Dara menggigit sandwichnya dengan mata memicing melemparkan tatapan maut pada Wira, ia mengunyah sarapannya dengan geram karena di saat hari masih menebarkan segarnya udara pagi kakak iparnya itu malah sudah mencemari moodnya.
Wira tergelak kencang hingga punggungnya berguncang karena puas menggoda Dara, namun kemudian Almira memukul pelan lengan suaminya itu untuk menghentikan tawanya. Almira mengulum senyumnya saat melihat wajah adiknya berekspresi seperti banteng yang siap mengamuk karena dibuat jengkel oleh suaminya.
"Sudah, jangan menggodanya terus, nanti dia tersedak," pinta Almira dengan mimik wajah gemas karena melihat tingkah suaminya yang sangat suka menggoda Dara.
"Mas, nanti tolong antarkan Dara ke kampus ya, lagipula kalian satu arah kan, daripada dia memakai motor butut kesayanganya itu," ucap Almira, lalu ia menyodorkan secangkir kopi hitam premium tanpa gula favorit Wira yang baru saja diseduhnya, uap panasnya masih tampak mengepul, dan di detik berikutnya aroma harum kopi nan menggoda itu menyebar ke seluruh ruangan.
Wira menyesap kopinya dan tersenyum puas, karena baginya kopi buatan Almira adalah yang terenak di dunia. "Seperti biasanya, kopi buatanmu adalah yang terbaik, tentu saja dengan senang hati aku mengantarkan si kurus ini ke kampusnya, karena apapun permintaanmu pasti akan selalu kulakukan sayang." Wira meraih lengan istrinya itu dan mengecup punggung tangannya.
"Aku naik motor saja Mbak, nanti takut terlambat masuk kampus kalau di anterin pakai mobil, pagi-pagi jalanan macet, lagipula aku gak mau ah dianterin Kak Wira, nanti aku dijahili lagi." timpal Dara.
"Kamu nurut aja deh gak usah ngeyel, kalau berangkat pakai motor bututmu itu membuatku khawatir saja, bagaimana kalau tiba-tiba mogok di jalan, memangnya tenagamu sanggup untuk mendorong motormu sampai ke bengkel?" seloroh Almira dengan nada memperingatkan pada Dara
"Kalau misalnya mogok ya cari aja abang-abang yang nongkrong di pinggir jalan, minta dorongin sampai bengkel, gampang kan?" sahutnya enteng.
"Hush, ini anak gadis kok gak ada takut-takutnya, kalau ternyata mereka preman bagaimana? duh, benar-benar bikin orang makin senewen aja, kalau gak mau nurut uang sakumu Mbak pangkas setengahnya.
Pokoknya jangan membantah, kunci motormu Mbak sita, gak ada tawar menawar lagi, kamu sekarang berangkat dianterin Kak Wira titik!" seru Almira tak ingin dibantah.
"Iya deh iya Nyonya, tapi tolong jangan membawa-bawa nominal jatah uang sakuku, dia tidak berdosa." Dara memutar bola matanya malas, padahal dia ingin naik motor saja, karena sudah dipastikan jika berangkat dengan kakak iparnya maka ia akan menjadi sasaran kejahilan kakak iparnya itu.
Mereka bertiga menyelesaikan sarapannya dalam waktu singkat, Almira mengantar keduanya hingga ke depan pintu.
"Mbak Mira, aku pamit dulu," ucap Dara.
"Iya, belajar yang bener adik manis." Mira mencubit hidung bangir adiknya itu.
"Sayang, aku berangkat dulu, beristirahatlah, kamu baru saja pulang dini hari setelah dinas malam di rumah sakit." Wira merangkul pinggang Almira dan mengecup keningnya dengan mesra.
Dara yang disuguhkan adegan seperti itu melipat kedua tangannya di dada sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hadehh... dunia serasa milik berdua, yang lain cuma ngontrak. Apa aku ini tak terlihat ya? atau tak kasat mata? teganya setiap hari ngasih pemandangan kayak gitu di depanku, aku kan belum cukup umur! Ya Tuhan, selamatkan mataku yang sering ternoda ini." Gumamnya sambil melengos pergi dan masuk ke dalam mobil kemudian menutup pintunya dengan kencang, sedangkan Wira dan Almira yang masih saling merangkul satu sama lain hanya terkekeh geli.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 312 Episodes
Comments
me_bhebril1206
sabar Dara sayang😂
2023-05-05
0
Nana
nikmatin aja Dara
2022-09-09
0
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
Dara yang sabar yaa...😂
2022-08-05
0