Fatih tergesa-gesa masuk ke dalam toilet, ia menyalakan keran wastafel dan membasahi wajahnya berkali-kali dengan kencang sehingga cipratan airnya mengenai jas putih yang dipakainya. Ia mengatur napasnya yang tersengal setelah berlarian dan juga karena rasa terkejut atas kejadian yang baru saja dialaminya.
Ditatapnya pantulannya di cermin, kemudian ia menepuk-nepuk kedua sisi wajahnya, memejamkan matanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha untuk menyingkirkan bayangan adegan intim tadi. Namun, wajahnya malah kembali memanas dan memerah, ketika potongan-potongan kejadian tadi berlalu lalang di benaknya seolah mengejeknya.
"Haish... ada apa dengan otakku!" Fatih mendengus kesal. Lagi-lagi ia membasuh wajahnya dengan air dingin, berharap rasa panas serta rona merahnya bisa berkurang dan tampilan wajahnya kembali normal.
Fatih mengambil beberapa lembar tisu kering dan menyeka wajahnya, setelah dirasa rona merah berlebihan di wajahnya memudar, ia keluar dari sana dan menuju ke kantin rumah sakit.
*****
Dibukanya jas dokternya karena bagian atasnya telah basah terkena cipratan air saat membasuh muka tadi, ia menaruh jas putih itu di atas meja kemudian mendudukkan dirinya dan mengambil daftar menu.
Lelaki muda itu memesan satu porsi soto ayam dan juga jus jeruk, lalu ia duduk di kursi yang telah disediakan. Sambil menunggu pesanannya datang, Fatih mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi Instagram, awalnya laman yang muncul adalah berita terbaru dari teman-temannya, lalu ia menekan tombol jelajah dan melihat apa saja yang ada di laman tersebut.
Dibukanya salah satu akun yang menarik perhatiannya, ia memperhatikan dengan seksama, tetapi sesaat kemudian matanya kembali terbelalak karena ternyata video yang diputarnya adalah cuplikan adegan sebuah drama yang dimana kedua pemainnya sedang berciuman satu sama lain.
Secara refleks dilemparkannya ponsel yang sedang dipegangnya ke atas meja hingga menyebabkan bunyi gaduh di sana, orang-orang yang juga sedang makan di kantin menoleh dan menatap ke arah meja di mana ponsel itu dilemparkan.
"Sial!" Fatih bersungut-sungut merutuki dirinya sendiri dan mengacak rambutnya kesal, hari ini ia menyaksikan dua kali adegan yang sama oleh mata kepalanya sendiri, yang satu secara live sedangkan yang satu lagi dari ponselnya. Kini, otaknya terus saja dipenuhi oleh kelebatan-kelebatan kejadian intim tadi hingga membuatnya frustasi karena merasa kesulitan untuk mengusir semua itu dari benaknya.
Makanan yang dipesannya baru saja datang tersaji dihadapannya, Fatih mengaduk soto ayamnya dengan sendok dan garpu yang telah tersedia, lalu kemudian ia mengambil sedotan untuk jus jeruknya.
Namun, karena pikirannya sedang buyar, ia malah memasukan sedotannya ke dalam mangkuk soto. Pemuda itu tanpa sadar meminum kuah sotonya memakai sedotan sembari melamun dan berkali-kali mengembuskan napasnya berat dengan wajah kusut mirip orang yang baru saja putus cinta.
Para pedagang yang ada di kantin saling melempar tatapan aneh dan keheranan melihat apa yang sedang dilakukan calon dokter itu saat ini, mereka tak mampu membayangkan kuah soto yang masih panas itu disedot dan ditelannya bulat-bulat. Seorang wanita paruh baya salah satu dari mereka datang menghampiri Fatih lalu menepuk pundaknya.
"Nak, kamu salah menaruh sedotannya, yang sedang kamu minum itu kuah soto bukan jus jeruknya." Si ibu memberitahukan kepadanya sambil tersenyum ramah.
Fatih yang kembali terkejut malah terbatuk dan menyemburkan isi mulutnya hingga sedotan yang sedang di pakainya ikut terpental jauh seiring wajahnya yang kembali memerah karena malu.
Sungguh, ini adalah hari yang berat bagi seorang Fatih, karena otaknya yang biasanya hanya diisi materi kedokteran kini telah terkontaminasi oleh hal-hal erotis yang tak sengaja dilihatnya hari ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 312 Episodes
Comments
Borahe 🍉🧡
HHaha kasian Fatih
2024-04-01
0
Mak sulis
Fatih..matamu perlu dirukyah tuh😁🤪
2024-03-03
0
Wirda Wati
😂😂😂😂
2023-12-16
0