19

Tut...tut...

Emma melihat panggilan nomor Baru masuk keponselnya.

"Siapa ya..?" Guman Emma melihat nomor tersebut lalu membiarkannya dahulu,

Namun nomor itu kembali menghubunginya lagi,takutnya ada keluarga atau apa,Emma mengangkat panggilan tersebut.

"Hallo.." Ucap Emma.

"Saya di depan,Bisa kau kemari.?"

Emma tidak lansung menjawabnya namun dia tengah berpikir siapa yang tengah menghubunginya saat itu.

"Kak Dego.." Tebak Emma.

"Hmm,kemarilah." ucapnya lagi.

Emms.."Masuklah keparkiran Dalam,aku akan kesana." Ucap Emma.

"Baiklah."jawab Dego lalu membawa mobilnya masuk kedalam parkiran depan rumah Emma.tidak lama Emma juga datang kesana.

"kenapa kakak kemari?" tanya Emma.

"Apa Aku tidak boleh kemari.?" tanya Dego balik.

"Bukan Begitu,Tapi.. "

"Ikutlah denganku." Ucap Dego ingin mengajak Emma keluar.

"Kemana?" tanya Emma.

"Ikut saja,nanti kau akan tau." jawab Dego.

Emms,"Tapi aku belum memberitahu bibik." Ucap Emma,mendengar itu Dego keluar dari mobilnya.

"Dimana Bibikmu?,biar Aku yang bicara padanya." Ucap Dego.

"Ada di dalam." Ucap Emma lalu berjalan menuju kedalam rumah yang di ikuti Dego dari sampingnya.

"Emma,Nak Dego..?" Ucap bibiknya Emma yang saat itu tengah menonton TV teralihkan melihat Emma masuk bersama Dego.

"Bik.." Ucap Emma namun lansung di potong oleh Dego.

"Tante saya mau meminta ijin membawa Emma keluar." Ucap Dego.

"Oh ya silahkan,pergilah berhati hatilah kalau begitu kalian." Ucap bibiknya Mengijinkan Dego membawa ponakannya itu.

"Baik Tante,Kalau begitu kami permisi." Jawab Dego yang di angguki bibiknya Emma sambil tersenyum.

"Ya Nak." Ucap bibiknya Emma.

"kami pergi dulu." Ucap Emma. Bibiknya malah memberikan kode kepada ponakannya semoga kencan mereka berjalan dengan lancar. Emma hanya mengernyitkan keningnya melihat itu lalu mereka berdua keluar,saat sudah di luar mereka berdua masuk kedalam mobil.Dego melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Di tempat Bara mereka berlima tengah melihat Mobil Dego baru saja keluar Dari restoran,meskipun bukan mobil yang tadi dia pakai namun mereka juga mengenali jika mobil itu Milik Dego juga.

"Aku bilang Apa kan',Jelas Tuan Vampir itu ada hubungan spesial dengan Nona Emma." Ucap Galang.

"Itu hanya masih dekat,belum menjadi istrinya bukan?" Ucap Bara.

"Bar lebih baik kau menyerah saja,

jangan berani berurusan dengan Tuan Vampir itu,aku takut kau akan mendapat masalah Bro." Ucap Radit menepuk Bahu Bara.

"Aku tidak akan menyerah,ini baru permulaan." jawan Bara.

"terserah kau saja Bro,terpenting kami sudah mengingatkan kau..,Dia itu bukan orang yang bisa kau saingi Bro." Ucap Aldo juga ikut menasehati sahabatnya itu.

"Ya itu benar Bar,ini demi keselamatan kau." Ucap Alek.

"Aku akan mencobanya,tapi kalau memang dia lebih memilih Dego di bandingkan aku,aku akan mengiklaskan dia." jawab Bara. Mendengar itu mereka berempat saling pandang.

"Baiklah kami akan membantumu,tapi jika nanti dia tidak memilihmu,kau harus bisa melepasnya Bar.." Ucap Galang.

"Tentu saja." Jawab Bara Bangun lalu berjalan menuju keluar.

"Hey kau mau kemana ?" tanya Radit.

"Ngebar." jawab Bara,mendengar itu mereka berempat lansung menyusul Bara. Setelah membayar tagihan makanan mereka, mereka pun lansung pergi dari sana.

****

Di lain Tempat,Dego masih mengendarai mobilnya dengan sangat serius,di sampingnya Emma terus bertanya tanya dalam hatinya kemana Dego akan membawanya pergi.

"Kak sebenarnya kita mau kemana?" tanya Emma karena melihat perjalanan mereka belum juga sampai ketempat tujuan mereka.

"Kita Akan ke Villaku." jawab Dego.

"Kau tidak perlu khuatir,Apa Aku seperti seorang penculik?" " Ucap Dego.

"Bukan Begitu kak,Ini sudah sangat jauh dari perkotaan,A..apa kita akan menginap disana.?" ucap Emma gugup.

"Apa kau takut jika kita menginap.?" tanya Dego.

"Emm..Apa kita benaran akan menginap?" Emma malah balik bertanya kepada Dego.

"Kita memang akan menginap disana,

tapi tidak berdua,Disana ada bik sani dan juga banyak pelayan,mamy dan Dea begitu juga bibikmu sudah mengetahui jika aku membawa mu kesana." jawab Dego membuat Emma menatap kearahnya.

"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Dego.

"kakak bilang bibik sudah mengetahui ini?." jawab Emma.

"Hmm." jawab Dego.

"Setelah sampai akan aku jelaskan kenapa Aku membawamu keVillaku." ucap Dego.

Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam,Mereka berdua sampai disana.

mereka berdua turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam Villa.

"Selamat Datang Tuan muda,Dan Nona." Ucap Bik sani.

"Bibik sudah menyiapkan yang aku minta.?"tanya Dego.

"Sudah semua Tuan muda." jawab bik Sani.

"Baik lah,terimakasih Bik." Ucap Dego yang di angguki bibik sani lalu dia pergi dari hadapan Dego.

"Ayo." Ucap Dego mengajak Emma masuk kedalam dan naik kelantai atas Villa tersebut. Sampainya di atas Emma lansung terpana dengan pemandangan di tengah malam itu terlihat begitu indah di lihat dari atas Villa tersebut.

"Indah sekali." Ucap Emma.

Dego memandang Emma dengan sangat serius,dia merasa tenang melihat senyuman manis terukir di bibir seksi Emma.

Berapa menit kemudian Emma baru menyadari jika Dego melihat kearahnya.

"Kenapa kakak menatapku?"tanya Emma.

"Kau berpikir aku menatapmu?" tanya Dego balik,mendengar itu Emma terdiam namun membuat Dego tersenyum tipis.

"Emma." panggil Dego dengan menatap kearah Emma.

"Iya.." jawab Emma.

"Kau tau kenapa aku membawamu kemari?" Ucap Dego menghentikan sejenak ucapannya sedangkan Emma sudah menunggu jawaban dari Dego.

"Aku tidak menyukai keramaian,

kesunyian tempat seperti ini membuatku merasa lebih tenang dan nyaman." ucap Dego melihat kearah Depan memandangi Gelapnya malam itu namun terang karena cahaya bulan dan bintang menerangi langit.

Emma mengikuti Dego melihat malam itu dengan kelap kelipnya bintang dan cahaya bulan.Dego kembali melihat kearah Emma yang saat itu Emma pun menatap kearahnya.

"Kapan kamu kembali keNegaramu.?" Tanya Dego.

"Lusa kami berangkatnya." Jawab Emma.

mereka berdua kembali terdiam.

"Berapa lama kamu disana?" tanyanya lagi.

"Aku tidak lama,mungkin hanya semingguan,bibik yang akan lama disana." Jawab Emma.

"Kak boleh aku menanyakan sesuatu?" tanya Emma.

"Tanyakan saja.." Ucap Dego.

"Ini mengenai..." Emma masih ragu ingin menanyakan apa yang Dea katakan berapa waktu lalu padanya kepada Dego.

"Apa kamu mau menanyakan apa yang adikku katakan?" ucap Dego menebak apa yang mau Emma tanyakan.

"Emm Iya kak." jawab Emma membenarkan apa yang Dego katakan.

"Jika aku mengatakan itu adalah benar,bagaimana kamu menanggapi hal itu?"

Dug..dug..Jantung Emma lansung berdetak kencang mendengar apa yang Dego katakan. Dego berjalan menuju tempat duduk yang Bik sani dan pelayannya siapkan.

"Kemarilah." ucap Dego.

Dengan langkahnya yang pelan Emma mendekati Dego dan ikut duduk disana.

Dego menatap Emma dengan sangat serius,membuat Emma semakin Gugup.

"Emmanuela Gresilea." ucap Dego.

Mendengar itu Emma mengangkat pandangannya melihat kearah Dego yang sejak tadi menatap kearahnya.

"Aku serius dalam hal ini Emma tapi Aku tidak mengerti harus mengatakan denganmu bagaimana,karena sebelumnya aku tidak pernah merasakan perasaan ini dengan wanita lain dan ini pertama kalinya." Ucap Dego sangat serius.

"Aku tidak memaksamu,tapi Dego Grabreil Handaranata tidak akan pernah menerima penolakan dalam hidupnya."

lanjut Dego mengungkap perasaannya kalau dia benar benar menyukai Emma sahabat dari adiknya itu.

Emma masih terdiam karena dia sangat bingung bagaimana menjawabnya, dengan pernyataan Dego yang sunguh menyukainya,bahkan serius dengannya namun mengandung arti yang sangat membuat Emma kebingungan.

"Sudah malam,Ayo kita masuk. Aku antar kamu kekamarmu." Ucap Dego bangun dari tempat duduknya,begitu juga Emma juga ikut bangun lalu mereka berdua masuk kedalam.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!