Happy Reading !
Author POV
Seperti hari - hari sebelumnya Freya berangkat sekolah pada pagi hari. Namun ditengah perjalanannya menuju kelas , ada seseorang yang menarik lengannya kemudian menampar pipinya dengan keras.
Setelah Freya menengok kebelakang ternyata pelaku penarikan lengannya secara kasar adalah seorang perempuan.
“ Lepas nggak ?" Ucap Freya datar.
“ Heh anak baru. Gua ingetin elu ya , lu itu jadi anak baru jangan sok berlagak deh " katanya pada Freya.
“ Maaf , kamu siapa ya ? Memangnya kita saling kenal ? " Tanya Freya tak minat.
“ Jadi adik kelas jangan mentang - mentang ya ! '
“ Siapa yang mentang - mentang sih kak ? Gua aja nggak kenal sama lu , elu main tarik tangan gua aja. Yang jelas dong jadi orang "
“ Gua tarik tangan lu , karena gua mau kasih peringatan buat jangan dekat-dekat sama pacar gua lagi "
“ Huh ? Pacar lu ? Kapan gua dekat sama dia ? Dan gua juga nggak tahu siapa pacar lu , main labrak aja " heran Freya.
“ Oh lu belum tahu ya ? Kenalin gua Zefanya Cornelia pacar dari Xavier Deandro "
Freya manggut-manggut saja. Jadi ini pacar Xavier dan itu menjadi hal tak penting bagi Freya , jadi ia cukup tahu saja. Tak ingin mencari tahu lebih jauh.
“ Oh jadi ini pacar seorang Xavier Deandro , biasa aja nggak ada yang istimewa. Dan apa katanya tadi? gua mentang - mentang? Kenapa lu cemburu Xavier masih perhatian sama gua ? Ya iyalah dia kan belum bisa move on dari gua , karena gua pacar idamannya dia. Dan elu ? Bisa pacaran sama Xavier karena cuma dipakai sebagai pelampiasan nafsu doang. Jadi lu nggak usah kepedean deh " balas Freya dengan sinis.
Mendengar hal itu marahlah Zefanya , ia merasa seperti direndahkan. Kemudian ia mengambil ancang - ancang untuk menampar Freya. Beruntung Freya dapat menangkis tamparannya dan mencekal tangan Zefanya , kemudian ia meremas dan memelintir tangan Zefanya hingga Zefanya kesakitan.
“ Dengar ya kak , kayanya bukan elu yang harusnya kasih gua peringatan , tapi gua yang kasih peringatan ke elu. Jangan mentang - mentang kalau jadi kaka kelas. Dan jangan coba - coba buat usik hidup gua lagi atau kalau lu masih bantah peringatan gua , lu akan dapat yang lebih sakit dari ini , ngerti kak ?" Freya berbisik tajam di telinga Zefanya.
Karena saking kesalnya Freya mendorong Zefanya dengan keras hingga Zefanya jatuh tersungkur. Freya berjalan menuju kelasnya dan dengan disengaja ia menginjak tangan Zefanya dengan keras. Hingga Zefanya memekik kesakitan.
“ Awas lu Ilene " batinnya penuh dendam.
“ Wow nggak nyangka gua si anak SD berani juga sama seniornya.. kekeke.... "
“ Lihat apa lu kak ?" Tanya Zion.
“ Lu yakin pacar lu itu polos dan nggak bisa apa - apa ?" Tanya Richie.
“ Yakin nggak yakin sih gua , soalnya tuh muka polos banget " jawab Zion.
“ Wah benar - benar. Selamat anda TERTIPU " Ucap Richie sambil tepuk tangan.
“ Huh ?"
“ Ihh.. coba deh lu lihat videonya " pinta Richie.
Zion pun melihat videonya , ia merasa heran bagaimana iparnya bisa mendapatkan video di sekolah itu.
“ Kok lu bisa dapat rekaman CCTV sekolah sih kak ?" Tanya Zion heran.
“ Jangan panggil gua Richie Guerrero , kalau gua nggak bisa dapat apa yang gua mau " ucap Richie sombong.
“ Terserah. Tapi ternyata Reya gua sadis juga ya ?" Kagum Zion.
“ Katanya situ statusnya pacar. Kok sama kepribadian pacar sendiri nggak tahu ? " Sindir Richie.
Zion hanya menunjukkan cengiran tak jelas. Richie memutar bola mata malas. Heran dengan tingkah adik iparnya ini , kenapa telmi sekali alias ‘telat mikir ’
“ Ngomong - ngomong itu cewek siapa ?" Tanya Richie.
“ Dia Zefanya pacar Xavier. Xavier itu mantan pacar Reya " jelas Zion.
“ Laku juga tuh anak SD ternyata " Richie berucap tak percaya.
“ Dia menarik sih , wajar kalau banyak yang suka " jawab Zion.
Richie hanya menganggukkan kepalanya , sedikit setuju dengan pendapat Zion. Memang gadis yang mirip dengan anak SD itu sedikit menarik , ingat ya ! Hanya sedikit.
“ Yon , kira - kira kalau mama lu tahu lu di skorsing gara - gara ada masalah sama anak orang , gimana ?" Tanya Richie tiba - tiba.
“ Mama gua itu mertua lu juga bodoh " sinis Zion.
“ Dih , mama mertua gua? Gua aja nggak dianggap menantu sama mama lu. Masa gua harus anggap dia mertua. Ogah kali ah " ucap Richie.
“ Hmm... Yang pasti kalau mama tahu. Ini masalah bikin tambah runyam " Zion memejamkan matanya lelah.
“ Pastinya , soalnya mama lu kan tukang labrak , udah gitu labrak nya asal pula. Tanpa di cek dulu masalah yang sebenarnya kaya gimana ? Heran gua sama lu , kaya nggak berpendidikan banget jadi orang" Richie terkekeh.
Zion jadi menghela nafas panjang memikirkan kelakuan sang mama.
“ Santai Bro , tapi yang jelas lu harus siapin hati untuk menanggung malu , kalau itu betulan terjadi. Apalagi kalau dia sampai labrak Reya. Mama lu bukan tandingan Reya , Bro " ejek Richie.
“ Sialan lu kak. Kalau sampai betulan kejadian awas lu " ancam Zion.
“ Let's see tomorrow " ucap Richie.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Kembali lagi di rumah Zion. Benar dugaan Richie , ternyata mama Zion sudah mengetahui perihal skorsing Zion selama 2 bulan dan poin negatif 50 itu. Ia merasa tidak terima jika anaknya dihukum skorsing. Maka saat ini mama Zion bergegas menuju ke sekolah ditemani anak keduanya Stephanie.
Bahkan perkiraan Richie hanya meleset dikit yang dikira akan melakukan protes pada waktu besok , ternyata malah lebih awal dari perkiraan.
Sekitar satu jam akhirnya mama Zion serta Kaka kedua Zion telah sampai di sekolah , beliau langsung menuju ruang kepala sekolah dan melakukan aksi protes.
Dengan suasana yang panas serta tidak kondusif karena mama Zion melakukan aksi protes dengan berapi - api. Beberapa kali kepala sekolah menjelaskan kalau masalah kali ini murni kesalahan Zion dan Zion sendiri pun sudah mengakuinya , namun mama nya tetap tidak terima dengan keputusan tersebut.
“ POKOKNYA SAYA NGGAK TERIMA KALAU ANAK SAYA DAPAT SKORSING , ANAK SAYA ITU NGGAK SALAH PAK. MUNGKIN AJA PEREMPUANNYA ITU AKTING DAN MEMUTAR BALIKKAN FAKTA" Kata mama Zion sembari berteriak hingga mengundang atensi beberapa orang yang tak sengaja lewat depan ruang kepala sekolah.
“ Ibu , saya mohon tenang dulu ibu. Kami tidak asal dalam mengambil keputusan , tapi memang semua itu ada bukti " kata sang kepala sekolah.
Para siswa yang menjadi teman dekat Zion pun segera menghubungi Zion dan memberitahu.
“ ......... "
“ Halo , bro cepetan lu ke sekolah deh. Mama lu udah buat huru - hara soalnya "
“ ............ "
“ Iya , kayanya sebentar lagi Freya bakal dipanggil juga sama kepala sekolah , gara - gara mama lu "
” ............... "
“ Oke siap , gua tunggu Bro "
Benar saja dugaan mereka , dengan terpaksa kepala sekolah memanggil Freya lagi ke ruangannya , untuk dimintai keterangan.
Begitu masuk ruangan Freya menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya serta menunjukkan surat dokter dan hasil visum. Beruntung ia dan mommy nya meminta salinan dari pihak rumah sakit.
Mommy Zion dan Stephanie merasa tidak terima dan mereka merasa marah , dengan perasaan geram Stephanie maju dan menampar Freya dengan keras , begitu juga dengan mamanya.
PLAK ....
PLAK ......
Freya bahkan kepala sekolah pun terkejut dengan yang dilakukan ibu dan anak tersebut.
“ HEH , LU JANGAN NGADA - NGADA YA JADI ORANG ADIK GUA ITU ORANG NYA KALEM , JADI MANA MUNGKIN DIA LAKUIN HAL BEJAT KAYA GITU ?" Kata Stephanie penuh emosi.
“ Nyatanya saya ada bukti dan hasil visum , jadi apa itu kurang jelas untuk anda ?" Tanya Freya balik.
“ Bohong , itu pasti bohong. Hasil visumnya pasti sudah direkayasa kan ?"
“ Rekayasa ? Wow , sangat kurang kerjaan sekali saya menyuruh dokter untuk merekayasa hasil visum. Lagipula bukankah itu juga termasuk perbuatan yang melanggar hukum ? Memalsukan diagnosa pasien ? Bisa saja kan itu melanggar kode etik profesi ? Dan lagi , bukankah Kaka anda juga seorang dokter ? Dengan anda ngotot begini bukankah sama saja anda meremehkan dan merendahkan Kaka anda ? " Freya berucap santai.
Disisi lain Zion , Bianca dan Richie telah sampai di sekolah , mereka langsung menuju ruang kepala sekolah.
BRAK....
“ Maaf jika saya berlaku tidak sopan pak" ucap Zion.
“ Ya saya maafkan " jawab kepala sekolah dengan wajah lelahnya.
“ MA CUKUP. BERHENTI LAKUIN HAL YANG BIKIN ZION MALU " teriak Zion yang lelah dengan perilaku sang mama.
“ Kok kamu malah bentak mama nak ? Mama jauh - jauh datang ke sekolah kamu tuh buat belain kamu loh , dari perempuan ****** yang mengaku diperkosa sama kamu " ucap mamanya.
“ Iya. Kok lu malah salahin mama sih. Perempuan ini yang bikin trik murahan biar bisa dekat sama lu dengan bikin drama kaya gini " Stephanie menimpali.
Mendengar ucapan Stephanie dan mamanya Freya hanya diam namun ia mengepalkan tangannya erat.
Karena tak terima , Freya langsung berdiri dan menghajar Stephanie saat itu juga. Ia memberi pukulan telak di perut Stephanie.
Orang - orang yang melihat kejadian itu merasa terkejut dan tak percaya. Ternyata Freya yang dikenal pendiam dan pasif bisa melakukan hal itu juga.
“ Perempuan murahan katamu ? Lalu bagaimana dengan kamu yang mengaku dari keluarga yang memiliki adab baik dan sarjana , tetapi perilakunya seperti orang yang tak pernah mengenyam pendidikan? Tidak mencerminkan orang yang punya attitude dan wawasan luas? Oh , aku tahu. Jangan - jangan kamu bisa menjadi sarjana di salah satu universitas ternama , itu bukan karena kemampuan otak tapi karena uang ? Atau kamu ‘ beli ijazah ’ agar di wisuda?" Balas Freya sarkas.
” Kak Zee. Inikah potret keluarga mu yang kamu banggakan itu ? Hahahaha , kalau aku jadi Kaka , aku sudah lepas dari keluarga model begini. Yang lebih mengutamakan urat serta otot daripada otak. Memalukan "
“ Baiklah pak dan saudara sekalian yang ada disini. Karena masalah ini semakin runyam , bagaimana jika masalah ini kita selesaikan saja di kantor polisi ? Nanti Freya hubungi mommy deh buat urus semuanya" lanjutnya.
Semua orang yang berada di ruangan tersebut membelalakkan matanya tak percaya , Freya berani mengambil keputusan seperti itu.
“ Saya permisi pak " pamit Freya undur diri. Terserah jika di cap sebagai murid yang tak mengerti tata krama. Ia sudah kepalang kesal dengan kelakuan keluarga Zion terhadap dirinya.
“ Ma , Zion mohon jangan bikin Zion malu , Zion memang yang salah disini ma. Waktu itu bahkan mommy nya Freya datang kesini. Seharusnya mama bersyukur mommy nya Freya nggak memperpanjang masalah ini ke polisi. Tapi kenapa sekarang mama sama anak kesayangan mama bikin ribut disini dan buat masalah ini semakin runyam " ucap Zion frustasi.
Zion yang sudah terlanjur malu pun meninggalkan ruang kepala sekolah. Bianca juga merasa tak habis pikir dengan perilaku mama dan adik perempuannya. Sedangkan Richie hanya menyeringai tipis.
Setelah drama menegangkan tersebut akhirnya mereka pamit undur diri.
Richie hanya tersenyum sinis menatap ipar dan mama mertuanya.
“ Keluargamu benar - benar unik sayang , dan nggak pernah lelah untuk buat capek sekaligus malu dihadapan orang banyak" ucap Richie sambil berlalu.
Bianca hanya mengelus dada sabar. Ia sendiri juga sudah merasa lelah dengan tingkah ajaib keluarga nya.
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Seusai ribut di ruang kepala sekolah tadi , Freya menjadi perbincangan banyak orang. Sadar diperhatikan oleh banyak orang Freya segera memberikan mereka pelototan gratis agar mereka enggan melihatnya.
“ Kenapa kalian lihat - lihat. Ini bukan konser , BUBAR SANA " Perintah nya dan seketika itu juga sekumpulan murid membubarkan diri mereka.
Freya tak sadar jika sedari tadi perilakunya menjadi objek tontonan Richie.
“ Anak itu benar - benar ” gumam Richie sambil menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Bianca sedang kelimpungan mencari Freya , ia merasa bersalah dengan anak itu. Ketika sampai disana nampak bekas tamparan keras di kedua pipinya , yang disebabkan oleh mama dan adiknya.
“ Mas , kamu lihat anak yang tadi nggak ?" Tanya Bianca usai menemukan sang suami.
“ Huh siapa ? Pacarnya Zion ?" Tanya Richie balik.
“ Iya mas , aku merasa bersalah banget sama dia" jawab Bianca.
“ Mama kamu , memang nggak bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin ya ? Untung loh papa masih sabar hadapi mama "
” Ya , aku sendiri juga nggak ngerti mas. Kenapa semakin hari tingkah mama semakin begitu " desah lelah Bianca.
“ Ya udah yuk cari anak itu sebelum mood dia semakin buruk " ajak Richie.
Disisi lain.....
Freya yang sedang berjalan di lapangan dibawah teriknya sinar matahari tiba - tiba mendapatkan sebuah kejutan tak terduga. Kenapa ? Karena sekumpulan siswa - siswi baru saja menyiramnya menggunakan air es satu ember lengkap dengan balok es nya.
“ HAHAHAHA , LIHAT BAJUNYA BASAH TUH " Tawa seorang siswa yang disambut dengan tawa lain.
“ Gimana , enak disiram ? Segar kan ?" Sheila berucap sinis sembari melipat kedua tangannya di dada.
Freya seharusnya sudah bisa menduga jika nenek sihir tersebut masih mempunyai dendam padanya , akibat pernah ia permalukan.
Lucky , Laurent , Bernard dan Caesar yang melihat kejadian itupun bergegas menghampiri Freya.
“ SHEILA CUKUP YA. JANGAN MENTANG - MENTANG LU ANAK GURU DISINI JADI BISA BERLAKU SEENAKNYA" Bentak Lucky pada Sheila.
“ Wah ternyata ada pangeran yang siap melindungi guys. Lucky , kenapa sih lu pakai acara belain dia segala ? Gara - gara dia kak Zion kena skorsing tahu nggak? Dasar playing victim " ucap Sheila sinis.
“ Sheila lu benar - benar Medusa ya ? Telinga lu masih normal kan ? Waktu ribut - ribut tadi , jelas - jelas kak Zion yang salah dan Ilene juga udah tunjukkan bukti kalau dia itu korban. Toh kak Zion juga sudah akui kesalahannya dan minta maaf. Jadi kenapa lu masih kebakaran jenggot ?" Mau cari simpati di depan keluarga kak Zion lu ?" Kali ini Laurent buka suara.
“ Dasar ratu akting mentang - mentang keluarga kak Zion datang , lu sok - sokan jadi pahlawan kesiangan buat kak Zion. Biar apa ? Biar diangkat jadi menantu sama mamanya ? Cih " ucap Caesar dengan sinis juga.
“ Lagipula lu tuh kaya buang - buang tenaga tahu nggak bela - belain kak Zion. Tapi elu nggak pernah dianggap" timpal Bernard.
Mendengar keributan lantas Richie dan Bianca mendekati sumber suara , dan lagi - lagi mereka dibuat terkejut dengan peristiwa bullying yang terjadi.
“ Ehem.... Ada apa ini ? " Suara berat Richie menghentikan aksi bullying mereka.
Richie melihat Freya yang sudah basah kuyup dan bibirnya yang bergetar kedinginan.
“ Ya ampun " Bianca menutup mulutnya tak percaya , anak jaman sekarang ternyata lebih anarkis dan lebih mengerikan dibandingkan dengan jaman nya dulu.
“ Kalian selaku pelajar sekolah ini , pastinya mengetahui tata tertib sekolah ini bukan ?" Tanya Richie. Semua pun diam. Merasa tidak ada sahutan , Richie melanjutkan ucapannya.
” Yang namanya dunia pendidikan dan sekolah itu , pasti ada aturan salah satunya dilarang melakukan bullying. Semua sekolah pasti ada aturan melarang tindakan bullying , termasuk sekolah kalian. Dan kalian sebagai siswa seharusnya menaati tata tertib yang dibuat. JIKA MELANGGAR pasti akan dikenakan sanksi. Kalian memahami aturan tersebut bukan ?" Tanya Richie. Mereka semua pun diam tak ada satupun yang berbicara.
“ Halo , apa kalian masih bisa mendengar saya ?" Tanya Richie lagi.
“ Dengar pak "
“ Kalau dengar kenapa diam saja ? Apa kalian semua itu siswa abnormal yang tidak bisa memahami ucapan saya ?" Tanya Richie lagi dengan perasaan dongkol tentunya.
“ Maaf pak " jawab mereka dengan kepala tertunduk.
“ Kalian itu bukan anak kecil lagi. Kalian sudah dewasa , sudah mampu berpikir secara rasional , sudah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Jangan seperti ini. Ini sudah termasuk bullying dan perilaku bullying juga termasuk perilaku yang melanggar hukum. Apa kalian mau berurusan dengan hukum di usia kalian yang masih mengejar cita - cita ? Apa kalian mau mimpi kalian kandas ditengah jalan gara - gara berurusan dengan hukum?" Tanya Richie jengkel.
“ Kalian itu pelajar. Dan tugas seorang pelajar itu ya belajar , menuntut ilmu. Gapai cita - cita. Bukannya keroyokan nggak jelas macam anak jalanan yang tawuran " lanjutnya lagi.
“ Jika kalian saja bertingkah seperti ini. Mau jadi apa negara ini nanti ? Mempunyai generasi yang rusak macam kalian ?"
“ Sekolah belum benar aja sudah main geng - gengan "
“ Kalian yang terlibat aksi bullying , minta maaf sana terhadap korban bully kalian , dan yang lainnya yang hanya menonton saja , BUBAR SEKARANG JUGA ”
Mereka yang hanya sekedar melihat langsung membubarkan diri masing - masing. Sementara itu Sheila , Lucas , dan Steven masih berada disana. Tak lupa juga Freya , Lucky , Bernard , Laurent dan Caesar.
“ Ayo , kalian minta maaf ngapain malah bengong begitu ? Atau mau saya laporkan?" Ucap Richie.
Mau tidak mau Sheila dan kawan - kawannya meminta maaf daripada masalahnya bertambah panjang dan mereka tidak mau jika dilaporkan.
Bianca menghampiri Freya untuk membantu gadis itu yang sudah menggigil ditambah lagi terkena paparan sinar matahari , Freya sudah merasa pusing.
“ Kamu Reya ? Kenalin aku Bianca Kaka dari Zion. Dek karena kamu sudah menggigil dan jidat kamu berdarah , saya mau obatin kamu dulu ya , biar nggak semakin parah " ujar Bianca.
Freya hanya pasrah kala tangannya ditarik pelan oleh Bianca. Namun karena pusing nya tak tertahankan lagi ia jatuh pingsan.
“ ILENE !!!!!..... " Teriak para sahabatnya.
“ Eh , tolong bawa ke UKS ya dek. Aduh mana bajunya basah lagi. Mas aku bisa minta tolong ke kamu buat beliin baju nggak lengkap sama **********?" Pinta Bianca pada suaminya.
“ Huh ? " Richie termangu.
Author POV end
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Syhr Syhr
Ya ampun Freeya
2023-08-07
0
🥀
👏👏👏👏👏👏👏
2023-02-17
0
anan
KK yang semangat yah
2023-01-12
0