Dara berlari tergopoh-gopoh memasuki area kampus, di luar kelasnya sudah tampak kedua sahabatnya yang sedang duduk di sebuah kursi kayu panjang yang terdapat tepat di bawah rimbunnya pohon beringin besar yang menjadi tempat favorit untuk beristirahat para pelajar yang menuntut ilmu di sana.
Napasnya tersengal, ia berusaha menjaga keseimbangan kedua tangannya yang menenteng kantong khusus berbentuk kotak terbuat dari karton yang berisi 10 gelas kopi agar isinya tidak tumpah.
"Eh... ehhhh... kenapa pagi-pagi begini kamu lari-lari kaya orang kesurupan? kamu dikejar demit yang joging pagi? atau dikejar orang mesum? mana orangnya mana!" cecar salah satu temannya Dara yang bernama Freya. Gadis tomboy itu bangkit dari duduknya dan menyingsingkan lengan bajunya hingga tergulung sampai siku.
"Hahh... hah... aku bu-bukan dikejar demit apalagi orang mesum hahh... hahh...."
Dara meletakkan kopi yang dibawanya di tengah-tengah kursi panjang itu kemudian ia duduk disebelah kopi yang ditaruhnya dan menyandarkan punggungnya disandaran kursi kayu tersebut sambil menetralkan napasnya.
"Heh, terus kenapa kamu berlarian di pagi hari sampai bercucuran keringat begini, atau jangan-jangan kamu dikejar debt collector?" timpal Anggi dengan ekspresi kaget yang sengaja dibuat-buat untuk menggoda Dara. Anggi si cantik berpenampilan feminim nan anggun, berbanding terbalik dengan Freya yang terlihat tomboy.
"Dih, kalian berdua kenapa sih, tebakannya gak ada yang bener. Nih, ada kopi gratis, aku tadi lari-lari ke sini supaya kopinya masih hangat. Aku sengaja beli banyak-banyak, biar kita bebas menikmati kopi mahal ini sampai kembung," sahut Dara riang.
"Wah, ini kan kopi varian baru yang lagi happening di cafe langganan kita. Duitmu banyak bener, jangan-jangan kamu punya sugar daddy?" tanya Anggi penuh selidik sambil memicingkan matanya dengan tatapan mencela.
"Eyy... enak aja! Ini kakak iparku yang traktir. Mendingan cepet diminum aja deh, daripada otak kalian pada ngelantur!"
"Jadi yang traktir kakak dokter sultan? auww... aku akan menikmati kopi ini sambil membayangkan wajah tampannya yang memesona," ucap Anggi sambil menangkup kedua pipinya sendiri kemudian mengambil satu gelas kopi yang dibawa Dara.
"Hanya mencicipi kopi yang dibelikannya saja mampu membuatku merona- rona," oceh Anggi kembali sambil tersenyum sendiri.
"Dasar sinting!" gumam Dara sambil menggelengkan kepalanya.
Dara dan Freya pun menyusul mengambil gelas masing-masing kemudian mencicipinya. Saat rasa nikmat dan khas dari kopi premium membalur indera pengecap mereka, rona bahagia langsung terpancar begitu jelas dan membawa tawa gembira sambil diiringi obrolan pagi.
*****
Siang ini Musik klasik terdengar mendayu-dayu mengalun merdu dari salah satu ruangan di rumah itu. Almira menggerakkan tubuhnya dengan luwes dan penuh penghayatan. Ia tengah melakukan kegiatan favoritnya, yaitu menari balet.
Setelah beberapa jam tertidur dan beristirahat ia merasa segar bugar, dan sesiangan ini Almira sudah menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menitan untuk menari balet. Meskipun gerakannya tak selentur dulu akibat efek dari cidera patah tulang kaki yang pernah di alaminya, tetapi tidak mengurangi keindahan tarian yang tengah dilakukannya.
Sura ponselnya berbunyi mengalihkan fokusnya, Almira mematikan musik yang diputarnya dan menerima panggilan telepon masuk yang ternyata dari Wira.
"Halo Mas." Almira menempelkan ponsel di telinganya.
"Sayang, aku tahu kamu pasti masih mengantuk, tetapi bisakah kamu datang ke rumah sakit siang ini? akan diadakan acara penyambutan dan juga makan siang bersama sebagai ucapan selamat datang untuk dokter yang baru saja bergabung, dan pimpinan memintaku untuk memberikan kata sambutan, aku membutuhkan keahdiranmu ratuku untuk menyemangatiku." Wira setengah merengek meminta Almira untuk datang.
"Dasar manja." Almira terkekeh. "Baiklah suamiku, aku akan datang, tunggu tiga puluh menit dari sekarang, aku akan datang dengan cepat."
"Thank you honey, i love you," sahut Wira diseberang telepon.
*****
Hai my beloved readers, terima kasih banyak atas apresiasi dan dukungan kalian untuk ceritaku ini, tinggalkan jejak kalian setelah membaca ya, dan jangan lupa juga like, komentar, serta vote poin atau koin seikhlasnya untuk author, dukungan kalian membuatku semakin semangat menulis.
Follow juga akun Instagramku @Senjahari2412. Happy reading guys, thank you very much 😘😘💕💕.
Tanpa kalian yang membaca ceritaku, aku bukanlah apa-apa.
With Love,
Senjahari_ID24
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 312 Episodes
Comments
Mutyanti Ummu Al Ghozi
owalah mereka disini ternyata
2023-10-29
0
Mak sulis
sejauh ini belum ad gregetnya..tp aku percaya karya kak Senjahari gak pernah mengecewakan
2023-10-10
0
Anisa Cayank Qmu
baru Nemu kaya nya seru nie..🥰🥰
2023-09-08
0