Wira makin memperdalam ciumannya, dengan lembut dan perlahan didorongnya Almira hingga terbaring di sofa sementara ia mengungkung di atasnya.
Sejenak Wira melepaskan pertautan bibir mereka, deru napas yang memburu saling bersahutan menggema di ruangan itu. Ia membuka matanya, tangannya bergerak membelai surai wanita yang telah menawan hatinya di seluruh jagat raya ini, ia kembali mendekatkan wajahnya lalu berucap tepat di depan bibir Almira.
"Sayang, aku sangat merindukanmu dan menginginkanmu sekarang juga," bisiknya dengan suara serak sarat akan hasrat yang tertahan. la kembali menautkan bibirnya tanpa memberi kesempatan pada Almira untuk menjawab.
*****
Pemuda dengan jas putih menjuntai itu berlarian mempercepat langkahnya di lorong koridor rumah sakit yang langsung terhubung ke ruangan pribadi Wira. Sewaktu di restoran ia bahkan meminta pada pegawai di sana untuk menyegerakan pesanan makanannya, beruntungnya restoran yang di maksud Wira itu berada tepat diseberang rumah sakit dan saat semua menunya telah matang tanpa basa basi lagi ia segera membawanya dengan cepat agar bisa disajikan selagi hangat.
Fatih mengatur napasnya sejenak ketika sudah sampai di depan pintu ruangan pribadi Wira, setelah dirasa dadanya naik turun dengan stabil ia kemudian mengetuk pintu besar yang tertutup rapat itu.
Tok tok tok.
Fatih mengetuk, lalu menunggu beberapa saat tetapi tidak ada sahutan dari dalam sana. Ia mengerutkan keningnya, mungkin ketukannya yang tadi terlalu pelan, pikirnya.
Tok tok tok....
Tangannya kembali mengetuk pintu itu lebih kencang dari sebelumnya tetapi masih tetap tidak ada respons dari dalam, ia menempelkan telinganya di pintu, mencoba menajamkan pendengarannya barangkali saja bisa mendengar apa yang terjadi di dalam sana, tetapi seingatnya ruangan ini kedap suara.
Apakah mungkin atasannya itu pergi keluar? Tetapi dengan keadaan istrinya yang terlihat tidak sehat tidak mungkin mereka keluyuran di luar bukan? Ditambah langit yang semakin mendung sama sekali tidak ideal untuk berjalan-jalan, Fatih bertanya-tanya sendiri di dalam benaknya.
Kemudian matanya melirik ke arah makanan yang dibawanya, setelah beberapa saat berpikir akhirnya ia memutuskan untuk membuka saja pintu itu karena khawatir akan makanan yang dibawanya menjadi dingin. Tangannya bergerak memutar gagang pintu dan ternyata tidak di kunci, ia mendorong pintu itu perlahan kemudian melangkah masuk. Namun, baru saja setengah badannya yang masuk dan melongokan kepalanya secara spontan ia terbatuk-batuk karena menyaksikan pemandangan yang tak seharusnya dilihatnya.
Matanya membelalak menyaksikan adegan Wira yang tengah mencumbui istrinya dengan gairah yang menggelora, beruntung saja mereka belum terlalu jauh dan lupa diri sementara pintu tidak terkunci, keadaan pakaian kedua insan itu masih lengkap melekat di tubuhnya masing-masing.
Begitu mendengar suara gaduh dari arah pintu, Almira langsung mendorong dada suaminya hingga hampir saja terjerembab. Wira terkejut didorong secara tiba-tiba, tetapi sesaat kemudian ia mengikuti arah pandang istrinya yang menatap ke arah pintu. Di sana, dilihatnya Fatih yang berdiri mematung dengan wajah merah padam dan telapak tangan menutup mulutnya yang menganga.
"Ma-maaf Dokter, ta-tadi sa-saya sudah mengetuk beberapa kali tapi tidak ada ja-jawaban, dan ka-karena pintunya... pintunya tidak di kunci jadi saya langsung masuk karena khawatir makanan pesanan anda menjadi dingin, ma-maafkan saya yang telah lancang masuk be-begitu saja," tuturnya tergagap, kemudian menundukan wajahnya yang terasa semakin memanas.
*****
Hai my beloved readers, terima kasih banyak atas apresiasi dan dukungan kalian untuk ceritaku ini, tinggalkan jejak kalian setelah membaca ya, dan jika berkenan jangan lupa juga like, komentar, serta vote seikhlasnya, dukungan kalian membuatku semakin semangat menulis.
Follow juga akun Instagramku @Senjahari2412. Happy reading guys, thank you very much 😘😘💕💕.
Tanpa kalian yang membaca ceritaku, aku bukanlah apa-apa.
With Love,
Senjahari_ID24
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 312 Episodes
Comments
Mak sulis
Fatih..matamu ternoda adegan 21+ 😁
2024-03-03
0
Bila D
suka dengan bahasamu Thor
2024-01-06
0
fiendry🇵🇸
aku pernah baca pernah ngelike juga tapi ini kok seperti baru baca kembali ya ...
2023-10-31
0