimu sangat baik. Itulah yang membuat aku begitu mencintaimu," jawab Indra
"Stop jangan lanjutkan karena aku tidak suka mendengarnya. Kau harus tahu meskipun aku berkata seperti itu tapi tidak berarti aku menyukai mu so, jangan ge er," terang Anggi
Ia kemudian memerintahkan sang dokter untuk memperban tangan suaminya, kemudian menunggunya di luar.
Pagi harinya semua orang dibuat terperanjat saat melihat kedatangan Anggini bersama dengan Indra.
"Apa benih-benih cinta sudah mulai tumbuh diantara kalian," goda Ranu saat melihat kakaknya berjalan berdampingan dengan suaminya
"Tutup mulutmu atau aku akan membungkamnya dengan sepatu high heels ku!" ancam Anggi melepas sepatu hak tingginya
"Apa yang terjadi denganmu, kenapa wajahmu babak belur dan tanganmu di gendong. Apa kau habis berperang melawan para gengster?" celetuk Cailen terkekeh melihat Indra
Anggi yang kesal dengan ucapan kakaknya segera mengguncang tubuh pria itu, "Aku yakin kau adalah pelakunya, kali ini aku akan diam, tapi jika sesuatu terjadi lagi padanya maka aku tidak segan-segan untuk membunuhmu," bisik Anggi kemudian meninggalkan ruangan itu
"Pantas saja jam segini belum ada sarapan ternyata assisten rumah tangga kita sedang sakit rupanya!" celetuk Karina Istri Cailen
Mendengar ucapan Karina membuat Anggi langsung memelototi wanita itu.
"Bukankah kau juga menantu di rumah ini, jadi kenapa bukan kau saja yang memasak sarapan buat kami!" seru Anggi
"Ah yang benar saja, kuku-kuku ku yang indah ini bisa rusak jika aku memegang peralatan dapur. Lebih baik aku pesan makanan daripada aku harus memasak sendiri," sahut Karina
"Kalau gitu sekalian pesan juga buat gue," imbuh Anggi membuat wanita itu langsung mengepalkan tangannya
Andai saja kau bukan adik suamiku mungkin sudah ke bejek-bejek mulut lemes mu itu, dasar kalajengking sialan!
"Sudahlah jangan bertengkar, biar aku akan mempersiapkan sarapan buat kalian," ujar Indra kemudian menuju ke dapur
"Aku mau sarapan salad buah dengan jus apel," ucap Karina
"Kalau momi seperti biasa nasi goreng seafood dengan jus mangga," sambung Laila
"Ok," jawab Indra berlalu pergi
Ranu segera menghampiri Cailen saat melihat Indra sudah berada di dapur.
"Bagaimana mungkin dia masih bisa selamat setelah kita merusak rem mobilnya," bisik Ranu
"Sepertinya dewi Fortuna sedang berpihak padanya, sebaiknya kita cari cara lain untuk menyingkirkan pecundang itu," jawab Cailen
Sarapan pagi sudah siap, semua orang langsung menuju meja makan untuk menikmati sarapannya.
Karina dan Laila langsung menyemburkan minumannya secara bersamaan.
"Apa kau gila, mungkin kau memasukkan garam dalam jus buahku!" seru Karina
"Sorry sepertinya mataku sedikit bermasalah setelah kecelakaan kemarin hingga tak bisa membedakan gula dan garam. Jadu kalau kau ingin menikmati jus yang nikmat maka buatlah sendiri," jawab Indra dingin
Anggi langsung terkekeh mendengar Jawa Indra. Wanita itu langsung mengacungkan jempolnya kepada suaminya itu
"Jangan bilang kau juga meracuni makanan ku," sahut Ranu
"Jangan suudzon, sebaiknya cicipi dulu makannya sebelum berkomentar," sahut Indra
Ranu tersenyum saat merasakan nasi goreng buatan Indra begitu enak.
Setelah selesai makan Ranu dan Cailen segera bersiap-siap untuk berangkat kerja. Namun baru saja ia akan masuk kedalam mobilnya tiba-tiba keduanya merasakan perutnya begitu mules hingga segera berlari ke kamar mandi. Bukan hanya sekali keduanya sampai berkali-kali hingga membuat keduanya begitu lemas karena harus bolak-balik ke toilet.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
istrinya_kimseokjin
good owen saatny balas dendam
2023-02-11
1
⸙ᵍᵏ𝐙⃝🦜Titian Mentari 🦈
hahahaha jus semanis garam... enak kan😂
2023-01-18
0
✰͜͡w⃠Husna ✪⃟𝔄ʀ
hilih dasar si Cailen dan Ranu laki" yang otaknya ngk bener
2023-01-14
1