Melanjutkan hidup

Hari ini Emma bersama bibiknya berangkat menuju Negara yang akan menjadi tempat tinggal mereka yang baru,Negara yang akan mengubah hidupnya nanti.

Mereka berdua sudah berada dalam pesawat,Emma memegang tangan bibiknya karena ini pertama kalinya bibiknya menaiki pesawat.

"Benaran kita akan baik baik saja nak?" tanya bibiknya membuat Emma tersenyum tipis.

"Kita akan baik baik saja bik,Bibik tenang saja" ucap Emma terus memegangi tangan bibiknya.

"Bibik malu maluin kamu Emma.." Bisik bibiknya.

"Nggak sama sekali bik,bibik kan belum terbiasa nanti juga akan terbiasa bik." jawab Emma.

Mereka sampai ketempat pertama setelah menempuh perjalanan selama tiga jam,kemudian lanjut lagi menuju tempat tujuan sebenarnya,bibiknya Emma kembali gemetar saat pesawat kembali membawa mereka mendarat. Sepanjang perjalanan itu bibiknya terus meminta Emma memegang tangannya.

Setelah menempuh perjalanan dua kali menaiki pesawat,ahkirnya mereka sampai di Negara A.

Emma membawa bibik keluar dari bandara,sampainya di depan terlihat Dea sahabatnya melambaikan tangannya kearah mereka,Emma membawa bibiknya mendekati Dea sahabatnya.

"Cie...aku kangen..." Dea memeluk erat tubuh Emma melepaskan rindunya.

"Sama aku juga" jawab Emma membalas pelukan Dea.

"Aku turut berduka ya atas meninggalnya papa kamu,yang sabar cie. Jangan berpikir kamu sendiri,kamu masih punya aku." ucap Dea mengusap belakang sahabatnya.

"Iya cie." jawab Emma,mereka berdua melepaskan pelukan.

"Dea ini bibikku saudara papaku." mendengar itu Dea lansung menyalami tangan bibik Emma.

"Selamat datang di kota ini bibik. Senang bertemu dengan bibik,Namaku Deanesya Grabiela H." ucap Dea memperkenalkan namanya sama bibiknya Emma.Bibik Emma tersenyum kearah Dea.

"Iya nak..bibik..bibiknya Emma." jawab bibiknya Emma.

"Iya Bik."

"Ayolah cie." Dea mengajak Emma dan bibiknya lansung menuju apartemennya.

"Ayolah" jawab Emma lalu menuntun bibiknya sedangkan barang barang mereka sudah di bawa supir pribadi Dea kedalam begasi mobilnya.

"Emma mengenai tempat yang kamu suruh aku cari,aku udah nemuin tempat yang strategis untuk kamu buka soalnya situ bagus banget,pasti nanti pengunjung akan ramai kesitu." ucap Dea menjelaskan kepada Emma.

"Iya Cie..,menurut kamu baiknyalah.

Makasih ya kamu selalu membantuku." Emma memeluk tubuh Dea.

"Sama sama selagi bisa, aku akan selalu membantu kamu sampai kita menua bersama Cie." ucap Dea tulus.

Bibik Emma sangat bahagia melihat ponakannya kembali tersenyum setelah kepergian papanya,Emma tidak pernah lagi mengeluarkan senyumannya.

Tidak lama mereka sampai di parkiran apartemen milik Dea. Bibik Emma tercengang melihat gedung bertingkat itu.

"Emma ini pasti sangat mahal..,?" ucap bibik Emma membuat Emma dan Dea tersenyum.

"Bibik tenang saja kalian menginap di tempatku gratis bik,Emma sudah biasa menginap disini." ucap Dea.

"Benarkah??"

"Emma?" tanya bibiknya.

"Iya bik,apa yang Dea bilang memang benar bik." jawab Emma kemudian mereka bertiga naik keatas menuju tempat tinggal Dea. Sampainya diatas Mereka lansung masuk kedalam,lagi lagi bibik Emma di buat melongo melihat isi dalam apartemen Dea.

"Ya ampun...ini mahal semua perabotannya." Tangan bibik Emma menyentuh satu persatu pajangan dinding sampai kedapur luas milik Dea. "Nggak sayang apa di duduk atau di gunakan?" Guman bibik Emma tidak henti hentinya membuat Dea tertawa kecil.

"Maafin bibik aku ya Cie,Bibik pertama kali melihat beginian,naik pesawat baru pertama kali ini." ucap Emma merasa tidak enak dengan sahabatnya.

"Nggak apa apa kok,santai aja. Ayo kita duduk dulu." ucap Dea tidak mempersalahkan itu,dia membawa Emma duduk.

"Aku buatkan minum dulu ya." Dea melangkahkan kakinya menuju dapur.

"Bibik mau Dea buatkan minuman apa?" tanya Dea mengejutkan bibik Emma.

"Eh nak Dea,bibik mau minum kopi aja kalau ada." jawab bibik Emma.

"Oke..akan Dea buatkan. Bibik duduk dulu disana,bibik pasti capekkan?.." bibik Emma menganggukan kepalanya menuruti keinginan bibiknya.

"Emma teman kamu pasti anak orang kaya ya,lihat isi rumahnya mewah semua kaya di di tv tv itu, bibik takut lama disini nanti bisa bisa mengotori barang dia.." bisik bibiknya membuat Emma tersenyum lalu memegang tangan bibiknya yang terasa dingin.

"Dia memang anak orang kaya bik,tapi dia sangat baik sekali denganku,bibik jangan khuatir ya.. Mudah mudahan besok kita menemukan rumah untuk kita tinggal." penjelasan Emma membuat bibik menganggukan kepalanya.

"Baiklah nak kalau begitu." jawab bibik Emma.

Tidak lama Dea datang dengan tiga cangkir kopi dan cemilan di tangannya.

"ini dia minumannya, silahkan di minum ya cie..,bik.." ucap Dea menyuruh Emma dan bibiknya meminum minuman yang dia bikin.

"Terimakasih Nak Dea." bibik Emma mengambil satu minuman itu lalu meneguknya begitu juga Emma dan Dea.

"Cie mamyku barusan menyuruhku pulang,kalian nggak apakan aku tinggal?" ucap Dea.

"Nggak apa apa kok Dea,nanti sampaikan salamku sama mamymu ya." jawab Emma.

"Gampang.., kalian mau masak apa, masak aja semuanya sudah ada di dalam kulkas." ucap Dea lagi.

"Iya cie" jawab Emma.

Mereka masih meminum minuman itu dengan sambil mengobrol. Dua puluh menit kemudian Dea berpamitan dengan Emma dan bibiknya Emma untuk pulang sebentar kerumahnya,besok pagi dia akan kembali kesitu lagi. Dea pun keluar dari apartemenya menuju rumah orangtuanya. Setelah kepergian Dea, Emma mengajak bibiknya menuju kamar.

"Bagus sekali Kamar ini nak,bibik beruntung sekali kamu bawa kesini kalau nggak bibik nggak pernah lihat senyata ini,palingan lihat di tv." ujar bibiknya melihat kamar yang akan menjadi tempat mereka berdua tidur.

"Iya bik..terimakasih bibik sudah mau ikut Emma kesini" ucap Emma memeluk erat tubuh bibiknya,dia menangis di pelukan bibiknya,bibiknya mengusap belakangnya untuk menenangkannya.

"Jangan sedih sayang,bibik akan selalu bersama kamu sampai kapan pun." ucap bibiknya.

"Iya bik" bibiknya menghapus air mata Emma.

"mandi lah dulu,biar kamu terasa lebih segar." ucap bibiknya menyuruh Emma duluan mandi.

"Baik bik." Emma berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

sepuluh menit kemudian Emma selesai, Dia memberitahu bibiknya cara penggunaan barang barang yang ada di dalam kamar mandi itu,bibiknya lansung mengerti penjelasan Emma. Setelah bibiknya selesai dengan mandinya,

mereka berdua menuju dapur memasak menu makanan untuk mereka makan malam itu.

*

*

*

Di tempat lain,Deanesya Gabriela Handaranata sampai di kediaman utama Handaranata.

"Mamy aku pulang.." panggil Dea berteriak.

"Dea..Dea bisa tidak kamu tidak berteriak?" ucap mamynya menegurnya sambil menurunkan anak tangga.

Hehehe...."kebiasaan my,mamy nyuruh Dea pulang kenapa?" tanya Dea kepada mamynya saat itu sudah duduk di sofa ruang tamu.

"Kamu ini..memangnya mamy nggak boleh nyuruh anak mamy pulang?" ucap mamy bertanya balik.

"Boleh boleh aja sih my..,Oh ya hampir lupa,Emma sudah balik sini my sama bibiknya." ucap Dea mengejutkan mamanya.

"Oh ya..?, Kenapa nggak di ajak kesini? Mama kangen sama dia,kasian dia sendirian setelah papa mamanya nggak ada lagi." ucap mamy pilu dengan keadaan Emma.

"Emma bilang nanti akan main kesini. Dia lagi capek my" ucap Dea.

"Baiklah.kamu pasti belum makan kan?,

kita makan yok sayang..," ajak mamynya.

"Belum my,Nggak nunguin kakak my?"

"Kakak kamu nggak pulang kesini sayang tadi ada ngasi tau mamy,dia masih sibuk dengan pekerjaannya jadi dia menginap di Apartemen." ucap mamy sambil mengambil nasi untuk putrinya dan dirinya sendiri.

Mereka berdua makan bersama malam itu.

Terpopuler

Comments

niktut ugis

niktut ugis

mampir...lanjut thor

2023-08-01

0

fiqa

fiqa

semangat thor

2023-01-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!