Keduanya segera berlalu pergi dari sana, Wira menambah laju kecepatan kendaraannya karena jam kerjanya sudah hampir dimulai, disamping itu dia juga harus mengantarkan Dara terlebih dahulu ke kampusnya.
"Terima kasih untuk traktirannya pagi ini, aku akan menikmati kopi ini dengan bahagia dan penuh rasa syukur, dah Pak Dokter." Dara membuka pintu dan turun, setelah gadis itu menutup kembali pintunya mobil Wira langsung melesat meninggalkan pelataran kampus dengan cepat.
*****
Mobil berwarna hitam legam edisi terbatas itu terparkir dengan rapi saat sampai di rumah sakit. Mobil sport dengan segala kecanggihan dan juga dilengkapi fitur terbaik serta terobosan baru yang hanya diproduksi beberapa saja di dunia. Wira turun dari mobil mewahnya dan tak lupa mengambil jas warna putih miliknya yang ia tenteng bersama tas kerjanya.
Semua orang yang sedang berada di tempat parkir rumah sakit menatap Wira dari ujung kepala hingga kaki nyaris tanpa berkedip. Auranya sungguh luar biasa menyihir serta menyilaukan, tubuh tinggi tegap, dilengkapi wajah tampan yang dibalut kemewahan serta titel dokternya membuat terutama kaum hawa memandangnya dengan tatapan lapar dan memuja.
Bahkan, banyak pasien yang nyatanya sehat-sehat saja berlomba-lomba mengantri untuk berkonsultasi demi bisa bertemu langsung dan bertatap muka dengannya.
Tak terkecuali beberapa perawat wanita yang juga bekerja di sana, mereka sering mencari-cari perhatian hanya untuk sekedar ingin disapa, tak jarang para perawat itu saling sikut dengan teman-teman seprofesinya untuk bisa satu tim dengan dokter tampan itu.
Mereka seolah tidak peduli dan tetap nekat sampai rela merendahkan harga diri agar bisa bersinggungan langsung dengannya, walaupun mereka mengetahui bahwa pada kenyataannya Wira adalah pria yang sudah menikah.
Wira sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu ketika sedang berada di tempat umum, bahkan tadi saat di kedai kopi ada beberapa gadis muda yang juga mencuri-curi pandang padanya.
Ia melangkahkan kakinya dengan santai memasuki gedung rumah sakit, tak lupa menyapa beberapa pegawai yang sudah berada di sana tampak sedang mengerjakan tugasnya masing-masing. Wira bergegas menuju ke ruangannya dan sudah ada Fatih asistennya di dalam sana yang sedang berbenah karena sebentar lagi jam praktek dokter akan di mulai.
Fatih masih berstatus sebagai mahasiswa kedokteran, ia begitu senang saat biasa satu tim dengan dokter yang terkenal kejeniusannya itu. Saat mendengar bunyi pintu terbuka, Fatih langsung menolehkan kepalanya ke arah pintu dan segera menghampiri Wira yang baru saja masuk.
"Selamat pagi Dokter," sapanya sopan setengah membungkuk.
"Selamat pagi juga. Apa saja agendaku hari ini?" tanya Wira tanpa berbasa-basi, ia kemudian berjalan memutar mengelilingi meja kerjanya untuk duduk di kursi besar nan empuk yang menjadi singgasananya.
"Hari ini pasien anda membludak seperti biasanya, dan sepagian ini yang mendaftar untuk konsultasi sudah sekitar empat puluh orang. Disusul jadwal siang nanti ada acara makan siang bersama untuk penyambutan selamat datang kepada dokter yang baru saja bergabung, dia pindahan dari rumah sakit di luar pulau, dan dia juga putra salah satu pejabat pemerintah yang memegang jabatan tinggi di negeri ini," jelas Fatih panjang lebar.
"Anda juga diminta untuk memberikan sambutan barang sepatah atau dua patah kata saja oleh pimpinan rumah sakit, mereka menunjuk anda sebagai pembicara karena anda ibarat icon untuk rumah sakit ini," sambungnya bersemangat.
"Hmmm... aku mengerti. Oh ya, siapa nama dokternya, agar aku tidak salah menyebut namanya saat memberi sambutan nanti?" Wira bertanya sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya yang terjalin dengan kedua siku yang bertumpu di meja.
"Namanya Dokter Gio, nama lengkapnya Giovani."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 312 Episodes
Comments
Mutyanti Ummu Al Ghozi
ini dr Fatih nya si Freya ya
gara2 komen pembacamu Thor yg bilang mesti baca cerita Wira Dara
baru nyambung di 2 F
aku lgsung cek nricek profilmu😁
2023-10-29
0
ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤ ❂͜͡𖽁ɴͣɪᷞᴛͦᴀ⊱•✰ᴀ⃝ᴿ🐛
Gio cinta pertama nya Almira maybe
2023-01-20
0
Ikha Ranni
Wira dokter apa yah, sampe pasiennya banyak gitu.. Ampe yg nga sakit aja ikutan ngantri.. drtd gue menerka nerka nih...🤔
2022-10-23
0