Malam semakin larut, kelamnya merayu setiap insan yang lelah beraktivitas seharian ini untuk beristirahat dan memasrahkan diri di peraduannya masing-masing.
Headset berwarna biru muda itu masih terpasang di telinga Dara, musik yang tersambung dari ponselnya pun masih berputar menyala, sedangkan si empunya sudah terjatuh ke dalam tidur lelapnya.
Sementara di kamar sebelahnya, Almira sama sekali tak dapat memejamkan matanya, tubuhnya terasa amat sangat lelah setelah kegiatan yang menguras energinya sejak sore tadi, tetapi, rasa kantuk tak kunjung datang padahal hari sudah lewat tengah malam.
Wira sudah tertidur begitu pulas disampingnya, dengkuran halus bahkan sesekali terdengar, pria tampan itu juga sudah pasti luar biasa lelah setelah tak henti-hentinya menarik istrinya dalam kubangan gairah sepanjang sore hingga menjelang waktu tidur tadi. Lengannya memeluk Almira dengan erat dan manja, layaknya seorang anak yang memeluk ibunya.
Almira mengangsurkan jemarinya membelai kepala Wira yang tertidur menelusup dipelukannya. Ia mengembuskan napasnya kasar, kegelisahan tampak tergurat jelas di wajahnya, kian larut matanya kian nyalang, ingatannya terus terusik akan Giovani yang kembali hadir di sekitarnya.
Apa yang harus dilakukannya saat bertemu muka dengan Giovani nanti? Pemikiran itu berdengung di rongga kepalanya sejak tadi siang. Lagipula, ia takkan mampu terus menerus menghindar agar tidak bertemu dengannya, karena bagaimanapun juga mereka bekerja di lingkungan yang sama, maka dari itu pasti akan ada momen di mana mereka harus bekerja bersama dan bersinggungan langsung di sana.
*****
Kicau burung saling bersahutan, bernyanyi mengalun merdu di pagi hari yang sejuk, diiringi tetesan embun yang membasahi setiap helai daun serta bunga-bungaan indah yang tumbuh di halaman belakang rumah megah itu.
Wira sedang membersihkan dirinya di kamar mandi, sementara Almira masih terlelap bergelung selimut tebal di atas ranjang besarnya, ia baru bisa memejamkan matanya ketika sang surya sudah hampir menapakan sinarnya di permukaan tanah.
Karena ini hari libur, Wira memakai baju santai berupa celana panjang berwarna camel yang di padukan dengan kaos lengan panjang model turle neck berwarna hitam, rambut basahnya hanya disisir menggunakan jarinya, tak lupa ia memakai parfum beraroma vanilla bercampur kayu cendana, aroma favorit Almira.
Ponselnya berdering begitu nyaring, Wira yang masih memegang handuk bekas mengeringkan rambutnya melemparkan handuk tersebut ke sembarang tempat dan dengan cepat menyambar ponsel di atas nakas agar tidak menganggu tidur istri tersayangnya.
Ia beranjak ke balkon yang tersambung langsung dari kamarnya, menerima panggilan telepon di pagi hari tersebut dan setelah beberapa saat ia kembali masuk ke dalam kamar.
Wira menghampiri tempat tidur dan duduk di sisiannya, ia membungkuk, dibelainya lembut kepala Almira hingga ke sisi pipinya. Gerakan halus itu mampu menarik Almira dari alam mimpinya, kelopak matanya mulai bergerak-gerak dan perlahan terbuka.
"Good morning sweetheart," sapa Wira dengan senyum tampannya yang tersungging di bibirnya, lalu wajahnya semakin membungkuk menghadiahkan kecupan penuh kasih sayang di kening Almira.
"Mmhh... jam berapa ini?" tanya Almira sambil mengucek matanya.
"Jam delapan pagi, maaf mengganggu tidurmu. Sayang, hari ini ayah meminta kita untuk datang ke rumah utama, seperti biasa, ritual berkumpul keluarga besar." Wira merapikan anak-anak rambut Almira dengan mesra.
"Rumah utama? haruskah kita datang?" tanya Almira sambil menggigit bibirnya tanda ia gusar mendengar ajakan Wira.
"Aku tahu kamu tidak nyaman jika berada di sana, tapi tenanglah, bukankah ada aku yang selalu menggenggam tanganmu?" Wira menarik dan mengecup punggung tangan Almira, menenangkan penuh keyakinan.
Almira tertegun, tetapi beberapa saat kemudian menganggukan kepalanya walaupun terdapat keraguan di dalamnya. "Baiklah, tapi, bisakah kita berangkat satu jam lagi? aku ingin membersihkan diri dan berdandan dengan benar untuk datang ke sana," pintanya.
"Tentu saja sayang, mandilah, aku akan menunggu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 312 Episodes
Comments
Bubble
apa slm dia berhubungan dri sore smpe mlm,, di pikiran nya Almira cm ada giovani ya? yg aku pikirin kok bs yaa,,, udh bergulat sm suami dri sore mpe kelar ujung2 nya msh mikirin mantan jg... ya salaaaam 🤭🤦♀️
2022-09-17
0
Nana
keluarga Wira keknya gk suka sm Almira
2022-09-09
0
Sunarty Narty
wah apa keluarga nya g setuju y sama mira
2022-08-14
0