Happy Reading !
Author POV
Zion sudah kembali pulang setelah mengantar Freya. Ia nampak lesu dan terlihat sekali banyak pikiran.
“ Mau kopi ? " Tawar Richie yang berada di ruang tempat mereka berkumpul.
Zion duduk di sofa , tepat di samping Richie , ia menyeduh kopi panas dan menikmati sensasinya.
“ Semenjak lu ingat semuanya , lu kaya punya beban pikiran yang berat " Richie memulai pembicaraan.
“ Ya begitulah " jawab Zion sekenanya.
“ Gua mau tahu satu hal tentang Freya "
“ Apa ?"
“ Gimana latar belakang keluarganya?"
“ Maksudnya ?"
“ Maksud gua benarkah isyarat lu tadi yang bilang kalau Daddy nya Freya udah nggak ada?"
“ Iya benar , karena kecelakaan pesawat"
“ Lagi bisnis di luar negeri ?"
“ Nggak , tapi pilot "
“ Freya anak dari pilot ?"
“ Iya "
“ Kasihan ya , nggak sangka gua diumur dia yang segitu udah jadi anak yatim "
Zion mengangguk membenarkan. Sungguh jika ia yang berada di posisi kekasihnya , belum tentu ia merasa sanggup.
“ Kak " panggil Zion pada Richie.
“ Hmm... "
” Tugas lu dimulai besok "
“ Tenang aja lu cuma perlu lihat dari rumah dan duduk manis , biar itu jadi urusan gua " ucap Richie.
” Lagipula bukannya tugas gua udah mulai dari kemarin?" Lanjutnya lagi.
“ Dugaan gua pasti besok lebih serius lagi , yang tadi siang itu baru permulaan" ujar Richie.
“ Maksud lu , Sheila masih ada cara lain buat siksa Freya gitu ?" Tanya Zion.
“ Lu kira deh sendiri. Ingat ya Sheila itu dekat sama lu bukan karena cinta , tapi karena obsesi nya terhadap harta " peringat Richie.
“ Ngomong jangan setengah - setengah dong "
“ Otak lu aja yang gedenya seperempat sendok nyam - nyam. Pikir lah. Udah ah gua mau tidur. Mau hangat - hangat dulu sama istri" ucap Richie sambil berlalu.
“ Dasar otak 25++ " cibir Richie.
“ Suka - suka gua dong. Yang penting SUDAH SAH SECARA HUKUM DAN AGAMA " Balas Richie dengan wajah menyebalkan , membuat Zion makin keki saja.
“ OH IYA , JANGAN LUPA CUCI GELASNYA, YANG BERSIH YA !" Lanjutnya lagi dengan berteriak.
” MAS JANGAN TERIAK - TERIAK. INI BUKAN HUTAN " Sahut istrinya yang berteriak juga.
“ LAH ? KAMU JUGA TERIAK SAYANG. KOK LARANG AKU BUAT TERIAK SIH " Richie menjawabnya dengan teriakkan.
“ Astaga , kapan gua punya keluarga normal ya Tuhan , kenapa tingkah laku mereka macam alien kotak aja perasaan" desah pasrah Zion.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Hari baru telah datang , Dan Freya tetap bersekolah hari ini , meski dengan kepala diperban akibat kejadian pembullyan kemarin.
Ya , akibat kejadian itu Freya harus menerima jahitan , bayangkan saja jika kamu yang berada diposisi nya. Disiram menggunakan air es dengan balok es nya sekalian. Apalagi balok es nya besar. Bisa bayangkan bukan bagaimana sakitnya?
Dasar otak udang , apa mereka tidak punya otak sama sekali ? Lantas waktu Tuhan menciptakan manusia , apa Tuhan lupa memberikan otak pada mereka?
Atau pada saat Tuhan melakukan pembagian otak , mereka sedang absen ?
Author rasa opsi kedua lebih masuk akal dan aku yakin jika Freya menyetujuinya juga.
Kembali lagi ke Freya , hari ini ia berangkat agak siang. Loh ? Loh ? Loh ? Kok tumben siswa teladan berangkat siang ? Ya , karena tadi ia sempat berdebat dengan sang mommy. Tentang hari ini akan berangkat sekolah atau tidak. Sang mommy menginginkan sang anak untuk beristirahat , sedangkan sang anak ingin berangkat sekolah. Jadilah mereka berdebat.
Tahukan jika kaum bernama wanita itu berdebat akan bagaimana? Tidak perlu aku jelaskan kalian pasti tahu sendiri. Karena kalian readers cerdas.
Kembali ke tokoh utama kita. Sesampainya Freya di kelas , ia sudah disambut dengan tatapan mengerikan menurut Freya oleh teman sekelasnya.
“ Oh , jadi ini si princess pencari perhatian sampai Kaka kelas aja jadi tumbal dan sekarang di skors" sindir temannya yang bernama Bella.
Freya yang mendengar itupun hanya mengendikkan bahunya tak peduli. Anggap saja ia makhluk halus , pikirnya.
Sementara itu Lucky , Laurent , Bernard dan Caesar menyambut Freya dengan hangat.
“ Eh , dasar lu ya kepala masih diperban gitu dan lu masuk sekolah , sinting lu Lene " ucap Caesar.
“ Halah dasar berlebihan , gua udah nggak apa-apa kali. Gua kan cewek strong , bukan cewek kemayu yang sok cantik , yang sok manja biar bisa dekat sama gebetan" jawab Freya dengan sedikit menyindir.
Sekedar informasi , bahwa Bella selama ini selalu bersikap dan bertingkah manja agar dapat perhatian dari Bernard , cowok idamannya. Tapi nahas Bernard sama sekali tak peduli atau hanya menanggapi sekenanya.
Bella yang mendengar jawaban Freya yang seolah menyindirnya pun merasa panas , wajahnya memerah , namun ia tak dapat berkutik.
“ Lo nyindir gua ?" Bella angkat suara.
“ Lah siapa yang nyindir elu coba , nggak ada tuh. Lu ngerasa ?" Jawab Freya enteng.
“ Jelas - jelas lu nyindir gua tadi " sengit Bella.
“ Heh ulat bulu , lu kok jadi manusia punya tingkat percaya diri berlebih sih ? Gua kan cuma jawab pertanyaan Caesar doang kok lu yang sensi. Kalau lu merasa itu bukan elu , kenapa lu sewot sih ? Dasar aneh " balas Freya dengan mencibir.
Teman - temannya yang berada di kelas berusaha menahan tawa mereka akibat perdebatan Bella dan Freya.
Bella yang makin terpojok pun merasa malu dan akhirnya keluar kelas dengan wajah merah padam.
Sepeninggalan Bella meledak lah tawa anak kelas 1 - C.
“ Mulut lu nakal banget sih Lene " kekeh Laurent.
“ Gua risih aja sama tingkahnya dia yang mirip ulat bulu kalau cari perhatian sama Bernard " ucap Freya kesal.
“ Gua yang ditaksir kok elu yang risih ?" Kekeh Bernard.
“ Oh , lu nggak risih sama dia? Lu suka ya sama Bella. Wah ternyata tidak ku sangka nak " ucap Freya dramatis.
“ Heh serius lu suka sama Bella ? Wah apakah kiamat sudah dekat ? " Kaget Laurent.
“ Please , kau pun pernah cakap ke saya perempuan itu bukan tipe kau pula. Tak saya sangka lah kau diam - diam simpan perasaan ke dia. Mana yang betul ni ?" Ujar Caesar dengan logat Malaysia seperti Upin - Ipin.
“ Kalian ini. Masa nggak ngerti istilah Cinta itu Buta. Ya mungkin aja kan dia cinta sama Bella. Apa salahnya?" Lucky angkat suara setelah menjadi penyimak.
“ Masuk akal " jawab ketiganya.
“ Oh , ayolah gua nggak ada perasaan ke dia , kok kalian gitu ?" Ucap Bernard melas.
“ Ya karena kita begini " jawab ketiganya kompak. Lucky hanya tertawa terbahak melihat kelakuan temannya.
“ Dasar " kesal Bernard.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
SKIP SAAT JAM ISTIRAHAT.....
Saat ini istirahat pertama sedang berlangsung , Freya dan kawan - kawan sedang menikmati semangkuk bakso pedas dan ada juga mie ayam pangsit. Sungguh itu semua merupakan surga dunia terlebih pada saat setelah pelajaran , yang dimana otak kita dipaksa untuk menerima hal yang tidak kita pahami. Ya namanya juga belajar.
“ Duh , hari ini matematika begitu sulit , membuatku mengalami penuaan dini dan ketampanan wajahku berkurang" keluh Laurent.
“ Wajar aja , orang namanya juga ulangan " ucap Freya.
” Ketahuan nggak belajar ya gitu jadinya. Kebanyakan nonton anime sih lu " cibir Bernard.
“ Aduh kak Bernard yang tampan , tapi masih tampan Laurent. Itu tuh hiburan ketika kita sedang lelah menjalani ujian hidup " Laurent beralasan.
“ Najis " timpal Caesar.
“ Kok gitu ? Apa yang kamu lakuin ke aku itu JAHAT " balas Laurent mendramatisir.
“ Sejak kapan lu doyan nonton drama begituan ?" Heran Freya.
“ Lu nggak tahu ? Laurent kan emang suka nonton drama melebihi ibu - ibu. Makanya hidup dia penuh drama " jawab Bernard.
“ Salah lagi. Ya udah lah. Orang tampan banyak yang sirik " kata Laurent dengan percaya diri.
Teman - teman yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas. Mereka heran mengapa memiliki teman yang sebegitu narsis nya.
Saat sedang menikmati santapan siang mereka dengan khidmat , datanglah Xavier dengan senyum sejuta Watt terlukis di wajahnya.
“ Hai Freya , kok kamu udah masuk sih ? Harusnya kan kamu istirahat di rumah , apalagi kepalanya masih diperban gitu. Biar sembuh dulu. Nanti kalau makin parah gimana ? Terus apa kamu udah enak badannya. Kalau sakit di UKS aja ya ?" Dan seterusnya rentetan kekhawatiran Xavier.
Teman - teman Freya yang melihat Xavier berbicara itupun melongo. Apa tidak lelah bicara tanpa spasi dan dalam satu tarikan nafas?
” Kak Xavi , kaka dulu mantan rapper ya? Kok ngomongnya cepat banget " tanya Caesar dengan tatapan polos nya.
Sontak keempat temannya menoleh kearah Caesar , mereka menepuk dahi mereka masing - masing , kecuali Laurent yang malah menepuk dahi Caesar dengan keras.
“ Kapan otak lu sembuh dan kembali pada tempatnya sih Sar ?" Kesal Laurent.
“ Kenapa sih , kok kalian protes ? Aku kan cuma tanya. Habis kak Xavier ngomongnya cepat banget , gua kira kan dia rapper " Caesar membela diri.
“ Mentang - mentang mukanya kaya Sehun personil EXO , bukan berarti dia rapper ya salam " Bernard menimpali.
“ Sumpah lu bukan teman gua " ucap Laurent , Freya dan Lucky.
Xavier yang berada disana hanya tersenyum canggung tak tahu harus menjawab apa atas lontaran adik kelasnya yang agak unik dan sedikit limited edition ini.
Freya menghela nafas , kemudian beralih menatap Xavier.
“ Kak Xavi yang tampan setampan Sehun EXO , Freya sudah baik - baik aja , kalaupun nanti Freya sakit. Freya nanti bisa ke UKS , kan ada teman - teman Freya. So , don't worry okay ? Aku cuma nggak mau pacar kamu salah paham , karena Kaka perhatian sama aku " jawab Freya.
“ Nah itu benar kak , kasihan teman kami. Kemarin aja dia dilabrak gara - gara kak Zion , masa Kaka tega banget mau nambah beban hidup teman kami gara - gara dilabrak sama kak Zefanya? Kalau Kaka benar - benar perhatian sama Ilene , gimana Kaka bayarin bakso dan mie ayam yang kami makan ? Ini ada Ilene yang juga ikut makan loh ? Hitung - hitung sedekah kak " usul Laurent. Sementara yang lainnya menahan tawa sembari mengacungkan jempol diam - diam.
“ Kalau aku bayarin Ilene sih nggak masalah , tapi untuk kalian berempat ya bayar sendiri-sendiri lah " Xavier berujar dengan kesal.
“ Oh , tidak bisa begitu tuan muda. Kami dan Ilene itu sudah satu paket. Dimana ada Ilene , disitu ada kami berempat" kali ini Caesar menimpali ucapan Laurent.
” Jadi gimana bos ? Mau apa nggak ? Katanya seorang Xavier Deandro itu dermawan , tapi kok dermawan nya pilih - pilih ?" Lucky juga ikut memanaskan suasana.
” Mungkin itu hanya kabar burung yang dibuat untuk citra palsu nya " Bernard pun ikut - ikutan juga.
“ Burung apa man ?" Tanya Laurent.
“ Burung puyuh " Jawab Bernard.
“ Hahahahaha " tawa mereka kemudian.
“ Yakin kak. Kaka nggak takut citra dermawan Kaka rusak ?" Tanya Laurent sekali lagi.
Demi apapun Xavier ingin menghantamkan kepalanya ke tembok , karena ulah teman - teman Freya.
Dan akhirnya.........
“ Oke gua bakal traktir kalian hari ini. Ingat CUMA HARI INI " Ucap Xavier dengan penekanan.
” YES !!! " Sorak mereka berempat , sementara Freya tersenyum tipis.
“ THANK YOU KAK XAVIER , YANG TAMPANNYA 11/12 SAMA SEHUN EXO" Teriak Laurent penuh semangat.
“ Semoga dirimu semakin tampan dan semakin glowing melebihi Sehun EXO , ayahmu bisa menjadi presiden masa depan dan pamanmu bisa menjadi menteri keuangan " Doa Caesar untuk Xavier.
Anak - anak yang berada di kantin yang mendengar percakapan mereka menahan tawa.
Xavier hanya memelas karena ia merasa baru saja dipalak oleh teman - teman Freya.
Author POV end
Vote + comment
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
վմղíα | HV💕
Richie pamer mentang mentang sudah punya pasangan
2023-09-11
0