7

Happy reading !

Freya POV

“ Aku tidak menyangka dia bisa berubah seperti bukan orang yang aku kenal. Kau begitu asing , dan jujur aku kecewa "

Freya POV end

...❤️❤️❤️❤️❤️...

Author POV

Setelah kejadian pelecehan tersebut Freya menjadi lebih banyak diam. Tidak ingin terlibat masalah - masalah pada orang sekitar. Ia juga mulai menjaga jarak dan menutup diri terutama dari Zion.

“ Queen , are you okay? ” tanya Leora. Ya saat ini Freya sedang dimonopoli oleh Leora dan pacarnya Marcell. Freya hanya menganggukkan kepalanya.

“ Kalau ada apa - apa kamu bilang sama Kaka ya ?" Peringat Leora.

“ Iya kak "

“ Kamu kaya banyak pikiran hari ini. Yakin kamu baik - baik aja ?" Tanya Leora penuh selidik.

“ Aku nggak apa-apa kak sungguh " jawab Freya seadanya.

Leora hanya diam , ia tahu jika ada yang tidak beres dengan adik kesayangannya ini.

Saat sedang santai menikmati makanan tiba - tiba ada segerombolan siswa datang ke kantin dan menjadi pusat perhatian. Siapa lagi kalau bukan Zion dan antek - antek nya. Namun kali ini ada yang berbeda. Kali ini Zion mengajak sang kekasih ikut serta. Atau lebih tepatnya sang kekasih inisiatif untuk ikut serta ke kantin bersama Zion, pasalnya wajah Zion seperti nampak acuh.

“ Selalu saja membuat huru - hara nggak jelas " gerutu Leora.

“ Sabar sayang , ya mau gimana lagi dia kan anak donatur terbesar sekolah ini" Marcell mengingatkan.

Freya hanya menyimak percakapan pasangan kekasih ini. Ia tak mau terlibat hal menyebalkan kembali.

“ Donatur sekolah kok masih ngutang " lanjut Leora.

Freya mengerutkan kening mendengar ucapan Leora. Apa maksudnya, bukankah jika ia anak dari keluarga berada harusnya tidak hutang?

“ Kamu bingung ya Queen , jadi gini biar aku jelasin ke kamu , Zion itu punya hobi hutang di kantin dan kabarnya sudah menumpuk ratusan ribu " jelas Leora.

“ Kaka tahu darimana kalau hutang dia di kantin sampai ratusan ribu ?" Heran Freya.

“ Siapa lagi kalau bukan Kakamu si Nico itu , dia kan sekelas sama Zion , kadang juga jadi anteknya malah " jelas Leora lagi.

“ Antek kok membocorkan rahasia. Kaya mata - mata"  geli Freya.

“ Jangan heran dek. Nico itu kadang bisa jadi bunglon kalau dia mau" tambah Marcell.

Sementara itu di meja lain.....

“ Sayang , kamu mau pesan apa ? Aku pesanin ya ?"

“ Boleh. Tapi pakai uang kamu ya Sheil " balas Zion. Ya yang menawari Zion adalah Sheila yang menyandang status sebagai kekasih Zion.

“ Loh kok ? Tapi bukannya- "

“ Kamu nggak mau ? Nggak apa-apa. Tapi kita putus"

“ E - eh , jangan. Yaudah aku beliin ya kamu mau apa ? "

“ Siomay terus minumnya es teh "

“ Oke , ditunggu ya honey " Sheila pergi mengantre untuk membeli pesanan Zion. Sementara itu kawan - kawan Zion hanya menggelengkan kepalanya.

“ Dasar Budak "

“ Itulah jika cinta nggak pakai logika "

“ Kejam banget Lo manfaatin pacar sendiri "

“ Kan dari awal dia yang cinta sama gue , bukan gue yang cinta sama dia "

“ Lah terus kalau Lo nggak cinta ngapain Lo terima Yon ?" Ucap Nico sebal.

“ Buat koleksi " jawab Zion enteng.

“ Sialan. Lo pikir pacar Lo itu pakaian dalam , Gonta - ganti seenaknya?" Nico mendengus.

“ Yang punya pacar gue kok. Kalian yang sewot sih ?"

” Hati - hati aja karma itu ada "

“ Jadi dia sudah bahagia sama yang baru lalu aku dilupain gitu aja ?"

Sheila sudah kembali dan ia mulai bermanja - manja dengan kekasihnya walaupun sang kekasih tak meresponnya.

“ Dasar cewek nggak ada harga diri , dimana - mana itu cowok yang menyatakan perasaannya ke cewek itu malah sebaliknya " Leora masih berkomentar.

“ Huh ?" Bingung Freya.

“ Nggak usah kaget. Kaka ngomong kenyataan ini , memang begitu adanya "

“ Kak Leora kayanya tahu semua ya. Gosip - gosip anak sini "

“ Kaka kan cuma pasang telinga doang dek buat dengar info terbaru. Cuma yang satu ini satu sekolah juga pada tahu. Orang dia nembak nya di depan publik. Heran ya ? Padahal anak guru loh kok merendahkan diri sendiri"  ujar Leora lagi.

“ Udah ah jangan suka gosip kak , nggak baik " peringat Freya.

“ Tuh dengar kata adikmu " tambah Marcell.

“ Ihh... Iya - iya " sungut Leora.

Marcell dan Freya pun tertawa geli. Tanpa disadari ada yang tidak suka melihat keakraban mereka bertiga terkhusus Marcell dan Freya.

...❤️❤️❤️❤️❤️...

Saat kegiatan belajar mengajar sudah dimulai lagi setelah istirahat. Siswa kelas 1 - C masih saja bergosip Kaka kelas yang mendapat julukan prince di sekolah tersebut.

“ Eh , kalian tadi lihat nggak kak Zion tampan banget "

“ Iya , tinggi jago basket pula "

“ Badannya tinggi , tegap , bagus pula "

“ Sayang sudah ada yang punya. Kaka kelas lagi yang punya. Anak guru pula"

“ Iya. Tapi it's okay lah. Aku bisa jadi yang kedua , Selama belum ada janur kuning melengkung"

“ Nah benar tuh. Lumayan kan nanti dapat menantu orang kaya "

Begitulah kira-kira percakapan antar para siswi.

“ Duh mereka bergosip Kaka kelas lagi " keluh Lucky.

” Memang setampan apa sih kak Zion yang mereka sukai itu. Sampai mereka tergila - gila? Masih tampan juga aku " ucap Laurent narsis.

“ Makanya sering keluar kelas dong biar tahu , masa gitu aja nggak tahu kurang update sih kamu " ujar Caesar.

“ Heh , anda kalau ngomong jangan sembarangan ya saya itu juga keluar kelas kok kalau jam istirahat. Tapi tetap aja nggak tahu yang mana orangnya. Memangnya Ilene tahu ?"

“ Tau gue , dari kak Leora "

“ Kaya gimana sih orangnya?"

“ Ya gitu , kaya yang diomongin sama anak - anak "

“ Emang beneran ganteng Lene ?"

“ Karena ganteng atau tidak itu relatif jadi ya. Ini menurut gue loh ya. Menurut gue sih biasa aja "

“ Nah si Ilene bilang biasa aja kok mereka heboh seperti tidak pernah melihat orang tampan saja" ucap Laurent lagi.

“ Memuji orang itu jangan terlalu berlebihan , memang yang didapat apa ? Apa kamu bakal diperhatikan terus sama yang kamu puji ? Tidak juga kan ?"

“ Siap kapten Ilene , bisa - bisanya kata - katanya savage benar " balas teman - temannya.

SKIP SAAT PULANG.....

Waktu pulang telah tiba namun Freya dan kawan - kawan memutuskan masih menetap di kelas mereka dikarenakan tugas kelompok.

“ Kenapa harus cari film dokumenter sih tentang perjuangan bangsa Indonesia pula kan susah tuh " keluh Caesar.

“ Nggak susah kalau kalian pada niat " jawab Freya.

“ Lene please mulutmu terlalu berbahaya cantik " tegur Laurent.

“ Aku cuma ngomong fakta. Udah lah buruan selesaikan tugasnya " ujar Freya.

“ Siap kapten ! " Jawab mereka serempak.

Disisi lain kegiatan belajar kelompok pun tak luput dari pengamatan salah seorang siswi.

“ Kenapa sih mereka harus dekat ?" Batinnya.

Freya yang menyadari jika salah satu anggota kelompoknya menjadi objek  perhatian segera menyenggol temanya tersebut.

“ Ssst.... Nard , Nard " panggil Freya dengan berbisik.

“ Apa sih Lene ? " Jawab Bernard.

“ Lo dilihatin terus kayanya sama Bella , eh iya kan nama dia Bella kan ya ? Gue lupa soalnya " ucap Freya.

“ Hah , gue ? " Tunjuk Bernard pada diri sendiri.

“ Iye. Siapa lagi kalau bukan elo , masa gue ?"

“ Yang benar si Bella lihatin elo berdua dari tadi , lagian kalian kaya mesra benar jadi orang , kan yang lain jadi salah paham " celetuk Caesar.

“ Lah gue dilihatin juga ?" Tunjuk Freya pada diri sendiri.

“ Iya , sayang " jawab Lucky.

“ Kenapa gue ikutan dilihatin deh , kan gue nggak ada masalah sama Bella perasaan "

“ Cemburu kali , mungkin dia suka kali kalau sama Bernard " Jawab Laurent asal.

“ Hahahahaha.... Bercanda Lo nggak lucu sumpah " balas Bernard.

“ Hati orang siapa yang tahu Bro. Selain Tuhan sama dia sendiri " ucap Lucky bijak.

Freya hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. Teman - temannya itu memang ada - ada saja.

“ Gue lapar deh , jajan sana apaan gitu buat ganjal perut " keluh Freya.

“ Ketika kaum wanita mengeluh lapar tapi takut sama yang namanya gemuk. Memang menyusahkan dan membingungkan" seloroh Caesar.

“ Sialan Lo. Gue bukan penganut kepercayaan yang begitu. Kalau mau makan ya makan aja udah. Gue nggak pernah diet juga"

“ Ahh... Masa aku tak percaya "  celetuk Bernard.

“ Mau saya lempar meja ? " Balas Freya sengit.

“ Sabar bos ku , ya udah sini gue beliin bakwan malang deh semangkuk sama es teh mau nggak ?" Tawar Bernard.

“ Eh , beneran serius ? Ihh.. gue mau. Terimakasih Kaka Bernard yang baik hati rajin menabung dan tidak sombong. Ini uangnya " ucap Freya seraya memberikan uang pada Bernard. Setelah itu Bernard pergi memesan.

“ Lucky , gimana filmnya udah dapat ? " Tanya Freya.

“ Udah nih sesuai sama yang Lo mau " jawab Lucky.

“ Nah , udah selesai kan berarti , kita istirahat dulu sekalian makan siang. Abis itu pulang lah " usul Freya. 

“ Okelah yuk " sahut mereka serempak.

Author POV end

Vote + comment......

Terpopuler

Comments

Setia R

Setia R

satu lagi mawar untuk mu!

2023-08-31

0

auliasiamatir

auliasiamatir

karakter zion agak sedikit membagong kan

2023-03-04

0

Syhr Syhr

Syhr Syhr

Istirahat sejenak jika lelah. Aku kirimkan secangkir kopi dari sini. ☕

2023-02-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!