Wira sampai di depan pintu toilet bertepatan dengan Almira yang baru saja keluar dari sana, pria itu langsung menghambur ke arahnya dengan ekspresi luar biasa panik dan khawatir.
"Sayang, apa yang terjadi? sebelah mana yang sakit?" Wira memindai Almira dari ujung kepala hingga kaki dengan tatapan cemas, ia menempelkan telapak tangannya di kening istrinya untuk memeriksa suhu tubuhnya.
"Kamu tidak demam, tetapi wajahmu pucat seperti tidak di aliri darah, sebenarnya kamu kenapa Mira?" berondong Wira pada Almira.
"Aku nggak apa-apa Mas, maaf meninggalkan ruangan tanpa pamit karena tadi tiba-tiba kepalaku terasa pusing, sepertinya cuma masuk angin, air conditioner di aula tadi suhunya mungkin terlalu rendah, dan juga semua ini salahku karena memakai pakaian tanpa lengan seperti ini." Telapak tangan kanannya mengusap-usap lengan kirinya dari bahu hingga siku, saat ini Almira memang hanya memakai dress selutut tanpa lengan. Ia memaksakan dirinya memasang senyum di wajahnya agar Wira tidak curiga bahwa yang diucapkannya sebenarnya untuk menutupi isi hatinya.
"Ya sudah, sebaiknya kita ke ruanganku saja agar kamu bisa beristirahat." Wira menghela Almira ke dalam rangkulannya dengan mesra dan penuh kasih sayang seperti biasanya.
Almira menganggukkan kepalanya tanda setuju dan menyesuaikan langkahnya dengan Wira menuju ke ruangan yang di maksud.
"Dari mana Mas tahu kalau aku ada di toilet?" tanyanya disela-sela langkah kakinya.
"Kebetulan Fatih berpapasan denganmu saat kamu menuju toilet, dia sempat menyapamu tapi sepertinya kamu tidak menyadarinya. Tadi setelah tugasku selesai aku mencarimu di dalam ruangan, beruntung Fatih datang dan memberitahukan keberadaanmu bahwa dia berselisih jalan denganmu dan menyampaikan padaku bahwa kamu terlihat tidak sehat," papar Wira.
"Mas... tolong sampaikan maafku pada Fatih, tadi aku sedang terburu-buru jadi tidak memperhatikan sekitarku."
"Sudah, jangan terlalu dipikirkan." Pria itu makin mengeratkan rangkulannya dan bersegera menghela Almira menuju ke ruangan pribadinya di dalam rumah sakit.
*****
Almira menyandarkan dirinya di sofa panjang yang terdapat di dalam ruangan itu, sementara Wira sibuk mengacak-acak lacinya mencari syal yang seingatnya pernah disimpannya di dalam laci mejanya, jika tidak salah mengingat ia pernah menaruh syal oleh-oleh dari temannya yang belum sempat dibawanya pulang ke rumah.
Wajahnya tampak lega, Wira berhasil menemukan paper bag berwarna abu-abu yang berisi syal tersebut, ia merobek bungkusnya dan melemparkan kemasannya sembarangan ke lantai, lalu dengan cepat menghampiri Almira dan memakaikan syal itu kemudian duduk di sebelahnya.
"Ya Tuhan... maaf aku lupa, kamu pasti belum makan siang kan? aku akan meminta Fatih memesankan makanan kesukaanmu." Wira merogoh ponsel di saku celananya untuk menghubungi Fatih, Almira menarik-narik lengan kemejanya membuat dia menghentikan pergerakan tangannya.
"Aku tidak lapar Mas, hanya ingin beristirahat saja," ujarnya dengan wajah memelas.
"Makan itu kebutuhan tubuhmu, bukan cuma makan karena keinginanmu, lagipula saat ini kamu nampak tidak sehat, jadi harus tetap makan oke," bujuknya tetapi terselip nada tak ingin dibantah.
Almira hanya mengerucutkan bibirnya, sementara Wira langsung memberi instruksi panjang lebar tentang makanan yang dipesannya untuk Almira dan juga untuknya.
"Mungkin butuh waktu sekitar tiga puluh menitan untuk makanan pesanan kita sampai, sementara menunggu aku akan mengoleskan minyak angin di punggungmu agar masuk anginmu segera reda, aku tidak memberimu obat untuk diminum karena kamu belum makan siang, nanti setelah perutmu terisi makanan barulah akan kuberikan. Kemarilah dan balikan badanmu," pinta Wira.
Almira sebenarnya tidak suka dengan aroma minyak angin, tetapi bisa dipastikan jika dia menolak suaminya itu selalu punya seribu macam cara untuk membujuknya. Saat ini dia sedang tidak mempunyai energi untuk berkonfrontasi dan memilih untuk patuh saja karena tubuh dan hatinya terasa amat lelah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 312 Episodes
Comments
Borahe 🍉🧡
Hak bersyukur banget sih Almira sih punya suami tampan kaya perhatian kurang apa la dan kamu masih menghianatinya
2024-04-01
1
ana Imaa
perempuan itu ternyata ribet yaa ,, di perhatiin salah gak diperhatiin juga salah😃😃
2023-01-21
0
✨️ɛ.
yaudah sih kalo Almira berkhianat gak perlu diambil pusing mah.. kan PUnya Dara ama Wira.. hihihi..
2022-12-10
1